NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Pilar pualam yang sangat tebal itu sampai retak parah akibat benturan keras tubuh Lei Zhen.

Lei Zhen jatuh terkapar di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri, wajahnya membengkak parah hingga tidak bisa dikenali lagi.

Seluruh murid elit di lobi Asrama Menara Bintang mematung di tempat mereka masing-masing.

Mulut mereka terbuka lebar, namun tidak ada satu pun suara yang berani keluar dari tenggorokan mereka.

Seorang ketua asrama tingkat elit Rank A baru saja ditumbangkan hanya dengan satu tamparan santai dari murid kelas dasar.

"K-ketua Lei! Apa yang kau lakukan padanya, dasar monster?!" teriak salah satu antek Lei Zhen dengan panik.

"Serang dia bersama-sama! Dia pasti menggunakan semacam artefak yang disembunyikan di bajunya!"

Empat orang murid elit Rank B dan Rank A segera menghunus senjata pusaka mereka dan menerjang maju ke arah Chen Mo.

Mereka berniat mengeroyok Chen Mo dari empat sudut yang berbeda secara bersamaan.

Wang Bo mundur hingga menempel ke tembok, tubuhnya bergetar melihat empat pusaka mematikan mengarah pada temannya.

Namun Chen Mo sama sekali tidak berniat mengotori tangannya lagi untuk menghadapi serangga-serangga kecil ini.

"Domain Tirani Mutlak," sebut Chen Mo di dalam hatinya.

Wuuuush!

Kubah energi transparan yang tidak terlihat seketika meluas dari tubuh Chen Mo, mencakup seluruh area lobi tersebut.

Empat murid elit yang sedang melompat di udara tiba-tiba merasakan berat tubuh mereka bertambah ratusan kali lipat.

Bruk! Bruk! Bruk! Bruk!

Keempat pemuda arogan itu terbanting keras ke atas lantai pualam secara bersamaan.

Mereka jatuh dalam posisi bersujud, wajah mereka menghantam lantai dengan sangat keras hingga hidung mereka patah.

"A-apa ini?! Tubuhku... tubuhku tidak bisa digerakkan!" jerit salah satu dari mereka dengan panik.

"S-sakit! Tulang punggungku rasanya seperti ditimpa oleh seekor gajah besi!" rintih yang lainnya.

Tidak hanya empat orang penyerang itu, seluruh murid elit yang berada di dalam lobi ikut merasakan dampaknya.

Tekanan gravitasi spiritual yang luar biasa berat memaksa mereka semua untuk berlutut di lantai satu per satu.

Mereka mencoba melawan menggunakan energi spiritual mereka, namun usaha itu sia-sia belaka.

Kekuatan mental Chen Mo terlalu absolut untuk ditahan oleh murid-murid sekelas mereka.

Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, puluhan jenius arogan dari Asrama Menara Bintang kini bersujud di hadapan Chen Mo.

Pemandangan itu terlihat seperti sekumpulan para penyembah yang sedang menunduk ketakutan pada dewa kemarahan.

Chen Mo berjalan santai di antara kerumunan murid yang berlutut itu, langkah sepatunya bergema jernih di lobi yang sunyi.

Dia berhenti tepat di tengah ruangan dan menatap mereka semua dengan pandangan merendahkan dari atas ke bawah.

"Dengar baik-baik, karena aku hanya akan mengatakannya satu kali," ucap Chen Mo dengan suara dingin yang menusuk.

"Aku tidak peduli seberapa kaya orang tua kalian, atau seberapa hebat bakat Rank S atau A yang kalian banggakan."

"Di asrama ini, mulai detik ini, akulah aturan mutlak yang harus kalian patuhi."

Chen Mo melepaskan sedikit tambahan tekanan Niat Membunuh Darah Besi ke dalam domainnya.

Seketika, beberapa siswi elit mulai menangis ketakutan, dan beberapa siswa lainnya mengompol di celana mereka.

"Jika ada yang merasa keberatan dengan aturan baruku, silakan berdiri dan tatap mataku sekarang," tantang Chen Mo.

Keheningan yang mematikan menjawab tantangannya, tidak ada satu pun murid yang berani mengangkat kepala mereka.

Ego dan kesombongan para elit itu telah dihancurkan hingga ke akar-akarnya hanya dalam waktu lima menit.

"Bagus. Sepertinya kalian semua cukup pintar untuk memahami posisi kalian," ucap Chen Mo membatalkan domainnya secara perlahan.

Tekanan berat itu seketika menghilang, membuat para murid elit terengah-engah berebut mencari udara.

Chen Mo kembali berjalan menuju meja resepsionis, di mana senior penjaga itu sedang bersembunyi ketakutan di bawah meja.

Chen Mo mengetuk meja pualam itu menggunakan telunjuknya sebanyak dua kali.

Tuk. Tuk.

"Aktifkan kartu aksesku. Sekarang," perintah Chen Mo dengan nada datar.

Senior itu merangkak naik dengan tangan gemetar parah, segera memasukkan kartu Chen Mo ke dalam mesin pemindai.

Ting!

"K-kartu Anda sudah aktif, Tuan Chen. Silakan gunakan lift VIP di sebelah kanan untuk naik ke lantai tujuh," ucap senior itu tergagap hormat.

Chen Mo mengambil kedua kartu itu dan melemparkan salah satunya kepada Wang Bo yang masih mematung di dekat pintu.

"Ayo naik, Wang Bo. Aku butuh mandi air hangat yang tenang hari ini," ajak Chen Mo santai.

Wang Bo segera tersadar dan berlari mengekor di belakang Chen Mo, menghindari tubuh-tubuh murid elit yang masih terkapar di lantai.

Mereka berdua masuk ke dalam lift emas dan pintu perlahan menutup, meninggalkan kekacauan total di lobi bawah.

Setelah lift bergerak naik, barulah beberapa murid elit berani berdiri untuk membantu teman-teman mereka yang terluka.

"K-kita harus melaporkan ini pada dewan siswa tingkat atas," bisik seorang murid dengan wajah pucat.

"Jangan bodoh! Jika mereka tahu kita semua ditaklukkan oleh satu murid Rank F, kita akan menjadi bahan tertawaan seumur hidup!" bantah yang lain marah.

Mitos tentang kehebatan mutlak murid elit telah dihancurkan oleh monster bernama Chen Mo hari ini.

Sementara itu, lift berhenti di lantai tujuh yang terlihat sangat mewah dengan karpet merah dan lukisan klasik di sepanjang lorong.

Chen Mo berhenti di depan kamar bertuliskan nomor 707, sementara Wang Bo berdiri di depan kamar 708.

"Istirahatlah yang cukup, Wang Bo. Besok kita akan mulai latihan praktik di arena utama akademi," ucap Chen Mo.

"B-baik, Saudara Chen. Terima kasih banyak untuk semuanya hari ini," jawab Wang Bo membungkuk dalam-dalam.

Chen Mo menempelkan kartunya pada panel pintu dan melangkah masuk ke dalam kamar VIP miliknya.

Ruangan itu sangat luas, setara dengan apartemen mewah berlantai dua dengan fasilitas lengkap.

Ada ruang kultivasi pribadi yang dilapisi formasi penyerap energi, serta balkon besar yang menghadap langsung ke pusat kota akademi.

Chen Mo melempar tasnya ke atas sofa kulit hitam dan meregangkan otot-otot lengannya perlahan.

"Fasilitas elit memang memiliki standar yang jauh lebih baik untuk menikmati hidup," gumam Chen Mo puas.

Tepat saat dia berjalan menuju jendela balkon untuk menikmati pemandangan malam, suara sistem kembali berdengung jernih.

Ting!

[Anda telah memasuki Kamar VIP Menara Bintang yang dibangun di atas titik temu energi spiritual kota.]

[Mendeteksi lokasi check-in khusus tingkat legendaris yang menyimpan pusaka pertumbuhan.]

[Apakah Anda ingin melakukan Check-in di lokasi ini?]

Sudut bibir Chen Mo kembali melengkung membentuk senyum tipis di bawah cahaya rembulan.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!