NovelToon NovelToon
Villainess' Giving Up

Villainess' Giving Up

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Contest / Romansa-Teen angst / Cintapertama / Tamat
Popularitas:99.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Arum Permatasari

Karena perasaan yang menyakitkan ini, aku akan berusaha keras untuk berubah.

Karena perasaan ini juga, aku akan menyerah untuk mencintai dia, yang tidak pernah sekalipun mencintaiku.

Karena luka mengerikan ini, aku menyerah. Aku tidak ingin lagi berbuat jahat dan memaksakan kehendakku sendiri.

Karena kesakitan ini, aku akan melindungi dan menjaga laki-laki yang tidak sedikitpun kucintai..

tetapi kenapa?
karena perasaan ini, laki-laki yang kucintai tiba-tiba berubah?
kenapa dia berusaha keras agar pernikahan kami tetap terlaksana?
kenapa dia peduli padaku?
padahal aku telah mengikhlaskan perpisahan kami?

Siapa yang harus aku utamakan?
Kembali padanya atau Melindungi dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arum Permatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri Yang Disayang

Baaakkk.

Kemarahan terlihat jelas memenuhi wajah, namun sepertinya masih bisa ia tahan hanya dengan memukul perut Assistennya.

Kraaaakk..

Pintu ruangan terbuka.

Tuk..tukk..tukkk..

Suara langkah sepatu terdengar menggema.

Laki-laki yang tadinya membungkuk, menahan perut yang sakit berjalan perlahan-lahan mendekati wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerja.

“Kenapa kau menggagalkan pernikahan orang lain?” Laki-laki itu kini telah berada di belakang wanita yang tak lain adalah Aria dan bersembunyi di sana untuk meminta perlindungan dari serangan ayah wanita tersebut.

Pintu tertutup, sekretaris ayahnya yang telah menutupnya.

“Huh,” Aria menghela nafas, “keluarlah!” lalu memerintahkan Assisten ayahnya untuk tidak lagi bersembunyi di belakangnya dan pergi meninggal ruangan tersebut.

“Kau kira aku mengizinkannya keluar?” Saat ingin beranjak pergipun laki-laki tersebut harus menelan saliva karena suara bentakan dari pimpinannya.

“Ayah, bukankah aku datang untuk menjawab pertanyaanmu?, jadi biarkan saja dia pergi.” Wanita itu mulai memasang wajah kedua, berpura-pura manja untuk menghentikan kemarahan ayahnya.

“Apa yang sebenarnya kau lakukan, Aria?, Manajer Johan bahkan sampai memohonku untuk membuatmu berhenti.”

“Oh, jadi laki-laki tua itu adalah saudara Manajer Johan?” Aria melontarkan pertanyaan kembali, berpura-pura tidak mengetahui segala hal yang terjadi.

“Aria!” 

“Ayah, aku tidak melakukan apapun.” Wanita itu mulai mendekat, lalu bergelayut manja di punggung ayahnya tersebut, “Ayah percayalah padaku!"

“Apa yang harus kupercaya?, buktinya saja sudah sangat jelas dan kau memerintahkan Assistenku untuk menggagalkan pernikahan laki-laki tua itu.” Ayah Aria menjauhkan tubuhnya dari tubuh manja putrinya. Ia yang tadinya berdiri, saat itu telah duduk kembali di kursinya.

“Hiks hiks, ayah percayalah padaku!” Air mata kebohongan mengalir di pipi, “laki-laki tua brengsek itu, memaksa temanku untuk menikahinya. Aku tidak mau temanku menderita karenanya. Temanku itu tidak memiliki orang tua, dia dipaksa berpisah dengan kekasihnya karena perjanjian orang tuanya sebelum mereka meninggal. Ayah, bagaimana jika kau nanti ehh.. “ Aria mendekati ayahnya yang telah duduk lalu berjongkok dan menyandarkan kepala di paha kaki ayahnya tersebut, “bagaimana jika kau nanti telah tiada lalu tiba-tiba seorang laki-laki tua datang dan memaksaku untuk menikahinya?, Ayah, kau bahkan belum mengetahui dengan jelas perasaan Suan untukku, bisa saja aku diceraikan...”

“Sudahlah,” kepala yang pusing bertambah pusing mendengar pengaduan dari putrinya, “pecat saja dia!” laki-laki itu mulai memberikan perintah kepada Assistennya yang masih berdiri di depan pintu hingga laki-laki itu sedikit terkejut dan menganggukan kepala, memenuhi perintah dari pemimpinnya.

“Hm, benar ayah, lebih baik pecat saja Manajer Johan karena...”

“Berhentilah Aria!, sekarang lebih baik kau pulang dan temui ibumu. Kau belum bertemu dengannya, bukan?” laki-laki itu mulai berdiri kembali lalu melangkah mendekati dinding kaca untuk melihat pemandangan di luar bangunan perusahaannya. 

“Ayah aku masih ingin di sini, jadi biarkan aku di sini sebentar saja.” Aria mulai melangkah, mendekati berkas-berkas ayahnya. Sepertinya saat itu ia sedang menunggu sesuatu.

“Direktur tolong, ..” Suara seorang laki-laki tiba-tiba terdengar, mengejutkan ayahnya yang langsung berbalik menghadap ke arah pintu ruangan, tapi tidak dengan Aria yang tampak tersenyum licik.

“Maaf direktur!” Assisten laki-laki pemilik bangunan terlihat berusaha keras untuk memaksa laki-laki yang baru saja masuk itu, keluar ruangan.

“Tolong jangan pecat saya, Direktur. Saya masih harus menanggung biaya rumah sakit istri saya, haa hiks tolonglah Direktur.”

“Haalaahh, jadi dia Manajer Johan ya Ayah?, bukankah dia telah memohon sekali, lalu sekarang kenapa harus memohon lagi?” Aria berucap cepat, wanita yang tadinya berdiri, saat itu mulai duduk di kursi ayahnya dengan teramat santai.

“Kembalilah Aria!”

Sepertinya ayah Aria tidak ingin melihat putrinya terlalu lama di ruangannya karena ia sadar bahwa dirinya pasti akan menuruti semua permintaan putrinya tersebut, jika wanita itu telah memohon.

“Tapi ayah..”

“Nona tolonglah saya!"

“Aish..” Assissten ayah Aria terlihat kebingungan, 

“Sebenarnya kau sangat berbakat, hanya saja kau tidak seharusnya membela orang yang bersalah dan mencampurkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.” Ayah Aria tampak memijat kepalanya, ia bahkan sempat menghela nafas berat ketika putrinya tidak kunjung pergi dari ruangan tersebut. “Jadi maaf, kau dipecat.”

“Tolonglah nona!” Pinta laki-laki itu dengan teramat memelas kepada Aria yang tampak mengembangkan senyuman kepuasan.

Segera ayah dari wanita tersebut mendekati telpon yang ada di atas meja lalu menekan salah satu tombolnya, “ Panggil security!” perintahnya mungkin kepada Sekretarisnya.

“Nona,”

“Pergilah!, kalau kau tetap seperti ini, kau kira kau bisa mendapatkan gaji terakhirmu nanti?” Assisten Ayah Aria mulai memberikan ancaman, ia yang kurus saat itu tidak dapat menarik paksa laki-laki yang tubuhnya lebih tinggi daripada tubuhnya sendiri.

“Pergilah, Astaga!”

“Nona, Saya mohon maafkan saya, saya tidak tahu ternyata saudara saya itu pemaksa.”

“Hm huh, Pergi, kau tidak dengar?” Ayah Aria semakin dibuat risih, ia begitu merasa terganggu saat itu.

Dua orang penjaga keamanan yang dipanggil telah datang. Tubuh kedua orang tersebut yang  tegap dan profesional segera menghampiri laki-laki yang sedari tadi terlihat berjongkok, meminta permohonan.

“Nona!” panggilnya yang kini telah berdiri dan ditarik paksa untuk keluar, “ aku mohon, jangan pecat aku haa hiks,, tolonglah aku mohon.”

“Ahh ayah, setelah kupikir-pikir, lebih baik biarkan saja dia tetap bekerja di sini.”

“Aria!” Ayah Aria benar-benar tidak tahan lagi, kini ia bahkan sampai membentak keras.

“Bukan begitu ayaaah,” Aria segera berdiri dan mendekati laki-laki yang tadinya akan dibawa keluar, ”lepas!” lalu memerintahkan para Penjaga keamanan untuk melepaskannya.

“Nona!” laki-laki itu berjongkok kembali.

“Jangan sentuh aku!” dia yang tadinya akan memeluk salah satu kaki Aria, saat itu hanya bisa terduduk dengan menundukan kepala.

“Aria, apa lagi maumu?” tanya Ayahnya dengan nada keras, tampak sangat lelah menghadapi keinginan putrinya.

“Setelah ini aku akan menemui ibu, tapi biarkan dia tetap bekerja asalkan dia dapat memastikan bahwa saudaranya itu tidak menikahi temanku lalu semua orang yang memanfaatkan temanku itu, pastikan tidak ada satupun dari mereka yang mendekatinya lagi. Ayah, temanku itu mudah ditipu, dia sudah mengeluarkan banyak...”

“Huh,” ayah Aria menganggukan kepala, “ Terserah kau saja, tapi sekarang pergilah!” lanjut laki-laki tersebut tidak tahan lagi dengan permintaan putrinya yang terus-menerus selalu memaksakan kehendaknya sendiri, "aku sudah pusing mendengar segala permintaanmu."

“Ayah, Aku sangat sayang padamu.” Ayah Aria tersenyum, laki-laki itu sontak membalik tubuh karena merasa sangat bahagia mendengar ucapan tersebut dari putri kesayangannya. “Kau ikut denganku!” Suara manja Aria kini telah berubah, dingin dan penuh tekanan.

“Baiklah nona.” Laki-laki yang tadinya hendak dipecat tersebut langsung berdiri dan melangkahkan kaki mengikuti Aria, meninggalkan pemimpin perusahaan yang masih berdiri memunggungi kepergian mereka.

Pintu ruangan ditutup.

Semua orang telah pergi dari sana.

Langkah kaki Aria terus berjalan hingga sampai di depan sebuah toilet umum perusahaan dan setelah menghentikan langkah, ia memerintahkan siapapun yang berada di sana untuk segera pergi.

“Nona!”

“Kau berhutang padaku.”

“Iya, baiklah nona, apapun itu perintahnya, akan saya lakukan.” Laki-laki itu berdiri menundukan kepala, ia berada tepat di depan Aria.

“Cari tahu semua hal tentang wanita simpanan saudaramu itu, jauhkan dia dari semua orang yang dekat dengannya, tapi ingat satu hal, kau tidak boleh menyentuhnya sedikitpun, paham?”

“Iya, saya paham nona.”

Setelah puas mendengar jawaban dari laki-laki di hadapannya, Aria segera melangkah pergi melewati beberapa pegawai yang menundukan kepala dengan sangat sopan kepadanya, terus melangkah sembari menatap tajam, penuh kekesalan serta emosi ketika mengingat kesialan Arkas terakhir kalinya karena ulah wanita yang saat ini sedang ia jadikan target kemarahannya.

1
Seven8
tiba2 berubah dr ouya menjadi Aria?
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Ida Blado
tamatnya sama kek ceritanya yg gaje
Ida Blado
ya salahmu suan yg lbh mentingin relasi
Ida Blado
seorang pewaris gk punya kemampuan apapun,,,, udah saakit jiwa tulul lgi
Ida Blado
yg harusnya kalian perintahkan otu aria si gioa,nkn arkas yg memang gk ada hubungan si gila
Ida Blado
suan org pinter tpi goblok,kenapa gk cari tahu apa yg terjadi dgn aria.jelas2 tingkahnya du luar org waras
Ida Blado
masa gk bisa mendeteksi aria sakit jiwa,,, krn bagiku aria emang sakit jiwa
Ida Blado
beneran pembawa sial bagi org lain,kmp gk di matiin aja
Ida Blado
kenapa gk dikirim ke rumah sakit jiwa aja sih,membahayakan org hidup aja
Ida Blado
tujuan si gila ini sebenrrnya spa sih,,, gk jelas bgt kmu bikin cerita
Ida Blado
sebenernua apa sih mau aria,,, dia kelakuannya bukannya malh mengancam keselamatan arkas,
Ida Blado
ini tuh cerita aneh bgt ya,,,, gambarin aria seperti orgil tpi leluarga atau org2 sekitar gk ada yg peka dgn kondisi nya
Ida Blado
sebenernya si suannya ini gimana sih,kok gk ada pov nya
Ida Blado
yg nulis cerita jg sama erornya sama aria,,,, sumpah ini kali pertama kalinya gue baca novel yg gk ada alur sama sekali
Ida Blado
ini ceritaa ttg apaa sih sebenernya,,, gila,depresi apa halu,,,,, kalau beneran lakinya selingkuh,ada gitu org tua ttp maksa anaknya nikah ma guh laki,,,, bikin cerita yg jelas ngapa sih,,,, kita baca cerita buat cari hiburan bukan buat puyeng krn cerita ribet,blibet,mbulet gk karuan
nebulaaretha
JANGAN GANTUNG PLISSS😫
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "suamiku posesif berlebihan" makasih kak🙏
total 1 replies
nurbaini family
maaf, kenapa ya karakter aria justru kaya antagonis yang bodoh dan gila?☹🥺
R AN L
kok bisa ini endingnya
LilyArni
yah kok gantung thorrr... kapan update lg ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!