NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05

Pagi ini setelah kepergian Raka, Clara menyeret Rena kedalam kamar.

Plaakkk...  Clara menampar pipi kanan Rena membuat Rena meringgis kesakitan.

"Bisa bisanya kau mengadu pada Raka, dasar jalang sialan." bentak Rena.

"Maaf Nyonya, saya tidak mengadu pada Tuan, tapi Tuan memang pulang lebih awal malam kemarin saat Nyonya tidak ada." kata Rena berbohong karena Raka yang menyuruhnya untuk mengatakan ini.

"Bukankah sudah kubilang untuk menghubungiku jika sewaktu waktu Raka pulang."

"Tapi Tuan melarang saya Nyonya maafkan saya." Rena mulai menangis.

"Awas saja jika ini sampai terjadi lagi, aku pasti akan membunuhmu." ancam Clara.

"Ampun Nyonya, jangan lakukan itu." Rena memohon dikaki Clara.

"Lepaskan aku, ingat baik baik apa yang kukatakan." kata Clara sebelum meninggalkan  Rena.

Rena menangis sesenggukan, jika bukan karena bayaran yang tinggi, Rena juga tak mau bekerja disini yang penuh tekanan dan ancaman dari Clara.

Clara keluar dari kamar Rena dan melihat Raisa sedang menonton televisi, acara kartun kesukaannya.

"Mommy." Raisa terlihat senang melihat Clara berjalan melewatinya.

"Raisa, Mama harus kerja, kamu sama mbak Rena dulu ya dan inget jangan bilang sama Daddy kalau Mommy kerja nanti Daddy marah sama Mommy, Raisa nggak mau kan Mommy dimarahin Daddy?" kata Clara.

"Iya Mommy, Raisa nggak akan kasih tau Daddy." kata Raisa menunduk sedih.

Clara tersenyum dan mengelus rambut Raisa "Anak pinter." kata Clara lalu pergi meninggalkan Raisa.

Raisa kembali duduk dan memeluk kedua kakinya,

"Lho Non Raisa kok sedih?" tanya Rena yang baru saja keluar dan menghapus air matanya.

"Mommy kerja lagi Mbak, Raisa kesepian lagi." kata Raisa sedih.

"Non Raisa nggak boleh sedih kan ada Mbak Rena yang nemenin Non Raisa." kata Rena yang jujur tak tega melihat Raisa sedih.

"Cuma mbak Rena yang sayang sama Raisa, Mommy dan Daddy nggak sayang Raisa.'" kata Raisa.

"Sayang, Mommy sama Daddy sayang kok sama Raisa tapi kan mereka harus kerja buat beliin Raisa susu, baju, mainan, jadi Raisa nggak boleh sedih lagi." kata Rena menghibur Raisa.

"Gitu ya mbak? Raisa nggak boleh sedih , iya Raisa nggak boleh sedih." kata bocah 3tahun itu yang membuat hati Rena ikut teriris mendengar ungkapan Raisa.

"Kenapa Non Raisa harus punya Ibu kayak mbak Clara yang sama sekali nggak peduli sama Non Raisa, kasian Non Raisa." batin Rena ikut sedih.

...

Siang ini Raka sudah sampai dijogjakarta, bahkan Ia sampai menyuruh Nathan untuk membelikan rumah disana karena Ia ingin menetap disana untuk sementara agar lebih dekat juga dengan Naya.

Raka membeli rumah yang letaknya tak jauh dari rumah panti Naya.

''Jadi apa kau sudah mendapatkan informasi tentang Naya?" tanya Raka saat sudah berada dirumah barunya.

"Sudah Tuan, ternyata memang Nona Naya sudah pindah ketempat ini sejak 5 tahun yang lalu saat Tuan mencari Nona Naya." jawab Nathan yang hanya diangguki oleh Raka.

"Awal disini, Non Naya membuka rumah makan dan sudah buka cabang 3 tempat didaerah sini, lalu 2 tahun yang lalu barulah Nona Naya mendirikan panti asuhan yang ia sendiri yang mendanai panti asuhan itu dengan uang hasil restoran." jelas Nathan.

"Lalu apa dia sudah memiliki kekasih?" tanya Raka.

"Sejak pindah disini Non Naya sama sekali belum pernah menjalin hubungan dengan pria manapun." jawab Nathan.

"Bagus, memang seharusnya Ia hanya menjadi milikku." Raka tersenyum puas.

"Dan mengenai kelemahan."

"Ya aku ingin dengar katakan! aku harap bisa mendengar jawaban yang bagus." kata Raka penuh harap.

"Anda beruntung Tuan, karena Ruko yang disewa ketiga restoran milik Nona Naya adalah ruko yang kita dapatkan saat menang tender kemarin, jadi ruko itu milik Tuan." kata Nathan.

Raka tersenyum sangat lebar, sudah lama Ia tak sebahagia ini semenjak kehilangan Naya.

"Bagus, dengan itu aku bisa kembali mendapatkan Nayaku." kata Raka terkekeh.

....

Raka memasuki sebuah restoran yang cukup ramai pengujung, matanya tak henti hentinya melihat seisi restoran, mencari seseorang disana.

"Selamat siang, selamat datang direstoran kami, Anda ingin memesan apa?" tanya seorang wanita yang tak lain adalah pelayan diestoran itu.

"Ah iya, berikan aku menu minuman dan makanan yang spesial disini." pinta Raka pada pelayan itu.

"Baiklah." kata pelayan itu lantas meninggalkan Raka yang masih sibuk menatap disekitar.

15 menit menu makanan khas restoran itu sudah datang, satu porsi komplit nasi gudeg dan untuk minuman satu gelas es cendol dengan toping nangka dan alpukat diatasnya.

"Silahkan, ini menu favorit direstoran kami." kata Pelayan itu.

"Oh ya bolehkah aku menanyakan sesuatu?" tanya Raka.

"Tentu saja, jika saya bisa menjawab akan saya jawab." kata pelayan itu sopan.

"Apa Naya pemilik restoran ini sedang disini?" tanya Raka.

"Biasanya Bu Naya setiap hari kesini, tapi sudah 5 hari ini Bu Naya tidak datang karena sedang sakit." kata pelayan itu membuat Raka terkejut.

Sakit apa? batin Raka.

"Oke makasih, oh ya ini tip buat kamu." kata Raka menyodorkan satu lembar uang ratusan ribu untuk pelayan itu.

"Sebelumnya terimakasih pak, tapi kami tidak menerima tip karena gaji kami lebih dari cukup, jika bapak ingin memberikan tip masukan saja dikotak amal sebelah sana pak, mungkin itu lebih berguna untuk orang yang membutuhkan." jelas pelayan itu menunjuk sebuah kotak amal pada Raka.

"Oh ya." balas Raka, pelayan itu seketika mengingat Naya semasa masih menjadi kekasihnya. Naya sering sekali memberi uang pada pengemis dan juga sering mengisi kotak amal, dan sekarang Naya mengajarkan itu pada para karyawan nya. Sungguh benar benar membuat Raka semakin menginginkan Naya untuk segera menjadi miliknya.

...

Sore itu Raka berencana kepanti asuhan Naya, bukan tanpa sebab Ia kesana karena Ia berniat menganti sepeda milik Rio, yang kemarin rusak parah sekaligus menjenguk Naya yang sedang sakit.

Terlihat Raka memancarkan senyum selama perjalanan menuju panti, Nathan yang melihat  itu cukup takjub karena jarang sekali bosnya itu tersenyum seperti saat ini.

Sesampainya dipanti, Raka dan Natha turun, Nathan segera mengambil sepeda dibagasi mobil.

Kedatangan mereka disambut antusias oleh anak anak panti termasuk Rio yang sepertinya sudah sembuh.

"Wah Om, ini sepeda bener buat Rio?" tanya Rio pada Raka.

Raka mengangguk "Kalau nggak suka bilang saja sama Om Nathan biar nanti diganti lagi yang lebih bagus." kata Raka.

"Nggak om, ini aja udah bagus banget makasih." kata Rio sambil terus memeganggi sepeda barunya, tak hanya Rio saja tapi adik adiknya juga berdecak kagum dengan sepeda model baru itu.

"Oh ya, Bunda Naya ada?" tanya Raka.

Belum sempat Rio menjawab sudah dijawab dengan wanita yang ada dibelakang Rio "Kalau sudah menganti sepeda Rio lebih baik kalian segera pergi." kata Anna ketus membuat Raka dan Nathan terkejut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!