NovelToon NovelToon
Cinta Di 2 Hati

Cinta Di 2 Hati

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:354.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Sebulan pernikahan sirinya, Jingga harus berhadapan dengan kenyataan baru yang menyakitkan. Aris, suami yang dicintainya menikah resmi dengan perempuan lain.

Menjadi yang pertama tapi serasa yang kedua. Pada akhirnya Jingga menyerah. Perceraian dengan Aris pun tak terelakkan.

Di saat bersamaan Rangga yang merupakan sahabat Aris juga bercerai dengan istrinya. Kesamaan kisah membuat mereka Rangga dan Jingga semakin dekat.

Aris kembali datang dengan kepastian dan perjuangan yang lebih nyata. Membuat Jingga goyah. Kembali pada cinta lama atau memulai cinta yang baru ?

Persahabatan Aris dan Rangga pun di pertanyakan.

Di hati manakah cinta Jingga akan berlabuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bedrest

Pagi ini Jingga begitu malas untuk bangun, perutnya mual tidak terkendali. Berkali - kali Jingga memuntahkan isi perutnya yang tinggal air saja ke dalam kaleng yang disediakan mbak Wati.

Jingga mengambil ponselnya untuk menghubungi Aris. Tapi tidak ada respon. Jingga mencoba mengirim pesan, semoga saja dibalas cepat. Karena Aris jarang sekali membuka aplikasi pesan, Aris tipikal yang lebih senang telpon kalau memang penting.

" Mbak Sri, mas wandi sudah berangkat ke catering ya ? " tanya Jingga.

" Sudah mbak Jingga, apa mau di telponkan. Tapi di bawah ada mbak Dina, kita ke dokter yuk mbak ! " ajak Sri.

" Iya mbak. Tolong bantu aku jalan ya mbak. Pusing banget " pinta Jingga.

Sri memapah Jingga sampai ke depan, Dina yang siaga di depan pintu langsung sigap membukakan pintu mobil.

" Mbak Sri di rumah saja, nanti kalau nina pulang sekolah nggak ada mbak sri malah bingung. Aku sama Dina saja mbak " ucap Jingga.

" Baik mbak. Hati - hati ya mbak " kata Sri.

Dina langsung meluncurkan mobilnya ke rumah sakit bunda. Sesampainya di sana, Dina menyuruh Jingga duduk di sofa antrian, sementara itu Dina mengurus proses pendaftarannya.

" Din, mas Aris bisa dihubungi nggak ? " tanya Jingga, setegar - tegarnya Jingga saat seperti ini dia sangat membutuhkan kehadiran Aris. Jingga mengenyampingkan kejadian semalam, intinya saat ini kehadiran Aris yang sangat diharapkan.

" Belum bisa bu " jawab Dina.

" Begini banget ya Din jadi istri siri. Mas Aris pengennya merasa dibutuhkan, tapi sekalinya dibutuhkan malah nggak ada. Aku ini istrinya, tapi tidak punya kuasa apa - apa " ucap Jingga, suaranya lemah dengan wajah yang semakin pucat.

" Sabar ya buk " hanya kalimat itu yang Dina ucapkan. Dina belum terlalu mengenal Jingga.

Setelah menunggu hampir tiga puluh menit, kini giliran nama Jingga dipanggil menuju ruang pemeriksaan. Seorang dokter perempuan berhijab menyambut ramah Jingga.

" Mohon maaf bu Jingga, saya harus menyampaikan ini. Kondisi janin bu Jingga agak lemah, saya khawatir janin akan semakin lemah dan tidak bisa berkembang sempurna. Ibu harus rawat inap ya bu, kita harus observasi janin selama seminggu ini. Ibu disarankan bed rest total " ucap dokter, cara penyampaiannya lembut.

Jingga mencoba tersenyum, meski akhirnya gagal. Air matanya jatuh.

" Apa kemungkinan buruknya dok ? " tanya Jingga dengan suara bergetar.

" Jika janin lemah saja, kita bisa pertahankan bu. Tentu dengan perawatan intensif, tapi kalau tidak berkembang mau tidak mau kita harus melakukan kuret " jelas dokter.

" Kira - kira penyebabnya apa dok ? Selama ini saya merasa baik - baik saja " tanya Jingga.

" Banyak faktor bu, bisa dari kelainan kromosom, gaya hidup, placenta tidak berfungsi baik, preeklampsia ( tekanan darah tinggi saat kehamilan ) , stres dan infeksi. Kalau dilihat dari pemeriksaan hari ini kemungkinan besar karena preeklampsia. Ibu tidak merokok kan ? meminum minuman beralkhohol ? " dokter balik bertanya.

" Tidak dok, saya tidak merokok dan tidak minum minuman beralkhohol " jawab Jingga.

" Kemungkinan preeklampsia bu, karena tekanan darah ibu cukup tinggi. 150/90, cukup tinggi untuk seusia ibu. Apa ibu bekerja ? " tanya dokter lagi.

" Iya dok saya bekerja " jawab Jingga.

" Sementara sebaiknya ibu membatasi dulu kegiatan yang menguras tenaga dan fikiran. Lebih banyak bedrest dan yang paling penting menghindari stres " ucap dokter. Jingga tersenyum kecut, bagaimana bisa menghindari stres, kalau masalah pernikahannya dan Aris mendominasi isi kepalanya sejak kemarin - kemarin.

Dina mengurus administrasi untuk memasukkan Jingga ke ruang rawat inap. Pada akhirnya ketegaran Jingga kembali tumbang. Seumur hidupnya baru kali ini jarum infus menusuk tangannya. Perawat juga menyuntikkan beberapa cairan dengan suntik intravena. Sungguh Jingga mengharapkan dukungan Aris saat ini.

" Din, mas Aris belum bisa dihubungi ya ? " tanya Jingga, entah sudah keberapa kali pertanyaan itu di lontarkan. Dari mulai menginjakkan kaki di rumah sakit sampai pindah ke ruang perawatan sekarang.

" Belum bu, mungkin meeting bu. Saya juga sudah mengirim pesan. Saya coba hubungi sekretarisnya, pak Aris belum datang sejak pagi tadi " jelas Dina.

" Mbak Dina kenal pak Evan atau pak Rangga nggak ? " tanya Jingga.

" Belum pernah ketemu bu, tapi pak Aris memberikan nomor ponsel dua orang tadi untuk dihubungi kalau darurat sekali jika pak Aris tidak bisa dihubungi " kata Dina.

" Coba hubungi pak Evan dulu, kalau nggak bisa baru pak Rangga. Mereka selalu tau pak Aris kemana " suaranya bergetar, Jingga merasa berada di titik terbawah hidupnya saat ini.

Jingga mengelus perutnya yang rata, dalam hati meminta maaf pada janin yang ikut dibawanya merasakan sedih, marah dan kecewa.

" Bagaimana mbak Din ? bisa ? " tanya Jingga, begitu melihat Dina kembali mendekatinya setelah berbalik badan berbicara melalui telepon.

" Pak Evan tidak bisa dihubungi, hanya pak Rangga yang bisa dihubungi. Kata pak Rangga, pak Aris dan pak Evan sedang meeting dengan investor asing di Bogor " jelas Dina.

" Oh...Ya sudah, nanti kalau selesai meeting mas Aris pasti membuka pesan kita " ucap Jingga, menyerah pada keadaan.

Jingga mengambil memiringkan badannya, mengambil ponsel untuk mengirimkan pesan di group whatsapp kafe dan cateringnya, sekedar memberi tahu kalau sementara wakta Jingga tidak bisa datang langsung ke sana. Semua urusan sudah diwakilkan ke beberapa orang kepercayaan Jingga.

Di rumah sakit yang sama, Stefanie juga sedang melakukan kontrol kandungan. stefanie sendirian, tidak ditemani siapapun.

Rangga yang berjalan tergesa - gesa menuju ruang perawatan Jingga tidak menyadari ada Stefanie di deretan mama - mama muda yang sedang mengantri untuk pemeriksaan kandungan. Stefanie yang tau kehadiran Rangga, segera mengikuti langkah Rangga dengan cepat.

Setau Stefanie, rumah sakit yang dia kunjungi saat ini adalah rumah sakit khusus ibu dan anak. Tidak ada orang dengan keluhan penyakit lain yang akan berobat di rumah sakit ini. Pikiran negatif Stefanie sedang bekerja cepat. Harapan Stefanie saat ini adalah dugaannya benar, dengan begitu dia bisa memanfaatkan keadaan untuk mengulur waktu perceraian dan mendapatkan uang lebih banyak dari Rangga.

Rangga membuka pintu ruang rawat inap Jingga perlahan, hanya ada Jingga di sana. Karena Dina sedang mengambil baju dan keperluan Jingga yang lain di rumah.

Jingga menoleh lemah begitu mendengar pintu terbuka dan suara langkah kaki mendekat ke arahnya. " Mas Rangga .. " sapanya lemah.

" Kok bisa sampai di sini Ngga, kamu kecapekan atau banyak fikiran pasti " tebak Rangga.

" Kalau dalam kondisi seperti ini aku bisa berhenti berfikir itu malah aneh. Hanya orang mati yang sanggup diam dihadapkan dengan kondisi yang aku alami sekarang " ucap Jingga.

"Sabar Ngga, kamu pasti kuat. Kita bisa saling menguatkan Ngga. Anggap aku __ "

" Anggap apa Hon ... Anggap suami orang. Jadi kamu juga mempunyai selingkuhan yang sedang hamil juga. Selama ini kamu pura - pura baik, lalu melimpahkan semua kesalahan padaku. Padahal kamupun sama. Sekarang aku pastikan perceraian kita tidak akan mudah Hon " Stefanie masuk langsung memotong kalimat Rangga yang belum selesai.

1
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Shifa Burhan
ini lah lucunya wanita mereka lebih menjaga perasaan pria lain dari pada perasaan suaminya
mereka merasa bersalah pada pria lain tapi sama sekali tidak merasa bersalah pasa suaminya
dan lucu sikap kayak gini dibenarkan oleh novel ini

coba author bayangkan suaki author merasa bersalah pada wanita lain tapi tidak peduli dengan perasaan author yang tidak suka dan cemburu???

saran sebelum mengatang cerita banyak pada diri author dulu itu baik atau tidak
lihat juga dari sudut pandang lain, sudut pandang pemeran utama pria jangan hanya karena author wanita author hanya lihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

coba author menila sesuatu pake penilaian dari diri author baik tidak yang dilakukan jingga hanya karena rasa bersalah dan menjaga perasaan pria lain dia mengabaikan perasaan cemas, sakit hati karena cemburu suaminya sendiri
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
tadinya pen baca dan no coment alias silent disini... tp kok rasanya pen nimpuk pala aris pe benjol yah..!!!!
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Sambil nungguin UPnya sebelah mak mampir dimari. Bagus ceritanya.. mau baca dan silent ya..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ilove novel² D😘😘😘😘
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
kalau evan naksir jingga, jangan cemburu ya ris.. km yg kasih dia kesempatan 🙈
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
awal yg menarik💗
Nadisya
selamat author yg selalu bisa mengacaukan perasaan setiap membaca cerita nya... keren 👍👍👍
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kuberi rating
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
@D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐ novel ini yang mau dibikin dubbing?
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Iya, kak Ismi. semoga kakak berkenan mengisi suaranya. 😍
total 1 replies
Diii
suka alurnya...meski sad ending tapi banyak pesan mendalam
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kaka. ini novel kedua. masih banyak typo dan acak adul penulisan. Belum sempat diperbaiki. terimakasih sudah membaca
total 1 replies
Diii
love you deh mas Rangga...the best
Diii
aku nangis bukan karena warungku sepi....tapi aku mewek baca novel mu Thor😭😭
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Dan aku nangis karena kak Dii baca karya satu ke karya yang lain.. makasih, kak. aku terharu
total 1 replies
Diii
yang kuat ya mas Rangga.....masih akuuu
Diii
aduh jingga kasih waktu istirahat dong ...tower kalo bekerja tanpa henti kasihan
Diii
wkwkwk....wah towernya berulah lagi
Diii
😂😂😂jingga ...aduh jadi bikin ga konsen
Diii
waktunya mewek oiii
Diii
dilema ya....mana ada mantan serasa teman...atau teman serasa pacar..atau temannya mantan tapi rasa pacar
ainatul hasanah
akta lahir anakmu bagaimana jingga ?!!!
Gak ada surat nikah juga... kasihan anakmu nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!