Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.
Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.
Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau Cantik!!
Miles berdiri di depan cermin, kesusahan memasang dasi yang menggantung canggung di lehernya.
Rapat itu tinggal tiga puluh menit lagi, dan tekanan yang dirasakannya begitu besar.
Laura berdiri di sana membantunya menyiapkan hal-hal lain. Saat melihat Miles kesulitan, ia tersenyum tipis.
"Bos, biar aku membantumu," kata Laura sambil melangkah mendekat.
Miles mengembuskan napas, bertanya-tanya bagaimana ia bisa melewati semua ini. "Apa tidak ada cara supaya aku... memakai pakaian yang biasa kupakai saja? Aku tahu ini rapat bisnis yang penting, dan memang sudah sewajarnya memakai jas, tapi..."
Ia menatap Laura melalui pantulan cermin. "Seumur hidup aku belum pernah memakai jas. Rasanya seperti dicekik. Tidak nyaman, dan kurasa aku butuh waktu untuk membiasakannya."
Laura terkekeh pelan. "Aku tahu rasanya memang aneh, tapi nanti kau akan terbiasa. Seiring waktu, kau akan memasuki rapat seperti ini dengan penuh percaya diri. Aku di sini untuk membimbingmu. Awalnya memang akan sulit, tapi itu bisa dilakukan."
Ia meletakkan tangan di bahu Miles, seolah memberinya ketenangan.
Sesaat, Miles menatap pantulan Laura di cermin, melihat betapa tenang dan baiknya wanita itu. Tanpa sadar ia berbisik, "Kau cantik, tahu?"
Laura tersenyum sambil menundukkan pandangan. "Terima kasih, Bos."
Miles menarik napas panjang sekali lagi. "Tapi... kurasa memakai jas hari ini justru akan membuatku semakin gugup. Aku perlu merasa nyaman supaya bisa berpikir jernih. Aku tidak percaya diri pergi ke tempat seperti itu dengan pakaian yang belum pernah kupakai sebelumnya."
Laura mengangguk. "Baiklah. Aku akan mengambilkan pakaian yang lebih kasual. Kau punya banyak pakaian kasual baru di lemari. Kau pasti menyukainya. Modelnya sederhana."
Ia melangkah pergi lalu mengambil satu set kaus desainer dan celana jins baru dari Æther Store. Tetap berkelas, tetapi lebih sesuai dengan gaya Miles.
Setelah berganti pakaian dan berbalik menghadap Laura, wanita itu mengangguk puas. "Nah, sekarang kau terlihat seperti seseorang yang siap menguasai ruangan."
"Ini baru lebih cocok," kata Miles.
"Semoga saja aku bisa selamat melewatinya," gumam Miles pelan.
Mereka berdua berjalan menuju mobil. Miles kali ini memilih Range Rover, dan Laura mengemudikannya meninggalkan Mansion mewah itu.
Saat mereka tiba di kantor pusat NexaChain, perut Miles langsung terasa melilit ketika melihat gedung kaca yang menjulang tinggi. Ia belum pernah melihat bangunan semegah dan semahal itu. Gedung itu begitu besar hingga ia bertanya-tanya berapa banyak kantor yang ada di dalamnya.
Laura merapikan tas tangannya. "Aku masuk dulu untuk menyiapkan semuanya. Kau baik-baik saja?"
Ponsel Miles bergetar tepat saat ia hendak menjawab. Ia melihat ada panggilan tak terjawab dari Dr. Tyler.
Ia tersenyum tipis. "Kurasa ibuku sudah sadar. Aku akan menelepon dokter sebentar lalu menyusulmu masuk. Setidaknya supaya dia tahu kalau aku akan datang setelah rapat selesai."
Laura mengangguk lalu berjalan lebih dulu memasuki gedung tanpa Miles.
Miles berbelok ke sudut yang lebih sepi untuk menelepon balik. Namun, saat berbelok dengan tergesa, kakinya menabrak sesuatu. Saat melihat ke bawah, ia menyadari itu adalah ember milik petugas kebersihan yang setengah terisi air kotor, dengan sebuah pel mencuat keluar.
Miles mengerang. "Serius? Di tengah jalan begini? Siapa yang menaruhnya di sini? Pasti salah satu pekerja NexaChain."
Ia membungkuk, mengangkat ember itu, lalu memutuskan untuk memindahkannya agar tidak ada orang lain yang tersandung.
Namun, saat ia berjalan menuju sudut gedung sambil membawa ember pel itu, sebuah Honda City berwarna perak memasuki jalan masuk yang baru saja ia tinggalkan.
Tubuhnya langsung membeku begitu melihat mobil itu mendekat. Ia mengenali mobil itu. Ia juga mengenali orang-orang yang berada di dalamnya.
Alvaro dan Valerie. Mobil yang sama yang kemarin menyiramnya dengan air berlumpur.
Mobil itu berhenti tepat di depannya, nyaris seolah sengaja hendak menabraknya, lalu pintunya terbuka.
Valerie turun lebih dulu dan langsung melihat Miles. Wajahnya seketika dipenuhi senyum mengejek.
Ia menyikut lengan Alvaro dan membisikkan sesuatu. Alvaro menoleh, dan saat melihat Miles memegang ember pel, ia langsung meledak dalam tawa.
"Ya Tuhan," kata Alvaro cukup keras hingga orang-orang di sekitar bisa mendengarnya. "Lihat itu. Tukang bersih-bersih baru di suni."
Valerie menutup hidungnya dengan dramatis. "Ih, bau pemutih dan kegagalan," katanya sambil melangkah maju.
Ia memandang Miles dari atas sampai bawah lalu mencibir. "Jadi ini pekerjaan yang berhasil kau dapatkan setelah lima tahun? Serius, Miles? Aku dan Alvaro baru saja mendapatkan posisi sebagai sekretaris CEO baru NexaChain. Kami mendapat pekerjaan tingkat atas di NexaChain... sementara kau di sini membersihkan toilet untuk perusahaan yang sama?"
Miles meletakkan ember pel itu dengan di lantai. Ia menatap mereka tanpa emosi, tetapi di dalam hatinya darahnya mendidih.
Valerie belum selesai. Ia bertepuk tangan sambil tertawa.
"Maksudku, serius," lanjutnya. "Kau selalu punya harga diri bodoh seolah-olah kau akan menjadi seseorang yang kaya. Ternyata kau cuma pesuruh. Mengepel lantai, mungkin juga tinggal di ruang bawah tanah."
Alvaro tertawa lebih keras lagi sambil menepuk sisi mobilnya. "Ini benar-benar lucu! Dulu waktu sekolah kau banyak omong. Ingat saat kau bilang Valerie akan menyesal meninggalkanmu? Lihat sekarang—dia menjadi sekretaris CEO baru, sementara kau tukang bersih-bersih di luar sini!"
Miles tidak mengatakan apa pun. Ia hanya memandangi mereka.
Diamnya justru membuat mereka semakin menjadi-jadi.
"Kau sebaiknya mengajukan mutasi internal," kata Valerie mengejek. "Siapa tahu kau dipromosikan dari petugas kebersihan menjadi pengawas toilet."
Miles mengembuskan napas panjang, mengatupkan rahangnya, dan tetap tenang.
Valerie mencibir lalu menoleh kepada Alvaro. "Ayo jangan sampai terlambat untuk rapat. Jangan sampai pegawai sungguhan mengira kita bagian dari tim kebersihan."
Miles memperhatikan mereka berjalan melewatinya sambil tertawa keras, bahkan menabrak beberapa orang yang mulai memandang ke arah mereka.
Miles mengangguk pelan mengingat perkataan Valerie tadi.
Ia kembali mengangkat ember pel itu lalu meletakkannya di tempat semestinya, di dekat pos petugas kebersihan di sisi gedung.
Kemudian ia berdiri tegak, merapikan bajunya, lalu berjalan memasuki gedung NexaChain, menaiki tangga yang sama yang baru saja dilalui Valerie dan Alvaro.
miles ceo dingin dn kejam,agar lebih menarik membacanya thorr👍👍