Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Fatirel Adu mulut mulu
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
“Fatimah!” Farrel otomatis menangkap tubuh cewek itu sebelum membentur lantai.
Detik itu juga ... dunia seakan berhenti.
Cuma ada degupan jantung mereka berdua, yang entah kenapa terdengar kayak drum marching band upacara hari Senin.
“Mampus ... berat juga nih anak,” gumam Farrel sambil meringis. Tapi matanya gak lepas dari wajah Fatimah yang sekarang literally nemplok di dadanya.
Fatimah masih bengong. Jantungnya entah kenapa seperti lagi disko di dalam. Otaknya butuh waktu tiga detik buat sadar kalau posisi mereka sekarang ... aneh banget.
“LEPAAASSSSS!!!” teriak Fatimah sekenceng mungkin, langsung mendorong Farrel sampai cowok itu nyaris kejungkel ke belakang.
Semua siswa di kantin bersorak heboh.
“WAAAAAAH GILA FATI JATUH KE PELUKAN FARREL!!!”
“Cieeee pasangan baruuu yang di tunggu-tunggu~”
“Ship! Ship! Fatirel!!"
"Kiw-kiw, gue dukung gas ke KUA!"
Wajah Fatimah memerah seketika.
“Woi mulut kalian bisa pada diem gak sih!?” bentaknya dengan urat leher nongol.
Sementara Farrel malah santai ngibasin rambutnya yang udah acak-acakan.
“Ya ampun Fati, kalo mau pelukan sama gue bilang aja, gak usah drama jatuh segala. Ribet amat,” ucap Farrel santai dengan senyum jahilnya.
Fatimah menatapnya tajam. “Lu ya Farrel ... lu bener-bener cari mati!”
Farrel ambil ancang-ancang kabur dari amukan Fatimah. "Eh, apaan! Lu yang jatuh, kenapa gue yang sebagai pangeran penolong lu malah nyalahin gue? Bukannya makasih! Lu senengkan jatuh ke pelukan cowok seganteng gue?" Mengibas rambutnya dengan sok cool.
"Lu, ya-" Perkataan Fatimah terpotong karena...
"STOPP!" teriak Humaira dan Syafira yang dari tadi udah lelah melihat mereka bertengkar mulu.
"Kalian bisa gak sih akur sesekali. Gue cape liat kalian berantem mulu! Lama-lama gue nikahin kalian," Humaira mendengus kesel sambil tangan melipat di dada.
"APAAN! Ogah gue! Amit-amit nikah sama dia. Mimpi aja gue gak. Kalo mimpi pasti itu mimpi paling terburuk gue!" sahut Fatimah cepat dengan wajah menolak keras.
"Yakin lu? Nanti malah bucin parah lu sama gue. Di saat itu juga gue yang paling utama yang ngakak guling-guling," ucap Farrel santai sambil menyeringai menatap Fatimah.
"GAK BAKALAN! Palingan lu kali yang duluan naksir gue! Gue mah kagak. Amit-amit pokoknya lu harus jadi spek Chan Zhe Yuan, baru deh akan gue pertimbangin jadi suami gue kelak," timpal Fatimah dengan sinis.
"HADEHHH! Ini sampe kapan sih kalian adu mulut berdua. Yok, Ra! Gue gak tahan lagi, nikahin aja mereka. Mau liat gue apa bakal langsung cerai 5 menit setelah nikah," bentak Syafira geram.
TENG! TENG! TENG!
Anak-anak waktunya masuk! Belajar dengan penuh semangat, terima kasih.
"Gue cabut dulu bye-bye, anak teladan kayak gue harus masuk awal ke kelas. Fatimah lu jangan terlalu gak suka sama gue, nanti lu ke bucinan tau rasa! Haha," ucap Farrel sambil berlari keluar dari kantin sebelum singa mengamuk.
"YAK! Gue lebih milih jomblo seumur hidup gue dari pada sama lu, pantat panci!" teriak Fatimah keras dengan tangan terkepal erat.
Fatimah menatap punggung Farrel yang sudah menjauh dengan mata menyipit. Dalam hatinya, ia udah janji bakal bales semua senyum nyebelin itu suatu hari nanti.
"Tunggu aja lu Farrel bauk asem!" batin Fatimah menjerit.
"Udah Fat, lu tenang. Tarik nafas jangan keluarkan sampe besok–" perkataan Humaira terputus karena lengannya panas.
PLAK!
"Mati anak orang dong! Nanti gue gak ada yang kasih makan, ehh maksudnya nanti gue gak punya sahabat yang hobi marah-marah, gitu," ucap Syafira kikuk.
"Dalam otak lu makan mulu yang dipikirin," Humaira menatap sinis pelaku yang membuat lengannya terasa panas.
"Kok malah kalian yang berantem, di pending dulu, sekarang kita masuk kelas, sebelum terlambat weh, nanti gak di izinin masuk lagi!" Fatimah menarik tangan dua sahabatnya dan langsung buru-buru ke kelas.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
🦋 Author: Weh tersangka utamanya kulit pisang kenapa kalian pada berantem! Fatimah harusnya nyalahin kulit pisang, bukan Farrel yang udah jadi pangeran penolongmu🤣🤣😭
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗