NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:281.5k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Hallo dek vs hallo setan

Dengan nafas memburunya, Ivy baru saja masuk melewati pintu timur aula kampus.

Di depan sana pemateri bersama jajaran panitia KKN, LPPM, DPKM, LP2M, dosen pembimbing lapangan dan kemitraan luar tentu saja dalam hal ini adalah pihak kementrian pemerintahan sedang memberikan pembekalan materi kkn.

Bangku yang tidak terisi penuh, hanya diduduki oleh para peserta KKN yang jumlahnya tak mencapai ratusan.

"Misi, misi, sorry..." ucap Ivy membelah jalanan dengan membungkuk.

Gege melambai ke arah Ivy menunjukan dimana tempat gerombolan tim-nya.

Sementara di tempat lain, ada hati---hati yang siap melepas kepergian para penjaga kedaulatan negri. Ada separuh nyawa yang dititipkan bersama orang terkasih di rumah.

Dadah ayang...

Pffttt!

Panji mendorong kepala Bara bersama tawa Kelana dan Ardena, seusai Bara melakukan vicall-nya dengan sang kekasih yang merupakan seorang mahasiswi semester 4 keperawatan.

"Ayang banget nih manggilnya, anj inggg..." umpat Bara.

"Gue kira panggilnya adek gitu, abang--adek, halo dek..." cibir Panji, senang sekali para perwira ini, meskipun berbeda letting, dimana Panji satu letting bersama Kelana, sementara Ardena satu letting dengan Bara. Panji dan Kelana bisa terbilang senior Dena dan Bara meskipun kini mereka berada di satu unit yang sama.

Bara tertawa dicibir begitu, "cewek gue ngga mau disebut pacarnya halo dek, bang."

"Iya lah, disebut hallo dek sama hallo setan." Umpat Kelana.

Lagi, mereka tertawa. Diantara mereka mungkin Bara yang baru memiliki kekasih, jadi....kaum minoritas lah yang kena bullyan, sementara kapten Samudra yang notabenenya sudah memiliki tunangan, mereka tak berani mencoleknya. Memang jomblo-jomblo kurang ajar.

"Ngga takut diselingkuhin Bar? Ati-ati...kalo bisa mah langsung hajarrr, kawin." Kelana, seolah ia sedang bercerita dirinya sendiri yang kini tengah ada di fase hubungan rumit, entahlah friendzone atau apa ia tak paham...yang jelas, hubungannya dan seseorang yang selama ini dianggap istimewa, teman SMA nya cukup rumit.

"Lagi curhat, bang?" Ardena bertanya yang langsung ditertawai yang lain termasuk Panji, "si alan. Jangan begitu lu, ngga tau dia...jelasin Lan, kalo di luar sana cewek lo banyak, sama nih kacang ijo!"

Dan hahaha kembali, jika mereka-mereka yang sudah berkeluarga akan memilih menghabiskan waktu perjalanan menuju tempat penugasan atau sebelumnya dengan berpelukan dengan orang terkasih atau menangisi setiap detik kebersamaan, maka para jomblo sejati ini ya menertawakan hidup masing-masing, dimana jiwa korsa benar-benar diilhami sampai ke tulang.

Hingga akhirnya kapal yang membawa satu peleton prajurit bersama unit Denarung 1 ini tiba di tempat penugasan, setelah sempat terombang-ambing di jalur laut, kini mereka sampai di dermaga lanal kota seribu sunset.

Derap langkah para perwira ini turun dengan ayunan seirama meski tak ada perintah khusus untuk baris berbaris, mereka telah berlabuh sambil menggendong ransel besar di punggung, untuk 3 bulan ke depan....mereka akan bersahabat dengan langit kota yang panasnya lebih menyengat ketimbang ibukota ini. Meski itu bukan hal yang baru untuk mereka.

Kapten Samudra, ia memimpin tim yang baru saja tiba langsung di hadapan pimpinan tertinggi lanal, "lapor ndan, satu peleton dengan jumlah personel 35 orang termasuk unit Denarung 1 telah tiba di lanal seribu sunset untuk bertugas, laporan selesai."

Dan secarik kertas tugas ia berikan pada pihak administrasi demi memberikan status mess nantinya.

"Laporan diterima, silahkan mengisi kamar mess yang tersedia."

Panji dan kawan-kawan berjalan ke arah markas pangkalan untuk mengistirahatkan sejenak raga untuk kemudian nantinya beraktivitas.

Sejumlah agenda telah disusun rapi-rapi, mulai dari patroli perbatasan, sampai melakukan latihan gabungan, terlebih beberapa kasus X yang rupanya masih menjadi rumor dan tentu saja kedatangan Denarung I kesini bukan tanpa sebab.

"Kapt,"

"Siap, Ndan..."

"Saya dapat kabar dari bapak bupati yang mendapatkan mandat langsung dari kementrian, jika minggu besok kabupaten kami akan kedatangan langsung mahasiswa KKN lintas provinsi yang langsung di bawah komando pemerintahan. Jadi mungkin nanti tolong ikut dibantu untuk satu dua personel Denarung I sendiri."

"Siap Ndan!"

Dena dan Bara langsung berebut berlari ketika menemukan gawang pintu mess, seperti anak kecil yang berebut mainan. Selalu, jika penugasan sementara begini, kedua orang ini yang akan berebut posisi kamar meski kemudian nanti yang akan mendapatkan posisi enak tetap kapten Samudra, Panji dan Kelana.

"Noh, noh...abis ini gue tendang pan tat Lo berdua." Ujar Panji bersiap dengan kaki yang diangkat berbalut sepatu deltanya.

"Kapasitas 5 orang, ngab...gue pengen yang paling pertama. Biar abis nugas bisa langsung lompat ke kamar!" Kelana sudah berteriak.

"Gue depan Lana."

"Ah ngapain juga rebutan, wong udah jelas Lo sama gue sisaan, Bar..."

Kapten Samudra menyunggingkan senyumnya sebelah, "ya udah gue paling pojok ngga apa-apa."

"Hompimpa biar adil kali ini, kapt..." pinta Bara.

"Yok hompimpa..."

"Kaya bocah, lur..." Sementara ketiganya mulai hompimpa, Panji justru sudah berlari duluan memilih kamarnya.

"Heh kamprettt! Si alan Nji!"

"Woyy bang! Saravvv..."

/

Ivy langsung menghempas badannya di kasur, bayangan letak geografis belahan bumi bernama kota seribu sunset, kondisi iklim dan cuaca yang katanya matahari disana berusaha memanggang manusia hidup-hidup seketika membuat dirinya merengut, ia bahkan sudah---

Aaaaaaa! Jeritnya tertahan di bantal. Tapi jika ia mengundurkan dirinya dari program KKN tahun ini, kapan ia bisa lulus? wisuda mencari uang sendiri tak bergantung lagi pada keluarganya, ditambah....ia ingin hidup sendiri, menyewa apartemen, tak ada siapapun yang berani mengusik apa maunya. Setidaknya begitu rencananya kali ini, sah-sah saja kan jika seorang guru itu model juga? Papa tak akan cerewet lagi melarang-larang, atau mencampuri urusan hobby dan impiannya.

Dengan hati yang ia lapangan seluas tanah wakaf presiden, Ivy mulai memasuk-masukan barang miliknya demi mencicil persiapan menuju hari kepergiaannya menuju kota seribu sunset.

Terlebih, "harus banyakin sunscreen, topi, kipas mana kipas...."

KKN 78

(Gege) guys, coba list dong...barang bawaan kalian, gue mendadak blank mesti bawa apa aja ke tempat KKN.🥺

(Bumi) Cang coett Ge, yang banyak.

(Raudhah) vitamin, obat-obatan, Ge.

(Pravita) Sunscreen, kacamata, topi, pakaian tipis, kaos, payung, pashmina, pelembab, kipas, blower, AC.

(Made)😆😆😆

(Gege) 2in Vy, sumpah 😭😭balik-balik gue jadi ikan asin.

(Pravita) 😓😭😭

(Prakarsa) 😅

(Nanda) anggap aja simulasi padang Mahsyar.

(Pravita) gue comot juga mulut Lo ya Nan....ngga ada berkabung-berkabungnya.

(Nanda) lah, Lo berdua aja yang berlebihan. Dibawa happy aja kenapa sih...

(Tami) harap bertenang girls, ambil sisi positifnya, pulang dari sana, Lo bakal jadi Panji petualang, siapa tau kan pulang nanti oleh-olehnya komodo? Iya kan? Soalnya menurut penuturan orang-orang di feedback google, komodo itu kadang suka masuk ke pemukiman.

(Pravita) 😭😭😭😭🚣🚣

(Gabriel) alamat bakal ngerepotin nih duo manjalita. Semangat dong girls, KKN nih...

(Imel) semangat 💃💃

.

.

.

1
Visencia Alingga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Visencia Alingga
ngebayanginnya aja jd mupeng gw, apalg kalo bisa liat beneran ❤❤❤❤
Visencia Alingga
orang2 ibukota????? mksdnya anggota DPR??mentri?? cung yg bisa sebutin....
setau gw dr dl smp skrg sebagian besar dr mreka justru biangnya, biang penyengsara rakyat, krn mreka ga prnah mikir berapa banyak masyarakt indo yg hancur n mati sia2 krn nafsu serakah mreka
Visencia Alingga
kembali lg pd pemerintah, pd mreka yg berkuasa di sana. contohnya film pesta babi. walaupun cerita ini fiksi tp pd prakteknya hal seperti nyata ada di negara kita 👍👍👍👍
Visencia Alingga
saking kayanya smp dirampok habis2an. bahkan yg di posisi atas pun hampir semua menutup mata n hati nurani mereka.
lestari saja💕
kadang jadi pandjie tuh ga gampang,satu sisi sesma warga tpi kok ya warganya bndel😅😅
lestari saja💕
ada yg bawa senjata api😯😯😯
lestari saja💕
😔😔😔😔😔😔
lestari saja💕
tangkapan banyak nih
lestari saja💕
semoga ga ada pengkhianat kayak kapten arjuna dulu...
lestari saja💕
emang maling tuh 11 12 ma dedemit,keluarnya malam😂😂😂😂
lestari saja💕
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lestari saja💕
om njie...lapar bgt yaaa....ndungo klo mau makan
lestari saja💕
terhalang sinyal nih....
lestari saja💕
jadi ingat kelakuan mak fara yg maem ransum bis diculik ditengah hutan🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
nah nah kalau Hanoman dah mulai keluar bahaya
Shee_👚
duh apa ini pasir² yang ada di ibu kota jug hasil legal atau ilegal??

sekarang di kota bangun rumah pasirnya warna putih, beda banget sama jaman dulu pasir itu warna hitam karena ambil dari sungai. beda sama sekarang pasir putih karena dari laut
Shee_👚
panji yang lagi mau ngegerebek ko aku yang jedag jedug🤭
Shee_👚
gak tau harus percaya atau malah sojojon sama kapt samudra
Shee_👚
Bismillah kagak nji🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!