Kanaya Adistia adalah seorang gadis desa yang super polos, lugu, dan selalu melihat dunia dengan penuh prasangka baik. hidup seorang diri di sebuah rumah tua dan tidak layak di tinggali, ayah dan ibunya telah lama meninggal dan keluarga yang lain tidak ada yang mau menampungnya. Namun, sebuah kecelakaan aneh membuat jiwanya terbangun di dalam tubuh Anaya Alysha Wicaksono, seorang siswi SMA kota yang terkenal nakal, pemberontak, dan sering membuat masalah. Di rumah, Anaya asli dikenal sebagai gadis yang sangat dingin, tertutup, dan enggan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Ia selalu mengurung diri di kamar, menghindari obrolan di meja makan, dan sengaja membangun benteng pembatas yang tinggi dengan orang tua serta kakaknya. Karena nama panggilan mereka sama-sama Naya, orang-orang di sekitar Anaya tidak menyadari bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah tertukar. Lalu bagaimana kelanjutan kehidupan Kanaya Adistia setelah bertransmigrasi ke tubuh Anaya Alysa Wicaksono? Yukkk lanjut baca novelnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: KEPANIKAN KETOS TAMPAN
Setibanya di UKS, Devan yang masih menggendong Anaya dengan napas memburu langsung meminta dokter jaga untuk memeriksa gadis itu.
Setelah membaringkan Anaya di atas brankar, dokter segera memeriksa keadaan Anaya. Devan berdiri di sisi ranjang dengan raut tidak sabar, sorot matanya yang biasa dingin kini memancarkan kecemasan yang samar.
“Bagaimana keadaannya, Dok?” tanya Devan, memecah keheningan ruangan.
“Dia pingsan karena kelelahan dan belum sarapan. Hal itu membuat kondisi tubuhnya melemah dan kehilangan kesadaran,” jawab dokter itu tanpa menatap ke arah Devan, yang entah sadar atau tidak, sejak tadi sudah mengeluarkan aura mengintimidasi yang mencekam.
“Jangan lupa belikan dia makanan dan minuman hangat. Berikan obat ini jika dia sudah bangun nanti,” ucap dokter itu lagi seraya menyerahkan resep.
Sementara itu, berita tentang sang Ketua OSIS yang dikenal dingin dan antipati pada perempuan tiba-tiba menggendong seorang siswi imut dengan gaya bridal style menuju UKS langsung menyebar cepat.
Kabar itu sampai ke telinga Arka. Mendengar ciri-ciri gadis yang digendong Devan, Arka bisa langsung menebak siapa orangnya. Detik itu juga, gelombang kepanikan luar biasa menghantam dadanya.
Dengan langkah lebar dan cepat, Arka berlari membelah koridor menuju UKS guna memastikan ketakutannya.
Brak!
Arka membuka pintu UKS dengan kasar. Begitu melangkah masuk, dunianya seolah runtuh saat melihat sang adik bungsu terbaring lemah dengan wajah pucat pasi. Rasa bersalah dan amarah seketika membakar dadanya.
Arka langsung mengambil alih posisi di samping brankar. Dia memeluk tubuh Anaya yang masih pingsan, membisikkan kata maaf berulang kali di sela napasnya yang memburu.
Dengan tangan bergetar, ia merogoh ponsel dan menelepon mommya dengan nada panik yang tidak bisa disembunyikan.
Devan yang melihat pemandangan itu hanya diam terpaku di sudut ruangan. Ia memperhatikan bagaimana Arka memperlakukan gadis itu, membuatnya menyadari satu hal: Anaya adalah permata yang sangat berharga dan dijaga ketat di keluarganya.
"Lo! Hukuman apa yang lo kasih ke adek gue, sialan?!" bentak Arka kasar, melayangkan tatapan tajam penuh amarah pada Devan.
"Bukan gue yang kasih, tapi bagian kesiswaan," tukas Devan datar, mencoba mempertahankan topeng tenangnya walau hatinya ikut berdenyut aneh.
"Tapi lo Ketua OSIS! Lo bisa ringanin hukuman adek gue! Kenapa lo biarin dia sampai pingsan?!" amuk Arka lagi, mencengkeram udara saking kesalnya.
Devan tidak membalas. Ia hanya diam menerima makian itu karena ia paham betul posisi Arka sebagai abang yang sedang panik melihat adiknya pingsan.
Di tengah ketegangan yang memuncak, lenguhan pelan terdengar dari atas brankar. Perlahan, sepasang manik mata bulat milik Anaya terbuka.
Namun, bukannya langsung manja dan menangis di pelukan Arka seperti biasanya, Anaya justru membalikkan badannya memunggungi sang abang.
Gadis itu menarik selimut hingga sebatas dada, merajuk karena kesal telah ditinggal sekolah hingga berakhir dihukum di lapangan terik.
Arka yang melihat reaksi dingin adiknya mendadak dibuat bingung sekaligus kelabakan.
“Sayang... makan dulu, hm? Nanti perutnya sakit lagi,” bujuk Arka dengan nada suara yang berputar 180 derajat menjadi sangat lembut.
Anaya hanya diam, menulikan telinga tanpa berniat menjawab.
“Adek marah sama Abang karena Abang tinggal tadi pagi, hm?” tanya Arka pelan, mengusap rambut adiknya dengan penuh sayang.
“Maafkan Abang, ya. Lain kali Abang janji bakal nungguin Adek sampai Adek bangun.”
Meskipun Arka sudah merayunya, Anaya tetap bergeming dalam diamnya.
Arka menghela napas berat saat melirik jam tangan hitam di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan jam masuk kelas, dan sialnya, hari ini ada ujian yang tidak bisa ia tinggalkan.
Dengan berat hati, Arka menoleh ke arah Devan yang masih berdiri menyandar di tembok.
“Tolong jaga adek gue sebentar. Mungkin sebentar lagi Mommy dateng buat jemput Anaya,” ucap Arka, menitipkan anaya pada Devan. Devan hanya mengangguk pelan sebagai jawaban setuju.
Setelah langkah kaki Arka menghilang di balik pintu, suasana UKS kembali senyap. Merasa keadaan sudah aman, Anaya perlahan membalikkan tubuhnya kembali telentang.
Namun, atensinya langsung tersita oleh sesosok cowok jangkung yang kini sudah duduk di kursi samping brankarnya, memperhatikannya dengan lekat.
“Why Abang lihat-lihat Naya?” tanya Anaya dengan suara serak yang polos.
Mendengar pertanyaan itu, pertahanan es di wajah Devan runtuh seketika. Sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman tipis yang sangat samar.
“Makan dulu, hm?” ucap Devan. Suaranya melunak, terdengar begitu lembut—suatu nada bicara yang belum pernah didengar oleh orang lain.
Anaya mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu mengangguk pelan.
“Hu’um, Naya lapar,” celetuknya manja saat rasa perih mulai menyerang perut kecilnya.
“Minum ini dulu ya,” ucap Devan siaga, menyodorkan segelas teh manis hangat yang sejak tadi sudah ia siapkan ke dekat bibir Anaya, membantu gadis itu untuk meneguknya perlahan.
...****************...
# HAI GUYSSS ✨#
GIMANA NIH CERITA DI BAB 30..
PASTI SERU BANGET KAN!!
STAY TUNE TERUS SETIAP PAGI DAN MALAM JAM 08.00-09.00 dan 19.00 YA GUYS. KARNA BAB BARU AKAN UP SETIAP JAM 08.00-09.00 dan 19.00😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA.
THANK YOU SUDAH MAMPIR DI KARYA KU🥰🫶
s polos yg brubah jd bar2....tp lbh suka alice sih....dia berani dn tegas,mskpn anaya jg mnggemaskn kl lg mode polos....
mungkin gk kalau naya itu diluar polos tapi didalam di psikopat
cwek lugu trnyta pnya sisi lain yg brbhya...ayo bls tu cwek gila,bkin dia kapok sklian....
siapa ya musuh dari keluarga anaya