Seorang anak yg diusir ortunya, krn di tuduh membunuh adiknya sendiri. Bagaimana bila ia dipertemukan dgn keluarganya lg
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syiff2707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18
Angga bangun dari tidurnya dan langsung mencuci wajahnya
Angga menghampiri nara yg sedang membereskan berkasnya
"Udah selesai?" Tanya angga sambil memeluk nara dari belakang
"Iyah, udah selesai" jawab nara yg masih sibuk merapikan berkas berkas
"Jadi kedanaunya" tanya angga
"Iyah, ayo langsung aja, udah sore nanti ke buru malem" ucap nara sambil menarik lengan angga keluar ruangan
Angga mengendarai mobil dengan kecepatan rata rata
Sampai di danau nara langsung duduk di atas batu ditepi danau dan memasukan kakinya ke dalam dinginnya air danau
Angga mengikuti nara dan berbaring dengan kepala di paha nara
Nara mengelus rambut angga dengan sayang dan angga menutup matanya menikmati elusan nara
Hening
Sepi
Senyap
Hanya ada suara hembusan angin
Suasana ini lah yg di sukai nara, sepi, sendiri, seperti yg sudah dilaluinya dalam beberapa tahun ini
Bagai ruangan gelap nan hampa yg hanya ada dirinya, yg dapat menangis sepuasnya, keadaan yg tak menuntut nya untuk berpura pura kuat dan kebal akan kasih sayang
Bagaimana pun orang berpikir dia bahagia dengan semua jabatan dan kekuasaan ini
Namun jika dia dapat memilih takdir, dia akan memilih hidup seperti anak seusianya, menikmati kehidupan remaja ini, nara ingin sekali berjalan jalan, tertawa kembira, tanpa memikirkan beban yg berat, tanpa memikirkan bahaya akan musuhnya
Sungguh nara ingin, ingin sekali hidup dengan dibajiri kasih sayang keluarga, teman bahkan sahabat
Namun itu hanya angan angan nya saja, dia tetap saja tidak bisa merubah takdir ini
Tak terasa air mata nara meluncur tanpa permisi
Nara memjamkan matanya menghalau air mata dan rasa sesak di hatinya
Angga yang merasakan tetesan air yg mengenai matanya, langsung membuka mata dan menghapus jejak air mata nara dengan lembut
Angga langsung bangkit, mendekap dan mengelus rambut nara memberikan ketenangan
Nara membalas pelukan angga, rasa sesaknya perlahan lahan menghilang
"Angga jangan tinggalkan aku, kecuali aku yg meninggalkanmu suatu saat nanti" ucap nara namun tidak dengan kalimat terakhirnya
"Tentu bukan untuk mencari penggantimu, karena aku sudah menetapkan hatiku dan rumah ku pada seseorang yang saat ini sedang mendekapku" batin nara
Angga yang mendengar jelas batin nara bingung bukan main, namun segera ia tepis pikiran itu,
"yg terpenting saat ini adalah menenangkan nara" pikir angga
Tak terasa hari sudah mulai gelap, matahari sudah digantikan oleh bulan dan taburan bintang bintang yg berkelap kelip
Air danau yg jernih dan pohon pohon disekelilingnya menambah keindah tempat itu
"Kata orang, kalau manusia meninggal akan menjadi bintang di langit, apakah mommy juga ada di antara bintang bintang itu" tanya angga sambil menatap ribuan bintang di langit
"Entahlah, jika itu benar, mommy dan twinsku pasti menjadi bintang yang sangat indah di langit" ucap nara sambil ikut memandangi bintang bintang
Nara dan angga saling pandang
"Cie yang manggil mommyku sebagai mommynya" goda angga sambil menoel dagu nara
Nara memalingkan wajahnya menyembunyikan wajahnya yg sudah merah padam
"Ciee blushing" goda angga
Nara semakin memalingkan wajahnya
Angga tertawa dan kembali membawa nara kedekapannya
"Hahaha, iyah mommyku kan mommymu juga, mommykan calon mertua mu" ucap angga
Nara semakin menegelamkan wajahnya, sungguh ia kelepasan menyebut mommy angga dengan sebutan mommy
Beberapa menit kemudian
"Sudah larut ayo kita pulang" ucap angga
"Tapi ngga-" ucapan nara terpotong karena angga langsung menggendong tubuh nara
"Angga turunin, aku bisa jalan sendiri" ucap nara dan mendapat gelengan kepala dari angga
"Tapi sepatu nya blm di pake"
"Biarin tinggalin aja, bisa beli lagi ini" ucap angga dengan entengnya
Nara mau tidak mau, harus menuruti angga
(Author: holkay mah bebas !!
Angga: woh yh tentu
Author: nyesel gue muji
Angga: SSA dong
Author: apa tuh SSA?
Angga: Suka Suka Angga dong
Author: serah ngga, serah !!
Sepatu yg di tinggalkan: woi ngapa gue di tinggalin sih, mana disini serem lagi
Author: lah lo kan benda mati kok bisa ngomong
Sepatu yg di tinggalkan: Suka Suka Sepatu dong
Author: hadeehh,, )
Abaikan percakapan di atas 👆👆
Angga mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata
Skip kediaman alexander
Angga menggendong nara memasuki mansion dan langsung membawanya ke kamar
"Mandi dulu, trs siapin makan malem yah, aku udah lapar" ucap angga di balas anggukan oleh nara
Angga beranjak menuju kamarnya dan membersihkan diri
Nara segera membersihkan diri dan menyiapkan makan malam
Skip selesai memasak
"Angga ayo makan malam dulu" teriak nara
"Iyah" jawab angga dari dalam kamarnya
Angga datang dan segera duduk di sebelah nara
Nara menyiapkan makanan untuk angga dan memberikannya pada angga
Mereka berdoa dan makan bersama
Angga makan dengan lahap, sampai tersedak
Dengan sigap nara mengambil air minum lalu memberikannya pada angga
Angga menerimanya dan meneguknya hingga habis
"Mangkanya makan itu pelan pelan" ucap nara sambil menepuk pelan pungung angga yg masih terbatuk batuk
"Hehehe, abisnya lapar" ucap angga cengengesan
Nara hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kekanak kanakan angga
Mereka pun melanjutkan makannya
Selesai makan nara dan angga mengobrol di ruang keluarga
Ting tong...
(Anggap aja suara bel rumah)
Nara beranjak membukakan pintu
"Oh kalian,, ayo masuk, kita bicarakan di dalam" ucap nara
Nara berjalan masuk di ikuti Vino (mata mata yg bertugas mengikuti cecil) dan Braga (mata mata yg bertugas di markas mafia BB)
"Siapa nar?" tanya angga yg masih fokus dengan hp nya
"Vino sama Braga" jawab angga
"Ohh kalian udah datang, ayo bicara di ruang baca aja" ucap angga
Mereka berjalan keruang baca dan duduk di sofa yang di sediakan diruang baca
"Jadi apa ada informasi lain" tanya nara
"Saya mendapatkan amplop ini dari orang yang tidak dikenal queen, Saya tidak berani membukanya" ucap Braga sambil menyerahkan amplop berisi surat
Nara membuka amplop tersebut dan membacanya
Amplop tersebut berisi bukti bukti kejahatan yg dilakukan mafia BB, beserta mafia yg mempunyai hubungan dengan mafia BB
"Sepertinya akan ada konspirasi besar" ucap nara sambil menyerahkan bukti bukti itu pada angga
Atmosfer di ruangan itu tiba tiba berubah, Nara dan angga menyeringai
"Sepertinya ada yang berbaik hati membantu kita" ucap angga
"Maaf queen saya juga mendapatkan amplop, saya rasa ada hubungannya dengan kasus ini" ucap vino sambil menyerahkan
Nara mengambil dan membuka amplop tersebut, isinya berupa bukti hubungan antara mommy tiri dan cecil dengan ketua Mafia BB dan hubungan cecil dengan beberapa ketua mafia
"Sepertinya jalang seperti dia, sangat pas ditangan para ketua baj*ngan ini" ucap nara
"Kau benar sekali sayang" ucap angga dengan smikir mengerikannya
Vino dan Braga sudah di buat merinding karena atmosfer dan smikiran dari kedua orang di depannya
"Tapi tak bisa di pungkiri, semua yg bergabung dalam konspirasi ini adalah mafia besar" ucap angga sambil menyatukan tangannya dan mencondongkan badannya ke arah meja
"Namun mereka sepertinya salah memilih mafia mafia ini, mereka tidak berbakat sama sekali, hanya saja mereka menggunakan uang dan kekuasaannya" ucap nara dengan wajah seorang iblisnya
"Yah, masih banyak mafia mafia lain yang lebih berbakat dari mereka" ucap angga
"Kita harus mempersiapkan menghadapi konspirasi ini" ucap nara
"Yah aku mengenal beberapa mafia yang sangat berbakat, walaupun kita kalah jumlah, mungkin dengan bakat kita bisa menang" ucap angga
"Yah aku juga punya beberapa kenalan baik yang berbakat" ucap nara
"Kami juga memiliki beberapa kenalan mafia berbakat mungkin bisa membantu" ucap Vino dan Braga
"Mari kita diskusikan" ucap angga sambil menyeringai
Beberapa puluh menit kemudian
"Baik jika di total semua anggota lawan terdiri dari:
6 mafia besar di Amrik,
5 mafia besar di Inggris,
5 mafia besar di Jerman,
5 mafia besar di Denmark,
8 mafia terbesar dan 5 mafia kecil di asia.
Hanya 50% diantara mereka yang merupakan mafia berbakat
Sedangkan anggota kita beranggotakan:
5 mafia besar dan di Inggris,
3 mafia besar dan 3 mafia kecil di Jerman,
3 mafia besar dan 2 mafia kecil di Amrik,
4 mafia besar di Denmark,
3 mafia besar dan 3 mafia kecil di Swis,
5 mafia besar dan 2 mafia kecil di korea
3 mafia besar dan 5 mafia kecil di asia.
Terhitung 80% mafia ini merupakan mafia berbakat, namun kita masih kalah jumlah" jelas angga
"Untuk mafia kenalan kalian, kami akan secara pribadi menawarkan kerjasama" ucap nara
"Dan mafia kami akan secara langsung melatih mereka" lanjut nara
"Sekarang misi kalian adalah mencari tau apa taktik yang di gunakan oleh ketua BB, dan kapan mereka akan menyerang" ucap nara
"Baik queen" ucap vino dan braga
"Dan untuk kamu Vino terus ikuti cecil dan ibu nya, dan lapor jika ada yang mencurigakan" lanjut nara dibalas anggukan oleh Vino
"Queen di dalamnya ada flashdisk" ucap vino
Nara menyambungkan flashdisk itu ke leptopnya dan memutar vidio di dalamnya
Dan ternyata itu adalah rekaman CCTV saat 17 tahun lalu saat mommy tiri angga dan ketua BB berhubungan badan dan juga terdapat rekaman kamera tersembunyi saat ketua BB menyuruh anaknya memasuki keluarga Smith dan istrinya memasuki keluarga Realino
"Sepertinya orang baik ini sudah mengira kita akan mencarinya, mereka sudah mempersiapkan segalanya" ucap nara sambil berpikir siapa yang membantu mereka saat ini
"Quenn coba lihat, di luar amplopnya terdapat logo sayap burung elang yang di tengahnya terdapat gambar kepala harimau"
Ucap Braga
Nara dan angga memperhatikan dengan seksama logo pada amplop tersebut
"Kaya pernah liat deh logo ini, tapi yang aku lihat sedikit berbeda sama yang ini" ucap nara
"Iyah aku juga pernah liat, tapi beda sedikit sama yang ini" ucap angga membenarkan
Angga terus mengingat ingat tentang logo itu
Sedangkan mata nara bergerak trs mencari, mata nara berhenti pada amplop yg blm di bukanya tadi, amplop yang juga di beri logo yg sama
Nara membuka amplop tersebut dan membaca suratnya
Betapa terkejutnya, ternyata itu merupakan surat laporan tes DNA antara angga dan daddynya dengan hasil negatif
Nara dengan cepat memasukkan hasil tes DNA tersebut ke sakunya
Angga yang heran dengan tingkah nara menghampirinya
"Kamu kenapa nar?" Tanya angga
Nara menarik napas
"Enggak, gak apa apa" ucap nara
Angga mengangguk dan melihat kembali bukti bukti di atas meja tersebut
Mata angga berhenti pada amplop yg barusan tidak di buka nara
Angga mengambinya dan membuka amplop tersebut
"Kosong?" Angga melihat ke arah nara
Nara mengangkat bahu tidak peduli
Angga menyimpan kembali amplop itu dan kembali memeriksa bukti bukti lainnya
Beberapa menit kemudian
Drt.. drt..
Hp angga berbunyi
"Halo, iya kenapa" ucap angga
"Halo bos, Mafia Black Bloond menyerang markas, dan berniat mengambil pedang legendaris yang di berikan tertua mafia bos" ucap seseorang di sebrang
"Iyah gue segera kesana" ucap angga langsung memutuskan sambungan
"Kenapa ngga" tanya nara
"Markas gue di serang, ketua BB berusaha mengambil pedang legendaris pemberian tertua mafia" jawab angga lalu berlari kekamar mengganti pakaiannya
Dengan segera nara menelpon ******
"Halo ****** siapkan pasukan, dan kirim pasukan ke markas DM tempat penyimpanan pedang legendaris" ucap nara langsung mematikan sambungan dan bergegas mengganti pakaiannya
Tidak butuh waktu 2 menit mereka sudah mengganti pakaiannya lengkap dengan topeng mereka
"Kalian tunggu di sini saja, tolong jagain rumah gue" teriak nara
"Iyaa" balas teriak vino
Nara dan angga mengendarai motor masing masing di atas kecepatan rata rata
Tp ini nikahannya anak2 sultan semuanya..... Pak penghulu dpt amplop tebel ini