Sekuel dari Novel KEPEDIHAN
Tujuh tahun lamanya seorang Keyla sengaja tidak pernah pergi ke Negara kelahirannya, hanya karena ingin menghindari Fatih, pria yang sudah mengatainya dengan sadis, bahkan kata-kata itu membekas hingga sekarang di hati Keyla, meskipun sudah berlalu, namun siapa sangka, Mereka dipertemukan kembali dengan kehidupan dan status yang berbeda.
Lain halnya Keyla, Fatih sangat tidak terima dengan sikap Keyla yang sekarang padanya, namun sayangnya Fatih tidak bisa berbuat banyak, karena dia sadar, semua itu juga akibat dirinya sendiri
Bagaimana kisah mereka, yuk simak kisahnya, dan jangan lupa juga mampir di Novel Moms yang lain.
Happy reading. 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS-03
Keyla tersenyum mengejek James, "hati-hati, jangan begitu, kalau kamu jatuh Cinta bagaimana nanti." ~Keyla
"Mana mungkin, kalaupun aku akan jatuh Cinta, maka aku akan mencintai wanita yang cantik dan Seksi, tidak seperti modelan dia," mana mau James sama Nada sahabat Keyla yang ceroboh dan Keribo itu, apa kata teman-temanya, bisa hilang gelarnya sebagai pria tertampan dikampus mereka dulu, apa lagi James terkenal teman wanitanya cantik-cantik.
"Dia kalau tahu siapa kamu juga tidak akan mau."
"Hey!"~ James.
"Sudah sana pergi, nanti aku akan membantumu mencari solusinya, sekarang kembali kekantormu sana," usir Keyla pada James, Jika James masih diruangannya, sudah bisa dipastika Keyla tidak akan bekerja, apa lagi Keyla hari ini banyak pekerjaan, karena ini akhir bulan.
"Kamu mengusirku?" Tanya James tidak percaya, biasanya Keyla akan senang jika dirinya datang, tapi kenapa ini justru disuruh pergi, pikir James.
"Tentu saja, disini bukan tempatmu, dan segeralah kembali kekantormu, atau aku akan memberi tahu paman?" Ancam Keyla, dan benar saja, tanpa pamit James langsung pergi dengan menggerutu sepanjang jalan.
"Eh ada James sayang ternyata." girang Nada.
"Oh astaga wanita ini lagi..." gumam James dalam batinnya
Ya, ketika James berjalan beberapa langkah, dia dikejutkan dengan kedatangan Nada yang tiba-tiba muncul dihadapannya, hingga James mengelus dada tanda ia terkejut.
"Astaga Nada! Apa kamu tidak bisa jika tidak mengejutkan ku, bagaimana jika aku mati muda karena serangan jantung!" Kesal James.
"Eittt mau kemana" tanya Nada sambil mencekal lengan James yang hendak berlalu dari hadapannya, karena Nada baru bertemu James, mana mungkin Nada membiarkan James pergi begitu saja dari hadapannya.
"Lepas gak!" Tunjuk James pada lengannya yang dicekal Nada.
"Gak! Ayo traktir aku makan dulu" Nada menarik tangan James agar mengikuti dirinya kekantin, sebenarnya itu hanya alasan Nada, supaya bisa berduaan dengan James.
"Hey ini masih pagi, lepaskan!" James berusaha melepas tangannya dari tangan Nada, tapi entah kenapa cekalan tangan Nada sangat kuat, seperti kekuatan pria.
"Sudah diamlah, apa kamu tidak bisa diam, pria kok suka teriak-teriak" omel Nada yang masih setia menggenggam tangan James untuk ia bawa kekantin.
Kini kedua nya sudah duduk berhadap-hadapan disebuah kantin, "apa liat-liat, mau kucolok matamu itu" James melipat tangannya diatas perut dan membuang muka kearah lain, tanda dia merajuk.
Nada terkekeh melihat James cemberut seperti wanita, dia membiarkan saja James ngedumel, sedangkan Nada asyik memakan bakso, sebenarnya dia tidak lapar, hanya saja ini cara satu-satunya agar bisa bersama James, pikir Nada.
"apa kamu tidak akan makan?" tanya Nada dengan mulut yang penuh dengan bakso itu, sedangkan James sama sekali tidak berniat menjawabnya.
"hey apa kamu sudah mulai tuli?"
"Jaga mulutmu itu! nafsu makanku sudah Hilang dengan melihat wajahmu saja!"
"jangan begitu, nanti jika aku pergi kamu merindukanku bagaimana?" goda Nada dengan senyum centilnya itu.
"dih maka aku akan besyukur kalau kamu benar-benar pergi dari hidupku, karena kamu hanya membuatku kesal saja," tanpa perasaan James mengatakan itu.
"kupegang kata-katamu itu, lihat saja," Nada mempercepat makannya hingga dia tersedak, namun James sama sekali tidak peduli, bahkan dia tidak ada niatan memberikan minum pada Nada.
"ah kenyangnya... Makasih ya sarapannya," Nada berdiri dari duduknya sambil mengambil tisu untuk mengelap mulutnya yang belepotan dengan kuah, "Bye" lanjutnya lagi dan berlalu dari sana tanpa menoleh kebelakang.
"cih!" deci James ketika melihat Nada berlalu begitu saja, "Tidak tahu terima kasih, dasar kribo," kesal James, padahal Nada sudah mengucapkan makasih, James pun berdiri dan segera berlalu dari sana, karena dia harus bekerja, jika tidak maka dia akan dihapus dari ahli waris keluarganya.
Moms ditunggu kisah James dan Nada, sepertinya seruu.. Semangat moms sukses berkarya selalu💪😍