Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.21 - Sepuluh Dosa.
Setelah sampai di benteng Aura langsung pergi menemui jendral.
“Tidak disangka, Kamu berhasil melakukannya tampa terluka sedikit pun.” Jendral melihat Aura memasuki ruangannya.
“Jendral, dimana ruangan interogasi, kita harus mencari tahu mengapa bangsa barbar turun dari pegunungan.” Aura merasa bahwa ada alasan bangsa barbar turun dari pegunungan.
Jendral hanya menganggukkan kepala dan mengajak Aura kesebuah ruangan bawah tanah.
“Ini tempatnya.” Jendral membuka sebuah pintu.
Tiba-tiba Aura melemparkan tubuh anak pemimpin suku barbar ke tanah.
“Tidak usah pura-pura lagi, Aku tahu kamu sudah sadar dari tadi.” Aura berbicara dengan bahasa bangsa barbar.
Tentu jendral tersebut terkejut ketika Aura berbicara dengan bangsa barbar, Tapi melihat Aura begitu hebat Jendral tidak mempertanyakannya.
“Apa lagi yang kau tunggu!” Aura menendang perut anak pemimpin bangsa barbar.
“Uh!” Anak pemimpin bangsa barbar bersuara karena tendangan tersebut.
“Kenapa kalian turun dari pegunungan.” Aura melepaskan tatapan dingin.
“Kenapa kau bisa berbicara seperti bangsa kami, siapa sebenarnya kau.” Akhirnya anak pemimpin bangsa barbar berbicara.
“Bukan itu yang ingin ku dengar!” Aura melepaskan sebuah pukulan.
“Uh, Bajingan bunuh saja aku.” Anak pemimpin bangsa barbar mengalami kesakitan di perutnya akibat pukulan yang di lakukan Aura.
“Kau pikir, Kau bisa mati dengan mudah.” Aura melepaskan aura pembunuh.
“Ilmu ilusi harapan palsu.” Aura menggunakan ilmu mengontrol pikiran anak pemimpin bangsa barbar tersebut.
“Ah, dimana ini!” Anak pemimpin bangsa barbar tiba-tiba terbangun di sebuah pepohonan.
“Haha, Awas saja kalian bangsa daratan dan juga kau bajingan akan aku balas kalian semua.” Anak pemimpin bangsa barbar itu tertawa dengan lantang.
“Auuu!”
Anak pemimpin bangsa barbar melihat ke arah asal suara tersebut. “Ahh tidak mungkin!” Anak pemimpin bangsa barbar ketakutan melihat ribuan hewan buas serigala iblis.
“Auu..” Pemimpin serigala iblis memberi tanda kepada bawahannya untuk menyerang anak pemimpin suku barbar.
“Ayah tolong aku.” Melihat gerombolan serigala iblis berlari ke arahnya, Anak pemimpin bangsa barbar juga ikut berlari.
“Ahhh, Apa yang terjadi, Bukannya aku sudah mati.” Anak pemimpin kembali terbangun di tengah pepohonan.
“Cuma mimpi.” Anak pemimpin bangsa barbar masih mencerna situasi.
Namun tiba tiba Ada suara Raungan singa di arah belakang, Dan benar saja kejadian ini tampak familiar bagi anak pemimpin bangsa barbar.
Anak pemimpin bangsa barbar tidak mengira dia berada di sebuah ilusi yang di buat oleh Aura, Seperti namanya Ilmu ini akan membuat orang yang terkena ilusi tersebut menjadi putus asa akibat kematian yang berulang.
Setelah sepuluh kali mengalami kematian, Aura melihat wajah anak pemimpin bangsa barbar menjadi sangat putih.
“Lepas!” Aura melepaskan ilusi yang di buatnya.
“Ha.. ha.. ha.” Nafas dari anak pemimpin bangsa barbar terputus-putus.
Jendral menelan ludah melihat kejadian tersebut. “Untung saja anak ini ada di pihak kita.” Jendral berbicara dalam hati.
“Bagaimana kematian yang kau alami.” Aura bertanya kepada anak pemimpin bangsa barbar sambil tersenyum dingin.
“Ampun!” Anak pemimpin bangsa barbar berbicara dengan lemas.
“Sekarang jawab pertanyaan ku, Kenapa kalian turun dari pegunungan.” Aura kembali bertanya pertanyaan yang serupa.
“Tempat tinggal kami sudah tidak memiliki makanan.” Ucap anak pemimpin tersebut.
“Hmm, Pantas saja ketika aku meledakkan tenda persediaan mereka, Pemimpin bangsa barbar yang datang.” Aura pikir ketika meledakkan tenda tersebut hanya anak buahnya yang akan berdatangan.
“Tapi kenapa harus menyerang bangsa kami.” Aura merasa masih ada yang kurang.
“Ada seseorang yang bisa berbicara bahasa bangsa kami seperti dirimu, Orang itu bilang bahwa bangsa dataran memiliki sesuatu yang membuat mereka tidak pernah kelaparan sampai kapan pun, Ayah yang mendengar hal tersebut menjadi tertarik.” Anak pemimpin itu menjelaskan dengan jelas.
“Siapa dia?” tanya Aura.
“Dia hanya menunjukan ini.” Anak pemimpin mulai menulis sesuatu di tanah.
“X? Tidak ini simbol sepuluh, Apa jangan-jangan mereka adalah sepuluh dosa.” Aura mengenal tanda tersebut.
“Mungkin orang yang di sebutnya adalah anggota kesepuluh yaitu pendendam, Tapi bukannya organisasi mereka sudah menghilang selamat seribu tahun lamanya.” Di kehidupan lalu Aura membaca sebuah buku tentang sepuluh dosa.
Seperti namanya organisasi ini memiliki anggota yang berjumlah sepuluh orang yang setiap identitasnya memiliki sebuah sebutan.
Anggota sepuluh dosa merupakan penjahat Ter kejam yang pernah ada di dataran tengah.
“Apa mereka muncul kembali?” Kepala Aura penuh dengan tanda tanya tentang organisasi tersebut.
“Aku harus cepat bertambah kuat.” Aura merasakan bahwa akan ada sebuah bencana yang datang.
“Aku akan biarkan kamu hidup lebih lama sedikit.” Aura berjalan ke arah jendral tersebut.
“Jendra ada yang ingin aku bahas dengan mu.”
Aura memberitahukannya tentang semuanya. “Apa! Sepuluh dosa muncul kembali.” Jendral menjadi panik mendengar hal tersebut.
“Jendral, Aku juga tidak menyangka masalah dengan bangsa barbar berkaitan dengan sepuluh dosa.” Aura menghelakan nafas.
Jendral sangat terkejut mendengar hal tersebut, bagaimana tidak banyak legenda yang menceritakan tentang sepuluh dosa tesebut namun legenda tersebut tidak memiliki akhir yang baik.
“Sekarang yang terpenting masalah bangsa barbar, kita akan memikirkan nanti tentang sepuluh dosa.” Jendral kembali tenang.
“Jendral, sepertinya bangsa barbar akan melakukan peperangan besok.” Alasan Aura berfikir begitu karena Aura sudah membakar salah satu tenda penyimpanan makanan.
“Sudah berapa berapa prajurit yang sudah berkumpul.” Tanya Aura.
“Selagi kamu pergi ada sekitar sepuluh ribu, jadi sekarang ada lima belas ribu prajurit di benteng.” Jendral menjelaskan dengan rinci.
“Apa yang akan kita lakukan jika bangsa itu menyerang besok?” Tanya jendral.
“Kita bisa mengulur waktu menggunakan dia.” Aura menunjuk ke arah anak pemimpin bangsa barbar.
“Bagaimana caranya.” Jendral menjadi penasaran.
“Entahlah besok akan kupikirkan.” Aura berjalan meninggal ruangan bawah tanah.
Jendral menghelakan nafas. “ Situasi sangat genting tapi dia bisa setenang itu.” Jendral melihat Aura berjalan dengan santai.
Setelah memasang rantai di tangan dan kaki anak pemimpin bangsa barbar, Jendral juga berjalan meninggalkan ruangan bawah tanah.
***
Sepuluh dosa merupakan organisasi yang anggotanya memiliki sebuah panggilan yaitu :
I. Marah .
II. Takut.
III. Benci.
IV. Putus asa.
V. Kesedihan.
VI. Iri.
VII. Ketidakpuasan.
VII. Sakit hati.
IX. Kecewa.
X. Pendendam.
BERSAMBUNG>>>
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍