NovelToon NovelToon
Fotografer Plus Plus 2

Fotografer Plus Plus 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sama seperti bosnya, Adnan juga punya hobi mengambil foto dengan kameranya. Namun hobinya berubah jadi obsesi ketika dia ketagihan mendapatkan job 'fotografer p|us-p|us'. Semua itu berawal saat Adnan menemukan kamera tua milik mendiang ayahnya di lemari.

Kamera tua itu mampu membuat Adnan melihat dalam mode tembus pandang, lalu mode menampilkan yang tak kasat mata, bahkan sampai mode ronsen yang digunakan dalam kedokteran. Gilanya lagi, kamera itu mampu bisa membuat wanita klepek-klepek pada Adnan. Bagaimana bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17 - Terjebak

Wajah Sherly seputih kertas. Ia melirik jam di dinding, lalu kembali menatap Adnan dengan napas yang memburu. Kakinya melangkah cepat mendekat, tangannya mencengkeram lengan baju Adnan dengan cengkeraman yang gemetar namun tegas.

"Cepat... ke kamar mandi!" suruhnya dengan suara nyaris tak terdengar, matanya melirik panik ke arah pintu. "Bersembunyilah di sana. Jangan bersuara sedikit pun, apa pun yang terjadi. Aku akan mengurusnya."

Adnan menelan ludah. Ia melirik pintu kayu itu, lalu kembali menatap Sherly yang menatapnya memohon. Pikirannya berputar cepat. Di luar sana, kelompok Gladys pasti masih berpatroli, menunggu dia keluar. Jika ia nekat lari sekarang, kemungkinan besar ia akan langsung berhadapan dengan mereka. Di dalam sini, setidaknya ada dinding yang melindunginya. Kamar mandi itu mungkin sempit, namun itu satu-satunya tempat aman yang tersisa.

"Pergilah!" desis Sherly lagi, mendorong bahu Adnan pelan namun pasti.

Adnan mengangguk pelan. Tanpa membuang waktu, ia meraih tas dan kameranya, lalu melangkah berjinjit menuju pintu kamar mandi di sudut ruangan. Ia menyelinap masuk, memutar kunci pintu itu perlahan hingga terdengar bunyi klik yang samar, lalu bersandar lemas di balik pintu dingin itu. Ruangan itu sempit, berbau sabun dan uap air yang masih tersisa. Hanya cahaya remang dari lampu di cermin yang menerangi tempat itu.

Tak lama setelah dia sembunyi, suara kunci pintu kamar utama diputar. Pintu terbuka.

"Kau lama sekali membukanya," suara berat dan parau itu terdengar masuk, disertai bunyi langkah kaki yang berat dan sempoyongan. "Aku hampir saja berpikir kau melarikan diri."

"Maaf, Pak Herman... tadi aku sedang merapikan diri," jawab Sherly. Suaranya berubah drastis, kini terdengar lembut, merayu, dan penuh kepatuhan, jauh berbeda dari nada bicara saat berbicara dengan Adnan tadi.

Pintu kamar tertutup dan dikunci kembali. Adnan menahan napas, telinganya menempel di dinding kamar mandi, mencoba menangkap setiap suara dari luar.

"Kemarilah," perintah Herman. Suara kain yang bergesekan terdengar, diikuti desahan panjang pria itu. "Sangat lama aku menantikan ini. Kemarilah, biarkan aku melihatmu."

"Tentu saja," bisik Sherly lembut.

Dan kemudian suasana berubah. Suara ciuman yang basah dan berisik mulai terdengar, disusul rintihan pelan yang sengaja dikeluarkan Sherly. Pria itu tertawa rendah, suara yang terdengar kasar dan rakus. Adnan mendengar suara gesekan kain, baju yang diturunkan, lalu desahan yang semakin lama semakin keras dan berirama.

Adnan memejamkan mata rapat-rapat. Ia duduk di tepi bak mandi yang dingin, kedua tangannya mencengkeram lututnya erat. Di balik pintu itu, pemandangan yang terjadi persis seperti yang ia saksikan di ruangan ritual tadi, namun kali ini tidak ada kengerian entitas gaib, hanya keputusasaan dan kepura-puraan murni.

Suara desahan Sherly terdengar berulang kali, terkadang keras, terkadang tertahan. Ia melakukannya dengan sangat baik, seolah benar-benar menikmatinya, padahal Adnan tahu persis, wanita itu baru saja merayunya dan kini sudah menikmati permainan lelaki lain.

"Kau sempurna..." gumam Herman di luar sana, suaranya terputus-putus. "Lebih baik dari yang kubayangkan..."

Suara tubuh yang beradu, napas yang memburu, dan kata-kata kotor yang terlontar dari mulut pria tua itu memenuhi ruangan. Adnan merasa telinganya panas. Ia berusaha memikirkan hal lain, makhluk bertanduk, kamera di tangannya, cara untuk keluar dari sini, namun suara itu terus merembes masuk, mengingatkannya pada posisinya yang sungguh menyedihkan, terkunci di kamar mandi, bersembunyi seperti pencuri, sementara di luar sana seorang wanita yang baru saja menawar hatinya tanpa syarat, kini harus menjual tubuhnya demi orang asing yang mabuk dan kasar.

Adnan menghela napas panjang, napas yang bergetar di udara dingin kamar mandi. Ia menundukkan kepalanya, merasa tak berdaya. Jika ia keluar, bukan hanya dirinya yang akan dicurigai, tetapi Sherly juga bisa terancam bahaya yang jauh lebih besar, baik dari pria mabuk itu maupun dari kelompok Gladys yang masih mengintai di luar.

Ia harus bertahan. Hanya sebentar. Pikirnya. Pria itu pasti akan kelelahan dan pergi.

Menit terasa berjalan sangat lambat. Setiap detik yang berlalu terasa seperti jam. Adnan menatap pantulan dirinya di cermin yang sedikit berembun. Wajahnya pucat, matanya cekung dan lelah. Di luar sana, suara itu masih berlanjut, irama yang monoton, penuh kepura-puraan, dan kesepian yang mendalam.

Hingga akhirnya, setelah terdengar suara erangan panjang dari pria itu, suasana perlahan hening. Terdengar suara napas berat yang tersengal, diikuti bunyi gesekan pakaian yang dikenakan kembali.

"Kau memang hebat," puji Herman, suaranya terdengar lebih tenang meski masih serak karena alkohol. "Ini bayarannya. Sisanya untukmu."

"Terima kasih, Pak," jawab Sherly lembut.

Adnan tetap duduk diam di kamar mandi, menunggu. Ia berharap malam segera berlalu lebih cepat.

1
Mita Paramita
mungkin Gladys mau ngadain ritual sekte ulang kn acara yang pertama gagal 🫣 Adnan gentleman banget 😍
Mita Paramita
Adnan solusi ny mending cari tau dulu siapa Gladys mungkin aja dia tau tentang kamera ajaib itu makanya bikin jebakan jadi klien 🫣
Mita Paramita
akhirnya Adnan ada yang mau bantuin masalah nya 😉 Liza muka peka sama Adnan gak cuek lagi
Mita Paramita
kasian Adnan nanggung beban sendirian gak ada temen curhat 🤨 semoga Liza peka ngebantuin Adnan
Mita Paramita
mestinya Adnan jujur aja ke Liza kalo lagi di ikuti Gladys cs dan tentang kamera juga 🤨 siapa tau bisa menyelesaikan masalah bareng
Rommy Wasini Khumaidi
waduh,kok Gladys tau tempat majikan Adnan tinggal?
Mita Paramita
Adnan balik ke setelan awal jadi supir Liza tapi kenapa ketemu lagi Sama Gladys cs apa mereka temen kuliah Liza 🤨🤨🤨 nasib sial masih aja ngikutin Adnan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Adnan akhirnya pulang kerumahnya juga ... dapet sarapan gratis lagi dari tari. hidup Adnan selalu dikelilingi orang baik 😉
Mita Paramita
akhirnya Adnan bisa pulang juga🤨 maka ny Adnan kalo ada panggilan job tanyain dulu jangan langsung diambil
Rommy Wasini Khumaidi
deg²an aku,takut Gladys and the geng menghadang
Mita Paramita
Herman curiga seperti ny dikamar mandi ada orang lain 🤣🤣🤣 situasi Adnan terlalu dar der dor kalo sampe ketahuan
Rommy Wasini Khumaidi
aku ikut nahan nafas juga Nan,takut kamu ketahuan
Mita Paramita
Adnan sial banget ngumpet dikamar mandi trus dengerin suara desahan Sherly 🤣🤣🤣 serba salah posisi Adnan 🫡
Mita Paramita
Adnan udah merasa lega dikit ada lagi masalah baru🤣🤣🤣maju kena mundur kena nih🫡
Mita Paramita
Adnan Udah jauh jauh sembunyi malah dapet jackpot masuk ke kamar kupu2 malam 🤣🤣🤣 semoga aja gerombolan sekte itu udah bubar cape nyari Adnan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aliran sesat kan, serem bgt. lain kali milah milah juga klo terima job jgn sampe membahayakan diri sendiri Adnan
Mita Paramita
baca bab ini bikin dar der dor Adnan akhirnya bisa juga dari kepungan anggota ritual sekte 🤣🤣🤣 semoga dia gak ketangkap Gladys
Mita Paramita
Adnan mending kabur situasi nya makin horor nih ritual sekte nyaa 😈😈😈
Mita Paramita
kamera max ajaib bisa liat setan di tengah acara sektor gini😈😈😈
Dewi kunti
hiiiiiiiiiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!