Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 RENCANA YANG DIBUAT AKAN BERANTAKAN!!
"Aku tidak tahu harus bagaimana.Ternyata Om Johan dan Om aku dekat mereka itu teman". Kata Vendra sambil melangkah mondar-mandir
" Hah? mereka akrab?". Di jawab oleh Denis yang lagi duduk di sofa sambil memperhatikan Vendra yang terus mondar-mandir
"iya.Bayangkan saja kalau Om aku ada di sini gawat bisa-bisa rencana Aku gagal". Vendra pun duduk di sebelah Denis dengan ekpresi wajah Cemas
saat ini Vendra berada di rumah Denis setelah menjaga Luna di rumah sakit tadi, terlintas di pikiran saat di rumah sakit untuk menemui Denis di rumah nya. menceritakan apa yang ia tahu pada Denis. Dan sekarang Vendra bersama Denis di ruang tamu. Duduk di sofa
"Bukan nya bagus, iya! kalau Om kamu ada di sini. akan lebih mudah mendapatkan informasi lebih dalam lagi". Denis berkata dengan polos nya
Plak
" Aduhhh". Denis langsung pegang kepalanya setelah di kaplak oleh Vendra dengan kasar
"Dasar bodoh.! kalau aku minta bantuan sama Om aku, pasti tidak di izin kan. yang ada aku di kirim kan lagi ke sekolah Akademi Militer lagi". Ucap Vendra ngegas dengan ekpresi wajah tegas
"Tunggu! jadi kamu keluar bukan kehendak Om kamu! tapi kamu sendiri? berarti selama ini kamu berbohong sama Om kamu, atau bagaimana. aku jadi tidak paham!! ". Denis bertanya dengan rasa bingung nya
" ASTAGA... KAMU INI.....!!! ". Vendra pun putar telinga nya tarik kasar ekpresi dengan wajah kesel
" Aduh... aduuuuhh... sakit!! ". Denis kesakitan telinga nya di putar dengan kasar oleh Vendra tangan kanan langsung pegang telinga yang sudah di putar dan di tarik
" KAMU INI. MENYIMAK ENGGAK!! AKU KAN CERITA SAMA KAMU! KALAU AKU KELUAR KEMAUAN AKU SENDIRI UNTUK MEMBALAS KAN DENDAM!! PAHAM ENGGAK!! ". Jawab Vendra kesel
" Iya... aku paham! maksudnya... yang aku bingung. kenapa kamu berfikir Om kamu akan membawa kembali ke militer. aku enggak paham! ". Ucap Denis sambil tangan yang di telinga nya mengusap-gusap agar meringankan rasa sakit.
" Masalah nya. aku mengundurkan diri beralasan, ayahku butuh aku untuk mengurus perusahaan. bukan karena untuk membalas kan dendam". Jawab Vendra lantang
"oh! Tunggu! !kalau alasan nya seperti itu. berarti kalau Om kamu ada di sini, dia pasti ke rumah kedua orang tua kamu dan mungkin ingin bertemu dengan kamu juga atau pasti menanyakan soal kamu". Denis berkata dengan ekpresi polos nya
"Waduh bener juga kata kamu !!gawat ini Aku harus bagaimana ini Denis !!??". Kata Vendra sambil pegang kepala dengan panik, gelisah.
Vendra semakin panik, takut rahasia nya akan terbongkar kalau Om Andreas ada di kota ini. dan lebih gawat nya adalah soal kedua orang tuanya. kalau sampai Om Andreas datang ke rumah. berarti Om Andreas akan cerita soal Vendra pernah di sekolah Akademi Militer.
"Kalau menurut aku lebih baik kamu cerita aja sama Om Andreas. Tidak ada pilihan lain selain itu caranya". Ujar Denis
"tapi aku nggak yakin Om aku tidak akan membiarkan aku menjalani misi seperti ini dia akan melarang aku dan membawa aku ke Akademi Militer. Denis Tolongin aku!! ". minta Vendra memohon
"iya!menurut aku, harus cerita, kalau tidak Om kamu yang akan bertemu kedua orang tuamu. pasti seluruh keluarga kamu marah. lebih baik ceritakan saja sama Om kamu, aku yakin dia pasti akan mendukung". Ujar Denis pada Vendra. Vendra terlihat kebingungan panik
"Tidak ada cara yang lain, kah? ". Ucap Vendra dengan ekpresi gelisah
" Tidak ada cuman itu terlintas di isi kepala aku". Jawabnya dengan kedua bahu naik turun
Vendra terdiam sejenak berfikir keras.
*****
*****
*****
Rumah Cindy
Di dalam rumah terlihat Hendra ayah dari Vendra lagi duduk di sofa ruang tamu memandangi sebuah foto kebersamaan adik kakak yaitu Sofia dan Vendra saat usia enam tahun yang masih kecil. Foto yang Hendra pegang di tangan nya seketika dirinya sangat merindukan anak perempuan yang sudah lama pergi. Hendra teringat dua tahun lalu tepat satu minggu kepergian Sofia, ia berkunjung pada Andreas saudara kandung nya sendiri di Militer waktu itu____
"Andreas!! ". Sapa Hendra berjabat tangan
" Hei!! ". Jawabnya menyambut dengan baik di ruangan nya. sambil melepaskan jabatan tangannya
Kemudian mereka melangkah pelan di lorong kantor sekolah Akademi Militer. Kedua tangan Andreas sudah berada di dalam saku celana dengan serangan Militer nya berpakat bintang lima di bahu nya. Hendra di samping nya hanya berpakaian baju jas hitam kerjanya.
"apa yang telah terjadi pada putri pertama mu? ". tanya Andreas sambil melangkah jalan bersama
" Saat ini aku lagi menyelidiki kasus anak aku. aku belum pasti kejelasan nya seperti apa! ". Jawabnya dengan ekpresi murung sedih sudah kehilangan anaknya.
" aku akan bantu menyelidiki anakmu! ". Andreas berkata senyum
Saat mereka asik berjalan di lorong saat membicarakan soal sofia. Hendra teralihkan salah satu perempuan di lapangan itu. ia merasa tidak asing wajah anak perempuan itu. Hendra melangkah lebih dekat untuk memastikan lebih jelas.
Andreas yang melihat tingkah saudara nya pun bingung heran
Hendra terkejut melihat wajah anak perempuan nya yaitu Vendra yang ternyata masuk sekolah akademi militer ini.
Andreas yang memperhatikan saudara nya ke arah perempuan itu pun paham
"oo.hh.. itu anakmu kan? Vendra cindy. dia sudah lama berada di sini". Andreas berkata
" kenapa bisa? ". Tanya Hendra melihat saudara nya dengan tegas
"katanya ingin masuk akademi militer. kata anak itu selalu tidak di izin kan kemauan nya. makan nya aku izinkan anak itu ikut serta tapi dengan posisi aman ko bukan untuk ikut hal lebih berbahaya". ujar Andreas dengan ekpresi tenang
" Kau ini!!! kenapa di biarkan. suruh dia keluar!! " minta Hendra dengan ekpresi khawatir
"Hendra!! anak itu akan baik-baik saja! aku yang akan tanggung jawab atas keselamatan nya. percaya lah! ". Ucap Andreas mencoba menenangkan saudara nya yang mulia menghawatirkan anaknya.
"Jangan bilang padanya kalau aku ada di sini. cukup hanya aku dan kamu. ok! ". Hendra berkata penuh mengingat tegas
" ok! tenang ". balasnya
Semenjak itu Hendra sudah tahu kalau anak bungsu nya masuk sekolah akademi militer. namun beberapa hari yang lalu saat Vendra pulang ke rumah ini____
" gimana? apa dia sudah ada di sekolah? ". tanya Hendra di dalam telepon pada Andreas saudara nya
" Tidak!!Anak mu sudah lama mengundurkan diri. alasannya ingin mengurus perusahaan. apa benar? ". Tanya Andreas balik bertanya
" Tidak! aku tidak pernah meminta anak aku mengurus perusahaan. kalau tidak di militer. lalu dia kemana? ". Tanya Hendra mulai khawatir
" apa jangan-jangan. anak itu mencoba menyelidiki kakak kandung nya. Sofia. pada keluarga Ambarawa! kalau pun benar. coba kamu cek ke rumah Ambarawa! ". Minta Andreas memastikan
" ok! aku mengerti. aku juga tidak ingin anak aku terlibat lebih jauh! ". Jawabnya.