Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3: Harta Karun di Balik Limbah
Keranjang kayu itu berhenti dengan bunyi derit pelan saat mencapai tepi jurang. Angin gunung yang menggigit langsung menyapu wajah Ye Xuan, membawa serta aroma samar dupa spiritual yang berasal dari puncak gunung tempat Sekte Dalam berada.
Ye Xuan melangkah keluar dengan tenang. Berkat ingatan yang ia ekstrak dari Liu San, sebuah peta mental tentang rute patroli penjaga malam Sekte Luar terbentang jelas di kepalanya.
"Kelompok patroli Serigala Malam akan melewati area ini dalam sepuluh napas," gumam Ye Xuan, matanya menyapu kegelapan di balik pepohonan pinus.
Ia memusatkan Qi ke kakinya dan mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan.
Wush!
Tubuhnya melebur ke dalam bayangan pohon yang bergoyang, bergerak tanpa suara seolah ia adalah hantu sejati. Hanya dalam hitungan detik, kelompok patroli yang terdiri dari lima murid bersenjata lengkap lewat tanpa menyadari sedikit pun bahwa "orang mati" baru saja melintas beberapa meter di atas kepala mereka.
"Zhao Tian saat ini berada di Puncak Inti Emas Sekte Dalam, mempersiapkan terobosannya. Dengan kekuatanku di Pembentukan Qi Lapis Keempat, mencarinya sekarang sama saja dengan mengantar nyawa," pikir Ye Xuan jernih saat mendarat di atap sebuah bangunan berbatu.
Ia tidak dibutakan oleh amarah. Balas dendam membutuhkan kekuatan mutlak.
Pandangan Ye Xuan tertuju pada sebuah kompleks bangunan batu di pinggiran Sekte Luar yang terisolasi. Cerobong asap raksasa di atasnya terus mengepulkan asap kelabu yang berbau menyengat.
Itu adalah Gudang Limbah Pil.
Setiap harinya, ribuan pil gagal, ampas obat, dan sisa penyulingan dari Paviliun Alkimia dibuang ke tempat ini sebelum dihancurkan. Bagi kultivator biasa, ampas pil ini sangat beracun dan mengandung Erysipelas (racun pil) yang dapat merusak meridian. Tidak ada yang mau mendekat ke tempat ini kecuali murid rendahan yang dihukum.
Namun bagi Ye Xuan dan Sistem Ekstraksi Surgawi, ini adalah surga dunia!
Dengan gesit, Ye Xuan menyelinap masuk melalui jendela ventilasi yang terbuka. Di dalam, ruangan luas itu dipenuhi oleh tong-tong kayu raksasa yang berisi ribuan pil hitam cacat dan tumpukan abu obat yang mengeluarkan bau tengik.
Mata Ye Xuan berbinar. Ia langsung melangkah ke tong kayu terdekat, membenamkan kedua tangannya ke dalam tumpukan ribuan pil gagal tersebut.
"Ekstrak semuanya!"
[Ding! Menemukan 1.200 Pil Pengumpul Qi (Gagal). Memulai ekstraksi massal...]
[Ekstraksi berhasil! Menyaring racun pil...]
[Memperoleh: 3.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: 50 Poin Atribut Api Pil!]
[Memperoleh: Resistensi Racun (Tingkat Dasar)!]
Wuuush!
Energi yang luar biasa besar membanjiri tubuh Ye Xuan. Tong kayu raksasa itu seketika kosong, ribuan pil gagal di dalamnya menguap menjadi debu yang tak tersisa.
Dantian Ye Xuan bergejolak hebat bagaikan lautan yang sedang badai. Pusaran Qi di dalamnya meluas dengan kecepatan mengerikan.
Brak!
Sebuah penghalang tak terlihat di dalam tubuhnya pecah.
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Kelima!]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Keenam!]
Ye Xuan menarik napas dalam, menghembuskan asap kelabu kotor dari mulutnya—itu adalah sisa kotoran dari dalam tubuhnya yang didorong keluar oleh Qi murni. Ia bisa merasakan kekuatan fisiknya meningkat lebih dari dua kali lipat.
"Hanya dengan satu tong ampas pil, aku berhasil naik dua tingkat. Sistem ini benar-benar tidak masuk akal," seringai Ye Xuan.
Ia belum puas. Ada belasan tong raksasa lain di ruangan ini.
Saat Ye Xuan berjalan menuju tong kedua, telinganya yang tajam menangkap suara kunci besi yang diputar dari pintu utama gudang.
Cklik! Kriet...
Pintu gudang terbuka, menampilkan siluet seorang pria paruh baya bertubuh gemuk dengan jubah abu-abu berkepompong emas—seragam seorang Diakon Sekte Luar. Di tangannya, ia memegang sebuah lentera bercahaya hijau dan sebuah kantong spasial kecil.
Itu adalah Diakon Ma. Anjing penjilat Zhao Tian yang beberapa hari lalu secara terbuka mencabut jatah bulanan Ye Xuan atas perintah tuannya.
"Ck, bau busuk sialan," rutuk Diakon Ma sambil menutup hidungnya. "Jika bukan karena Tuan Muda Zhao menyuruhku membuang sisa racun Pelebur Meridian ini secara diam-diam ke tumpukan limbah, aku tidak akan sudi menginjakkan kaki di tempat kumuh ini."
Langkah Diakon Ma terhenti seketika. Lentera hijaunya menyinari sosok remaja berseragam sekte luar yang berdiri di tengah kegelapan gudang.
"Siapa di sana?!" bentak Diakon Ma, tangannya langsung merogoh gagang pedang di pinggangnya. "Apakah kau murid yang bertugas piket? Keluar dari sana dan berlutut!"
Ye Xuan perlahan melangkah maju, membiarkan cahaya lentera menyorot wajahnya yang tenang namun memancarkan niat membunuh yang pekat.
"Lama tidak berjumpa, Diakon Ma."
Mata Diakon Ma melebar hingga hampir keluar dari rongganya. Mulutnya terbuka menganga, tubuh gemuknya bergetar hebat. Lenteranya nyaris terlepas dari genggamannya.
"Y-Ye Xuan?! B-Bagaimana mungkin kau ada di sini?! Bukankah Tuan Muda Zhao sudah... Dantianmu..." Diakon Ma mundur selangkah, menatap Ye Xuan seolah sedang berhadapan dengan Raja Neraka.
"Sudah dihancurkan?" Ye Xuan melanjutkan kalimatnya sambil tersenyum tipis. "Ya. Rasanya sangat sakit. Karena itu, aku merangkak kembali dari neraka untuk membagikan rasa sakit itu kepada kalian semua."
Kepanikan di wajah Diakon Ma hanya berlangsung sesaat. Ia dengan cepat menenangkan dirinya dan memindai tubuh Ye Xuan dengan kesadaran spiritualnya. Saat ia tidak merasakan fluktuasi Qi yang mengerikan dari tubuh Ye Xuan, senyum buas perlahan mengembang di wajah babi miliknya.
"Hah! Kau hampir membuatku jantungan, bocah sampah!" Diakon Ma mencabut pedangnya, memancarkan aura Pembentukan Qi Lapis Ketujuh. "Aku tidak tahu sihir iblis apa yang kau gunakan untuk selamat dari Tebing Mayat dan menyembunyikan auramu. Tapi Dantian yang hancur adalah fakta yang tak bisa diubah!"
"Kau berani muncul di hadapanku sendirian? Bagus! Membawa kepalamu ke Tuan Muda Zhao pasti akan memberiku hadiah Pil Inti Bumi!"
Swosh!
Diakon Ma melesat ke depan. Pedangnya diselimuti cahaya merah yang menyala, menebas dengan Teknik Pedang Api Ganas, salah satu seni bela diri tingkat menengah di Sekte Luar. Hawa panas menyapu ruangan, mengancam akan membelah Ye Xuan menjadi dua.
Namun, di hadapan serangan Lapis Ketujuh itu, Ye Xuan bahkan tidak berkedip.
"Kulit Tembaga Tulang Besi," batin Ye Xuan.
Alih-alih menghindar, Ye Xuan mengulurkan tangan kanannya yang kini memancarkan kilau logam perunggu untuk menyambut tebasan pedang berapi itu secara langsung!
"Kau mencari mati!!" teriak Diakon Ma, tertawa liar melihat kebodohan Ye Xuan yang mencoba menangkis pedang spiritual dengan tangan kosong.
TANG!!
Suara benturan logam yang memekakkan telinga bergema di dalam gudang. Mata Diakon Ma terbelalak ngeri. Senyumnya membeku.
Pedangnya, sebuah senjata spiritual tingkat rendah, berhenti total satu inci dari telapak tangan Ye Xuan, ditahan hanya oleh dua jari yang menjepit bilahnya! Api yang menyelimuti pedang itu padam seketika, diserap oleh 'Atribut Api Pil' yang baru saja Ye Xuan dapatkan.
"B-Bagaimana mungkin?! Kekuatan fisik macam apa ini?!" Diakon Ma mencoba menarik pedangnya, namun pedang itu seolah terjepit di antara dua gunung besi.
Mata Ye Xuan yang sedingin es menatap lurus ke dalam jiwa Diakon Ma.
"Apakah ini batas kekuatan anjing suruhan Zhao Tian?"
Sebelum Diakon Ma bisa melepaskan gagang pedangnya untuk mundur, Ye Xuan menggeser kakinya menggunakan Langkah Bayangan. Ia muncul tepat di hadapan Diakon Ma, telapak tangan kirinya melesat secepat kilat dan mencengkeram wajah gemuk pria paruh baya itu dengan kuat.
"Ekstrak."
[Ding! Menemukan entitas kultivator (Tahap Pembentukan Qi Lapis Ketujuh). Memulai ekstraksi penuh...]
"TIDAAAAAK—ARGGGHHH!"
Jeritan Diakon Ma teredam oleh telapak tangan Ye Xuan. Tubuh gemuknya menggelepar hebat. Energi spiritual, esensi darah, dan vitalitasnya tersedot keluar dengan kecepatan brutal. Kulitnya mengkerut, rambutnya memutih dalam hitungan detik.
Mata Diakon Ma menatap Ye Xuan dengan keputusasaan mutlak, menyadari bahwa monster macam apa yang telah dibangunkan oleh Tuan Mudanya dari dasar jurang.
Bruk.
Hanya dalam tiga detik, cengkeraman Ye Xuan mengendur, dan sekam kering yang dulunya adalah Diakon Ma hancur menjadi abu saat menyentuh lantai batu.
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 1.500 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Teknik Pedang Api Ganas (Tingkat Menengah - Sempurna)!]
[Memperoleh: Peta Formasi Puncak Inti Emas!]
[Ding! Kultivasi Inang mencapai Puncak Pembentukan Qi Lapis Keenam!]
Ye Xuan mengibaskan sisa debu dari tangannya. Ia memungut kantong spasial kecil yang jatuh dari abu Diakon Ma. Saat ia membukanya, ia menemukan sebuah botol giok hitam bertuliskan 'Pelebur Meridian'.
Ini adalah racun yang digunakan Murong Xue untuk menghancurkan kultivasinya tiga hari yang lalu.
Ye Xuan menatap botol giok itu lekat-lekat, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum bengis.
"Zhao Tian... kau sangat menyukai racun ini, bukan? Jangan khawatir. Aku, Ye Xuan, akan memastikan kau menelan ini sampai tetes terakhir sebelum kau mati."