NovelToon NovelToon
Bai Anshu STORY.

Bai Anshu STORY.

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Menemukan batu bintang, tersambar petir lalu koma tiga hari. Setelah bangun semua berubah, rumah jerami reot perlahan menjadi mewah dan nyaman. Bubur sayuran liar hilang dari meja makan, berganti dengan nasi dan gandum wangi.
Setiap hari akan ada ikan, daging, telur, yang kesemuanya cuma dapat mereka makan setahun sekali.

Bagaimana bisa perubahan itu terjadi pada keluarga miskin tanpa bakat dan kemampuan..?

Apa sebenarnya yang dialami gadis itu saat koma tiga hari..?

Batu bintang, benda apa dan darimana asalnya itu...?

Ikuti perjalanannya dan dapatkan jawabannya di Bai Anshu Story.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

Bai Anshu berdiri bingung, menelisik lingkungan sekitar yang terlihat asing. Orang-orang berbusana berbeda, rambut disanggul serta dikepang dua.

Mereka berlalu lalang dengan beragam aktifitas, melewatinya tanpa menoleh, seolah ia tak pernah ada ditempat itu.

"Ini dimana...?"

Rumah beratap rumbia, berdinding kayu atau anyaman bambu. Ciri fisik orang-orangnya berkulit kuning langsat, iris mata hitam legam atau cokelat bening.

Bahasa mereka berbeda, begitu pun dengan tanaman yang tumbuh disekitar, iklim, kondisi jalanan, makanan, lingkungan pasar dan adat istiadatnya.

"Paman, bibi...!" seru Bai Anshu, menghadang setiap insan yang lurus berjalan menembus raganya.

Kornea Bai Anshu membeliak lebar, dengan mulut menganga kaget.

"Ini, apa aku sudah mati..?" ucap tergagap Bai Anshu, melihat tangannya sedih.

Utuh, jelas, diselimuti sinar terang keemasan lalu berubah putih.

"Kau sedang berada di Indonesia, abad pertama dimana kehidupan manusia dimulai."

Suara menggema jelas diudara, mengendap digendang telinga.

"Siapa kau...?" tanya Bai Anshu, memutar badan, merotasi sekeliling.

"Aku ada dipikiranmu, menyatu dengan jiwamu."

Bibir Bai Anshu terlipat tak mengerti "maksudmu..?"

"Aku pecahan jiwa Dewa pengetahuan yang menghuni batu bintang lima warna. Mulai hari ini kau adalah tuanku yang baru."

"Dewa pengetahuan..? namamu...?"

"Tidak ada. Jika kau berkenan, berikan aku nama."

Alis Bai Anshu menukik tajam "apa aku sudah mati..?"

"Belum, kau hanya tertidur untuk menerima semua berkah surgawi yang tersegel dibatu bintang lima warna."

"Jadi-----

"Ya, batu itu artefak surgawi, dan kau manusia ketiga yang terpilih setelah dua pendahulumu meninggal."

"Lalu ini apa..?" tunjuk Bai Anshu kesekitar.

"Berikan aku nama, nanti akan aku jelaskan."

Dahi Bai Anshu mengernyit, alis runcingnya merajut kasar.

"Xingxing...!"

"Lumayan, aku menyukainya."

Xingxing menjelaskan situasi disekitar, lalu berkah apa yang akan diterima oleh Bai Anshu dari dirinya.

"Jadi aku berhak mendapatkan semua ilmu dari seluruh dunia sejak awal kehidupan dimulai hingga nanti kiamat tiba..?"

"Benar..! jadi bersiaplah, kita mulai dari Indonesia."

Bak film dokumenter petualangan, didepan Bai Anshu kilasan aktifitas muncul silih berganti. Semuanya terpatri rapi di pengelihatan, menyatu dalam pikiran, hati, nadi, darah, tulang dan jiwanya.

Dimulai dengan bahasa, aksara dan angka, memasak aneka makanan khas, pengobatan, beladiri, pengenalan beragam tanaman, hingga adat istiadat. Semua tergores dibenak Bai Anshu.

"Kita kenegara Thailand...!"

"Ini Jepang...!"

Satu per satu, negara Asia Bai Anshu datangi.

Dari kesemuanya bukan cuma pengetahuan yang Bai Anshu dapat. Skil penguasaan secara langsung ia praktekkan.

Terakhir penjelajahan Benua Asia adalah negeri Tiongkok, asal leluhur Bai Anshu.

"Woah, jadi sepuluh ribu tahun lagi kehidupan negeri Huancu akan seperti ini..?" tanya takjub Bai Anshu kala dibawa keabad dua puluh lima.

"Ya, kau benar...!"

Di dalam sebuah ruang dimensi, Bai Anshu belajar memasak, meracik obat, memeriksa pasien, berlatih beladiri, menyulam, menenun, membaca, menulis, dan lain sebagainya hingga ia benar-benar fasih dan ahli.

"Kita akan kebenua Eropa...!"

Dimulai dari Negara Inggris, lalu kenegara lainnya, Xingxing membawa tuannya yang baru berkelana.

"Ah, mereka cantik-cantik sekali." takjub Bai Anshu terpesona, melihat para wanita berambut blonde dengan iris netra biru dan abu-abu.

Setiap detik, otak dan raga Bai Anshu ditempa guna menyerap semua ilmu yang ada didunia dimulai dari sebelum, sesudah dan semasa gadis remaja itu hidup.

"Ini apa namanya...?"

"Mobil...!"

"Itu apa...?"

"Kereta api..!"

"Wah, makananya lezat sekali."

"Pakaiannya sangat indah..!"

"Itu parfum..!"

"Sabun..!"

"Yang ini emas, berlian...!"

Tanya jawab Bai Anshu dan Xingxing, setiap kali menemukan hal-hal baru yang membuat gadis remaja itu terpukau.

"Ingat, etiket tata krama setiap negara itu berbeda, jadi kau harus bisa menempatkan dirimu."

"Baik...!" jawab riang bersemangat Bai Anshu.

"Sekarang kita keBenua Amerika...!"

"Ini Benua Afrika..!"

"Ini kutub utara...!"

Penjelajahan terus berlanjut, mengabaikan dunia luar yang masih bersedih karena Bai Anshu belum jua membuka mata.

"Xingxing, apa aku boleh menggunakan semua keahlian ini untuk mencari uang..?"

"Tentu saja boleh..! selain itu kau berkewajiban membantu orang-orang disekitarmu. Manfaatkan semua yang kau dapat untuk kebajikan."

Bai Anshu melonjak kegirangan, mengukir sumpah didalam hati kalau ia akan memanfaatkan semua berkah ini sebaik mungkin.

"Ceritakan padaku tentang dua orang yang sebelumnya mendapatkan anugrah ini."

"Setiap seribu tahun sekali, akan ada satu orang dengan garis darah murni Dewa surgawi yang dipilih untuk menjadi tuanku. Yang pertama seorang pemuda dari benua Eropa, anak petani miskin berhati bersih."

"Benua Eropa..?"

"Ya, pemuda itu bernama Syam. Dia mampu menciptakan perubahan bagi negerinya dengan banyak penemuan yang semua berasal dari ilmu warisanku. Sayangnya Syam hanya mampu bertahan hidup sampai diusia tujuh puluh sembilan tahun."

"Seribu tahun kemudian, yang terpilih menjadi tuanku adalah gadis kecil berusia lima tahun dari benua Asia. Dia seorang putri dari kerajaan besar. Karena bakatnya ia mampu menciptakan perdamaian dunia, dan membawa kesejahteraan rakyat diseluruh negeri."

"Siapa namanya...?"

"Raden Ajeng Pramesti Wening."

"Nama yang cantik.!"

"Hem, sesuai dengan wajah dan kepribadiannya yang lemah lembut. Diusia seratus tahun Putri Pramesti wafat. Aku pun kembali kesurga dan kemudian dilempar kehutan Huanshan untuk menunggumu."

"Jadi, aku adalah keturunan murni Dewa surgawi..?"

"Semua manusia yang hidup didunia adalah keturunan Dewa surgawi, tapi kau dipilih berdasarkan hari lahir dan siapa leluhurmu."

"Memang siapa leluhurku..?"

"Ratu surgawi, istri sah Dewa tertinggi."

"Ah, begitu rupanya..?" Bai Anshu manggut-manggut tanda mengerti.

Xingxing kemudian membawa jiwa Bai Anshu ketelaga suci yang airnya memiliki seribu khasiat.

"Bagaimana caranya aku mengeluarkan air suci..? kalau datang ketempat ini saja tidak bisa."

"Cukup dengan untaian batu bintang lima warna yang kau lilitkan ke jari telunjukmu, lalu acungkan pada media yang ingin kau gunakan untuk menampung air suci."

Bai Anshu menganggukkan kepala berulang kali.

"Xingxing, apa aku tidak bisa melihat wujudmu..?"

"Tidak..!"

"Lalu, kalau aku ingin berbicara denganmu bagaimana..?"

"Kita akan berkomunikasi lewat pikiran, dalam hati."

Bai Anshu meraup air suci lalu meneguknya.

"Ah, segar sekali, manis..!"

Xingxing menjabarkan manfaat air suci itu.

"Batu bintang lima warna telah menyatu dalam nadimu, tepatnya tersimpan dipergelangan tanganmu, dan cuma kau yang bisa melihatnya."

"Baik...!"

"Air biasa dari dunia luar juga bisa kau ubah menjadi air suci dengan merendam batu bintang lima warna kedalamnya selama beberapa menit."

"Wow, itu keren sekali...!"

"Sudah tiga tahun, waktunya kau kembali."

"Apa, tiga tahun..?" pekik Bai Anshu, melompat berdiri dari batu yang ia duduki.

"Tenang saja, di duniamu kau hanya tertidur tiga hari."

Nafas kelegaan Bai Anshu hempaskan.

"Kekuatan kayumu akan semakin kuat jika kau terus berlatih dengan menyerap energi tanaman disekitarmu. Jadi sering-sering lah pergi kehutan."

"Baik...!"

1
Anna Setyo
up yg banyak thor biar puas bacanya
SENJA
mantabs lah nambah pekerja terus 👌
Erna Fkpg
tetap semangat thor dan terimakasih untuk upnya 😘😘😘
Datu Zahra
tumben banyak typo thor...?
Delia ATA: Sudah direvisi ya kak 🫰

Terimakasih sudah mengoreksinya.
total 1 replies
Datu Zahra
Aku juga beruntung karena dapat bacaan keren dan seru lagi 🤩
Erna Fkpg
keberuntungan keluarga bai dan Chen dan seluruh desa
Dewisiregar
up thor yang banyak, tambah seru ceritanya💪🙏👍
Maria Lina
kok 2 thor kmrin 3 bab kurang ni
vipp
semangat thor
Rai Gojess
lagi thor, kenapa ceritamu ini best sekali, koin ku sdh habis, belum top up..tunggu ya aku top up
SENJA
mantabs maju terus bisnis sabun 👌
Datu Zahra
Kurang kak 🤪
SENJA
buseh bisnis baru lagi
Datu Zahra
Selama ada air suci, apa pun paati menghasilkan banyak dan enak
Datu Zahra
Murong Canfeng jpdohnya Anshu kek'y 🤭
SENJA
songong sih lu padab🤣
Fauziah Daud
trusemangattt... seru
Chen Nadari
mantulll Thorr
Dewiendahsetiowati
kayak dikit deh authornya nulis,apa ceritanya bagus jadi gak sadar sudah habis bacanya😭😭
SENJA
bagus jangan kasih kendor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!