" Kisah seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara yang penuh suka dan duka dalam meraih cita-citanya, hingga pertemuannya dengan seorang Dokter tampan merubah jalan hidupnya"
" Cintaku mungkin tidak akan sama seperti cinta wanita yang telah lama mengisi hatimu , tapi aku yakin dengan kekuatan cintaku akan mampu membuatmu bahagia di sisiku sampai kau akan lupa bagaimana rasanya sakit karna cinta itu sendiri"
Elina Nadhira
" apa kau yakin? bisa membuatku lupa akan luka dan sakit yang selama ini menyiksaku bahkan siang dan malam aku tersiksa dan menderita,lakukan jika kau bisa maka aku akan bertekuk lutut dikakimu "
Dr.Davin Elazar
" mampukah Elina meluluhkan hati Dr Davin yang terkenal dengan pribadi dinginnya dan menyembuhkan luka hati karna masa lalunya "
yuk kepoin 😅 maaf ya kalau kebanyakan typo di novel- novel sebelumnya 🙏🙏 minta dukungan dan votenya ya 😁😇😊☺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewyLee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia aku bila di sampingmu
Davin menatap Elina yang tengah memasak mie instan yang tadi ia beli di mini market sementara Davin terus memperhatikan Elina yang tengah memasak dengan stelan celana pendek dan tanktop berwarna senada
memperlihatkan dengan jelas lekuk tubuh Elina yang memang sempurna beberapa kali Davin harus menelan saliva nya saat melihat belahan dada dan paha Elina yang terlihat menantang
( " shitt kenapa dia secantik itu sih, aku terlalu bodoh selama ini " )
batin Davin
Flasback on
Davin mengemasi barang-barangnya saat tau Elina sudah meninggalkan penginapan Wira dan Farhan berjalan ke arah pria itu
''Dav, kau harus bisa menentukan sikapmu jangan membuat Elina bingung ''
ucap Wira
''apa maksudmu?''
Wira dan Farhan duduk di sofa kamar Davin dan melakukan tos bersama Davin yang melihat kedua sahabatnya itu nampak heran
''Dav, pikirkan tentang bagaimana perasaan Elina yang selalu mencintaimu tapi tak pernah mendapat kepastian darimu pikirkan bagaimana jika kau yang ada di posisinya ''
kembali Wira berbicara Davin terdiam dan ia mulai memikirkan apa yang Wira katakan terbayang bagaimana Elina saat tersenyum dan juga menangis karna hal yang ia lakukan saat-saat bersama Elina terpampang jelas di ingatannya
''El , gadis yang baik tak hanya cantik dan pintar ia juga primadona kampus kau tau banyak yang mengejar-ngejarnya tapi dia malah jatuh cinta padamu ''
timpah Farhan
Davin membulatkan matanya saat Farhan mengatakan hal itu ia kembali teringat pada James yang selalu bersama Elina juga ada Agra sahabatnya dulu Davin mulai memijat keningnya yang mulai terasa berdenyut
''Dav, kau harus bisa bangkit dari keterpurukanmu dan lupakan masalalumu yang tak mungkin kembali kau tak mungkin selamanya hidup dalam kenangan kau harus bisa melupakan Serinda dan Sarra ''
''buka hatimu untuk wanita lain walaupun bukan untuk Elina setidaknya cobalah kau untuk menyadari apa yang kau rasakan untuk gadis itu ''
Wira menepuk bahu Davin yang terdiam memikirkan kata-kata kedua sahabatnya
''kami tidak ingin kau menyesal , jika sampai Elina menjadi milik orang lain kami bisa melihat kau menyukai Elina , Dav hanya saja kau selalu berusaha menutup hatimu''
Farhan menimpahi apa yang Wira katakan Davin semakin gelisah dan ada rasa takut jika sampai Elina benar-benar pergi darinya dan memilih pria-pria yang mengejarnya benar ucapan Wira dan Farhan Elina memiliki apapun yang pria inginkan dalam diri seorang wanita
''TIDAAAK''
Davin bangkit dari duduknya membuat Wira dan Farhan terkejut
''aku tidak bisa membiarkan Elina pergi dariku dia milikku dia hanya milikku''
Davin beranjakmengambil koper dan Hp dan kunci mobilnya meninggalkan Wira dan Farhan begitu saja yang hanya bisa melongo terkejut dengan Davin yang berlalu keduanya menarik napas kasar dan tersenyum kemudian melakukan tos bersama
''BERHASIL''
Flasback off
Davin beranjak dari duduknya dan memeluk Elina mendekapnya erat dari belakang Elina sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Davin
''mulai sekarang aku tak bisa lagi jauh darimu El, aku bisa mati karna rindu padamu''
bisik Davin di telinga Elina gadis itu pun tersenyum dengan wajah memerah karna malu ia pun menyandarkan kepalanya di dada Davin sembari tersenyum tipis
''lepaskan aku , aku sedang memasak mie dari tadi aku belum makan ''
''kenapa kau tak bilang padaku ?''
Davin panik saat mendengar Elina belum makan sejak pagi ia pun melepas pelukannya dan mengambil alih apa yang dilakukan Elina
''kau masak mie?''
''tidak, ini tidak baik untuk kesehatanmu ''
Davin membuang mie yang hampir matang itu Elina membelalakan matanya tak percaya apa yang dilakukan Davin
''oh no...kenapa mienya di buang Dav? aku sudah sangat lapar''
Elina mengerucutkan bibirnya dan hal itu membuat Davin gemas dan tersenyum tanpa aba-aba ia mencium bibir Elina mata gadis itu membulat terkejut
''kau membuatku gemas , jangan berexpresi seperti itu pada orang lain ''
''aku akan memasak untukmu''
Davin mengguyar rambut Elina yang mengangguk menuruti perintah Davin
''ok''
Davin pun membuka lemari pendingin Elina untungnya Elina tadi membeli beberapa sayuran dan daging
''aku akan memasak sup daging untukmu dan beberapa hidangan apa kau suka?''
''hemm aku suka , aku tidak memilih makanan''
Elina nampak antusias saat Davin mulai memotong sayuran dan meracik bumbu dengan cekatan dan terampil Elina memperhatikan Davin yang terlihat lebih tampak saat memasak dengan apron di tubuhnya
Elina sama sekali tak pernah berpikir jika ahirnya ia akan menjadi kekasih Dokter tampan itu rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan entah apa yang akan terjadi ke depannya yang jelas saat ini ia merasa sangat bahagia
beberapa saat kemudian menu masakan Davin selesai dihidangkan di meja makan Elina nampak bertepuk ria saking senangnya
''ayo cepat makanlah ''
''hemm... terima kasih, kita makan bersama''
ucap Elina , Davin melepas apron dari tubuhnya dan mencuci tangannya Elina dengan mata berbinar mulai menikmati makanan yang tersaji menggugah seleranya Davin tersenyum bahagia melihat Elina begitu lahap menyantap makanannya
''bagaimana apa enak ?''
''ini sangat lezat, selain kau seorang Dokter hebat kau juga bisa menjadi chef handal jika kau mau hehe''
Davin tersenyum tipis dengan celotehan Elina ia pun mulai menikmati makanan nya
''tidak, aku menyukai propesiku saat ini untuk menjadi chef aku akan melakukannya hanya untukmu''
ucapan Davin membuat Elina merona ia mulai gugup dengan apa yang Davin katakan ia mengguyar rambutnya yang berantakan di wayahnya Davin semakin terpesona saat melihat wajah Elina yang bersemu merah karna malu
**********
usai makan malam Elina dan Davin nampak duduk bersama bersantai menonton tv di ruang tengah rumah Elina
waktu menunjukan sudah hampir pukul 12 malam Davin masih betah bersama Elina
''kita nonton film saja , kau suka gendre apa ?''
tanya Elina
''apa saja ''
''ok kita nonton film horor gimana ?
''baiklah
Elina memilih saluran chanel yang menayangkan film horor keduanya asyik menonton televisi sambil menikmati cemilan dan minuman ringan yang Elina beli tadi di mini market
Elina mematikan lampu ruangan agar suasana menonton mereka lebih terasa seperti di bioskop
Davin dan Elina terdiam dengan wajah sama-sama memerah saat adegan bermesraan yang kini terpampang jelas dilayar besar dihadapan mereka keduany nampak gugup dan canggung
Davin melirik kearah Elina yang gugup ia meraih wajah Elina dan menahan tengkuk gadis itu sepersekian detik Davin mencium bibir Elina dengan penuh kelembutan Elina pun membalas pagutan bibir Davin saling bertaut lidah dan bertukar saliva
''aahh''
Elina mendesah pelan saat Davin menikmati bibirnya dengan tangan yang mulai menjelajah liar masuk kedalam bra Elina meremas dan memainkan puncak gunungnya membuat Elina mendesah
sesuatu yang baru bagi Elina tubuhnya bagai tersengat listrik saat Davin terus memberikan sentuhan-sentuhan yang membuatnya semakin melayang
Davin terus mencumbu Elina ciuamannya tak hanya di bibir dengan lihai ia menyusuri leher indah Elina menyesap dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan disana
''El, I love you kau milikku hanya milikku ''
bisik Davin ditelinga Elina
dengan tatapan sendunya Elina mengangguk ia meremas rambut Davin yang kini kembali memagut bibirnya penuh kemesraan
''I love you too Dav, aahh... emmhhh''
Elina melenguh dalam pelukan Davin yang menghentikan aktifitasnya mencumbui Elina
''maafkan aku , aku sudah melampaui batasanku aku janji aku akan secepatnya menikahimu El , aku tidak ingin menyakitimu ''
lirih Davin
Elina beranjak dari pelukan Davin dengan kedua tangannya Elina menangkup wajah Davin dan mencium bibir Davin
''aku percaya padamu sayang , aku juga terbawa suasana jangan meminta maaf ''
Davin kembali memagut bibir Elina dengan perasaan bahagianya
''sudah malam aku harus pulang , tidak baik aku tidak ingin orang-orang berpikiran buruk tentang wanitaku ''
ucap Davin
''baiklah ''
Davin mengambil handphonenya untuk memanggil Aland agar menjemputnya
Davin beranjak memakai jasnya dan sepatunya kembali Elina mengantar Davin sampai ke pintu
tak berapa lama Aland sudah standbye di depan pagar rumah Elina karna memang Aland tidak jauh dari rumah Elina yang sejak awal sudah mengantarkan Davin
''aku pamit, sudah larut tidurlah ''
''iya''
Davin mengecup kening Elina dan bibir gadis itu Elina memeluk Davin dengan eratnya
mereka pun berpisah Davin pamit dengan perasaan bahagianya sementara Elina memutuskan untuk tidur dengan hati yang berbunga-bunga
please😚😚😚
ih itu mah saiko😏😏🙏