NovelToon NovelToon
Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:258.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Memiliki wajah tampan tak membuat Briana memperlakukannya dengan baik karena William hanyalah seorang sopir.

Namun apa jadinya bila seorang sopir itu menikahi Briana karena kesalah pahaman?

Dan seiring berjalannya waktu jati diri William akhirnya terbongkar. Ternyata ia adalah seorang pengusaha sukses.

"Aku bahkan lebih kaya dari orang tuamu." William Horrison.

"Maafkan aku. Aku mencintaimu." Briana Alesya Darwin.

Namun kata cinta yang Briana ucapkan bersamaan dengan kembalinya wanita di masa lalu William.

Siapakah yang akan William pilih, wanita di masa lalunya yang selama ini ia nantikan kedatangannya atau kah Briana istri yang selalu merendahkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 3 Gara-gara Pria Itu

William selesai mencuci semua mangkuk, sendok, serta gelas bertepatan dengan warung mie ayam yang ditutup pemiliknya.

"Sudah tutup Pak?" tanya William.

"Sudah Mas, bakso dan mie ayamnya juga sudah habis," jawab pedagang mie ayam itu.

"Oh iya, nama Mas siapa sih biar saya enak manggilnya?" tanyanya kemudian.

"Nama saya Liam, Pak." William mengulurkan tangannya.

Meski William menyembunyikan identitasnya tapi ia tetap menyebutkan penggalan nama dirinya yang orang lain tidak tahu.

"Saya Adam, Mas." Adam menyambut uluran tangan William.

"Panggil saya Liam saja Pak, jangan pakai 'Mas'," pinta William.

"Tentu, Mas. Saya panggil Liam saja kalau begitu," ucap Adam.

"Itu lebih enak didengar." William tersenyum kecil.

"Besok masih mau bekerja di sini, kan?" tanya Adam.

"Mau Pak kalau tenaga saya masih dibutuhkan," jawab William.

"Kalau begitu besok datangnya lebih awal ya, soalnya jam 12.00 siang warung saya sudah buka," ucap Adam.

"Baik Pak," ucap William.

Adam memberi uang tiga puluh ribu pada William untuk upah mencuci mangkok, sendok dan gelas hari ini.

Dengan senang hati William menerima uang pemberian Adam, ia akan mengumpulkan uang tersebut untuk membayar kost serta makan dirinya sehari-hari.

Sedangkan uang yang ia bawa dari rumah sudah untuk membeli baju dan membayar uang muka sewa kost.

William kemudian pamit pada Adam untuk pulang kerumah kostnya yang letaknya cukup jauh dari warung mie ayam tersebut.

Sembari berjalan pulang, William terus menyunggingkan bibirnya merasa bahagia dengan kehidupannya sekarang ini.

Tiba di perempatan jalan William melihat lampu merah menyala membuat dirinya segera menyeberang melalui zebra cross dijalan itu.

Cekitt!

Hampir saja tubuh William tertabrak oleh mobil yang sedang melaju disaat lampu merah sudah menyala.

"Bisa bawa mobil nggak sih? Lihat tuh lampu merah sudah nyala masih aja nyerobot mau lewat," cerca William pada pengemudi mobil tersebut.

Pengemudi mobil itu membuka kaca jendela mobil, lalu mengeluarkan sedikit kepalanya dari dalam sana, pengemudi itu ternyata Briana.

"Kamu yang jalan nggak lihat-lihat, lampu masih hijau sudah nyebrang!" sewot Briana.

"Ck! Sudah salah, bukannya minta maaf, malah sewot lagi." William berdecih karena tidak terima dirinya dimarahi oleh Briana.

"Apa kamu bilang?" Briana menggertakkan giginya lalu membuka pintu mobil dan turun kejalan.

Brakk!

Briana membanting pintu mobil lalu menghampiri William yang ada di depan mobilnya.

William mengangkat sebelah alisnya saat melihat seorang wanita keluar dari dalam mobil tersebut.

Wanita itu memang cantik, sangat cantik malah. Tapi sayangnya wanita itu angkuh dan sombong, sama sekali tidak merasa bersalah karena sudah hampir menabrak dirinya.

Beruntungnya waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 malam sehingga tidak banyak kendaraan berlalu lalang, dan terganggu oleh kedua orang yang sedang ribut di jalan.

"Kamu ngatain aku apa tadi? Aku sewot? Jelas aja aku sewot, karena kamu jalan nggak lihat-lihat. Hampir aja aku masuk penjara gara-gara mau nabrak kamu," cerca Briana mengomeli William.

"Hehh! Di sini itu yang salah kamu. Kenapa jadi aku yang kamu omelin?" tanya William heran.

"Ya karena kamu jalan nggak lihat-lihat!" jawab Briana nyolot.

"Sudah lah, males aku berdebat. Sudah tahu kamu yang salah, masih aja aku yang diomelin." William melanjutkan langkah kakinya melewati zebra cross disana.

"Hei! Mau pergi ke mana kamu, urusan kita belum selesai!" teriak Briana melihat William yang berjalan menjauhinya.

"Awas ya kalau kita bertemu lagi!" ancam Briana menatap sangit pada William yang tidak mengheraninya.

Wanita itu masuk lagi kedalam mobilnya dengan bibir yang terus menggerutu pria yang menghambat perjalanannya.

Seharusnya sebelum jam 12.00 malam Briana sudah tiba di rumah, tapi kini wanita itu jadi pulang terlambat gara-gara hampir menabrak pria itu.

Briana tiba di rumah pukul setengah satu malam. Kedatangan Briana sudah disambut oleh kedua orang tuanya yang sejak tadi menunggu kepulangan dirinya dengan perasaan khawatir.

Briana menduduki salah satu sofa disana, menghadap kedua orang tuanya yang sudah menatap serius kearahnya.

Briana terus mengerutu didalam hati, memaki pria yang tadi hampir ia tabrak. Karena pria itu ia jadi pulang lewat tengah malam dan membuat dirinya dijaga kepulangannya oleh kedua orang tuanya.

Briana bisa menduga bila kedua orang tuanya itu akan menyikapi dirinya dengan tegas.

"Daddy, Mommy, kalian belum tidur?" tanya Briana.

"Bagaimana Mommy bisa tidur kalau kamu belum pulang kerumah," jawab Larissa.

"Kamu pulang larut sekali Bri?" tanya Reyhan yang enggan menjawab pertanyaan Briana.

"Iya Dad, tadi pekerjaanku banyak," jawab Briana.

"Apa menjabat Direktur Utama membuatmu kerepotan?" tanya Reyhan.

Briana menggelengkan kepala.

"Tidak Dad," jawabnya kemudian.

"Lalu kenapa kamu selalu pulang larut malam?" tanya Reyhan.

"Itu karena aku tidak bisa mengatur waktu kerjaku." Briana menundukkan kepala.

"Kalau begitu Daddy kembalikan kamu ke jabatan sebelumnya, agar kamu tidak pulang larut malam seperti ini lagi," ucap Reyhan.

"Jangan Dad! Aku mohon jangan kembalikan aku ke jabatan sebelumnya, aku menyukai jabatan yang sekarang," mohon Briana.

"Kalau begitu kamu harus pulang tepat waktu. Jam 06.00 sore sudah di rumah," tegas Reyhan.

Briana menggelengkan kepala.

"Tidak bisa Dad. Aku tidak bisa pulang jam segitu karena pekerjaanku pasti belum selesai dijam itu," ucap Briana.

"Lalu kamu akan terus pulang larut malam dan membuat orang tuamu khawatir?" tanya Reyhan lagi.

"Akan aku usahakan pulang cepat Dad," jawab Briana.

"No! Daddy tidak mau seperti itu. Daddy akan mencarikan kamu supir sekaligus pengawal untukmu. Jadi ... kemanapun kamu pergi, kamu akan selalu didampinginya," ucap Reyhan.

"Tapi Dad-," perkataan Briana terpotong karena Reyhan lebih dulu bicara.

"Tidak ada tapi-tapian. Besok Daddy akan mencarikan seseorang untuk menjadi sopirmu, supaya Daddy dan Mommy bisa tenang saat kamu pulang larut malam," ucap Reyhan.

"Baiklah," pasrah Briana tapi di dalam hatinya mengutuk pria tadi. Karena pria itu dirinya jadi tidak bebas pergi-pergian harus menggunakan sopir.

"Segeralah kamu makan malam dan istirahat," titah Reyhan.

"Baik Dad," ucap Briana dengan patuh.

Wanita itu segera bangkit dari duduknya, lalu bergegas menuju kamar.

Brukk!

Briana melempar tas yang ia pegang.

Dengan tangan kiri di pinggang dan jari telunjuk tangan kanan Ia gigit, wanita itu terus mondar-mandir memikirkan bagaimana caranya agar ia tidak jadi disupiri.

Arrgghh!

Teriaknya kesal karena kepalanya tidak bisa berfikir.

"Ini semua gara-gara pria itu," geram Briana.

Briana yakin bila dirinya pulang masih di bawah jam 12.00 malam pasti kedua orang tuanya tidak akan bertindak tegas seperti tadi.

Briana berjanji bila ia bertemu lagi dengan pria itu, maka ia akan mencakar wajah tampannya.

Bersambung...

*

*

Jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like dan komentarnya ya...

1
gemar membaca
salah sendiri ortu Sabrina tdk dari awal ngasih kabar ke wiliam, tapi malah terus menyalahkan dia atas kecelakaan yang terjadi.
Sri Siyamsih
satu lg pendukungmu Liam, Brian
Sri Siyamsih
jika kmu tau bri siapa ayahmu sesungguhnya dulu kt" kamu akan berfikir swribu kl bilang miskin pd Liam yg notabene jls" keturunan orkay
Sri Siyamsih
kyknya jln dr kantor k rmh briana nglewati perkampungan yg disiplin alias ketat peraturan
Sri Siyamsih
ada y seorang ceo tp nggk ad etika spt itu, percuma pendidikn tinggi, kaya lg. sungguh d sayangkn, kasihan ortunya pdhal org baik, terllu sombong dn angkuh
Sri Siyamsih
ujung"nya tar liam yg turun tangan bantuin
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg sombong kmu briana
Ririn Nursisminingsih
jg sombong bri yg kmu hina itu ceo...hargailah orang lain
Safa Almira
,bagusnya
Citra Kamila
aku mampir thor
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini daerah kampung mana sih?? klo jakarta kyknya gk mungkin deh warga nya begitu..🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
briana ngukutin sifat emaknya wktu blm nikah
Mba Wie
Luar biasa
Devys
kenapa ada sad boy🥲🥲
Devys
cuma 5 aja 🤣🤣
Devys
saran buat unsur kendaraan 🤣🤣
🍒WINA🍒
briana jd wanita tdk ada kelam2nya sangat bar2 banget kesel william tdk perlu pake acara mencakar wajahnya,,,ayah reyhan nasehati putrinya hrs bs menghargai orglain....
🍒WINA🍒
wkwkwk🤣🤣🤣william kena cakaran lagi wajahnya yg tampan dan mama irene sudah menduga anknya jd supir pribadi briana.....
🍒WINA🍒
kucing bar2 sangat angkuh dan arogan dan kemanapun pergi wiliam akan sll mengawal/menyupiri gadis bar2 itu....
🍒WINA🍒
ya iyalah kena wong anknya sendiri william yg kabuuuur dr rmh tdk Mau dijodihkan,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!