NovelToon NovelToon
System Penambangan Antar Dunia

System Penambangan Antar Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.

Ling Qi adalah salah satunya.

Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.

Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.

Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.

Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.

Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.

Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Toko pakaian yang Ling Qi masuki berikutnya dipenuhi rak-rak baju dengan pencahayaan hangat yang membuat setiap kain tergantung terlihat lebih menarik dari aslinya. Musik instrumental pelan mengalun dari pengeras suara di langit-langit.

Seorang pegawai toko, pria muda berkacamata dengan pita ukur melingkar di lehernya, menghampirinya dengan senyum profesional. "Selamat datang, Kak. Sedang cari gaya tertentu?"

"Yang bisa membuatku terlihat keren," jawab Ling Qi tanpa basa-basi.

Pegawai itu tertawa kecil, mengira itu candaan, tetapi ekspresi datar Ling Qi membuatnya sadar bahwa pemuda di depannya benar-benar serius.

"Baik... dengan rambut seperti itu dan, err, perban di mata, sejujurnya Kakak sudah otomatis mencolok. Tapi mari kita cari yang bisa memperkuat kesan itu." Dia mengambil beberapa kemeja dari rak, matanya menilai dengan cermat. "Coba yang ini dulu."

Ling Qi mencoba satu per satu di ruang ganti, memutar tubuh di depan cermin besar untuk memastikan setiap detail terlihat pas. Kemeja hitam berkerah tinggi, jaket bomber abu-abu, celana potongan lurus berwarna gelap.

"Bagaimana menurutmu?" tanya Ling Qi saat keluar mengenakan kombinasi terakhir.

Pegawai itu mengangguk mantap, mengacungkan jempol. "Kalau ini masuk toko sambil pakai perban seperti itu, orang-orang akan mengira Kakak selebriti yang sedang menyamar."

"Lumayan," gumam Ling Qi, sudut bibirnya terangkat sedikit. 'Aku belum pernah punya kesempatan memilih baju hanya karena aku menyukainya, bukan karena harganya paling murah.'

Setelah memilih beberapa setel untuk dirinya sendiri, Ling Qi berjalan ke bagian pakaian wanita, memilihkan beberapa gaun rumah yang nyaman dan hangat untuk ibunya, warna-warna lembut yang menurutnya akan cocok dengan wajah teduh sang ibu.

"Untuk Ibu ya, Kak?" tanya pegawai yang sama, membantu melipat salah satu gaun.

"Bagaimana kau tahu?"

"Warnanya. Motifnya bunga-bunga kecil, bukan gaya anak muda sekarang," pegawai itu terkekeh. "Ibu Kakak pasti senang."

Ling Qi membayar semuanya dengan uang tunai yang sudah dia siapkan sebelumnya, lalu keluar toko dengan beberapa kantong belanja tergantung di kedua tangannya.

Perutnya mulai terasa lapar, mengingatkannya pada janji yang dia buat kepada ibunya untuk selalu membawakan makanan enak. Dia berjalan menuju sebuah restoran keluarga di lantai dasar, memilih meja dekat jendela kaca besar yang menghadap ke area tengah mall.

"Selamat datang! Mau pesan apa, Kak?" sapa seorang pelayan wanita muda sambil menyodorkan buku menu, senyumnya lebar dan bersemangat.

Ling Qi membuka menu, matanya menyusuri deretan pilihan makanan. "Aku mau bungkus dua porsi ayam kecap, satu sup jagung, dan—" Dia berhenti sejenak, matanya menangkap satu menu yang belum pernah dia coba seumur hidup. "Ini apa? Steak lidah sapi saus lada hitam?"

"Oh, itu menu favorit di sini, Kak! Empuk banget, dagingnya meleleh di mulut," jawab pelayan itu bersemangat, matanya berbinar seperti sedang mempromosikan barang dagangan sendiri.

"Kau pernah makan sendiri?"

"Belum sih, Kak, gajiku belum cukup buat beli menu itu," pelayan itu terkekeh jujur, membuat Ling Qi nyaris tertawa. "Tapi kata pelanggan lain enak banget!"

Ling Qi tersenyum tipis. "Kalau begitu, tambah satu porsi steak lidah sapi. Untuk dibawa pulang semua."

"Siap, Kak! Ada lagi?" tanya pelayan itu.

"Cukup itu—" Belum sempat Ling Qi menyelesaikan kalimatnya, lantai di bawah kakinya bergetar hebat.

Gelas-gelas di atas meja bergemerincing, berjatuhan dari rak dengan suara pecah yang bersahutan di seluruh ruangan. Lampu gantung di langit-langit berayun liar, dan pelayan yang tadi berdiri di sampingnya jatuh terduduk sambil memekik kaget.

"G-gempa?!" pekiknya, tangannya mencengkeram tepi meja terdekat.

Pengunjung lain di sekitarnya langsung menjerit panik, berdiri dari kursi masing-masing dan berlari menuju pintu keluar. Seorang ibu menggendong anaknya sambil berteriak memanggil suaminya yang masih berdiri bingung di dekat kasir. Seorang pria tua terjatuh dari kursinya, seorang pemuda lain buru-buru membantunya berdiri sambil setengah berteriak, "Ayo, Pak, cepat keluar!"

"Gempa! Gempa!" teriak seseorang di kejauhan, suaranya nyaris tenggelam di antara jeritan lain yang bersahutan.

Ling Qi berpegangan pada meja, tubuhnya sedikit oleng menahan getaran yang semakin kuat. Debu dari langit-langit berjatuhan seperti salju, dan bunyi retakan keras menggema dari suatu tempat di kejauhan, terdengar begitu keras hingga mengalahkan suara jeritan panik para pengunjung yang berhamburan.

"Kak, cepat keluar!" pelayan tadi menarik lengan Ling Qi, wajahnya pucat pasi.

Getaran itu berhenti setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, meninggalkan suasana ruangan yang kacau—meja terbalik, pecahan gelas berserakan, dan orang-orang yang masih terengah-engah ketakutan, saling berpegangan tangan memastikan keluarga mereka lengkap.

Ling Qi menegakkan tubuhnya, menatap ke arah jendela kaca besar restoran yang menghadap langsung ke area tengah mall.

Yang dia lihat membuat seluruh tubuhnya membeku.

Di tengah lantai mall yang megah, tepat di antara air mancur hias dan barisan pot tanaman dekoratif, sebuah retakan raksasa membelah lantai marmer, memanjang beberapa meter dengan celah menganga yang memancarkan cahaya keperakan samar dari dalamnya—cahaya yang begitu familiar, cahaya yang sama persis dengan portal yang pernah membawanya ke dunia lain.

'Ini... tidak mungkin.'

Jantung Ling Qi berdegup kencang. Di tengah kerumunan orang yang berlarian panik menjauh dari retakan itu, dia melihat sesosok berambut hitam panjang berdiri kaku tidak jauh dari celah tersebut, matanya menatap lurus ke arah cahaya keperakan yang perlahan mulai melebar.

Shi Yao.

1
Ria Gazali Dapson
beli ktistal lagi li, buat obatin mamak mu , biar sehat , dn ga berobat² lagi
𝚺𝝰𝝶: kristalnya gak dibeli/Scowl/ harus dapat dari monster
total 1 replies
Siti Lubis
Bagus banget tapi maaf ya cuman bisa menyampaikan dari sini tapi bagus😍😍😍😍😍
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
black
mantap thor
black
jan sampe berhenti thor seru
𝚺𝝰𝝶: iya kak /Smile/ sampai tamat kok
total 1 replies
black
zuzur, ini seru, system-nya lain daripada yang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!