NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Suara sirine peringatan yang memekakkan telinga terus meraung-raung di seluruh area halaman markas utama Serikat Bayangan.

Ngiung ngiung.

Pria botak bertubuh raksasa itu mengayunkan golok besarnya ke udara dengan sangat beringas.

"Habisi bocah kurir sialan itu sampai tidak tersisa satu bagian tubuh pun."

Teriak pemimpin pasukan elit tersebut memberi komando kepada puluhan anak buahnya.

Waaaa.

Puluhan pria berpakaian serba hitam itu langsung menyerbu ke depan secara serentak.

Deni sama sekali tidak menunjukkan rasa takut dan justru menyunggingkan senyuman lebar.

"Wah, semangat kerja kalian patut diacungi jempol, sayang pelayanannya kurang ramah."

Ucap Deni menyambut gelombang serangan pertama dengan melompat ringan ke depan.

Syuut.

Sabetan golok tajam mengarah tepat ke leher Deni, namun tubuhnya meliuk licin menghindari tebasan tersebut.

Deni langsung melayangkan tendangan kilat telak ke arah dada penyerang di sebelah kirinya.

Bum.

Pria itu terpental jauh ke belakang menabrak dinding kontainer besi hingga penyok.

Klang.

Tiga orang lainnya langsung mengepung dari berbagai arah dan melancarkan tusukan belati beruntun.

Sring sring sring.

Deni bergerak lincah menepis setiap tikaman menggunakan punggung telapak tangannya yang dialiri tenaga dalam.

"Giliran kalian merasakan pijatan maut dari kurir bintang lima."

Deni merangsek masuk ke dalam pertahanan musuh dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap mata biasa.

Duk duk tak.

Suara hantaman tinju dan tendangan bergema nyaring berpadu dengan jerih payah para pasukan elit yang mulai kewalahan.

Tulang-tulang persendian mereka dilumpuhkan satu per satu oleh Deni dengan presisi yang sangat mengerikan.

Krak krak.

"A-apa yang terjadi, kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan sama sekali."

Teriak salah satu anggota elit yang terkapar di tanah dengan lutut hancur.

Meskipun mereka kebal terhadap rasa sakit, otot yang tulangnya patah tetap tidak akan bisa berfungsi normal.

Satu per satu dari mereka berjatuhan menumpuk ke atas aspal halaman hanya dalam hitungan menit.

Bruk bruk bruk.

Pria botak pemimpin pasukan itu membelalakkan matanya melihat puluhan anak buahnya takluk dengan begitu mudah.

"B-bagaimana mungkin, kami adalah pasukan elit yang paling ditakuti di dunia bawah tanah."

Gagap pria botak itu dengan tangan yang mulai gemetar hebat memegang gagang goloknya.

Deni berjalan santai melewati tumpukan tubuh lawan sambil menepuk-nepuk debu di bahunya.

Plok plok.

"Latihan baris-berbaris kalian kurang lama paman, makanya gampang sekali tumbangnya."

Ejek Deni berhenti tepat dua meter di depan sang pemimpin pasukan botak tersebut.

Pria botak itu meraung marah karena merasa sangat dihina oleh anak ingusan.

"Mati kau anak keparat, akan kucincang dagingmu jadi makanan anjing."

Dia berlari kencang dan menghantamkan tubuhnya sendiri sambil mengayunkan golok ke arah Deni.

Wush.

Deni hanya menunggu sesaat sebelum melompat kecil dan mendaratkan hantaman sikut telak ke punggung pria besar itu.

Duk.

Tubuh raksasa pria botak itu ambruk mencium tanah dengan kepala berbenturan lebih dulu.

Bum.

Pemimpin pasukan elit itu langsung pingsan tak sadarkan diri di bawah kaki Deni.

Suasana halaman mendadak menjadi sangat sunyi senyap selain suara nafas tersengal dari orang-orang yang terkapar.

Ting.

[Sistem Raja Kurir Menyelesaikan Misi Pembersihan Halaman Markas Utama]

[Tiga Puluh Poin Ulasan Bintang Lima Berhasil Ditambahkan ke Akun Tuan]

[Progres Tuan Meningkat Menjadi Tujuh Puluh Satu dari Seribu Ulasan Bintang Lima]

Mata Deni berbinar terang melihat total poin ulasannya yang melonjak naik secara drastis di layar transparan.

"Target seribu ulasan terasa semakin dekat saja, sistemku memang bos yang paling top."

Batin Deni bersorak senang sambil melangkah mendekati pintu utama gedung ekspedisi tersebut.

Tiba-tiba pintu kaca otomatis di lantai dasar gedung itu terbuka lebar dari dalam dengan sendirinya.

Kriet.

Cahaya lampu ruangan lobi yang sangat terang menyilaukan mata Deni selama beberapa detik.

Dari balik pintu yang terbuka, muncul seorang pria paruh baya mengenakan setelan jas abu-abu tua yang terlihat sangat mahal.

Pria itu memiliki tatapan mata setajam elang dan memegang sebatang tongkat kayu hitam berukir naga.

"Kau memiliki kepandaian bela diri yang lumayan anak muda, pantas saja kau sangat sombong."

Suara pria paruh baya itu terdengar sangat tenang namun menggema kuat di seluruh halaman.

Deni menyipitkan matanya menatap pria paruh baya yang berdiri tegak memancarkan aura membunuh yang kental itu.

"Wah, akhirnya bos besar yang suka main

sulap ini keluar juga dari sarang nyamuknya."

Sapa Deni tanpa menunjukkan rasa hormat atau takut sedikit pun.

"Perkenalkan, aku adalah Ketua Besar dari serikat ini, dan kau sudah berani mengacau di wilayahku."

Ucap pria itu sambil menghentakkan ujung tongkat naganya ke lantai keramik teras.

Krak.

Retakan kecil yang memanjang langsung muncul di lantai keramik hanya karena satu hentakan pelan tersebut.

"Hehe, ubinnya rusak lho paman, nanti biaya perbaikannya dipotong dari gajimu ya."

Canda Deni yang pura-pura terkejut melihat lantai yang hancur itu.

Ketua Besar menyipitkan matanya, merasa kesal karena intimidasi tenaga dalamnya sama sekali tidak dihiraukan.

"Leluconmu tidak akan bisa menyelamatkan nyawa majikan perempuanmu itu malam ini."

Ancam Ketua Besar dengan nada suara yang perlahan berubah menjadi sangat dingin.

Mendengar nama Clara disinggung, senyuman konyol di wajah Deni seketika lenyap tak berbekas.

"Apa maksud paman membawa-bawa nama Nona bosku dalam urusan kita ini."

Tanya Deni dengan sorot mata yang mendadak berubah menjadi jauh lebih tajam dari sebelumnya.

"Kau pikir aku bodoh membiarkanmu menyerang markasku tanpa mengirimkan hadiah balasan ke rumahnya."

Jawab Ketua Besar dengan senyuman licik yang sangat menyebalkan.

"Pasukan yang kau hadapi di rumahnya tadi hanyalah umpan, pembunuh asliku pasti sudah memenggal kepalanya sekarang."

Aura membunuh yang luar biasa pekat tiba-tiba meledak keluar dari tubuh Deni dalam sekejap mata.

Wush.

Angin di sekitar halaman itu seketika berhembus sangat kencang merespons amarah sang kurir pelindung yang kini benar-benar terpancing.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!