Semuanya berawal dari suatu hari sebuah mobil mewah ngak sengaja menyerempet seorang gadis cantik yang sedang mengendarai motor saat jalan pulang.
"Mas kalau bawa mobil bisa hati hati ngak, lihat orang sebesar ini aja mau di tabrak" Maki seorang gadis pada pengendara mobil itu.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka apa akan terus musuhan atau tidak,,?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 20
Pagi hari Lili bangun dengan wajah berseri. Bagaimana tidak Lili di datangi sama sang pujaan hati walaupun sudah dia usir sekalipun tapi dia mau memperjuangkan Lili rasanya sulit diartikan.
Lili mandi lalu bersiap siap untuk berangkat kerja dan mereka bertiga masih betah bekerja di cafenya Rido belum ada kefikiran mencari kerja yang lebih bagus lagi mungkin belum saatnya juga.
Lili langkahkan kaki menuju meja makan disana sudah ada orang tua dan vano yang nyebelin bin resek.
"Pagi semua"Sapa Lili dengan senyum mengembang.
"Pagi sayang," jawab serentak kayak paduan suara saja.
"Ada apa ini dek senyum senyum,, sudah capek nangisnya," Goda Vano pura pura ngak tahu.
"Siapa juga yang nangis juga bang," jawab Lili cemberut dan duduk untuk sarapan juga.
"Masa ngak nangis trus yang seminggu ini apa coba," Vano masih sibuk menggoda Lili dengan tingkah usilnya.
"Terus saja bang terus,, nanti aku suruh Caca cari cowok baru biar tahu rasa abang," Seketika Vano langsung diam karna Lili tahu dia bucin banget sama sahabatnya itu.
"Mana mungkin Caca mau dek dia saja sudah cinta banget sama abang," Kata Vano dengan percaya dirinya.
"Oh ya kita lihat saja nanti,,, Ayah Ibu aku pamit dulu takut ntar ada yang ngamuk," Pamit Lili sambil melirik sinis sama Vano dan berlalu pergi.
"Awas saja kalau lo berani dek," Teriak Vano dan Lili cuma terkikik geli berjalan keluar rumah. Tiba tiba hp Lili berbunyi tapi Lili sudah tahu siapa yang menghubungi.
Mas El 🍇
Elsa nya mas semangat kerja ya dan hati hati
Lain kali mas jemput berangkat kerjanya😘
Elsa🍉
Iya mas juga hati hati dan semangat kerja
Jaga mata jaga hati👌😉
Setelah membalas pesan El, Lili memasukan hp ke dalam tas lagi dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Saat sampai Lili masuk ke dalam dan dia lihat sahabatnya juga sudah ada disana seketika Lili ingat percakapan ia dengan bang Vano tadi pagi ide jahil muncul seketika.
"Hy sayangku sudah sampai saja," Sapa Lili pada Caca dan Cici yang sudah sampai juga.
"Pasti dong," jawab Cici semangat
"Yang ketemu gebetan mah pasti semangat," Ledek Caca dan Cici senyum malu.
"Tunggu kayaknya kita melewatkan sesuatu nih," Lirik Caca pada Lili penuh selidik.
"Kenapa melirik ku seperti itu,, kayak aku pencuri saja," Ujar Lili pura pura ngak tahu.
"Iya ya,, lo mencuri apa Li,, jawab," Tanya Cici ngak sabaran.
"Yang pastinya mencuri hatinya mas El," Caca bicara seolah tanpa dosa saja apa dia ngak lihat apa muka ku sudah memerah begini.
"Oh ya Ca aku minta bantuan boleh mungkin ini agak sulit tapi mau ya pliis," Pinta Lili pada Caca dengan nada memohon.
"Apa dulu Li,, jangan aneh aneh ya" Tanya Caca agak bingung.
"Begini,, (aku merangkul kedua sahabat ku tidak lupa aku ngomong apa yang dibicarakan bang Vano pagi dan akhirnya Caca setuju, aku sengaja berbisik takut ada yang dengar apalagi ini tempat sahabat bang Vano) ," Jadi begitu penjelasan Lili panjang lebar.
Setelah selesai menjelaskan Lili merekam ucapan Caca dan mangirim pada Vano biar dia tau rasa ucapku dalam hati dengan senyum penuh kemenangan.
🗾🗾🗾🗾🗾
Saat sedang asik bekerja hp Vano berbunyi dilihatnya Lili mengirim pesan suara tapi dia abaikan lalu selang setengah jam hpnya berbunyi lagi dan ternyata masih orang yang sama, karna penasaran Vano membuka pesan teks duluan lalu pesan suara.
Lili🎇
Jahat lo bang😭
Vano mengerutkan dahinya membaca pesan Lili dengan masih penasaran dia buka pesan suara.
Lili🎇
"Li lo tau ngak kemaren gue lihat bang Vano jalan sama cewek,, mesra bange Li,, awalnya gue ngak percaya lalu gue ikuti lo tau dia panggil sayang sama cewek itu,, sakit Li hati gue mendengarnya hiks hiks ,, apa cuma gue yang cinta sama dia,, hiks,, kalau begini caranya aku mundur Li lebih baik aku terima perjodohan yang orang tua ku lakukan, hiks,, maaf Li mungkin hari ini kita terakhir bertemu aku mau pergi ikut orang tua ku keluar Kota,,hiks hiks"
Vano langsung panik mendengar suara Caca yang sedang menangis apalagi mendengar perkataan Caca yang akan dijodohkan. Vano langsung menuju keruangan El untuk izin keluar menemui Caca. Brakk
"Lo masuk bisa santai ngak sih Van, ini kantor bukan pasar," Ujar El kaget sambil memegang dadanya.
"Sorry gue terlalu panik El," Vano tidak bisa menyembunyikan kepanikannya
"Ada apa cerita sama gue," El mencoba menenangkan Vano.
"Ini lo dengar sendiri ngak sanggup gue dengernya dan gue izin ngak kerja hari ini" Kata Vano sambil menyerahkan hpnya sama El.
El langsung saja mendengarkan dan dia mengerti sama perasaan sahabatnya itu.
"Coba gue hubungi Rido apa Caca masih ada disana ngak," El merogoh saku mengambil hp lalu menghubungi Rido .
Mereka tidak tahu saja bahwa ketiga cewek itu sudah bekerja sama dengan Rido untuk mengerjai Vano. Tut tut tut bunyi telpon tersambung lalu terdengar jawaban
"Do apa Caca masuk kerja hari ini,"? "Tanya El begitu telpon ada jawaban.
"Iya tapi cuma sebentar saja untuk mengundurkan diri katanya mau ikut orang tua pindah keluar Kota," jawab Rido tersenyum karna dia tau Vano pasti mendengarkan juga.
"Dia bilang mau kemana atau berangkat jam berapa,?" Kali ini Vano yang ikut bicara karna hp El dalam mode speaker.
"Dia ngak bilang apa dan sekarang Lili dan Cici bantuin dia beres beres dirumahnya,, mungkin pergi hari ini,,," tut tut seketika sambungan telpon terputus tiba tiba padahal Rido belum selesai bicara.
"El gue pergi dulu maaf gue ngak bisa tinggal diam," Ucap Vano sambil meninggalkan ruangan El. Setelah Vano pergi hp El berbunyi dilihat nya nama Elsa Yang tertera.
"Halo mas lagi sibuk ngak" ,,, Elsa
"Ngak kok ada apa sayang",,, mas El
"Ikut aku yuk lihat live streaming ",,, Elsa
"Maksudnya (kening El mengkerut)",,, mas El
"Sudah ikut saja biar aku kirim alamatnya,, berangkat sekarang ya nanti kelewatan,, bye bye",,, Elsa
El masih bertanya tanya apa yang diminta kekasihnya tapi dia tetap menuruti apa kemauan kekasihnya apalagi sekarang dia tidak ada janjian sama klien jadi bisa bersantai. El menuju ke alamat yang dikirim kekasihnya walau mencul begitu banyak pertanyaan di kepalanya.
🏝️🏝️🏝️
Mohon masukan, dukungan, jangan lupa tinggalkan jejak+vote juga ya,,, maaf🙏masih belajar jadi masih ada typo.
Sekali lagi tinggalkan jejak ya biar aku bisa mampir balik dan masukannya yang positif ya terima kasih. 👌👌
mampir juga yuk ke ceritaku
"Jiwa baru Zhuge Liying"
"Apa aku seorang pangeran?"
bukannya el udah tau lili, dan dia tau nya si lili itu pacarnya vano, tapi kok isi bilg gak tau nyarik kemana.
dan bukannya si rido itu bos nya lili dkk yah, kok isi nnya lagi sama vano waktu lili lagi ngambilin minum.
aku mampir bawa boom like rate 5 dan fav jangan lupa mampir ya...
Jangan lupa mampir di cerita saya yang berjudul Cinta Abdinegara dan Putih Abu-Abu di tunggu feedback nya 🤗🤗🤗
Terimakasih 🙏🙏🙏
Aq mampir lagi😉 ...
Bawain like👍👍👍😘...
keep support thor💪😊😍...
Aq tnggu feendback nya🙏😉😊...
~Thanks~
Jangan bosen untuk mampir lagi ya😊
jangan lupa mampir di crku yang Possesive Jung Jaehyun dan like juga ya kak