NovelToon NovelToon
Sistem 2bit: Dari Sampah Jadi Dewa

Sistem 2bit: Dari Sampah Jadi Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Sistem / Harem / Komedi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

Raka Pratama pernah menjadi kebanggaan keluarganya.

Bakat luar biasa. Masa depan cerah. Tunangan idaman.

Sampai sebuah misi menghancurkan meridiannya.

Kultivasinya mandek. Pertunangannya dibatalkan. Keluarganya membuangnya ke gubuk tua di pinggir desa.

Saat semua orang menganggap hidupnya telah berakhir, sebuah warisan kuno terbangun.

Sistem 2Bit.

Sistem murahan yang mengaku dirinya kelas dua.

Tapi bagi yang sudah kehilangan segalanya, kesempatan sekecil apa pun sudah cukup.

Mereka mengira kisah Raka telah berakhir.

Padahal baru dimulai.


━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

Genre:
#Cultivation
#System
#Action
#Fantasy
#Harem
#Revenge
#Survival
#Hambalangverse.


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Hutan gelap. Kanopi pohon rapat menutupi matahari. Udara lembab, bau anyir tanah basah dan lumut busuk.

Raka berjalan pelan. Setiap langkah hati-hati.

[!] Deteksi energi. Radius 100 meter: beberapa makhluk. Satu besar. Setara Tahap 4.

"Kalau ketemu, aku mati?"

[!] Kemungkinan besar. Host Tahap 3. Sulit lawan satu level di atas.

"Berarti hindari."

[!] Tepat.

Dua puluh menit kemudian, dia menemukan sungai kecil. Air jernih. Di tepinya, tanaman berdaun keperakan dengan duri emas.

"Akar Berduri Emas. Delapan batang."

Belum sempat bergerak, lolongan dalam menggema dari kiri.

Dari balik semak, muncul Serigala Hitam. Tubuh sebesar sapi, mata merah menyala, taring panjang mengkilat.

Jari Raka mengepal. Otot betisnya menegang siap lari.

[!] Serigala Hitam. Tahap 4. Keunggulan: kecepatan. Kelemahan: perut bawah.

"Kabur?"

[!] Tidak. Berdiri diam. Tunjukkan tidak takut. Predator ragu jika mangsa tidak gentar.

Raka berhenti. Berdiri tegak. Menatap mata merah itu. Napasnya ditahan.

Detik berlalu. Sepuluh. Dua puluh. Keringat dingin mengalir di punggungnya.

Serigala itu menggeram, tapi tidak maju. Matanya menyipit, menilai.

[!] Dia ragu. Mundur perlahan. Jangan lari.

Raka mundur. Satu langkah. Dua. Tiga.

Serigala itu masih diam.

Empat. Lima.

Serigala itu menggeram sekali, lalu berbalik pergi ke dalam hutan.

Raka menghela napas. Dadanya sesak. Kakinya gemetar halus.

[!] Berhasil.

Raka mencabut akar-akar itu. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan.

[!] Misi hanya butuh lima.

"Buat stok."

[!] Dicatat.

Raka memasukkan akar ke kantong kain. Tangannya kotor lumpur.

[!] Ada yang bergerak. 80 meter barat. Satu makhluk. Energi kecil. Terluka.

"Manusia?"

[!] Kemungkinan besar.

Raka ragu. Tapi kakinya bergerak sendiri.

Dia berjalan ke barat. Perlahan. Menghindari ranting kering.

[!] 50 meter... 30 meter... 10 meter.

Di balik semak berduri, seorang gadis terbaring. Pakaian robek, luka di sekujur tubuh, wajah pucat seperti kertas. Tangan kanannya menggenggam pedang pendek yang patah.

Raka membungkuk, cek denyut nadinya. Masih ada. Lemah.

[!] Scan: Laras. 16 tahun. Tahap 2. Status kritis. Kehilangan banyak darah.

Raka melihat sekeliling. Tidak ada jejak kaki lain. Hanya jejak serigala yang menghilang.

[!] Detak jantung Host meningkat 12%.

Raka tidak menjawab. Dia menggigit satu Akar Berduri Emas, mengunyahnya sampai jadi bubur hijau pahit, lalu menempelkan hasil kunyahan ke luka terdalam di lengan gadis itu.

[!] Cara tidak lazim. Efektivitas tidak terjamin.

"Yang penting manjur."

Dia merobek ujung bajunya sendiri—kain abu-abu murah—membalut luka di lengan, paha, perut gadis itu. Simpulnya kasar. Cepat.

[!] Host bisa tinggalkan sekarang.

"Lalu dia mati dimakan serigala?"

[!] Bukan tanggung jawab Host.

Raka diam. Menatap langit yang nyaris tak terlihat lewat celah daun.

"Aku tahu itu bukan tanggung jawabku. Tapi di kehidupan sebelumnya, aku selalu jadi orang yang menurut. Baik. Patuh."

"Lalu?"

"Hasilnya? Aku dikhianati. Dijebak. Dibuang. Menjadi sampah."

"Lalu kenapa tolong dia? Bukankah Host muak jadi orang baik?"

Raka tersenyum tipis. Senyum yang tidak sampai ke mata. "Karena aku juga muak jadi orang jahat."

Sistem diam.

Setengah jam kemudian, gadis itu mengerang. Suaranya parau.

Raka menoleh. "Hei. Sadar?"

Matanya terbuka. Samar, lalu fokus. Tatapannya tajam, waspada. Bukan lega.

"Kamu... siapa?" suaranya serak, tangan kanannya refleks meraih pedang patah di sampingnya.

"Raka. Raka Pratama."

Laras tidak melepaskan gagang pedangnya. Matanya menyusuri wajah Raka, mencari tanda bahaya. "Kenapa kamu di sini?"

"Ambil tanaman. Ketemu kamu."

"Kamu... ambil sesuatu dariku?"

"Tidak."

Laras menelan ludah. Wajahnya meringis saat mencoba duduk. "Aku... diserang monster. Anak buahku... semua kabur."

"Pengawal?"

"Iya." Laras akhirnya melepaskan pegangan pada pedangnya. Tubuhnya lemas kembali. "Aku anak kepala desa. Tapi... sekarang tidak penting."

Raka menggeleng. "Kamu belum selamat. Kita masih di tengah hutan. Monster berkeliaran. Kamu tidak bisa jalan."

"Jadi... kita mati di sini?"

"Tidak."

Raka berdiri, membungkuk, lalu mengangkat tubuh Laras. Ringan. Terlalu ringan untuk usianya.

"Kamu mau..."

"Aku bawa kamu keluar."

"Tapi berat....."

"Aku kuat."

[!] Alasan logis.

Laras menatap Raka heran. "Kamu... bicara sama siapa?"

"Tidak ada."

"Tadi kedengaran seperti....."

"Hayalan. Luka parah. Ayo."

Raka melangkah, membawa Laras di punggungnya.

Laras diam. Wajahnya bersembunyi di punggung Raka. Napasnya hangat menembus kain baju. Tubuhnya kaku, belum sepenuhnya percaya.

Matahari mulai terbenam. Hutan semakin gelap. Bayangan pohon memanjang.

"Aku antar kamu ke desamu. Lalu cari keluargamu."

"Keluargaku..."

"Apa?"

"Tidak ada. Ayahku meninggal. Rumahku diambil kerabat. Aku hanya punya... ini."

Laras mengangkat pedang patahnya. Besinya dingin di tangan Raka.

Raka berhenti. Angin malam berhembus, membawa suara jangkrik.

"Jadi kamu juga sampah?"

Laras berkedip. Tidak tersinggung. Hanya menerima fakta. "Iya. Aku sampah juga."

Raka menghela napas. Uap putih keluar dari mulutnya.

"Sudah. Kamu ikut aku."

"Ke mana?"

"Ke gubukku. Tempat sampah tinggal."

Laras tidak menjawab. Tapi tangannya menggenggam bahu Raka sedikit lebih erat. Bukan karena akrab. Tapi karena dia tidak punya pilihan lain.

Malam tiba.

Raka sampai di gubuknya. Dia membaringkan Laras di lantai tanah yang dilapisi tikar tipis. Tikarnya bau apek, tapi bersih.

Gadis itu sudah tertidur. Wajah pucatnya mulai memerah. Napasnya teratur.

Raka duduk di sampingnya. Menyalakan api unggun kecil dari ranting kering. Api berkedip, menerangi wajah Laras yang lelah.

[!] Misi belum selesai.

"Belum. Satu akar untuk obat Laras."

[!] Bahan misi digunakan untuk orang lain.

Raka diam. Menatap api yang menari. Suara kayu terbakar renyah di keheningan.

Lalu jawab pelan. "Karena aku tahu rasanya jadi sampah. Dan tidak enak."

Sistem diam.

"Habisi ini. Aku balik ke hutan. Ambil akar lagi."

"Host yakin?"

"Iya. Misi harus selesai. Tapi Laras juga harus hidup."

Raka menatap Laras yang tertidur. Wajahnya mulai memerah. Hidup.

[!] Tindakan tidak efisien. Pola dicatat.

Raka tersenyum tipis. "Terima kasih."

[!] Silakan.

Raka merebahkan diri di samping Laras. Jarak aman. Tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. Api unggun berkedip.

Besok misi harus selesai.

Tapi untuk malam ini... cukup sudah.

Raka memejamkan mata. Kali ini dia benar-benar tertidur.

Api unggun berkedip pelan. Malam sunyi. Hanya suara kayu terbakar dan napas dua orang yang lelah.

Bersambung.

1
Chen Haoran
Bagus toh sistem nya lucu
KZ2: Kalau gw tulis sejarahnya sistem 2bit bakalan jadi 10 bab🚬🗿🤣.
thanks udah mampir
total 1 replies
Chen Haoran
menurut ku ini menarik di setiap kata-katanya ada dialog yang interaktif dan tidak kelihatan kaku🙏
Chen Haoran: yap euy
total 2 replies
Chen Haoran
lucu euy sistem nya bisa becanda 🤣
KZ2: wkwkkw emang novel absurd
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!