NovelToon NovelToon
Legenda Zhou

Legenda Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.

​Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kertas yang Merobek Harga Diri

​Kedatangan kereta kencana berlapis emas dan giok itu bagaikan sebongkah batu raksasa yang dilemparkan ke dalam kolam tenang Desa Hutan Kabut. Debu jalanan melayang-layang di udara, menempel pada dinding kayu rumah panggung Zhao yang sudah kusam. Pria paruh baya berjubah sutra ungu—Tetua Xie Ba, wakil dari klan utama keluarga Xie—melangkah maju dua tindak, mengibaskan kipas gioknya seolah udara di pekarangan itu dipenuhi kuman penyakit yang memuakkan.

​Di sampingnya, Xie Yanfeng berdiri tegak. Gaun putih saljunya berkibar lembut tertiup angin pagi. Matanya yang bening seperti kristal menatap sekeliling dengan pandangan asing—bukan kebencian yang berkobar, melainkan jenis pandangan acuh tak acuh dari seorang bangsawan yang terpaksa melangkah ke dalam kandang ternak.

​Zhao Tianhe berusaha berdiri dari kursi rotannya, tubuhnya bergetar hebat saat menyatukan kedua telapak tangan untuk memberi hormat. "Tetua Xie... Kepindahan kami ke perbatasan ini sangat terburu-buru. Maafkan kami jika sambutan keluarga Zhao begitu buruk."

​Suara Tianhe terdengar begitu rendah hati, penuh usaha untuk menjaga situasi tetap terkendali. Namun, Tetua Xie bahkan tidak membalas penghormatan itu. Ia hanya tertawa kecil, suara kekehan yang sarat dengan nada celaan.

​"Tianhe, tidak perlu berpura-pura bersikap sopan," ujar Tetua Xie dingin. Tangannya yang dipenuhi cincin batu permata merogoh balik jubahnya, menarik keluar sebuah gulungan kain sutra merah berlapis benang emas. "Aku datang bukan untuk bertamu atau minum teh di tempat kumuh ini. Ketua Klan Xie telah mengutusku untuk menyelesaikan urusan masa lalu yang belum usai."

​Lin Su yang berada di dekat tangga teras gemetar ketakutan, menggenggam erat gaun kain kasarnya. Sementara itu, Zhao Gou tetap berdiri kaku di samping tumpukan kayu bakar. Matanya yang tajam terkunci pada wajah Xie Yanfeng.

​Gadis itu sempat meliriknya sekilas. Ada kilatan ingatan di mata Yanfeng—ingatan tentang seorang pemuda jenius yang dulu bertarung anggun di panggung turnamen Kota Megah, pemuda yang pernah membuatnya sedikit kagum saat perjanjian pertunangan itu diikat tiga tahun lalu. Namun, kerutan tipis di dahi Yanfeng saat melihat pakaian tambalan dan kapak berkarat di tangan Zhao Gou menghancurkan sisa-sisa kenangan itu. Bagi Yanfeng, pemuda di depannya kini hanyalah kenangan masa lalu yang cacat dan berdebu.

​"Maksud Tetua Xie..." suara Tianhe tercekat di tenggorokan.

​"Perjanjian pertunangan antara keponakanku, Yanfeng, dan putramu," potong Tetua Xie tanpa ragu. Ia membuka gulungan sutra merah itu di udara, lalu tanpa belas kasihan mencabiknya menjadi dua bagian di hadapan mata seluruh keluarga Zhao.

​Srettt

​Suara robekan kain itu menggema bagaikan tebasan pedang di telinga Zhao Gou.

​"Dulu, saat klan kalian masih menguasai jalur perdagangan selatan, pertunangan ini adalah hal yang setara," kata Tetua Xie, melangkah maju hingga ujung sepatunya yang terbuat dari kulit monster tingkat tinggi menyenggol kendi air yang pecah di tanah. "Namun sekarang? Klan Zhao cabang kalian sudah sirna, kekuatanmu hancur, dan kalian hidup seperti tikus tanah di tempat terpencil ini. Yanfeng adalah feniks yang akan terbang ke sekte utama, sedangkan putramu... tidak lebih dari seekor anjing yang sibuk mencari sisa makanan."

​"Tetua Xie!" Lin Su akhirnya tidak sanggup menahan tangisnya. Tangannya yang bergetar terangkat . "Kami sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Kenapa kalian masih harus datang jauh-jauh ke sini hanya untuk mempermalukan kami?"

​"Mempermalukan?" Tetua Xie terkekeh sinis. Ia melemparkan potongan kain sutra yang telah robek itu tepat ke kaki Zhao Tianhe. Kain merah itu jatuh berdebu di atas tanah basah. "Kami hanya merapikan takdir. Garis keturunan Xie tidak boleh tercemar oleh sampah."

​Ia kemudian merogoh kantong spasial di pinggangnya dan melemparkan sebuah kantong kulit kecil yang mendarat dengan bunyi klunting tumpul di atas meja kayu usang teras.

​"Di dalamnya ada lima puluh batu spirit kualitas rendah. Anggap saja ini sebagai ganti rugi dan sedikit sedekah agar kalian tidak mati kelaparan di musim dingin mendatang," tambah Tetua Xie dengan wajah penuh kepuasan sadis.

​Zhao Tianhe menundukkan kepalanya sangat dalam. Bahunya berguncang. Di masa lalu, lima puluh batu spirit kualitas rendah bahkan tidak cukup untuk membeli sepiring hidangan di restoran klan mereka. Namun kini, benda itu dilemparkan ke wajahnya sebagai ganti rugi atas harga diri putranya. Demi keselamatan istri dan anaknya, demi menjaga agar Klan Xie tidak mengirim pembunuh untuk menghabisi mereka jika mereka menolak, Tianhe perlahan menekuk lututnya, berniat menerima hinaan itu.

​"Ayah, jangan!"

​Sebuah suara dingin, tajam, dan sarat akan niat membunuh memotong pergerakan Tianhe.

​Zhao Gou melangkah maju. Setiap pijakan kakinya di atas tanah pekarangan menimbulkan getaran halus yang tak disadari orang lain. Kapak kayu di tangannya dilemparkan ke tanah, menancap dalam. Matanya merah membara, memancarkan aura buas yang membuat dua ekor Kuda Darah Spiritual di belakang kereta mendadak meringkik gelisah dan mundur beberapa langkah.

​Tetua Xie mengerutkan kening, sedikit terkejut oleh tekanan tak kasat mata yang terpancar dari tubuh pemuda yang ia anggap sampah itu. Namun, ia dengan cepat menguasai diri dan tersenyum ejek. "Oh? Sampah kecil ini punya emosi rupanya?"

​Zhao Gou mengabaikan Tetua Xie. Pandangannya lurus mengarah pada Xie Yanfeng, yang sejak tadi hanya diam membisu seperti patung giok.

​"Xie Yanfeng," suara Zhao Gou begitu rendah, namun bergetar oleh kemarahan yang ditahan setinggi gunung. "Apakah ini keinginanmu sendiri? Atau kau hanya mengekor di belakang orang tuamu bagaikan boneka tanpa jiwa?"

​Xie Yanfeng menatap Zhao Gou. Tatapannya tetap dingin, tidak tersentuh oleh amarah atau rasa bersalah. Baginya, dunia kultivasi adalah dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah. Hukum alam tidak pernah memiliki ruang untuk rasa kasihan.

​"Zhao Gou, berpikirlah secara realistis," ucap Yanfeng, suaranya merdu namun terasa seperti es yang membekukan darah. "Dunia persilatan itu luas dan kejam. Aku telah diterima di Sekte Awan Langit sebagai murid inti, sementara kau... kau terikat di tanah ini, membelah kayu bakar sepanjang hidupmu. Kita hidup di dua dunia yang berbeda sekarang. Menerima pembatalan ini dan mengambil batu spirit itu adalah keputusan terbaik untuk keluargamu."

​"Keputusan terbaik?" Zhao Gou tertawa. Suara tawa yang terdengar menyeramkan, penuh penderitaan dan kegilaan yang membakar dari dalam dada. "Kau bilang ini terbaik untuk keluargaku, sambil berdiri anggun menyaksikan orang tuaku diinjak-injak di hadapanmu?!"

​Zhao Gou melangkah menghampiri meja kayu. Tanpa ragu, ia meraih kantong kulit berisi batu spirit itu dan melemparkannya kembali secara dihantamkan tepat ke dada Tetua Xie.

​Brak

​Tetua Xie mundur dua langkah, terkejut bukan main. Kantong kulit itu pecah, membuat lima puluh batu spirit berhamburan liar di tanah kotor.

​"Bocah kurang ajar! Kau cari mati?!" bentak Tetua Xie, aura kultivasi tahap Foundation Establishment mendadak meledak dari tubuhnya, menekan udara di sekitar hingga terasa berat bagaikan timah.

​Namun Zhao Gou tidak mundur semili pun. Ia berdiri tegak di depan ayahnya, menahan tekanan aura itu walau sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah segar akibat tekanan kultivasi yang berbeda jauh.

​"Simpan batu spirit kotor kalian!" teriak Zhao Gou, suaranya menggema menembus Hutan Kabut. "Hari ini, Klan Xie datang membatalkan pertunangan karena keluarga Zhao jatuh miskin! Ingat kata-kataku hari ini, Xie Yanfeng!"

​Zhao Gou menunjuk lurus ke arah wajah cantik gadis itu.

​"Hari ini kau memandangku sebagai anjing yang merangkak di dalam lumpur! Tapi dalam tiga tahun... aku sendiri yang akan melangkah ke pintu Sekte Awan Langit milikmu! Aku akan merobek kesombonganmu, meratakan Klan Xie, dan membuat kalian semua berlutut memohon ampun atas hinaan hari ini!"

​Xie Yanfeng sedikit mengerutkan alisnya. Untuk pertama kalinya, ada kilatan ketidaknyamanan di matanya melihat kegilaan dan tekad membara di mata Zhao Gou. Namun, ia segera menutupi rasa terkejutnya dengan tatapan meremehkan. "Sumpah orang lemah hanyalah angin lalu."

​"Cukup!" Tetua Xie mengangkat tangannya, wajahnya merah padam karena marah. "Hamba tak berguna! Jika bukan karena fakta bahwa membunuhmu di sini akan mengotori tangan kami, aku sudah meremukkan tulang-tulangmu!"

​Tetua Xie membalikkan badan, mengibaskan jubahnya dengan kasar. "Yanfeng, ayo pergi! Biarkan keluarga pengemis ini membusuk di sudut dunia!"

​Xie Yanfeng tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi. Ia membalikkan tubuh anggunnya, melangkah naik ke atas kereta kencana tanpa pernah menoleh kembali. Kereta mewah itu memutar balik, memancarkan debu dan lumpur yang mengotori pakaian Zhao Gou sebelum akhirnya melaju kencang meninggalkan desa.

​Pekarangan rumah panggung itu kembali sunyi. Hanya tersisa robekan kain sutra merah yang kotor di tanah dan suara isolasi tangis ibunya.

​Zhao Tianhe terduduk lemas di tanah, memeluk lututnya dengan penyesalan mendalam. "Maafkan Ayah, Gou-er... Ayah terlalu tidak berguna untuk melindungimu..."

​Zhao Gou menunduk, menatap darah yang menetes dari telapak tangannya sendiri. Ia tidak menjawab. Di dalam hatinya, sebuah keputusan yang sangat gila telah lahir. Menunduk dan bersembunyi tidak akan pernah membebaskan mereka dari rasa hina ini.

​Malam itu, saat seluruh desa tertidur lelap dan orang tuanya terbuai dalam penderitaan, Zhao Gou berdiri di kamar kecilnya. Ia meletakkan sebuah surat pendek di atas meja kayu, mengemas pedang besi tua peninggalan kakeknya, dan melangkah keluar dari jendela.

​Matanya menatap jauh ke arah utara desa—ke arah Lembah Keputusasaan, wilayah terlarang paling berbahaya di Kekaisaran Langit yang dihuni oleh monster buas dan warisan terlarang yang belum pernah ditaklukkan oleh siapa pun.

​"Jika dunia ini dikuasai yang kuat..." bisik Zhao Gou pada kegelapan malam, "maka aku akan menjadi yang terkuat, atau mati berusaha."

​Ia melangkah masuk ke dalam kabut hitam area terlarang, menghilang dari dunia fana.

1
Raju
tolak aja secara baik...
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
Raju
makasih up nya Thor....👍👍
Raju
penghianatan zhengtian berahir !!
Raju
ambil jgn tabambil.... kopi meluncur untuk mu thor...💪💪
Lanz: terimakasih 😍
sehat sehat selalu yahh
total 1 replies
Raju
penghianat klan harisnmati.
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
Raju
hah.... kapan malam nya..... ??
Lanz
terimakasih atas kejeliannya
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
Raju
darimnakah zhao gou tau jika pil itu beracun ??
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
Raju
vote dulu buat karya mu Thor...
ttp semangt...💪💪💪
Raju
tingkat kultivasi tuan muda zhao mana yg bener thor !! awal atau puncak ??
Lanz: di bab sebelumnya sudah ada penjelasannya ko 🙏
total 1 replies
Raju
persiapkan dirimu tuan muda zhao.... perang antr saudara akn dimulai !!
Deutsch
lanjut 🙏
Raju
emjadikan racun sebagai nutrisi tambahan.... HEBAT.
Raju
tmbh satu lagi penghianat klan pucat pasi...
Raju
hati yg beriah baik...
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
Raju
bunuh dan tuntaskan samapai ke akar²nya...
Raju
PUAS.....!!
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
Raju
ta ada yg perlu dconfirmasi nona es...kehancuran klan xie kalian itu pasti...
Raju
saling menyusun rencana...
adu taktik...bikan tiktok...
Raju
satu panggung kota dsekte terbesar dbuat geger....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!