NovelToon NovelToon
Jodohku Tetanggaku

Jodohku Tetanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:115.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: dewi indra

Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?

Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.

Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.

Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?

Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

019

Jam 9 malam Tasya terbangun dari tidurnya saat merasakan tenggorokannya kering, Tasya berjalan keluar dari kamar sambil mengulung rambutnya asal.

"Ohammm.. ngantuk sekali tapi aku haus." Gumam Tasya sambil berjalan ke arah kulkas.

Dibukanya kulkas dua pintu itu Tasya mengambil botol air mineral dan meneguknya hingga hanya masih tersisa setengah.

Tasya menaruh kembali botol air itu dan menutup pintu kulkas, Tasya melangkah berjalan ke arah kamar.

Sesampainya di kamar Tasya merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya itu.

Drtt...drtt...

Bunyi hp milik Tasya membuat Tasya mengurungkan niatnya untuk kembali tidur ia meraih hpnya yang tepat berada di samping bantal.

Dilihatnya pesan serta panggilan masuk dari Aldo, Tasya hanya melihatnya saja namun tidak membalas ataupun menelpon balik Aldo.

Tasya Kembali menaruh hpnya di samping bantal lalu menarik selimut yang bermotif Helloween itu untuk menutup tubuhnya.

*****

Jam 06.00

Tok....tok...tok...tok...

Pintu Tasya sudah di ketuk beberapa kali oleh Aurora tapi Tasya masih enggan untuk bangun dari tidurnya.

"Tasya bangun udah pagi, kamu mau ikut joging ngak?" Tanya Aurora sambil berteriak.

"Hmm.." Gumaman Tasya yang sama sekali tidak di dengar oleh Aurora

"Tasya, kebo amat kamu." Ucap Aurora kesal sambil menggedor-gedor pintu kamar Tasya.

Tasya yang mendengar suara gedoran yang semakin lama semakin keras membuat ia bangun dengan kesal, Tasya bangkit dari tidurnya lalu berjalan ke arah pintu dengan mata yang masih tertutup.

"Hmmm, ada apa?" Tanya Tasya sambil bersandar di ambang pintu.

"Kamu kok ngak bangun-bangun dari tadi juga kakak panggil-panggil kamu." Ucap Aurora kesal.

"Aku ngantuk kak ini masih pagi kenapa juga bangunin aku." Ucap Tasya sambil membuka sebelah matanya.

"Kamu mau ikut joging apa ngak?"

"Jawabannya ngak, aku ngantuk kakak aja sana yang joging." Ucap Tasya

" Ya udah kalau ngak mau!!! " Ucap Aurora sambil berteriak di kuping Tasya.

"Dasar!! sakit tau kuping aku." Ucap Tasya kesal.

Aurora tertawa terbahak-bahak sambil berlari turun dari tangga.

Tasya terus saja mengomel tidak jelas, ia menutup pintu kamar itu dengan perasaan kesal.

"Mangesalkan jam segini udah usil." Ucap Tasya lalu berjalan ke arah kamar mandi.

Tasya membasuh wajahnya dan menyingkat giginya rasa kantuk seketika hilang saat wajah Tasya terkena air dingin.

Setelah selesai membasuh wajah, Tasya berjalan ke arah jendela dan membuka jendela kamarnya itu, nampak warna gelap yang masih menghiasi langit.

Tasya menatap jendela kamar Aldo yang masih tertutup rapat dengan gorden yang setengah terbuka.

Tasya menatap ke arah langit sambil menarik nafas dalam-dalam lalu mulai menghembuskan nafas dengan perlahan-lahan.

Angin bertiup kencang menerpa bagian kulit wajah Tasya, Tasya tersenyum kala merasakan dinginnya udara pagi.

"Wahh seger banget udara pagi." Gumam Tasya sambil menarik nafas.

Tak di sangka jendela kamar Aldo terbuka nampak wajah seorang wanita cantik yang berdiri di depan jendela kamar itu.

Tasya menatap ke arah wanita yang sedang menarik gorden sambil tersenyum-senyum sendiri, itu membuat hati Tasya tersa sakit saat mengetahui kalau Aldo ternyata sedang bersama wanita lain di belakangnya.

Air mata Tasya menetes saat pandangan mata Tasya dan wanita itu bertemu. Tasya dengan cepat menutup jendela kamar itu lalu ia terduduk di lantai sambil menangis menahan sakit dan perih di hatinya.

Tasya tak menyangka bahwa Aldo akan mencari wanita lain, Tasya pikir Aldo akan memperjuangkan rasa cintanya tapi ternyata tidak Tasya bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah lemari mengambil koper serta baju-baju nya.

Semua perlengkapan seperti pakaian, celana dan lain-lain sudah ia tata rapi di dalam kopernya itu.

Tasya sudah memutuskan hari ini ia akan pergi untuk menemui neneknya dan tinggal untuk selama-lamanya bersama neneknya, agar Tasya bisa membuka lembaran baru tanpa adanya sosok seorang Aldo.

*****

Di lain tempat wanita yang bernama Ara adik sepupu dari Aldo hanya terdiam saat ia melihat Tasya yang menangis sambil menutup jendela dengan keras.

Ara mengerutkan keningnya, ia berpikir apakah wanita tadi mengenal dirinya atau tidak, Ara terus mentap ke arah jendela rumah yang bersebrangan dengan rumah kakak sepupunya itu.

"Ara.." Panggil Aldo sambil berjalan mendekati Ara.

"Iya kak." Ucap Ara

"Kamu kenapa bengong di sana."

"Tadi kak aku lihat ada wanita cantik tapi wajahnya terlihat sedih ia menangis kak saat melihat Ara." Ucap Ara

"Wanita? siapa yang kamu maksud?" Tanya Aldo

"Itu kak di sana sepertinya wanita itu tetangga kakak deh, wajah wanita itu tadi berubah sedih saat melihat Ara." Ucap Ara sambil menunjuk ke arah jendela Tasya.

"Tasya." Gumam Aldo.

"Apa kakak mengenalnya, soalnya Ara tidak mengenal wanita itu Ara penasaran kenapa dia menangis ya saat melihat Ara." Ucap Ara sambil menggaruk kepalanya.

"Dia pacar kakak, lebih baik sekarang kamu keluar aja deh kakak pengen sendiri dulu." Ucap Aldo.

"Baiklah kak." Ucap Ara lalu melenggang pergi dari kamar Aldo.

Aldo mengehembuskan nafas kasar, ia benar-benar tidak mengerti kenapa Tasya menjauhi dirinya.

"Apa Tasya cemburu ya, pasti dia pikir aku sedang mengajak wanita ke kamar selama inikan Tasya ngak tahu wajah Ara." Gumam Aldo.

"Aku harus mencari Tasya dan menjelaskan semuanya, ia pasti sudah salah paham aku juga ingin tahu kenapa Tasya selama ini tidak pernah menghubungiku atau membalas pesan yang aku kirim untuknya." Ucap Aldo

Aldo bergegas mencari baju yang pas untuk mendatangi rumah pacaranya itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya Aldo dengan percaya diri berjalan turun dan keluar dari rumahnya menuju ke rumah Tasya.

Jam sudah menunjukkan 07.00 Aldo berdiri tepat di pintu gerbang rumah Tasya.

"Permisi, Tasya... Tasya..." Panggil Aldo

Sudah 5 menit Aldo menunggu tapi tidak ada tanda-tanda Tasya akan keluar atau menghampiri dia.

Aldo memutuskan untuk kembali memanggil nama Tasya.

"Tasya... Tasya..." Panggil Aldo dengan suara yang sedikit keras.

Sedangkan di dalam rumah Rajendra sedang duduk sambil menikmati kopi hitam yang dihidangkan oleh istrinya itu. Tiba-tiba saja Rajendra mendengar suara teriakan dari arah luar rumah yang menyebut-nyebut nama putrinya yaitu Tasya.

Dengan langkah panjang Rajendra berjalan keluar rumah dan siapa sangka yang berdiri tepat di pintu gerbang itu adalah Aldo, dengan rasa amarah Rajendra berjalan mendekat ke arah Aldo.

"Mau cari siapa kamu." Ucap Rajendra dingin

"Maaf om saya menganggu, kedatangan saya ke sini ingin mencari anak om Tasya." Ucap Aldo seraya tersenyum.

Rajendra sama sekali tidak berniat membukakan pintu gerbang besar itu, Aldo terus berdiri seraya tersenyum ramah ke arah Rajendra.

"Putri saya Tasya sedang berada di kamar, saya menghukum dia, lebih baik kamu jangan pernah lagi bertemu dengan anak saya." Ucap Rajendra.

"Om apa salah Tasya kenapa dia di hukum?" Tanya Aldo hawatir.

"Ini semua karena kamu, saya tidak suka melihat wajahmu disini lebih baik putuskan hubunganmu dengan anak saya dan pergi tinggalkan Tasya jangan pernah menemui Tasya lagi untuk selamanya." Ucap Rajendra sambil menatap tajam ke arah Aldo.

"Apa salah saya om, saya mencintai Tasya." Ucap Aldo membela diri.

"Banyak omong kamu, kamu hanya seorang penggangguran yang tak pantas untuk anak saya, jangan coba-coba mendekati Tasya lagi saya tidak akan setuju jika kamu yang menjadi pacar Tasya." Ucap Rajendra.

Aldo yang mendengar itu merasa sangat marah ia mengepalkan tangannya dengan kuat, ia benar-benar mendapat tamparan keras dari ayah Tasya sakit hati Aldo semakin menjadi kala melihat Tasya yang keluar datang untuk menemui dia tapi malah di tarik masuk kedalam rumah oleh ibu Tasya sendiri.

"Ibu aku mau lihat Aldo Bu, Aldo ngak salah tolong maafin Aldo Bu, Tasya janji akan memutuskan hubungan Tasya dengan Aldo asalkan ayah tidak marah dengan Aldo." Ucap Tasya memohon

"Masuk kamu Tasya tolong dengarkan perkataan ibu kamu jangan melawan ayahmu cepat naik ke atas." Ucap Anastasia.

"Aku mohon Bu." Ucap Tasya.

"Masuk cepat sana nanti ayah marah." Ucap Anastasia sambil mendorong tubuh Tasya.

"Kak ayo kita ke kamar." Ucap Dodo sambil menarik tangan Tasya.

"Gak mau kakak mau tolongin Aldo." Ucap Tasya.

"Jangan seperti ini kak dengarkan ucapan ibu sekali." Ucap Dodo.

Tasya dengan pasrah mengikuti saran sang adik.

Aldo masih setia berdiri di depan pintu gerbang itu.

"Om tolong pertemukan saya dengan Tasya." Ucap Aldo

"Pergi kamu sana, jangan membuat suami saya main tangan ke kamu." Ucap Anastasia.

Anastasia berbicara seperti ini karena ia tidak ingin melihat pacar dari anaknya mendapatkan pukulan dari sang suami. Anastasia tidak ingin melihat putrinya menjadi sedih jika mengetahui Aldo pacarnya di pukul oleh ayahnya sendiri.

"Tante saya mohon jangan pisahkan saya dengan Tasya." Ucap Aldo.

"Kami sudah memutuskan untuk memindahkan Tasya ke Kalimantan dan tinggal bersama neneknya lebih baik kamu pergi dari sini, jangan membuat anak saya terus menangis dan sakit hati cuman karena kamu, kamu kan sudah di jodohin lebih baik kamu jauhi anak saya." Ucap Anastasia.

Aldo bingung kenapa ibunya Tasya malah mengatakan bahwa dia sudah di jodohkan itu sama sekali tidak benar.

"Tante anda salah paham, saya tidak pernah di jodohkan oleh siapapun." Ucap Aldo.

"Saya tidak perduli dengan urusanmu cepat pergi dari hadapan kami, mulai sekarang Tasya sudah bukan lagi pacarmu, Tasya sudah memberitahu saya bahwa dia sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kalian." Ucap Anastasia.

"Saya tidak percaya, Tasya orangnya tidak seperti itu aku percaya dengan Tasya dia tidak mungkin memutuskan hubungan kami." Ucap Aldo.

"Jangan banyak bicara kamu apa perlu saya panggilkan satpam untuk mengusir mu, saya sudah menghormati kedatangan kamu ya karena kamu adalah tetangga kami tapi jangan harap untuk datang lagi ke sini untuk menemui putri saya." Ucap Rajendra.

Dengan perasaan kesal bercampur amarah Aldo memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah Tasya.

1
Lucky
siap kak😊
Jepri Sal
ok d tunggu
Arni Said
lanjut....bikin penasaran....
Arni Said
ceritanya menarik...
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Ellaa🎭
lanjut yaa🥰

salam -Kay and Say-
Elisabeth Ratna Susanti
like👍
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
el Nabil
keren banget 👍
Akira ✨
like 😉
Eda Sally
keren say😍
Hesti Heryanti
MENGINTIP JODOHKU SELALU LIKEEEEEEEE KAK.
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.


semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Caramelatte
semangat upnya thor!
Salam –Belong to Esme–
Hesti Heryanti
maafkan terlambat
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰

yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
Atikah Kah
episode 41
Hiatus
lanjut
Lucky: Siap kak🙏
total 1 replies
el Nabil
like tetap semangat

salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
Lucky: siap kak🤗🙏
total 1 replies
Ellaa🎭
next up thor 💪🌹
mampir K&S dah uppppp
Lucky: mksih kak🙏🤗
total 1 replies
Umi Yan
Semangat, ditunggu lagi up terbarunya kak😊💪
Lucky: Siap kak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka👍
Lucky: mksih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!