Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Arka berlari secepat kilat menyeberangi jalan. Efek pemulihan fisik dan peningkatan atribut dari Sistem membuat kakinya terasa jauh lebih ringan dari biasanya. Hanya dalam hitungan detik, ia sudah sampai di depan mobil sedan hitam yang mengepulkan asap tebal.
Pintu pengemudi penyok parah dan terkunci rapat. Di dalam, tampak seorang pria berjas rapi terkulai lemas di atas roda kemudi. Darah segar mengalir deras dari pelipisnya, membendung di atas dashboard.
Arka mengaktifkan keahlian barunya.
[Penglihatan Medis Aktif]
Kondisi Target: Trauma dada, fraktur tulang rusuk ke-4 merobek jaringan paru-paru kiri, pendarahan dalam.
Ia memegang gagang pintu mobil dan menariknya dengan sekuat tenaga, tapi engselnya sudah remuk terhimpit tiang.
[Gunakan Poin (100 Poin) untuk mengaktifkan: 'Dorongan Tenaga?]
"Aktifkan sekarang!" teriak Arka tanpa ragu.
[Poin di potong 100 poin]
[Sisa Poin 600 poin]
[Penguatan Otot Lengan Diaktifkan!]
Rasa panas mendadak menjalar di kedua lengan Arka. Otot-ototnya berkontraksi hebat. Dengan satu hentakan kuat.
BRAK!
Pintu mobil yang ringsek itu berhasil ia rekatkan dan tarik hingga terlepas dari engselnya.
"Hei! Pak! Buka mata Anda!" Arka menepuk-nepuk pipi pria berjas itu seraya melingkarkan tangannya di bawah ketiak korban untuk menariknya keluar secara perlahan, menjaga agar tulang lehernya tidak makin tertekuk.
Ting!
Status pasien:
Status Kesehatan:10%
Status kehidupan\= 39%
Tahan tubuh\=20%
Kondisi fisik\=20%
Kesehatan mental\=15%
Kesadaran\=10%
"Sial, parah sekali!" gumam Arka.
Tepat saat Arka berhasil menyeret pria itu keluar dan menaruhnya di atas trotoar, kap mesin mobil meledak kecil dengan letupan api yang mulai membesar.
Buum!
"Ugh..." Pria berjas itu mengerang pelan, matanya sedikit terbuka, berusaha fokus menatap Arka yang bertelanjang dada di balik jaket tipis pinjamannya. "To... long..."
"Tahan, Pak. Jangan banyak bergerak," kata Arka tenang.
Pandangan medis Arka langsung fokus ke leher dan dada pria itu. Ia melihat jalur pembuluh darah yang menyempit dan penumpukan darah di rongga dada.
Tanpa alat medis canggih, Arka harus menggunakan teknik manipulasi titik tekan yang diajarkan Sistem.
Arka mengepalkan jarinya, lalu menekankan dua jarinya dengan sangat presisi ke titik saraf di bawah tulang selangka pria tersebut.
"Ini akan sedikit sakit," bisik Arka.
Puk! Puk!
Pria itu melonjak kaget saat Arka menekan titik-titik vital tersebut.
Namun ajaibnya, aliran darah yang menyembur dari lukanya mendadak melambat secara signifikan, dan napasnya yang semula tersedak-sedak perlahan mulai teratur.
"Bagaimana perasaan bapak?" tanya Arka.
"Aku... aku menjadi lebih baik sekarang," kata pria paruh baya itu.
"Syukurlah, masa kritis Anda terlah lewat, meskipun begitu, Anda teta harus di bawa ke rumah sakit karena saya tidak memiliki peralatan yang menandai, saya hanya bisa pertolongan pertama saja," kata Arka.
"Ba-baiklah, saya akan telpon ambulan dan polisi," kata Pria itu.
Arka kembali memegang tangan pria tersebut untuk mengecek status kehidupan pria tersebut.
Ting!
Status pasien:
Status Kesehatan:40%
Status kehidupan\= 69%
Tahan tubuh\=40%
Kondisi fisik\=55%
Kesehatan mental\=60%
Kesadaran\=67%
Tak lama kemudian. Dari kejauhan, suara sirene mobil polisi dan ambulans mulai meraung-raung mendekat. Warga sekitar yang mendengar ledakan juga mulai berlarian menuju lokasi kecelakaan.
Pria berjas itu memegang pergelangan tangan Arka. "Si... siapa kamu sebenarnya...? Tapi Terima... kasih..."
Arka melepaskan genggaman pria itu secara perlahan lalu tersenyum tipis.
"Cuma seorang 'pasien' yang kebetulan lewat, Pak," jawab Arka.
Arka berdiri, merapatkan jaketnya, dan segera berbalik melangkah mundur memasuki kegelapan gang sempit sebelum warga dan tim medis tiba di lokasi.
Saat berjalan menyusuri gang yang sepi, Arka menatap ke atas langit malam. Kerjanya malam ini sangat panjang, tapi untuk pertama kalinya setelah bangkit dari kematian, Arka merasakan kepuasan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
[Ting!]
[Pesan Baru: Identitas Target Teridentifikasi, Wijaya Kusuma, CEO Kusuma Corp]
Arka memegang dagunya. "Kusuma Corp? Bukannya dia Ceo perusahaan besar?" ingatnya.