NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Rasa Penasaran yang Menggelitik

Hari-hari berlalu dengan tenang di mansion Samudra. Sarah sudah semakin terbiasa dengan rutinitasnya. Pagi hari ia habiskan di taman, siang hari ia habiskan dengan membaca atau mengobrol dengan Yola, dan malam hari ia habiskan bersama Samudra. Namun, belakangan ini, Sarah mulai merasakan ada yang berbeda.

Samudra pulang semakin larut. Awalnya, ia pulang pukul delapan malam. Lalu bergeser menjadi pukul sembilan. Beberapa hari terakhir, ia bahkan baru pulang setelah pukul sepuluh malam. Wajahnya terlihat lelah, dan ia hanya sempat mengobrol sebentar dengan Sarah sebelum akhirnya tidur.

Sarah mencoba bertanya, tapi Samudra selalu menjawab dengan alasan yang sama.

"Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, Sarah. Proyek baru dari klien Swiss."

Sarah mengangguk, meskipun ia merasa ada yang tidak beres. Samudra memang seorang CEO yang sibuk, tapi sebelumnya ia tidak pernah pulang selewat itu. Ada sesuatu yang mengganjal di hati Sarah.

Suatu malam, saat Samudra kembali pulang, Sarah memutuskan untuk bertanya pada Felix. Felix biasanya menemani Samudra ke kantor, jadi ia pasti tahu apa yang terjadi.

Keesokan harinya, saat Felix datang ke mansion untuk mengantar beberapa dokumen, Sarah mencegatnya di ruang tamu.

"Felix, aku ingin bertanya sesuatu," ujar Sarah.

Felix berhenti, lalu tersenyum. "Ada apa, Sar?"

"Belakangan ini, Samudra pulang sangat malam. Dia bilang sibuk kerja. Tapi aku merasa ada yang tidak beres. Felix, tolong jujur padaku. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sarah.

Felix menghela napas, lalu duduk di kursi di hadapan Sarah. Wajahnya terlihat serius.

"Sarah, sebenarnya Tuan Samudra memang sedang sibuk. Tapi bukan hanya karena pekerjaan," jawab Felix.

Sarah mengerutkan kening. "Lalu karena apa?"

Felix menatap Sarah, lalu berkata pelan. "Sarah, Tuan Samudra sedang mengurus sebuah proyek besar. Tapi bukan proyek bisnis. Dia sedang mencari rumah baru."

Sarah membelalak. "Rumah baru? Kenapa? Bukankah mansion ini sudah cukup?"

Felix tersenyum tipis. "Mansion ini memang besar. Tapi Tuan Samudra ingin membangun rumah baru yang lebih nyaman untukmu dan bayi. Dia ingin memiliki rumah yang benar-benar milik kalian berdua. Bukan hanya mansion yang sudah ada sejak lama."

Sarah terdiam. Matanya mulai terasa hangat. "Dia melakukan semua ini... untukku?"

"Iya, Sarah. Dia ingin memberikan yang terbaik untukmu dan bayinya. Dia bekerja sampai larut untuk mencari desain yang tepat, dan juga untuk mengurus perizinan pembangunan," jawab Felix.

Sarah menatap Felix, dan air matanya mulai mengalir. "Aku tidak tahu... dia tidak pernah bilang apa-apa padaku."

"Dia tidak ingin kamu khawatir. Dia ingin memberikan kejutan," ujar Felix.

Sarah mengusap matanya, lalu tersenyum. "Felix, tolong jangan bilang padanya bahwa aku tahu."

Felix tersenyum. "Tentu, Sar. Ini rahasia kita."

Malam itu, saat Samudra pulang, Sarah sudah menunggu di ruang tamu. Samudra terlihat lelah, tapi ia tetap tersenyum saat melihat Sarah.

"Sarah, kamu belum tidur?" tanya Samudra.

"Aku menunggumu, Pak," jawab Sarah.

Samudra duduk di samping Sarah. "Maaf, aku pulang terlambat. Ada banyak pekerjaan."

Sarah tersenyum. "Pak, aku tahu Bapak sedang melakukan sesuatu yang besar. Dan aku ingin Bapak tahu, bahwa aku sangat bersyukur memiliki Bapak."

Samudra menatap Sarah, matanya sedikit terkejut. "Sarah..."

"Aku tidak tahu apa yang Bapak lakukan, tapi aku percaya pada Bapak. Dan aku ingin Bapak tidak terlalu memaksakan diri. Bapak juga harus istirahat," ujar Sarah.

Samudra tersenyum, lalu meraih tangan Sarah. "Terima kasih, Sarah. Aku akan berusaha pulang lebih awal."

Sarah mengangguk, dan mereka berbincang sebentar sebelum akhirnya berpisah dan tidur.

Malam itu, Sarah berbaring di tempat tidurnya, dan tersenyum.

"Dia membangun rumah untuk kita," bisiknya. "Dia benar-benar serius."

Keesokan harinya, Sarah memutuskan untuk tidak lagi bertanya-tanya. Ia percaya pada Samudra, dan ia percaya bahwa semua yang dilakukan Samudra adalah untuk kebaikan mereka.

Hari-hari berlalu, dan Samudra tetap pulang larut. Tapi Sarah tidak lagi khawatir. Ia hanya tersenyum setiap kali Samudra pulang, dan menyambutnya dengan hangat.

"Selamat malam, Pak," ujar Sarah.

"Selamat malam, Sarah," jawab Samudra.

Mereka berdua tahu bahwa ada sesuatu yang sedang dipersiapkan, dan mereka berdua tidak perlu membicarakannya. Karena yang terpenting, mereka saling percaya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!