NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

.

Tuan Richard menoleh mendengar nama Alena disebut oleh Reno, lalu menggerakkan kepalanya mengikuti arah pandang putranya. Pria paruh baya itu begitu terkejut ketika melihat ada Alena diantara orang-orang yang ia tahu adalah dari perusahaan Wijaya Kusuma.

Alena berada di samping Tuan Nathan? Apakah sekarang gadis itu bekerja untuk Wijaya Kusuma group? Tuan Richard menghafalkan kedua tangannya, menyadari sesuatu yang tidak baik akan terjadi. Wijaya Kusuma Group berada jauh di atas Sebastian Group dalam hal aset, jaringan bisnis, maupun pengaruh di dunia usaha. Jika Alena berada di samping Nathan, maka Wijaya Kusuma akan semakin tak terkalahkan. Nathan dan Alena jika dipersatukan, keduanya bisa menjadi raja dan ratu yang akan menguasai dunia bisnis.

Di samping papanya, Reno juga mengepalkan tangannya. Selama ini ia mengira Alena hanya pergi untuk menenangkan diri. Ia tidak pernah membayangkan bahwa perempuan itu sudah mendapatkan pekerjaan baru dalam waktu sesingkat itu. Apalagi menjadi asisten pribadi Nathan. Kenapa? Meskipun dirinya diusir dari Bagaskara, kenapa tidak mencari dirinya? Kenapa malah berada di samping Nathan? Yang jelas-jelas adalah saingan terbesar bagi Sebastian grup?

Reno tidak bisa menahan dirinya. Pria itu segera melangkah mendekati kelompok di mana Alena berada.

"Alena."

Alena sedang menjelaskan sesuatu dengan salah satu direktur menghentikan gerakannya mendengar panggilan itu. Gadis itu menoleh dan melihat Reno yang sedang melangkah mendekati dirinya. Namun gadis itu sama sekali tampak tidak terkejut. Ia hanya menatap dengan wajahnya yang datar. Ini adalah dunia bisnis, tempat di mana para pengusaha bisa saja bertemu. Jadi bukan hal aneh jika dia melihat Reno berada di sana

Nathan yang berdiri tidak jauh dari sana langsung mengalihkan pandangan ke arah mereka. Tatapannya menjadi lebih tajam ketika melihat Reno berdiri di hadapan Alena. Pria itu dengan gerakannya yang arogan segera berdiri di samping Alena, dan bahkan dengan posisi yang sangat dekat hingga kedua bahu mereka bersentuhan. Seakan ingin menunjukkan pada dunia, ALENA ADALAH MILIKKU.

Reno melirik ke arah Nathan dengan raut tidak suka. Tetapi kemudian pria itu menarik napas. Di tempat seramai itu, apalagi berhadapan dengan Tuan Nathan Wijaya Kusuma, tidak mungkin dia mencari masalah.

"Aku sudah mencarimu ke mana-mana. Kenapa kamu memblokir nomorku? Apa kamu tahu aku sangat khawatir terjadi apa-apa padamu?"

Alena hanya diam mendengar kata-kata Reno yang seakan seorang kekasih yang sangat perhatian. Baginya semua itu hanya omong kosong. Kenapa baru mencari setelah dirinya benar-benar pergi?

"Aku ingin bicara sebentar. Ada sesuatu yang harus aku jelaskan padamu," ucap Reno dengan wajahnya yang penuh permohonan.

Namun Alena Alena hanya menggelengkan kepalanya pelan. Matanya masih menatap wajah Reno dengan sorotnya yang datar.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi," ucap Alena. "Semuanya sudah selesai."

Reno merasa dadanya begitu sesak mendengar suara Alena yang begitu tenang.

"Aku tahu aku sudah melakukan kesalahan. Tapi aku melakukannya bukan dengan sengaja. Aku melakukan itu karena dia adalah kakakmu," ucapnya memberi alasan. Tidak peduli bahwa di sana ada beberapa orang yang memperhatikan. Karena kalau bukan sekarang, mungkin dia tidak akan memiliki kesempatan untuk bicara lagi dengan Alena, karena gadis itu selalu menghindar darinya.

Namun Alena bergeming. "Kamu tidak harus menjelaskan. Aku tidak ingin membahasnya lagi," ucapnya.

Reno benar-benar frustrasi melihat sikap Alena yang benar-benar berubah seperti itu. Di mana Alena yang dulu begitu menurut padanya? Kenapa gadis ini tiba-tiba berubah?

Namun, sebelum Reno kembali bersuara, Alena sudah mengalihkan pandangan darinya, menoleh ke arah Nathan.

"Sepertinya acara akan segera dimulai. Para perwakilan dari perusahaan lain juga sudah masuk ke dalam. Kita masuk sekarang?"

Nathan yang sejak tadi matanya tak beralih dari wajah Reno, menganggukkan kepala kemudian berjalan menuju ruangan yang telah tersedia diikuti oleh Alena dan dua orang direktur yang menyertainya.

Matanya sempat melirik ke arah Reno, begitu dingin dan tegas, seolah mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan Reno untuk mendekat pada Alena.

Reno menata punggung Alena yang menjauh dengan perasaan tak menentu. ada rasa tak rela melihat gadis itu kini berada di samping pria lain.

Sementara di tempatnya berdiri, Tuan Sebastian yang melihat semua itu sejak awal mengepalkan kedua tangannya semakin erat dan menahan rahangnya yang mengeras dan ingin meledak.

*

Begitu seluruh perwakilan perusahaan memasuki ruang pertemuan, suasana yang sebelumnya begitu penuh dengan suara percakapan perlahan berubah menjadi lebih serius. Masing-masing perusahaan menempati tempat yang sudah disediakan oleh pihak Vantage International.

Nathan duduk di salah satu sisi meja panjang bersama dua orang direktur Wijaya Kusuma Group. Alena duduk tidak jauh darinya dengan tablet yang berada di atas meja, sesekali memeriksa kembali dokumen yang akan digunakan dalam pertemuan tersebut.

Di sisi lain, Tuan Richard duduk bersama Reno dan beberapa orang dari Sebastian Group.

Namun sejak memasuki ruangan, Reno sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Tatapannya beberapa kali tanpa sadar mengarah ke tempat Alena duduk. Gadis itu terlihat begitu tenang. Tidak ada sedikit pun kegelisahan di wajahnya. Bahkan ketika Nathan sesekali membisikkan sesuatu kepadanya, Alena hanya mengangguk lalu segera mencatatnya pada tablet yang berada di hadapannya.

Pemandangan itu justru membuat dada Reno terasa semakin tidak nyaman. Alena yang dulu selalu duduk di sampingnya sebagai calon istrinya, kini berada di sisi pria lain. Terlebih pria itu adalah Nathan Wijaya Kusuma. Seseorang yang memiliki posisi jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya.

Reno menundukkan kepala seolah ingin menyembunyikan kegelisahan yang mulai terlihat jelas di wajahnya. Tangannya merogoh saku jas kemudian mengambil ponsel lalu mencari nomor Selena. Dengan jari-jarinya yang gemetar pria itu mengetik pesan.

"Apa kamu tahu siapa yang baru aku temui?"

*

Di perusahaan Bagaskara group, Selena yang saat itu sedang dipusingkan oleh tugas yang diberikan oleh papanya, segera mengambil ponselnya saat mendengar ada notif pesan masuk. Kening wanita itu berkerut ketika melihat ada nama Reno sebagai pengirim pesan. bergegas aja dia membukanya.

"Apa maksud Reno? memangnya siapa yang baru dia temui?" gumam gadis itu lalu mengetik pesan balasan.

"Siapa?"

"Alena."

Seketika itu juga kedua mata Selena terbelalak. Reno bertemu kembali dengan Alena? Tidak boleh. Dia sama sekali tidak suka. Jika Alena kembali bersama dengan Reno, maka adik yang sangat ia benci itu akan kembali mendapat kasih sayang dari keluarga Sebastian. Dan dia membenci itu.

"Memangnya kamu ada di mana sekarang?" tanya Selena penasaran.

"Aku sedang berada di tempat perebutan investasi Vantage Internasional bersama dengan papaku. Dan apa kamu tahu ke mana selama ini Alena pergi? Ternyata sekarang dia bekerja di Wijaya Kusuma group."

Kedua mata Selena semakin terbelalak. Wijaya Kusuma group? Bagaimana bisa Alena berada di sana?

1
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
tse
Alena... Alena... kamu ko ya GA Peka sih...
si bos cemburu tuh.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tse
ءAlena
sunaryati jarum
Bosmu itu cemburu Alena,kamu kok nggak peka
Ariany Sudjana
Nathan itu cemburu Alena, jadi sebaiknya kamu tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain
Ade Salamah Alam
lanjuttttttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!