NovelToon NovelToon
DIPAKSA MENIKAHI CEO DUDA

DIPAKSA MENIKAHI CEO DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / BTS
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: MHKaylid_

Di sebuah hotel mewah, Alyssa dipaksa menunggu "pembelinya".

"Aku sudah bayar mahal! Mana gadisnya?"

bentak pria bertubuh tambun sambil membanting gelas.

Mariska tersenyum licik.

"Tenang saja, Tuan. Dia memang keras kepala, tapi malam ini dia pasti jadi milik Anda."

"Aku tidak mau! Lepaskan aku!" teriak Alyssa sambil berusaha melepaskan diri.

"Diam!" hardik Mariska sembari menampar pipi Alyssa. "Kalau bukan karena aku membesarkanmu, kau sudah mati kelaparan! Sekarang giliranmu membalas budi."

Air mata Alyssa jatuh, tetapi keberaniannya tidak ikut runtuh.

Saat para pria lengah, ia mendorong salah seorang dari mereka hingga terjatuh, lalu berlari sekuat tenaga menyusuri lorong hotel.

"Kejar dia!" teriak pria hidung belang itu murka.

"Jangan sampai gadis itu lolos!"

Suara langkah kaki bergema di sepanjang koridor.

Dengan napas memburu, Alyssa membuka pintu sebuah kamar yang tidak terkunci dan segera menguncinya dari dalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MHKaylid_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Kesunyian kembali menyelimuti kamar hotel.

Alyssa masih berdiri di dekat jendela dengan jas hitam milik pria misterius yang kini tersampir di pundaknya.

Jas itu sengaja diberikan agar pakaian Alyssa yang kusut dan mudah dikenali tidak terlalu menarik perhatian bila nanti mereka harus keluar.

Di sisi lain ruangan, anak laki-laki berusia sepuluh tahun itu masih memasang wajah masam.

Kedua tangannya terlipat di depan dada. Sesekali ia melirik Alyssa, lalu mengalihkan pandangannya seolah tidak ingin berurusan dengan perempuan asing itu.

Pria misterius berdiri membelakangi mereka.

Tatapannya tertuju ke luar jendela.

Belasan pria berpakaian hitam masih berjaga di sekitar area hotel.

Jumlah mereka justru bertambah.

Ia mengeluarkan ponsel tipis berwarna hitam dari saku jasnya.

Satu sentuhan.

Sambungan langsung terhubung.

"Hadir, Tuan."

Suara dari seberang terdengar tegas.

"Siapkan Tim Alpha."

"Siap."

"Bravo."

"Siap."

"Charlie."

"Siap."

"Aktifkan pengamanan tingkat satu."

Beberapa detik hening.

Lalu suara di seberang terdengar sedikit terkejut.

"Apakah ancamannya sebesar itu, Tuan?"

"Ya."

"Tiga menit."

"Saya ingin seluruh akses lobi, parkir bawah tanah, dan pintu servis berada dalam kendali."

"Perintah diterima."

Telepon terputus.

Alyssa yang sedari tadi mendengarkan hanya bisa memandang pria itu dengan bingung.

Pengamanan tingkat satu?

Tim Alpha?

Bravo?

Charlie?

Siapa sebenarnya pria ini?

Belum sempat ia bertanya, ponsel pria itu kembali berdering.

Kali ini panggilan video.

Ia menerimanya.

Di layar tampak seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun dengan setelan jas rapi.

"Tuan."

"Laporan."

"Seluruh kamera hotel sudah kami amankan."

"Rekaman sejak tiga puluh menit terakhir telah dipisahkan agar tidak dapat diakses pihak luar."

"Baik."

"Staf hotel?"

"Sudah menerima instruksi."

"Tidak seorang pun akan membocorkan keberadaan Anda."

Pria misterius mengangguk singkat.

"Tutup seluruh lantai ini."

"Ya, Tuan."

Panggilan kembali berakhir.

Alyssa mengerutkan dahi.

"Tunggu..."

Ia memberanikan diri berbicara.

"Kenapa semua orang memanggil Anda 'Tuan'?"

Pria itu tidak langsung menjawab.

Justru anak laki-laki tadi yang mendengus pelan.

"Itu karena mereka bekerja untuk Papa."

Alyssa berkedip.

"Maksudmu...?"

Anak itu memutar bola matanya.

"Kau benar-benar tidak tahu?"

Alyssa menggeleng.

Dengan nada sedikit jengkel, bocah itu berkata,

"Hotel ini milik Papa."

Seolah petir menyambar tepat di atas kepalanya.

"Apa...?"

Seluruh hotel ini?

Hotel mewah dengan puluhan lantai, ribuan karyawan, dan fasilitas kelas dunia...

Dimiliki pria yang kini berdiri hanya beberapa meter darinya?

Alyssa menoleh tidak percaya.

Pria itu tetap tenang.

"Stttr anak ini"

Dia menutup mulut anaknya dengan rapat.

Alyssa kehilangan kata-kata.

Pantas saja...

Tidak ada petugas hotel yang berani membantahnya.

Pantas saja...

Hanya dengan satu panggilan telepon seluruh sistem keamanan langsung bergerak.

Sementara Alyssa masih berusaha mencerna kenyataan itu, ponsel pria tersebut kembali berbunyi.

"Hadir."

"Tuan."

"Seluruh personel sudah tiba."

"Lobi steril."

"Empat puluh dua pengawal telah bersiaga."

"Mobil utama dan kendaraan pengawal sudah di posisi."

"Bagus."

"Kita keluar lima menit lagi."

"Siap."

Telepon kembali ditutup.

Pria itu menoleh kepada putranya.

"Kita pulang."

Bocah itu mengangguk.

"Lalu dia?"

tatapannya kembali mengarah kepada Alyssa.

Pria misterius terdiam beberapa saat.

Sejujurnya...

Ia tidak pernah membawa perempuan asing ke kediamannya.

Bahkan selama bertahun-tahun, ia selalu menjaga jarak dari siapa pun.

Selain almarhum ibunya.

Dan neneknya yang kini tinggal di mansion keluarga.

Tidak ada perempuan lain yang pernah benar-benar berada di dekat kehidupannya.

Bukan karena membenci.

Melainkan karena terlalu banyak pengkhianatan yang pernah ia saksikan.

Ia tidak percaya siapa pun dengan mudah.

Namun...

Tatapannya jatuh kepada Alyssa.

Perempuan itu tidak meminta uang.

Tidak meminta perlindungan mewah.

Sejak awal, yang dimintanya hanya satu...

Kesempatan untuk selamat.

Ada sesuatu dalam sorot mata Alyssa yang mengingatkannya pada seseorang di masa lalu.

Seseorang yang pernah datang meminta pertolongan...

Namun gagal ia selamatkan.

Pria itu menghela napas pelan.

"Dia ikut."

Anak laki-laki itu langsung memprotes.

"Papa!"

"Keputusan Papa tidak berubah."

"Tapi kita bahkan tidak mengenalnya!"

"Justru karena itu."

"Kita tidak bisa meninggalkannya saat sedang diburu."

Anak itu mengembuskan napas kesal.

Namun ia tahu.

Jika ayahnya sudah mengambil keputusan, tidak ada yang bisa mengubahnya.

Dua menit kemudian.

Pintu kamar terbuka.

Empat pria bertubuh tegap berdiri di luar.

Mereka mengenakan setelan jas hitam dengan alat komunikasi di telinga.

Begitu melihat pria misterius keluar, mereka serempak menundukkan kepala.

"Selamat siang, Tuan."

"Rute?"

"Aman."

"Lobi?"

"Sudah steril."

"Kendaraan?"

"Siap."

Pria itu mengangguk.

"Laksanakan."

"Siap."

Tanpa aba-aba dan peringatan, Pria misterius langsung menggendong tubuh Alyssa yang wajahnya sudah ditutupi jas hitam mahal miliknya.

Seketika Alyssa berpegangan pada lehernya karena pandangannya gelap dan dia tidak tahu akan dibawa kemana.

Namun dia yakin pria ini tulus menolongnya.

Dalam hitungan detik, para pengawal bergerak.

Sebagian lebih dahulu menuju lift.

Sebagian lagi memeriksa setiap sudut lorong.

Tidak ada gerakan yang sia-sia.

Semuanya tampak terlatih.

Alyssa bahkan merasa seperti sedang menyaksikan operasi pengamanan seorang kepala negara.

Ia berdiri sedikit ragu.

Pria misterius menoleh kepadanya.

"Kenakan jas itu."

Alyssa segera merapikan jas hitam yang menutupi sebagian besar tubuhnya.

"Jangan lepaskan."

"Baik."

Anak laki-laki itu berjalan lebih dulu di sisi ayahnya.

Meski wajahnya masih dingin, kali ini ia tidak lagi memaksa Alyssa pergi.

Lift VIP terbuka.

Mereka masuk.

Tidak ada tamu lain.

Tidak ada suara musik.

Hanya bunyi lembut mesin lift yang bergerak turun.

Sesampainya di lantai lobi...

Pintu lift terbuka perlahan.

Alyssa langsung tertegun.

Sepanjang koridor menuju pintu utama, puluhan pengawal bersetelan hitam telah berjajar rapi.

Sebagian menghadap ke depan.

Sebagian lagi mengawasi setiap sudut ruangan.

Para tamu hotel hanya bisa menatap dari kejauhan dengan rasa penasaran.

Tidak ada yang berani mendekat.

Bisik-bisik mulai terdengar.

"Itu siapa?"

"Kenapa pengamanannya seperti ini?"

"Apa ada pejabat penting?"

"Atau pemilik hotel?"

Namun tidak seorang pun memperoleh jawaban.

Pria misterius melangkah tenang.

Tanpa tergesa.

Tanpa menoleh.

Putranya berjalan di sisi kirinya.

Sementara Alyssa mengikuti beberapa langkah di belakang, tetap berada dalam formasi perlindungan para pengawal.

Sesekali ia dapat merasakan tatapan penasaran dari para tamu.

Namun tidak ada seorang pun yang dapat melihat wajahnya dengan jelas karena tertutup jas yang dikenakannya dan posisi para pengawal yang membentuk barisan pelindung.

Begitu rombongan mencapai pintu utama...

Pemandangan di luar membuat Alyssa kembali terdiam.

Lebih dari sepuluh kendaraan mewah telah berjajar.

Di tengah barisan itu berdiri sebuah Rolls-Royce hitam berkilau.

Pintunya telah dibukakan oleh seorang pengawal.

Udara siang terasa hening.

Bukan karena sepi.

Melainkan karena seluruh area telah diamankan.

Di kejauhan, beberapa pria yang sebelumnya mengejar Alyssa tampak memperhatikan dari balik kendaraan mereka.

Mereka saling berbisik.

"Itu..."

"Bukankah itu iring-iringan pemilik hotel?"

"Wanita itu bersama mereka."

"Wajib lapor ke Bos."

Tak satu pun dari mereka berani mendekat.

Mereka menyadari bahwa situasinya telah berubah.

Yang semula tampak seperti mangsa yang mudah ditangkap, kini berada di dalam perlindungan seseorang yang memiliki kekuasaan besar.

Pria misterius berhenti sejenak di samping mobil.

Ia menoleh kepada Alyssa.

"Masuk."

Alyssa sempat ragu.

"Apa... apakah aku benar-benar tidak merepotkan?"

Pria itu menatapnya beberapa saat.

"Luka di tanganmu belum diobati."

"Dan orang-orang itu masih menunggumu."

"Itu cukup sebagai alasan."

Jawaban singkat itu membuat Alyssa menundukkan kepala.

"Terima kasih."

Ia masuk ke dalam mobil dengan hati-hati.

Anak laki-laki itu menyusul, masih diam dan memasang wajah datar.

Beberapa detik kemudian, pria misterius ikut masuk.

Pintu Rolls-Royce tertutup perlahan.

Konvoi kendaraan mulai bergerak meninggalkan hotel.

Alyssa menoleh ke luar jendela.

Gedung hotel yang megah itu perlahan menjauh.

Ia sama sekali tidak menyangka bahwa pelariannya dari para penjahat telah membawanya bertemu seorang pria yang ternyata merupakan pendiri hotel tersebut—seseorang yang disegani banyak orang, namun menyimpan sikap dingin terhadap hampir semua perempuan.

Di dalam mobil, suasana kembali hening.

Tak seorang pun berbicara.

Namun jauh di dalam hati Alyssa, muncul satu pertanyaan yang terus berputar.

Siapakah sebenarnya pria misterius yang baru saja mempertaruhkan keamanan dan ketenangannya demi melindungi seorang perempuan asing yang bahkan baru dikenalnya beberapa jam lalu?

"Jujur aja! Seru gak?? Kalau seru jangan ragu buat komen ya cintaa" MHKaylid_

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!