Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Dirga turun ke bawah untuk mencari sarapan
Saat ia baru saja turun, ia melihat Asha yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua
" Pagi Dir. "
" Pak Dirga "
Dirga tersenyum tipis
" Pagi "
Dirga duduk di kursi makannya, meneguk air putih yang sudah Asha siapkan untuk dirinya
Asha duduk di kursinya, bersiap untuk menyantap sarapan yang sudah ia buat..
" Kamu ini sekretaris saya atau latihan jadi istri saya ?"
Asha yang mendengar ucapan Dirga pun langsug tersedak air yang sedang ia minum
" Uhuk..uhuk"
" Pelan pelan minumnya, saya cuma bertanya "
" Pertanyan Pak Dirga aneh "
" Aneh darimana ? ya saya nggak salah kan ? "
" Salah "
" Salah gimana ? "
" Ya pokoknya salah "
Dirga tersenyum tipis melihat Asha yang salah tingkah
" Sha "
" Ya Pak Dirga ? "
" Menurut kamu, siapa yang lebih baik saya atau naufal ?"
Asha diam, dan berpikir
" Nggak ada "
" Kenapa nggak ada ? "
" Pak Dirga sakit ya ? "
" Enggak, kenapa memangnya ? "
" Pertanyaan Pak Dirga seperti orang yang demam "
Sejujurnya apa yang Dirga lakukan agar Asha mengulurkan niatnya soal apa yang ia katakan malam tadi
Dirga takut jika Asha memilih bersama dengan Naufal
Ditengah-tengah sarapan mereka, ponsel milik Asha berdering panggilan masuk
Asha berdiri untuk mengangkat panggilanny
" Ngobrolnya harus sembunyi gitu ? "
" Saya takut ganggu Pak Dirga "
" Nggak, ngobrol aja disini "
Asha menghela nafasnya dan mengangkat panggilan telpon itu
Saat itu Naufal menghubungi Asha dengan panggilan Vidio, sehingga Dirga pun bisa mendengarnya
" Pagi Asha "
" Pagi Fal.. "
" Wihh lagi sarapan ya "
" Iyah, lo udah sarapan ? "
" Belum, paling nanti sekalian berangkat cari sarapan di luar "
" Kebiasaan banget Fal "
" Ya gimana ya, habis nggak ada lo sih Sha jadi gue bt sarapan sendirian dirumah "
Asha sengaja membalik kamera vidonya awal panggilan, hingga Naufal pun dengan sengaja membuat Dirga cemburu
" Jujur aja gue kangen sih masakan lo, Sha "
" Libur main ke tempat gue dong, masak buat gue Sha "
" Iyah liat nanti deh Fal "
" Oiya gue nggak ganggu lo sarapan kan ?"
" Enggak, santai aja Fal "
" Oh ya syukur deh, gue takutnya ganggu. "
Dirga yang mendengar itu sesekali menatap sinis Asha
" Oya Sha lo udah nanya belum soal itu.. "
" Udah "
" Terus gimana ? "
" Gue di suru resign katanya Fal "
" Yaudah resign aja, nanti gue yang bayar dendanya "
Wajah Dirga berubah panik
" Asha " panggil Dirga
" Loh ada suara Pak Dirga, lo lagi sama Pak Dirga Sha ? "
" Iyah "
" Yaudah lanjut nanti aja deh, Sha. Bye "
" Bye "
Setelah selesai, Asha meletakkan kembali ponselnya
" Kayaknya saya harus ubah surat perjanjian kontrak kerja " ucap Dirga sambil menyantap makanannya
" Apa yang di ubah Pak ? "
" Dilarang mengundurkan diri, kalau tetap memaksa ingin mengundurkan diri harus membayar 10 milyar "
Dirga pun langsung bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan meja makan
Asha tersenyum kecil melihat raut wajah Dirga
" Hahaha kena juga dia "
....
Di kantor Dirga memanggil Reza untuk keruangannya
" Tumben nyuruh gue keruangan, ada apa nih ? "
" Gue mau nanya sesuatu sama lo "
" Apa ? "
" Gue sama Naufal lebih baik siapa ? "
Reza diam..
Beberapa detik kemudian, ia tertawa lepas
" HAHAHA "
Dirga mengambil bantal yang ada di dekatnya dan melempar ke arah Reza
" Gue serius bodoh "
" Lagian lo ngapain nanya kayak gitu, ga perlu mikir juga udah tau jawabannya "
" Siapa ? "
" Naufal "
" Lo bosen kerja ya Za ? "
Reza duduk disamping Dirga
" Jujur deh sama gue, lo lagi cemburu kan sama Naufal ? "
" Kalau lo diem doang lo bukan cuma cemburu Dir, tapi lo juga bakal kehilangan Asha "
Dirga menoleh menatap Dirga dengan serius
" Gue ngomong serius Dir, nggak bercanda "
" Coba deh lo pikir lagi, selama tujuh tahun ini Naufal yang ada buat Asha ya ga menuntut kemungkinan kalau Asha punya perasaan ke Naufal kan ?"
" Tapi Asha masih hafal soal gue Za "
" Hafal belum tentu masih punya rasa Dirga"
" Ya karena dia sekarang sekretaris lo, otomatis naluri dia sebagai sekretaris yah jalan lah "
" Ya contohnya sekretaris lo yang kemarin-kemarin, mereka juga harus tau kan apa yang lo suka dan lo ga suka ? "
Dirga mengangguk
" Nah ya itu"
" Bedanya karena dia mantan lo, jadi dia ga perlu nanya ke lo Dir "
" Berarti bukan karena masih sayang sama gue ? "
" Ya mungkin aja, apalagi sekarang lo galak banget ke dia "
" Makin mikir dia buat suka lagi sama lo Dir "
Reza merasa puas memanasi Dirga
" Tapi dulu dia yang seenaknya ninggalin gue Za, harusnya dia jelasin ke gue "
" Disaat gue butuh dia, dia nggak ada buat gue Za "
" Ya lo tanya kenapa dia ninggalin lo dulu "
" Udah, tapi dia ga jawab "
" Ya berarti emang ada satu hal yang belum bisa dia ceritain ke lo Dir "
" Apa ? "
" Ya mana gue tau, emangnya gue Asha "
Ditengah-tengah obrolan mereka berdua, Bayu masuk dan ikut bergabung bersama keduanya
" Wihh serius amat nih gue liat-liat, ngomongin gue ya ? "
" Nih sahabat lo Bay, lagi galau soal mantan "
Jawab Reza
" Halah galau doang nggak ada usaha, mending Asha sama gue aja Dir "
Dirga melempat pulpen kearah Bayu
" Keluar lo "
" Hahaha mantan ko cemburuan, nggak ada hak kali "
Reza mengangguk
" Dia nanya Bay, katanya dia sama Naufal lebih baik siapa ? "
" Naufal lah " jawab Bayu tanpa berpikir
" Ga berguna lo berdua " jawab Dirga ketus
" Lo harus bisa ambil hatinya Asha lagi, Dir " ucap Bayu
" Gimana caranya ? " tanya Dirga tanpa sadar
" Gue punya ide "
...
Diruangan Asha sedang fokus dengan pekerjaannya..
Tiba-tiba ponselnya berdering panggilan masuk dari nomor tidak dikenal
Awalnya Asha ingin mengabaikan panggilan itu, namun nomor tersebut terus menghubungi dirinya
Dengan terpaksa, Asha mengangkat panggilan itu
" Hallo, maaf ini siapa yah ? "
Raut wajah Asha pun langsung berubah..
Tanganya bergetar sambil memegang ponsel yang ada ditangannya
Rasa takut itu kini mulai muncul kembali..