Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3: Ketukan Jari yang Familier
Langkah kaki Bellamy yang terbalut jas hitam besar milik Dallas menggema di lobi mansion Guinevere yang luas. Sunyi. Berdasarkan ingatan pemilik tubuh asli, rumah ini biasanya selalu bising oleh tangisan Diane atau aduan manja dari Lucianna. Namun sore ini, suasana begitu hening.
"Bellamy! Oh, Tuhan, putriku!"
Sebuah seruan panik memecah kesunyian. Dari arah tangga besar, seorang wanita paruh baya dengan gaun tidur sutra berwarna kelabu berlari turun. Wajahnya yang cantik tampak pucat, dengan lingkaran hitam samar di bawah matanya yang menunjukkan depresi berat. Diane Guinevere.
Diane langsung menghambur, memeluk tubuh basah Bellamy tanpa memedulikan pakaiannya sendiri ikut basah.
"Kamu dari mana saja, Nak? Kenapa basah kuyup begini? Dan jas siapa ini?" Diane memberondong dengan pertanyaan, tangannya yang gemetar menyentuh pipi Bellamy.
Livana—yang berada di dalam tubuh Bellamy—menahan napas sejenak. Ia merasa canggung dengan pelukan hangat seorang ibu, sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan di dunia mafia.
"Aku tidak apa-apa, Mama. Hanya terpeleset ke kolam," jawab Bellamy, mencoba meniru nada suara aslinya meski terdengar agak kaku.
"Terpeleset? Pasti karena anak keluarga Enrique itu lagi, kan?!" Diane mendesah frustrasi, lalu menuntun Bellamy duduk di sofa ruang tengah. Namun baru beberapa detik duduk, Diane tiba-tiba menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu memajukan wajahnya dengan berbisik misterius.
"Bellamy... Mama harus bicara hal penting padamu. Ini tentang Papamu."
Bellamy menyipitkan mata, merasa ada yang tidak beres. "Papa? Ada apa dengannya?"
"Papamu... dia aneh sekali hari ini! Benar-benar seperti kesurupan!" bisik Diane dengan mata membelalak, ekspresinya antara syok dan tidak percaya.
"Aneh bagaimana, Ma?"
"Kamu tahu sendiri, kan? Seminggu terakhir ini James selalu meributkan soal pengangkatan Luciana sebagai anak angkat keluarga kita. Dia bahkan membentak Mama habis-habisan demi membela Odelia!" Diane meremas saputangannya erat-erat. "Tapi siang tadi... tiba-tiba dia memanggil pengacara keluarga. Dia mencabut semua berkas pengangkatan anak itu!"
Bellamy tertegun di balik jas besar Dallas. 'James Guinevere mencabut berkas? Bukankah di alur novel dia pria lemah yang tergila-gila pada pelayannya?' batinnya heran.
"Tidak hanya itu!" Diane memegang kedua tangan Bellamy, suaranya naik satu oktav karena bersemangat. "Saat Odelia masuk membawakan teh sambil menangis seperti biasanya, tebak apa yang dilakukan Papamu? Dia menatap Odelia dengan pandangan sangat jijik! Seperti melihat kecoak di atas meja makannya! Lalu dia... dia mengusir Odelia keluar dari ruang kerjanya."
Bellamy mengernyitkan dahi. Perubahan karakter ini terlalu drastis.
"Lalu, bagaimana dengan Mama sendiri?" tanya Bellamy, memancing lebih dalam.
Wajah Diane mendadak merona merah, tampak salah tingkah yang sangat kentara. "Itu... itu yang paling menakutkan, Bellamy. Setelah mengusir Odelia, dia menarik Mama ke dalam pelukannya. Dia meminta maaf karena selama ini abai. Dia bahkan memesankan perhiasan baru dan bersikap sangat... sangat protektif! Mama sampai merinding!"
Diane bersandar di sofa, mengetuk-ngetuk dagunya dengan bingung. "Apa pelet yang dipakai Odelia sekarang sudah tidak manjur lagi? Atau Papamu baru saja sadar dari pengaruh hipnotis odelia?"
Bellamy perlahan menyandarkan punggungnya ke sofa. Pikirannya berputar cepat. Sifat James asli tidak mungkin berubah secepat ini kecuali... ada jiwa lain di dalam tubuh itu.
"Baguslah kalau begitu, Ma. Berarti Papa akhirnya punya otak," ucap Bellamy tenang.
"Eh?" Diane tertegun, menatap putrinya dengan tatapan aneh. "Bellamy, kenapa bicaramu begitu? Dan... kamu tidak marah?"
"Marah untuk apa?"
"Bukannya selama ini kamu juga yang paling bersikeras meminta Papamu mengangkat Luciana menjadi anak?" Diane mengingatkan dengan dahi berkerut dalam. "Kamu bilang, kalau Luciana jadi saudaramu, maka Javier akan selalu ada di sekelilingmu. Kamu mau memanfaatkan Luciana agar Javier mau menjadi suamimu. Kini kamu... kenapa sekarang kamu malah terlihat setuju dengan Papamu?"
Bellamy baru mengingat bagian bodoh dari rencana Bellamy asli itu. Ia berdeham kecil untuk menutupi kecanggungannya.
"Ma, itu rencana lama yang sangat bodoh," ucap Bellamy, tatapannya mendadak dingin. "Sekarang aku sadar. Untuk apa membawa parasit masuk ke dalam rumah hanya demi mengejar seekor anjing sombong seperti Javier?"
Diane melongo. Ia mengerjapkan matanya berulang kali, menatap putrinya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan ngeri.
"Bellamy... kamu... kamu benar-benar anakku, kan?" Diane menyentuh dahi Bellamy. "Tidak panas. Tapi kenapa ucapanmu... Ya Tuhan, suamiku aneh, anakku juga mendadak aneh. Kalian berdua sama-sama aneh hari ini!"
"Aku hanya sudah bangun dari mimpi buruk, Ma," Bellamy berdiri dari sofa, memberikan senyuman tipis pada Diane. "Aku mau ganti baju dulu, setelah itu aku harus menemui Papa di ruang kerjanya."
"Untuk apa?"
"Ada beberapa hal yang harus aku pastikan," jawab Bellamy penuh arti, sebelum melangkah pergi.
Setelah mengganti pakaiannya dengan gaun kering yang lebih kasual, Bellamy berjalan menuju lantai dua, tepat ke arah ruang kerja James Guinevere.
Di dalam ruangan itu, Sylvester—yang berada di dalam tubuh James—sedang mengacak-acak rambutnya yang kini memiliki beberapa helai warna putih di bagian samping. Di depannya, sebuah layar hologram biru berkedip-kedip dengan agresif, mengambang di udara.
[ Peringatan! Karakter James Guinevere menolak memberikan kompensasi finansial pada Odelia Francesca! Skala kerusakan plot: Minor. Penalti: Pengurangan umur 15 hari. ]
"Persetan dengan lima belas hari! Ambil saja sesukamu, mesin sialan!" umpat James dengan suara berat dan rendah, sangat jauh dari nada suara James asli yang biasanya terdengar bimbang.
Tok. Tok.
James langsung menyentak layar hologram itu hingga menghilang, lalu memperbaiki posisi duduknya. "Masuk."
Pintu terbuka, dan Bellamy melangkah masuk. James menyipitkan matanya, bersiap untuk menghadapi rengekan manja putrinya yang biasanya akan memintanya membelikan barang mewah untuk Javier.
Namun, Bellamy tidak berlari mendekat. Gadis itu berjalan dengan langkah konstan, seimbang, dan sangat tenang. Ia menarik kursi di hadapan James tanpa meminta izin, lalu mendudukinya dengan menyilangkan kaki secara anggun namun sarat akan dominasi.
James mengernyitkan alis. Tatapan mata Bellamy hari ini... tidak ada binar kebodohan di sana. Hanya ada sepasang manik mata yang setajam elang, dingin, dan penuh kalkulasi.
"Papa," panggil Bellamy, suaranya datar.
"Ada apa? Jika kau ke sini untuk memintaku mengembalikan berkas pengangkatan anak Luciana, jawabanku adalah tidak," sahut James dingin, menatap putrinya dengan pandangan mengintimidasi khas seorang ketua mafia.
Bellamy tidak membalas ucapan itu. Matanya justru tertuju pada tangan kanan James yang berada di atas meja kerja mahagoni. Jari telunjuk dan jari tengah pria paruh baya itu sedang mengetuk-ngetuk permukaan meja secara konstan dengan ritme tertentu.
Ketuk. Ketuk. Ketuk-ketuk.
Jantung Bellamy berdesir tajam. Ritme ketukan itu... itu adalah kode morse internal yang hanya digunakan oleh petinggi Minerva Syndicate saat mereka sedang menyusun rencana pembunuhan atau merasa kesal. Dan pria di depannya melakukan itu secara refleks.
Bellamy perlahan memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja. Ia menatap langsung ke dalam manik mata James.
"Aku tidak tertarik dengan Luciana ataupun Javier, Papa," ucap Bellamy lambat, nadanya merendah. "Aku hanya penasaran... sejak kapan seorang James Guinevere yang lemah iman memiliki kebiasaan memegang cerutu dengan gaya memegang pistol, dan... mengetuk meja dengan ritme Minerva?"
Mendengar kata 'Minerva' keluar dari bibir Bellamy, gerakan jari James langsung terhenti seketika. Atmosfer di dalam ruangan mendadak turun hingga ke titik beku.
James balas memajukan tubuhnya. Sepasang singa dari dunia bawah kini saling mengunci pandangan di dalam tubuh yang berbeda, penuh dengan kecurigaan yang mematikan.
"Kau... siapa kau sebenarnya?" desis James, suaranya terdengar sangat berbahaya.
Bellamy menyeringai tipis, binar matanya berkilat liar. "Pertanyaan bagus. Dan kurasa, aku juga berhak menanyakan hal yang sama padamu, 'Papa'."
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉