Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.
Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.
Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Matahari mulai terbit di ufuk timur.
Sinar keemasan perlahan menyelimuti Kota Qinghe. Meski tampak damai, seluruh kota berada dalam penjagaan ketat. Para murid dari puluhan perguruan telah disebar ke setiap gerbang dan jalan utama.
Di aula utama Kediaman Shen...
Han Tian sedang menerima laporan.
"Wilayah timur dan Wilayah barat aman. Tidak ada pergerakan mencurigakan di selatan."
Yan Luo kemudian melangkah maju.
"Namun pengintai kita menemukan jejak lima orang yang bergerak sangat cepat menuju kota. Jejak itu tiba-tiba menghilang sekitar lima puluh kilometer dari sini."
Han Tian mengangguk.
"Mereka sengaja menghapus jejak."
Shen Yu yang duduk di samping Lin Xue ikut mendengarkan tanpa menyela. Tiba-tiba...
Seorang penjaga berlari masuk.
"Laporan!"
Semua orang menoleh.
"Di luar gerbang utama ada seorang pria yang ingin bertemu Nyonya Lin."
Han Tian langsung mengernyit.
"Siapa namanya?"
"Dia hanya menunjukkan sebuah lencana."
Penjaga itu menyerahkan lencana giok berukir burung phoenix yang melingkari pedang hitam.
Begitu melihatnya...
Tatapan Lin Xue berubah.
"Bawa dia masuk."
Han Tian sedikit terkejut.
"Nyonya mengenalnya?"
Lin Xue mengangguk pelan.
"Ya. Kalau dia datang berarti keadaan benar-benar serius."
Tak lama kemudian...
Seorang pria berjubah abu-abu memasuki aula. Usianya sekitar tiga puluh tahun. Di punggungnya tergantung pedang panjang berwarna hitam.
Langkahnya tenang. Namun setiap langkah memancarkan wibawa seorang ahli sejati. Begitu memasuki aula...
Ia langsung membungkukkan badan kepada Lin Xue.
"Salam kepada Pendiri Aliansi."
Lin Xue mengangguk.
"Sudah lama tidak bertemu, Qin Feng."
Mendengar nama itu...
Beberapa pemimpin perguruan saling berpandangan.
Nama Qin Feng pernah mereka dengar. Pendekar nomor satu Penjaga Langit.
Qin Feng mengangkat kepalanya.
"Ketua kami mengirim salam. Beliau juga memintaku menyerahkan surat ini."
Ia mengeluarkan gulungan bambu dan menyerahkannya kepada Lin Xue.
Lin Xue membuka gulungan itu. Semakin lama membaca ekspresinya semakin serius.
Shen Yu bertanya,
"Nenek, ada apa?"
Lin Xue menutup surat itu.
"Ketua Penjaga Langit memastikan bahwa Kunci Langit memang telah muncul."
Mei Lihua yang berada di aula langsung menggenggam tangannya erat.
Shen Yu bertanya lagi.
"Lalu?"
Lin Xue memandang semua orang.
"Mulai saat ini, bukan hanya Kuil Kegelapan yang akan mencari Kunci Langit. Seluruh kekuatan kuno yang telah menghilang selama ratusan tahun akan mulai bermunculan."
Suasana aula langsung menjadi sunyi.
Han Tian menghela napas.
"Berarti musuh kita akan semakin banyak."
Qin Feng akhirnya berbicara.
"Bukan hanya itu."
Ia mengeluarkan sebuah peta kuno. Di atas peta terdapat tujuh titik yang diberi tanda merah.
"Kunci Langit bukanlah satu benda utuh. Ia terbagi menjadi tujuh bagian."
Kalimat itu membuat Shen Yu sedikit terkejut.
"Tujuh bagian?"
Qin Feng mengangguk.
"Selama ini Keluarga Mei menjaga salah satunya. Enam bagian lainnya telah hilang selama berabad-abad."
Mei Lihua menatap peta itu dengan bingung.
"Ayah tidak pernah memberitahuku tentang ini."
Qin Feng menjawab tenang.
"Karena hanya para tetua keluarga yang mengetahui rahasia tersebut."
Lin Xue menatap tujuh tanda merah itu.
"Kalau begitu Kaisar Dewa Kegelapan pasti sedang mencari enam bagian lainnya."
Qin Feng mengangguk.
"Dan kita harus menemukannya lebih dulu."
Belum sempat mereka melanjutkan pembicaraan...
BOOM!!
Ledakan keras mengguncang seluruh Kediaman Shen. Getaran itu bahkan membuat cangkir-cangkir teh di atas meja pecah berkeping-keping. Seorang murid berlari masuk dengan wajah pucat.
"Lapor! Gerbang utara diserang!"
Han Tian langsung berdiri.
"Ha siapa yang menyerang?"
Murid itu menelan ludah.
"Hanya... satu orang."
"Apa? Hanya satu?"
Seluruh orang dikediaman terkejut
"Tetapi dia mengalahkan lebih dari tiga puluh murid hanya dengan satu serangan."
Suasana aula langsung berubah tegang. Shen Yu perlahan berdiri. Senyum tipis kembali muncul di wajahnya.
"Nampaknya tamu pertama kita akhirnya datang."
Di luar gerbang Kediaman Shen...
Seorang pria berjubah hitam berdiri sendirian dengan kedua tangan di belakang punggung. Di sekelilingnya...
Puluhan murid perguruan telah tumbang. Namun pria itu bahkan belum mencabut senjatanya. Ia memandang ke arah aula utama dan berkata dengan tenang,
"Aku datang mewakili Lima Raja Kegelapan. Serahkan gadis dari Keluarga Mei. Aku akan mengampuni seluruh kota ini."
Suasana mendadak membeku. Pertemuan pertama antara Keluarga Shen dan Kuil Kegelapan akhirnya dimulai.