NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sinar matahari pagi menyusup masuk melalui celah gorden kamar tidur utama di kediaman Clarissa.

​Wanita cantik itu perlahan membuka matanya. Tidak ada rasa cemas yang biasanya menghantui setiap paginya. Beban berat sebagai CEO seolah menguap begitu saja. Ia meraba sisi ranjang di sebelahnya, namun terasa kosong dan dingin. Clarissa segera bangkit, sedikit panik, sebelum hidungnya menangkap aroma lezat dari arah dapur.

​Clarissa berjalan keluar kamar dengan piyama sutranya. Di dapur, ia melihat pemandangan yang membuat hatinya menghangat. Devan, sang mantan Jenderal dan Dewa Perang yang ditakuti, sedang berdiri di depan kompor dengan apron bermotif bunga milik Bi Inah, menggoreng telur dan sosis dengan sangat telaten.

​Melihat pria itu, Clarissa tidak bisa menahan senyumnya. Ia berjalan mengendap-endap dari belakang, lalu melingkarkan kedua lengannya di pinggang tegap Devan, menyandarkan pipinya di punggung lebar pria itu.

​"Selamat pagi, Jenderal," goda Clarissa dengan suara seraknya yang baru bangun tidur.

​Devan terkekeh pelan, tangannya dengan lincah membalik telur di wajan. "Selamat pagi, Nyonya Bos. Sepertinya ada yang suasana hatinya sedang sangat bagus hari ini."

​"Tentu saja. Aku punya bodyguard paling mematikan di dunia yang juga pandai memasak," balas Clarissa, mempererat pelukannya. Gengsinya benar-benar sudah rata dengan tanah.

​Ting!

​Tepat pada saat itu, sebuah layar biru transparan berkedip di sudut mata Devan.

​[Peringatan: Deteksi Sinyal Asing.]

[Agen Pengintai Black Cobra dengan kode nama 'Viper' telah mendarat di Pelabuhan Barat. Membawa persenjataan tingkat tinggi.]

Mata Devan sedikit menyipit, namun senyum di bibirnya tidak pudar. Ia mematikan kompor, berbalik, dan menatap istrinya dengan tatapan lembut.

"Bos, malam ini aku harus keluar sebentar untuk mengurus beberapa 'hama' yang baru saja tiba di kota," ucap Devan santai sambil merapikan rambut Clarissa yang berantakan. "Tapi sebelum itu, aku ingin mengajarimu sesuatu agar kau bisa menjaga dirimu sendiri, setidaknya untuk memperkuat staminamu."

Clarissa mendongak, menatap Devan dengan penasaran. "Mengajariku apa? Bela diri? Ototku tidak sekuat itu, Devan."

"Bukan bela diri fisik," jawab Devan. "Tapi teknik pernapasan dasar."

Ruang Kebugaran Pribadi, Kediaman Clarissa

Satu jam kemudian, Clarissa sudah berganti pakaian menggunakan pakaian olahraga ketat yang mencetak lekuk tubuhnya dengan sempurna. Ia duduk bersila di atas matras yoga, mencoba mengatur napasnya sesuai instruksi awal Devan.

"Ini adalah dasar dari Teknik Pernapasan Naga Kuno. Dulu, teknik ini kugunakan untuk menyembuhkan luka dan menstabilkan detak jantung di medan perang," jelas Devan yang kini duduk tepat di belakang Clarissa.

"Tarik napas perlahan... simpan di perut bagian bawah."

Devan menempelkan telapak tangan kirinya di perut rata Clarissa, sementara tangan kanannya menekan lembut area punggung bawah wanita itu untuk meluruskan posturnya.

Deg.

Sentuhan langsung dari tangan besar dan hangat Devan membuat konsentrasi Clarissa seketika buyar. Wajahnya memerah padam. Meskipun mereka sudah tidur di ranjang yang sama beberapa kali, interaksi fisik seintim ini di siang bolong membuat jantung Clarissa berdetak tak karuan.

"D-Devan... tanganmu..." cicit Clarissa gugup.

"Fokus, Clarissa," bisik Devan tepat di telinga istrinya. Hembusan napas Devan menyapu tengkuk Clarissa, mengirimkan sengatan listrik ke seluruh saraf wanita itu. "Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak. Rasakan aliran udara di tempat tanganku bersentuhan dengan tubuhmu."

Clarissa menggigit bibir bawahnya, memejamkan mata, dan berusaha keras mengikuti instruksi suaminya. Ajaibnya, setelah beberapa menit mengatur pola napas sesuai panduan Devan, Clarissa mulai merasakan hawa hangat yang sangat nyaman mengalir dari punggungnya, menyebar ke seluruh tubuh. Rasa pegal di bahunya akibat stres bekerja semalaman lenyap tak berbekas.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
🥰🥰🥰
Mamat Stone
🤩🤩🤩
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Skull/
Mamat Stone
👊👊/Skull/
Mamat Stone
🔪🔪/Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
🔪🔪🔪
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
😈😈😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!