Reuni kelas yang seharusnya menjadi malam penuh tawa berubah menjadi titik balik kehidupan.
Di hadapan murid-muridnya, Mo Yuan mengungkapkan rahasia yang terdengar mustahil—ia berasal dari dunia kultivasi dan akan segera kembali ke sana. Tak seorang pun mempercayainya, hingga semuanya benar-benar terjadi.
Dalam sekejap, Qin Shang dan seluruh teman sekelasnya terlempar ke dunia yang dipenuhi para kultivator, iblis, dan berbagai bahaya yang belum pernah mereka bayangkan.
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mereka harus memulai kehidupan baru dan menapaki jalan kultivasi dari titik nol. Namun, semakin jauh melangkah, semakin banyak rahasia yang tersembunyi di balik perpindahan mereka ke dunia ini.
Akankah Qin Shang mampu mengubah takdirnya, atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan menuju keabadian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEMOLLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"Di mana Pasar Gelap itu?"
"Lokasinya tidak tetap. Sistemnya menggunakan keanggotaan berdasarkan undangan. Pertama, kau harus diperkenalkan oleh anggota yang sudah terdaftar. Kedua, kau harus membayar iuran keanggotaan sebesar 1 Poin Kontribusi setiap tahun."
"Kalau begitu, bisakah aku menitipkan pembelian?"
Qin Shang terdiam sejenak sebelum mengajukan pertanyaan itu.
Ma Haoran tersenyum.
"Barang-barang di Pasar Gelap kualitasnya tidak selalu sama. Kalau aku tanpa sengaja membelikan barang yang mutunya jelek untukmu, nanti malah merusak hubungan kita."
Qin Shang merasa penjelasan itu masuk akal, lalu mengangguk.
"Kalau begitu, aku harus merepotkan Saudara Ma untuk memperkenalkanku."
"Tidak masalah. Pasar Gelap buka setiap sepuluh hari sekali. Kalau dihitung, masih ada empat hari lagi. Tepat tengah malam empat hari dari sekarang, temui aku di sini."
Empat hari pun berlalu dalam sekejap.
Malam itu, Qin Shang tiba di tepi sungai.
Suasana di sana lengang tanpa seorang pun yang sedang berlatih.
Alasan pertama, qi dan darah seseorang berada pada puncaknya di pagi hari, sedangkan malam hari merupakan saat kondisi fisik paling lemah. Berlatih pada malam hari hanya memberikan hasil setengah dari usaha yang dikeluarkan.
Alasan kedua, malam di Gunung Tianyuan sangat berbahaya. Orang-orang bertopeng sering berkeliaran. Sedikit saja lengah, seseorang bisa dirampok. Jika tidak memiliki harta, bahkan nyawanya pun bisa melayang.
Qin Shang terlebih dahulu berkeliling di sekitar tepi sungai untuk memastikan tidak ada penyergapan. Setelah yakin keadaan aman, barulah ia muncul dan menemui Ma Haoran.
Meski hubungannya dengan Ma Haoran cukup baik, ia tetap tidak boleh lengah.
"Ayo."
Ma Haoran segera memimpin Qin Shang menuju bagian hilir kota kecil.
Gunung Tianyuan membentang sangat luas, berupa deretan pegunungan yang seolah tidak berujung.
Mengikuti langkah Ma Haoran, Qin Shang menempuh perjalanan lebih dari dua puluh kilometer menembus pegunungan, bahkan melewati beberapa puncak.
Beruntung mereka berdua adalah petarung. Dengan bantuan cahaya remang-remang malam, mereka masih dapat bergerak secepat embusan angin.
"Sepertinya Ma Haoran sudah mencapai Tahap Peningkatan Darah Kedua."
Sambil mengikuti dari belakang, Qin Shang diam-diam mengamati langkah kaki dan postur tubuh Ma Haoran, lalu membuat perkiraan.
Tak lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah hutan lebat.
"Semua transaksi di Pasar Gelap harus dilakukan dengan wajah tertutup. Bagaimanapun juga, banyak barang yang asal-usulnya tidak bisa dipublikasikan."
Ma Haoran menyerahkan selembar kain hitam penutup wajah kepada Qin Shang, sementara ia sendiri juga mengenakannya.
Qin Shang segera menutupi wajahnya.
Mereka berjalan beberapa ratus meter, melewati semak-semak berduri yang mengelilingi seluruh kawasan. Hanya sisi timur yang memiliki sebuah pintu masuk.
Di depan pintu itu berdiri dua pria berpakaian hitam dengan topeng badut menutupi wajah mereka.
Dari celah pintu masuk, cahaya obor tampak berkelap-kelip menerangi bagian dalam hutan.
Ma Haoran mengeluarkan sebuah lencana gading bertuliskan "Kelas Tiga".
Begitu melihat lencana itu, kedua penjaga langsung mempersilakan mereka masuk.
Namun, Ma Haoran tidak segera melangkah. Ia berkata kepada kedua penjaga,
"Orang di belakangku adalah anggota baru yang kuperkenalkan. Tolong daftarkan dia."
"Biaya pendaftaran anggota baru sebesar 10 Poin Kontribusi. Setelah itu, iuran keanggotaan dikenakan 1 Poin Kontribusi per tahun. Untuk tahun pertama, iuran tahunan dibebaskan."
Mendengar angka itu, Qin Shang langsung terdiam.
Sebelumnya Ma Haoran hanya mengatakan bahwa iuran tahunan sebesar 1 Poin Kontribusi. Ia sama sekali tidak pernah menyebutkan adanya biaya pendaftaran sebesar 10 Poin Kontribusi.
Ma Haoran segera menepuk dahinya.
"Aduh, aku sampai lupa kalau masih ada biaya pendaftaran."
Sementara Ma Haoran menunggu di samping, pikiran Qin Shang berputar cepat.
Dua kemungkinan langsung terlintas dalam benaknya.
Yang pertama, Ma Haoran memang benar-benar lupa.
Yang kedua, bisa jadi ada imbalan bagi anggota yang berhasil mengajak orang baru bergabung.
Dengan kata lain, Ma Haoran kemungkinan akan memperoleh komisi dari biaya pendaftaran karena berhasil mengajaknya bergabung ke Pasar Gelap.
Kalau orang lain, seperti Lu Chen misalnya, mungkin sudah langsung marah kepada Ma Haoran.
Namun Qin Shang sama sekali tidak merasa kesal.
Sejak awal, ia memang percaya bahwa tidak ada makan siang gratis di dunia ini.
Hubungannya dengan Ma Haoran juga belum bisa dibilang sangat dekat. Jika Ma Haoran ingin memperoleh sedikit keuntungan darinya, itu masih bisa dimaklumi.
Asalkan Pasar Gelap memang benar-benar sepadan dengan biayanya, bukan sekadar kedok untuk menipu orang.
Qin Shang segera mengeluarkan sekeping mata uang bundar senilai 10 Poin Kontribusi, mata uang resmi Poin Kontribusi yang diterbitkan oleh Sekte Yunlan.
Setelah menerima uang itu, salah seorang penjaga langsung masuk ke dalam Pasar Gelap.
"Kita tunggu sebentar."
kata Ma Haoran.
Qin Shang pun berdiri menunggu di sampingnya.
Dalam lima menit berikutnya, tiga rombongan orang datang silih berganti.
Ketiganya sama-sama menutupi kepala dan wajah mereka.
Qin Shang tak bisa menahan diri untuk membayangkan apakah nanti, saat ia dan Ma Haoran keluar dari tempat ini, mereka akan dirampok oleh orang-orang tersebut.
Tak lama kemudian, seorang pria bertopeng kembali datang.
Qin Shang memandanginya dan merasa bentuk tubuh orang itu agak familier.
Namun karena malam sudah larut dan jarak mereka cukup jauh, ia tidak dapat melihatnya dengan jelas.
"Tolong tunjukkan kartu anggota Anda."
Seorang penjaga menghentikan pria itu.
Orang tersebut mengeluarkan kartu anggotanya.
Penjaga itu langsung mengangguk dan mempersilahkannya masuk.
Namun, tepat sebelum melangkah ke dalam, pria itu tiba-tiba menoleh dan bertanya,
"Katanya, kalau memperkenalkan anggota baru akan mendapat hadiah 5 Poin Kontribusi. Benarkah?"
Begitu kalimat itu terlontar, sorot mata Qin Shang langsung berubah.
"Jadi begitu..."
Qin Shang menyipitkan mata.
Suara itu...
Tidak mungkin salah.
Itu suara Wen Ren!
"Ada."
jawab penjaga.
"Terima kasih."
Wen Ren tersenyum.
Entah mengapa, teman-teman sekelasnya di Kelas 11 tiba-tiba terlintas di benaknya. Sepertinya, ia masih bisa memperoleh keuntungan dari mereka.
Setelah itu, ia mempercepat langkah dan memasuki hutan tempat Pasar Gelap berada.
"...Soal 5 Poin Kontribusi itu, Saudara Qin... Ahem..."
Di sampingnya, Ma Haoran hanya bisa menggeretakkan gigi karena kesal kepada Wen Ren.
Semula ia bisa diam-diam memperoleh 5 Poin Kontribusi tanpa diketahui siapa pun.
Siapa sangka pria itu malah menanyakannya dengan suara keras hingga semua orang mendengarnya.
Qin Shang hanya tersenyum.
"Dibandingkan 5 Poin Kontribusi itu, yang lebih penting bagiku adalah berapa banyak Poin Kontribusi yang bisa kuhemat melalui jalur Pasar Gelap ini."
Ma Haoran tidak berkata apa-apa lagi.
Namun, tatapannya kepada Qin Shang kini dipenuhi rasa kagum.
Tak lama kemudian, seorang penjaga keluar sambil membawa kartu anggota baru milik Qin Shang.
Di atas kartu itu juga tertera tulisan "Kelas Tiga".
Qin Shang pun mengikuti Ma Haoran memasuki hutan tempat Pasar Gelap berada.
Suasana di dalam ternyata cukup ramai.
Kurang lebih ada seratus orang berkumpul di sana.
Sekitar separuh dari mereka membuka lapak dan menggelar barang dagangan langsung di atas tanah.
Ada senjata.
Ada kitab rahasia bela diri.
Bahkan beberapa di antaranya masih berlumuran noda darah.
Jelas, asal-usul barang-barang itu bukanlah sesuatu yang bisa dipublikasikan.
Qin Shang berhenti di depan sebuah lapak yang memajang tiga kitab rahasia bela diri.
Sejak datang ke Gunung Tianyuan, ia baru mempelajari satu teknik, yaitu Jurus Kuda-Kuda Giok Matahari.
Karena itulah, ia cukup tertarik dengan teknik bela diri lainnya.
Melihat Qin Shang berjongkok untuk mengamati kitab-kitab itu, pemilik lapak segera mengangkat sebuah Mutiara Cahaya Malam agar penerangannya lebih jelas.
"Ini Telapak Naga Pengembara, teknik telapak ciptaan seorang Grandmaster Tahap Pembukaan Meridian Tingkat Tiga. Setelah menguasainya, gerakan telapakmu akan seringan naga yang melayang, tetapi daya hancurnya sangat ganas. Sekarang sedang diskon. Cukup 10 Poin Kontribusi."
Saat Qin Shang hendak membuka kitab itu untuk melihat isinya lebih saksama, pemilik lapak segera menahan tangannya sambil tersenyum.
"Kawan, sebelum transaksi selesai, pembeli tidak boleh melihat isi kitab secara detail. Itu peraturannya."
Qin Shang meletakkan kembali kitab 《Telapak Naga Pengembara》, lalu mengambil kitab rahasia bela diri yang kedua.
"Ini 《Langkah Piao Miao》. Teknik gerak yang diciptakan oleh seorang Grandmaster Tahap Pembukaan Empat Meridian. Harganya hanya 8 Poin Kontribusi."
"Sedangkan yang ini 《Kitab Pedang Pemecah Angin》. Teknik pedang yang hanya bisa digunakan dengan senjata pedang. Harganya 12 Poin Kontribusi."
Qin Shang mengembalikan ketiga kitab itu ke tempat semula tanpa membeli satu pun.
Sebab, sejak tadi Ma Haoran diam-diam menyenggol pergelangan kakinya dengan ujung kaki.
Setelah mereka berjalan agak menjauh, Ma Haoran baru menjelaskan,
"Kitab rahasia bela diri yang dijual di Pasar Gelap sangat sulit dipercaya. Kalau penjual sengaja mengubah sedikit saja isi kitabnya, saat berlatih kau bisa mengalami penyimpangan qi dan melukai tubuhmu. Kalau sampai parah, nyawamu pun bisa terancam. Lagi pula, setelah itu kau juga tak akan pernah bisa menemukan penjualnya."
Qin Shang mengangguk pelan. Penjelasan itu memang masuk akal.
"Kalau begitu, di mana bisa membeli kitab rahasia bela diri yang benar-benar dapat dipercaya?"
"Membeli? Di mana pun tak ada jaminannya. Cara paling aman adalah bergabung dengan sebuah faksi, atau membunuh lawan lalu mengambil kitab rahasia dari tubuhnya. Justru cara itu lebih bisa dipercaya."
Qin Shang mengangguk, lalu kembali berkeliling bersama Ma Haoran.
Tak lama kemudian, akhirnya ia menemukan tujuan utama kedatangannya.
Di sana berdiri sebuah lapak yang dijaga tiga orang.
Di samping mereka terdapat sebuah kuali besar yang sedang merebus berbagai macam bahan obat berwarna merah darah.
Qin Shang langsung mengenali aroma yang menguar dari dalamnya.
Itu adalah aroma Sup Peningkat Darah.
Saat itu, lebih dari dua puluh orang sedang mengantre untuk membeli.
Wen Ren juga berada di antara mereka.
Di samping kuali terpancang sebuah papan bertuliskan:
Satu mangkuk Sup Peningkat Darah — 25 Poin Kontribusi.
"Kenapa bisa semurah ini?"
Qin Shang tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Harganya bahkan hampir setengah lebih murah dibanding harga resmi.
Ma Haoran menjelaskan,
"Bahan obat untuk membuat Sup Peningkat Darah juga memiliki kualitas yang berbeda-beda. Yang dipakai di sini mutunya lebih rendah daripada bahan yang digunakan Divisi Makanan Obat. Bisa dibilang ini bahan-bahan yang sudah disisihkan, jadi harganya jauh lebih murah."
"Kalau khasiatnya?"
tanya Qin Shang.
"Khasiatnya tentu lebih rendah. Secara keseluruhan, efeknya sekitar delapan puluh persen dibandingkan Sup Peningkat Darah resmi."
"Delapan puluh persen sudah lebih dari cukup."
Qin Shang segera ikut mengantre.
Di tempat itu tersedia Sup Peningkat Darah siap minum dengan masa simpan hingga tujuh hari.
Selain itu, mereka juga menjual paket bahan obat.
Satu paket dapat direbus menjadi sepuluh mangkuk Sup Peningkat Darah. Harganya bahkan lebih murah lagi, hanya 160 Poin Kontribusi, sehingga menghemat 15 Poin Kontribusi dibanding membeli sepuluh mangkuk satu per satu.
Namun, Ma Haoran menyarankan agar Qin Shang membeli Sup Peningkat Darah yang sudah jadi.
Menurutnya, banyak bahan obat yang dijual telah mengalami penurunan kualitas sehingga khasiatnya ikut berkurang. Bahkan ada yang bisa menyebabkan diare setelah diminum.
Karena itu, Qin Shang langsung membeli tujuh mangkuk Sup Peningkat Darah dengan total 175 Poin Kontribusi.
Penjual menyerahkan sebuah kantong berisi tujuh porsi yang telah dikemas secara terpisah.
Qin Shang juga sempat memperhatikan Wen Ren.
Pria itu pun membeli Sup Peningkat Darah yang sudah jadi. Begitu transaksi selesai, ia langsung meninggalkan Pasar Gelap.
"Saudara Qin, aku masih ingin membeli beberapa barang lagi. Kalau urusanmu sudah selesai, kau boleh pulang lebih dulu."
Qin Shang sebenarnya sedang memikirkan alasan untuk berpisah dengan Ma Haoran.
Tak disangka, Ma Haoran justru lebih dulu mengusulkannya.
Hal itu benar-benar sesuai dengan keinginannya.
Setelah berpisah dengan Ma Haoran, Qin Shang diam-diam membuntuti Wen Ren dari belakang.