NovelToon NovelToon
Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Arka kehilangan segalanya dalam satu malam ketika warung makan peninggalan almarhum orang tuanya dihancurkan oleh lintah darat dan kekasihnya meninggalkannya demi pria kaya yang sombong. Di ambang keputusasaan saat mencoba memasak seporsi nasi goreng terakhir di tengah puing-puing warungnya, sebuah suara mekanis misterius tiba-tiba bergema di dalam kepalanya. Berbekal Sistem Kuliner Sakti yang memberinya hadiah uang tunai dan keterampilan tingkat dewa setiap kali pelanggannya merasa puas, Arka memulai langkah balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pengakuan yang sangat mengerikan dan tak berperikemanusiaan itu membuat jumlah penonton siaran langsung melonjak drastis hingga menyentuh angka satu juta orang.

Kasus ini bukan lagi sekadar persaingan bisnis kotor biasa, melainkan sudah masuk ke ranah kejahatan terorisme yang mengancam nyawa publik secara langsung.

"Bagaimana dengan preman pasar yang sering memalak pedagang dan memboikot bahan bakuku di pasar subuh minggu lalu?" Arka terus mencecar tanpa memberikan ruang untuk bernapas.

"Itu semua perintahku dan anakku Kevin, kami menguasai jalur distribusi pasar dengan ancaman kekerasan agar kau tidak bisa memasak." Hendra kembali menjawab dengan kejujuran mutlak yang menghancurkan dirinya sendiri.

"Kami juga yang menyuap manajer mal dan menyewa kritikus Bagas Kusuma, semuanya kami lakukan untuk melenyapkanmu dari kota ini." Tambah Hendra meratapi mulutnya yang terus mengkhianati perintah otaknya.

Arka menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan senyum kepuasan yang luar biasa besar terlukis di wajahnya.

Semua bukti pengakuan dosa tingkat tinggi telah terekam secara sempurna tanpa paksaan fisik dan disaksikan oleh jutaan rakyat di negara ini.

"Terima kasih atas kejujurannya Tuan Hendra dan Bapak Hakim, pengakuan kalian sangat berharga bagi keadilan di negeri ini." Arka berdiri dari kursinya dengan gaya yang sangat elegan merapikan celemeknya.

Hendra dan Hakim Ketua masih terduduk lemas, pengaruh efek magis kopi hitam itu mulai perlahan menghilang dari sistem saraf mereka seiring detak jantung yang memburu.

Begitu kesadaran penuh mereka kembali utuh, Hendra langsung melotot lebar menyadari apa yang baru saja ia ucapkan dari mulutnya sendiri di ruangan itu.

"A-apa yang baru saja aku katakan tadi? Ilmu hitam apa yang kau berikan dalam minumanku koki iblis?!" Hendra berteriak panik sambil menunjuk wajah Arka dengan jari gemetar.

Hakim Ketua juga ikut gemetar hebat memegangi kepalanya yang terasa pusing seperti mau pecah.

"Tamat sudah! Karierku hancur berantakan, aku baru saja membongkar rahasia suapku sendiri di depan orang asing!" Hakim itu menangis histeris berguling-guling di atas sofa kulit yang mahal.

Ngiung ngiung ngiung!

Suara sirene kepolisian kembali terdengar meraung-raung dari arah jalan raya, namun kali ini jumlahnya jauh lebih banyak dan suaranya lebih memekakkan telinga.

Arka berjalan mendekati pot tanaman hias dan mengambil ponselnya lalu mengarahkan layarnya tepat ke wajah Hendra yang panik.

"Bukan ilmu hitam Tuan Hendra, aku hanya membiarkan seluruh rakyat negara ini mendengar betapa busuknya hati kalian melalui siaran langsung ini." Arka menunjukkan jumlah penonton yang sudah mencapai dua juta orang di layar.

Wajah Hendra seketika berubah menjadi sepucat mayat yang darahnya dikuras habis tanpa sisa.

Kakinya benar-benar kehilangan tenaga hingga ia merosot dan jatuh berlutut di atas karpet ruang VIP tersebut.

Brak!

Pintu ruang VIP didobrak dari luar dengan sangat kasar oleh puluhan petugas kepolisian berseragam hitam lengkap dengan senjata laras panjang dan rompi anti peluru.

Di belakang pasukan taktis kepolisian itu, Nona Clara Malika melangkah masuk dengan kacamata hitamnya dan senyum kemenangan yang sangat memukau mata.

"Tuan Hendra Kusuma dan Bapak Hakim, Anda berdua ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan berencana, penyuapan pejabat negara, dan terorisme bisnis." Ucap seorang perwira polisi tinggi sambil menunjukkan surat perintah penangkapan resmi berlambang negara.

Beberapa petugas dengan cepat maju dan memborgol kedua tangan Hendra serta Hakim Ketua yang sudah kehilangan jiwa untuk memberikan perlawanan sama sekali.

"Arka sialan! Aku akan membunuhmu! Aku pasti akan kembali dan membunuhmu!" Teriak Hendra Kusuma meronta-ronta sambil diseret keluar ruangan oleh para petugas polisi.

"Bawa dia pergi Pak Polisi, jangan biarkan sampah itu mengotori udara bersih di dalam restoranku lebih lama lagi." Arka melambaikan tangannya dengan santai melepas kepergian musuhnya.

Clara berjalan perlahan mendekati Arka dan memberikan tepukan pelan yang sangat akrab di bahu koki muda tersebut.

"Kau benar-benar monster gila Arka, aku tidak tahu bagaimana caramu membuat rubah tua kelicikan itu membongkar aibnya sendiri tanpa ada paksaan fisik." Puji Clara dengan nada yang sangat kagum menatap wajah Arka.

"Hanya sedikit trik psikologis dan secangkir kopi hitam Nona Clara, terkadang hati nurani penjahat memang butuh didorong sedikit untuk bicara jujur." Jawab Arka dengan kebohongan manis menutupi peran absolut sistemnya.

"Siaran langsungmu tadi pagi membuat markas besar kepolisian pusat langsung turun tangan mengambil alih kasus ini dari kepolisian korup provinsi." Jelas Clara memberikan informasi tambahan mengenai eskalasi hukumnya.

"Status cagar budaya palsu restoranmu ini juga langsung dicabut detik ini juga oleh kementerian pusat, kau bisa kembali buka hari ini." Tambah Clara sambil tersenyum lebar memberikan dokumen izin yang baru.

Arka menghela napas lega yang sangat panjang, beban berat yang selama beberapa hari ini menekan tulang rusuknya akhirnya terangkat sepenuhnya.

Kekaisaran bisnis keluarga Kusuma yang dibangun di atas darah pemerasan dan suap dipastikan akan runtuh total menjadi abu hari ini juga.

Saham perusahaan raksasa mereka pasti akan anjlok ke titik terendah dan semua aset mereka akan disita oleh negara untuk penyelidikan korupsi masif.

Ding!

Suara mekanis sistem berbunyi sangat nyaring di dalam kepala Arka membawa kabar gembira yang sangat dinantikan sejak lama.

[Misi Rahasia Terselesaikan: Runtuhnya Kesombongan Sang Monopoli.]

[Host mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 1.000.000.000,-.]

[Host mendapatkan gelar pasif: Sang Raja Kuliner (Meningkatkan daya tarik restoran sebesar seratus persen secara permanen).]

Ponsel di saku celana Arka bergetar hebat menerima notifikasi transfer uang sebesar satu miliar rupiah murni dari bank sistem yang tidak bisa dilacak.

"Kemenangan yang sangat sepadan dengan semua risiko maut yang aku ambil semalam." Batin Arka sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan luapan kebahagiaan.

Nisa tiba-tiba berlari masuk ke dalam ruang VIP dengan wajah yang masih dipenuhi air mata bahagia yang tak terbendung.

"Mas Arka, segel polisi di depan sudah dilepas sepenuhnya! Kita sudah boleh buka jualan lagi Mas!" Teriak Nisa kegirangan sambil melompat-lompat kecil.

"Tentu saja Nisa, bersihkan meja VIP ini sekarang juga dan siapkan tanda buka di pintu depan." Arka merapikan lipatan lengan bajunya dengan penuh kebanggaan.

"Hari ini kita akan memberikan diskon lima puluh persen untuk semua menu sebagai bentuk syukuran atas runtuhnya mafia kotor di kota ini!" Pengumuman lantang Arka disambut sorakan gembira dari Nisa dan Clara yang masih berada di sana.

Di luar restoran, para pelanggan setia yang sejak tadi berkumpul berdesakan menonton siaran langsung di jalanan langsung bersorak sorai gembira.

Mereka berbondong-bondong merangsek masuk ke dalam restoran dengan wajah penuh kegembiraan siap untuk merayakan kemenangan sang koki kebanggaan rakyat.

Bagi Arka, ini bukanlah sebuah garis akhir dari perjalanannya, melainkan baru menjadi langkah awal mula dari dominasi absolutnya di dunia kuliner yang sesungguhnya.

1
Ponny Sagita
serius thor? restoran mahal pake kursi plastik?
Ponny Sagita
kok masih pinggir jalan? othor niiih yaaa
Nissa Safira: mungkin iyaa outdoor kak, soalnya si Arka lagi proses membangun restoran mewahnya sendiri kak🤣
total 1 replies
Ponny Sagita
masak nasinya kan baru pagi pagi, kok bisa didinginkan semalaman?
Nissa Safira: hahaha dari semalem nasi nya belum habis kak gara2 malem nya di datengi preman🤣
total 1 replies
Wega Luna
keterlaluan udah hutang bunga tempat dagang dirusak ,itu bisa dilaporkan, loh
Nissa Safira: hahahaa namanya juga utang sama rentenir sadis kak😅
total 1 replies
Mohd Harmizi
berhasil jual 3 ribu kok poin kepuasan hanya 500?
Nissa Safira: iyaa juga iyaa.. kelupaan kak🤣
total 1 replies
m_reynaldi
mantapp.. update bab yg banyak thorr 😍
Fariq Banafsaj
lanjut🤩
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp.. lanjut...💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!