NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 - Perubahan yang aneh

...Chapter 2...

...----------------...

Clarissa duduk di sebuah bangku yang berada di sekolahnya, Beberapa teman melambaikan tangan padanya ketika para sopirnya sudah menjemput. Mereka sudah selesai sekolah privat hari ini.

‎‎"Non Clarissa, Ayo." Pak Akbar, Sopirnya itu sudah datang. Clarissa pun melambai pada teman-temannya yang masih menunggu jemputan.

‎‎Pak Akbar tersenyum melihat anak majikannya, Entah apa yang membuat gadis itu begitu penurut sekarang. Biasanya ia akan marah jika di jemput telat semenit saja.

‎‎"Non, Mau beli sesuatu dulu sebelum pulang?" Tanya pak Akbar.

‎‎"Engga pak, Aku mau pulang."Ucap Clarissa, Tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya.

Beberapa menit kemudian, Clarissa sudah sampai, Ia berjalan langsung menuju kamarnya....

‎‎‎"Clarissa, Kau sudah pulang?" Clarissa menoleh dan menatap seorang pemuda seumurannya sedang tersenyum di hadapannya saat ia sedang berjalan, Pemuda itu bebas berkeliaran di rumahnya rupanya.

‎‎Dialah Robert, Anak seorang pelayan senior yang kini tinggal di mess belakang mansion nya. Ibunya sudah mengikuti keluarga Clarissa dari sebelum menikah.

‎‎"Ada apa kau menemui ku?" Clarissa menjawabnya dengan ketus, Walaupun Robert saat ini belum melakukan kesalahan apapun. Mengingat alur cerita, Robert ini lumayan menyebalkan.

‎‎"Clarissa, Aku bercerita pada teman-temanku, Bahwa aku sangat dekat denganmu, Tapi...." Pemuda itu menggantungkan ucapannya, Clarissa memutar bola matanya malas.

‎‎"Aku rasa kita tidak sedekat itu, Dan yaa aku sedang ada pr, Jadi ku harap kau tak menggangguku." Ucap Clarissa melewati Robert dengan santai, Melihat sifat Clarissa yang acuh padanya, Robert pun penuh dengan tanda tanya.

‎‎"Clarissa, Apakah aku melakukan kesalahan padamu? Biasanya kamu akan selalu antusias mendengar ceritaku." Ucap Robert menyamai langkahnya dengan Clarissa.

‎‎"Tidak, Aku sedang sibuk." Clarissa pergi dengan dingin tanpa menoleh, Robert pun mengepalkan tangannya. Ia tahu bahwa Clarissa memang anak majikan ibunya, Tetapi sifatnya yang menolaknya membuat Robert merasa di rendahkan.

‎‎"Jika aku terlihat menyedihkan, Pasti kau akan kembali peduli padaku." Gumam Robert tersenyum miring.

...‎‎~~~~~~...

‎‎Keesokan paginya, Seperti biasa Clarissa mengawali rutinitasnya dengan sarapan bersama Daddy dan mommy-nya. Gadis itu memakai dress dengan kepang besar di kepalanya. Terlihat sederhana dan sopan.

‎‎"Clarissa, Mommy sudah menelpon M.Laura dan M.kim dan bilang kalo kamu tidak akan mengikuti pelajaran hari ini, Ingat perkataan mommy yang kemarin kan?" Tanya amrita tersenyum senang.

‎‎Clarissa hanya mengangguk, Ia tahu orang yang di sebut akan menjadi temannya itu memang sudah di atur oleh mommy, Karna sebenarnya mommy ingin menjodohkan putrinya dengan anak temannya. Tetapi setelah membaca alurnya, Clarissa sudah tahu bahwa laki-laki yang akan di jodohkan nya pun menyukai Nadia, Itu sudah ada di ending novelnya.

‎‎"Aku setuju, Karna aku yakin dia tidak akan datang kali ini, Tetapi aku menghargai mommy saja." Batin Clarissa tersenyum.

‎‎"Sudah selesaikan, Ayo kita ke taman belakang, Kita harus menghias meja dan kursinya." Ucap amrita mengajak Clarissa dengan sumringah.

‎‎Para pelayan terlihat sibuk, Begitu pun amrita yang sibuk memerintah. Clarissa sedikit kasihan pada mommy-nya, Karna harapan wanita itu akan padam ketika tahu bahwa laki-laki yang di jodohkan dengannya tak datang, Hanya ibunya saja.

‎‎"Jeenggg! apa kabar!" Clarissa menatap mommy-nya yang terlihat heboh menyambut seseorang, Yah itu pasti temannya. dayanti William, Teman sekaligus rekan bisnisnya.

‎‎"Oh my God, Baik! Kamu gimana sama Louis!" Sahut dayanti tak kalah heboh, Mereka bertos pipi dengan heboh.

‎‎"Ayo duduk-duduk....aduh repot-repot bawa beginian kaya sama siapa aja sih!" Ucap amrita saat dayanti memberikan tas bermerek padanya, Keduanya pun duduk dengan senang.

‎‎"Wah...ini putri kita?" Tanya Dayanti tak tahu malu menatap Clarissa.

‎‎"Huss...Dia masih putriku saja, Oh yaa di mana putramu, Kok tidak datang?" Tanya amrita bingung, Clarissa pun hanya memutar bola matanya malas.

‎‎"Karna mungkin sekarang dia sedang bersama Nadia." Batin Clarissa.

‎"Mommy!" Teriak Axion sambil berjalan menuju kearah dua wanita itu, Kedua wanita heboh pun menoleh sambil tertawa riang.

‎‎"Nah ini Alexion, Putraku. Dia sedang membuat sesuatu loh!." Ucap dayanti mengeluarkan kode dari mata.

‎‎Axion dan Clarissa saling menatap, Keduanya duduk berhadapan dengan isi pikiran masing-masing yang hanya mereka saja yang tahu.

‎"Ini dia, Pemeran antagonis pria...yang kejam dan jahat, Baik hanya pada Nadia, Dia bahkan lebih tampan dari robert, Ku akui Nadia lumayan bodoh."Batin Clarissa menatap Axion.

‎"Gadis berwajah polos ini calon tunanganku, Dan dia adalah wanita yang jatuh ke jurang bersamaku.Aku sudah menolaknya dengan tidak sopan dulu. Aku akan menebusnya di kehidupan ini." Batin Axion menatap Clarissa.

‎‎"Hem! Sepertinya mommy ada urusan dengan Tante dayanti, Jadi...kalian gpp kan kita tinggal?" Tanya amrita menatap kedua remaja itu.

‎‎"Ya ga masalah Tante, Lagipula kita akan segera bertunangan, Jadi...kita harus mulai mengenal satu sama lain." Ucap Axion tersenyum manis.

‎‎"Aduhh...Tante jadi ikut senang mendengarnya, Tolong jaga putri Tante yaa." Ucap amrita menggandeng dayanti.

‎"Putraku sudah dewasa." Batin dayanti tersenyum haru.

‎‎Selepas kepergian kedua orang itu, Tak ada yang memulai pembicaraan. Keduanya sibuk dengan isi pikiran masing-masing.

‎‎"Aku tahu, Dia pasti akan mengatakan bahwa ucapannya tadi hanya pura-pura, mungkin dia akan menawarkan aku untuk menjadi tunangan pura-pura nya." Batin Clarissa menebak.

‎‎"Boleh aku duduk di sebelahmu?" Tanya Axion dengan suara lembutnya, Clarissa pun tersentak kaget.

‎‎"Boleh." Jawab gadis itu kikuk, Di luar ekspektasi, Axion justru kini menatapnya dengan tatapan penuh dan dalam.

‎‎"Aku memetik ini saat di perjalanan tadi, Bunga melati. Ku lihat kau tidak memakai hiasan apapun di kepalamu. Bolehkah aku memasangkan bunga ini pada rambutmu?" Tanya Axion menatap rambut indah Clarissa.

‎‎"Apa tidak apa?" Tanya Clarissa, Sebenarnya mengapa Axion belum juga memarahinya, Justru pemuda itu terlihat sangat care dan manis.

‎"Tentu, Lagipula aku ingin sekali membuatmu terlihat lebih cantik lagi, Walaupun kau sudah sangat cantik." Ucapnya tersenyum. Clarissa pun tersenyum malu.

‎‎Axion pun menempelkan bunga melati itu pada rambut Clarissa, Sesekali pemuda itu juga merapikan rambut Clarissa yang menjuntai. Seseorang menatap hal itu dari kejauhan.

‎"Clarissa, Siapa dia?" Robert datang dengan wajah tak bersahabat, Pemuda itu sudah melihat adegan itu sedari tadi. Biasanya Clarissa akan menolak siapapun, Kecuali dirinya. Tetapi kali ini, Mengapa berbeda?

‎‎"Dia tunanganku." Jawab Clarissa dengan dingin, Bahkan pandangannya tak teralihkan dari bunga melati di tangannya, Axion yang mengenal siapa Robert itu pun tersenyum smirk.

‎‎"Kau siapa? Mengapa mendatangi Clarissa?" Tanya Axion dengan senyuman meremehkan. sambil mengusap lembut rambut Clarissa.

‎‎"Aku robert...teman dekat clarissa." Ucap Robert, Axion pun tersenyum dan mendekat.

‎‎"Oh...hanya teman, Teman Clarissa itu artinya temanku juga. Senang bertemu dengan mu Robert."Ucap Axion menepuk pundak Robert.

‎‎"Clarissa, Maafkan aku jika aku berbuat salah, Aku sudah membuatkan mu kue coklat, Kau paling suka kue coklat kan?" Tanya Robert kembali mendekati clarissa, Ia datang sambil membawa sekotak kue coklat.

‎"Terima kasih Robert, Aku memang menyukai kue coklat." Ucap Clarissa tersenyum tipis sangat tipis. Axion menatap hal itu tak suka.

‎‎"Jadi selama aku menolaknya, Dia terus bersama pemuda itu, Apa itu sebabnya dia bisa terjebak oleh Robert dan Nadia?" Batin Axion berpikir.

‎‎"Aku sudah tahu, Itu sebabnya aku membuatkan mu kue coklat." Ucap Robert sambil menunjukkan tangannya yang banyak memakai plester.

‎‎"Clarissa selalu merasa kasihan padaku, Ia pasti akan menyuruh pelayan untuk mengambil p3k dan mengobati kembali luka ku." Batin Robert menatap Clarissa yang sedang menatap tangannya.

‎‎"Aku benci Drama ini, Tetapi jika aku langsung berpura-pura tak melihat lukanya, Dia akan semakin curiga dengan perubahanku." Batin Clarissa bingung.

‎‎"Ukh!"

‎Clarissa menoleh, Menatap tangan Axion yang berdarah. Gadis itu menatap Axion dengan khawatir. Jangan sampai Axion marah padanya, Di alur novel di ceritakan bahwa Axion itu sangat kejam dan dingin.

‎‎"Pelayan! Ambil p3k, Sekarang!" Teriak Clarissa dengan khawatir, Clarissa pun mengajak Axion duduk sambil menyeka darahnya.

‎"Mengapa tanganmu bisa berdarah?" tanya Clarissa khawatir.

‎"Ini, sebenarnya aku ingin memberikanmu bunga mawar, Tetapi aku lupa, duri mawar ini belum di cabut, Jadi saat ingin mengambil bunga ini di kantung ku, Tanganku tak sengaja terkena durinya."Ucap Axion menunjukkan setangkai bunga mawar yang masih berduri.

‎‎"Lain kali jangan memberikanku bunga lagi, Nanti jarimu bisa terluka." Ucap Clarissa Berkaca-kaca.

‎"Untung saja aku sudah berlatih menangis, Huh...aku harus terlihat seperti wanita lembut tak berdaya, Lebih tepatnya perempuan yang gampang di singkirkan" Batin Clarissa.

‎‎"Dia wanita yang lembut, Sangat rapuh dan gampang menangis, Mengetahui hal ini membuatku menyesal beribu kali, Seandainya di masa lalu aku tahu sifat mereka sejak awal, Mungkin aku tak akan melihatmu mati bersamaku." Batin Axion Menyesal.

...‎~~~...

‎‎Setelah selesai mengobati luka di tangan Axion, Mereka kembali duduk di taman, Tetapi saat ini bukan di bangku melainkan beralasan sebuah karpet dengan bermacam-macam makanan manis yang tertata di atasnya. Seperti macaron, Cake dan coklat.

‎‎Melihat Clarissa mengobati luka Axion, Robert segera pergi dari sana dengan wajah marah, Alhasil sekarang mereka kembali berdua saja.

‎‎"Apa kau sudah dekat dengannya dari kecil?" Tanya Axion kembali membuka pembicaraan.

‎‎"Siapa?" Bingung Clarissa.

‎‎"Robert." Jawabnya.

‎‎"Ku rasa ya, Karna sejak kecil dia tinggal di sekelilingku, Bahkan aku selalu berbagi apapun padanya."Ucap Clarissa, Ia hanya mengatakan apa yang ia tahu dari novel.

‎‎"Apakah kau menyukainya?" Tanya Axion serius, Ia takut Clarissa menyukai Robert, Melihat Clarissa yang menerima kue pemberian Robert dengan gampang.

‎‎"Dulu mungkin ya, Sekarang tidak." Ucap Clarissa dengan jujur.

‎‎"Kenapa?" Tanya Axion penasaran.

‎‎"Tidak tahu, Mungkin karna aku sudah menemukan seseorang yang lebih tampan darinya." Ucap Clarissa tak masuk akal.

‎‎"Siapa?" Tanya Axion, Siapa lagi orang yang masuk ke dalam hidup calon tunangannya ini.

‎‎"Orang yang sekarang berada di sampingku." Ucap Clarissa tersenyum, Axion terlihat kaget. Jantungnya terasa ingin melompat dari tempatnya.

‎‎"Aku harus memberikan kesan baik padanya, Jika tidak... dia bisa membunuhku kelak." Batin Clarissa.

‎"Kau...membuatku malu." Ucap Axion tersenyum tertahan, Pemuda itu bahkan menunduk malu sambil menahan senyumnya. Clarissa menatapnya dengan senang, Wah sangat lucu.Ucapnya dalam hati.

‎‎"Kalau kau, Apakah kau pernah menyukai seseorang?" Tanya Clarissa balik.

‎‎"Ku rasa tidak." Ucapnya tersenyum.

‎‎Entah mengapa, Clarissa merasa lega mendengarnya. Padahal dia sedang hanya sedang berakting menjadi Clarissa asli sekarang.

‎"Apakah aku datang di waktu Axion belum mencintai Nadia? Tetapi alur di novel itu mengatakan bahwa Axion sangat dekat dengan Nadia sejak kecil, Bahkan selalu memanjakan Nadia?" Batin Clarissa bingung.

‎‎"Kau bengong, Sebenarnya apa yang ada di pikiranmu ini." Axion mengusap rambut Clarissa dengan gemas, Gadis itu terlihat imut saat bengong dan berpikir.

‎‎"Tidak ada." Jawabnya cepat.

‎‎"Hmm...Ku dengar kau sekolah privat." Ucap Axion.

‎‎"Iya, Karna Daddy melarang aku sekolah di sekolah umum, Daddy lebih tenang saat aku sekolah privat." Ucap Clarissa tersenyum, Louis memang sangat memanjakan putrinya.

‎‎"Baiklah, Tapi jika aku mengajakmu untuk main ke sekolahku, Apakah kamu mau?" Tanya Axion.

‎"Tentu" Angguk Clarissa dengan tersenyum, Axion pun ikut tersenyum senang mendengarnya.

BUDIDAYAKAN LIKE DAN KOMEN YA

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Author hidup: Makasih kakak cantik
total 1 replies
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!