IG : @amy_myamymy
Tak perduli siapa namaku yang jelas akulah yang mengucap ijab qabul atasmu pada ayahmu.
Kehadiranmu di hidupku bukan hanya menghadirkan cinta baru tapi juga merubah alur hidupku.
Entah takdir apa yang ada di masa depan, untuk sekarang aku fokuskan hatiku untukmu,dan memendam dalam perasaan lain yang pernah ada.
(Raffa Putra Pradipta)
Aku selalu mencintaimu begitupun dirimu, aku tahu kamu masih mencintaiku,tapi kenapa sulit sekali untukmu jujur tentang perasaanmu sendiri?
Biarlah ku menunggu, menantimu kembali di saat ada cinta yang lain hadir di antara kita. seperti apa takdir cinta ini akan berakhir.
(Siena Putri Darmawan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myAmymy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 20
Raffa memandang wajah Ayuna dan Farel yang sedang terlelap,tadi aksinya gagal karena Farel yang tiba-tiba menangis mencari keberadaan bundanya.
Raffa tersenyum,ia lupa jika putranya baru berusia 2 tahun terlebih selama ini dia terbiasa tidur berdua bersama ibunya.
Di usapnya lembut rambut putranya. Raffa membayangkan bagaimana istrinya dulu melewati masa kehamilannya seorang diri,bagaimana saat dia mengindam siapa yang memenuhi keinginannya,saat istrinya harus muntah-muntah seperti bunda sifa saat hamil adik-adiknya siapa yang memijat tengkuknya saat itu..
Raffa merasa sangat bersalah untuk itu,seandainya ia langsung kembali saat dia ingat semuanya bukan malah justru memilih menyelesaikan banyak pekerjaannya yang tertunda selama ia menghilang.
"aku menyesal meninggalkan kalian waktu itu,maka biarkan aku menebus semua salahku,mulailah kebahagiaan kalian sekarang.."
Mengecup kening Farel dan Ayuna bergantian,hingga Ayuna terusik dalam tidurnya
"mas...mas kok gak tidur?"
Raffa tersenyum..
"mas takut saat memejamkan mata ketika bangun kalian akan menghilang..mas berasa ini mimpi..."
"apaan sih mas.." Ayuna melirik jam di dinding yang menunjukan hampir pukul 2 dini hari
"tidur mas,masih ada 3 jam kan sebelum subuh.."
"besok ikut mas ya.."
"kemana?"
"lihat rumah baru kita.."
"ru..mah baru..i..ini?"
"ini penthouse milik bunda..mas biasanya tinggal di apartement tapi karena sekarang ada Farel,mas rasa tinggal di sebuah rumah adalah pilihan yang paling tepat.."
"Yuna ikut kemanapun suami Yuna pergi..meski tinggal beratapkan langit dan beralaskan bumi asal mas sebagai suami masih berada di jalan Allah maka Yuna akan selalu di samping mas.."
"mana ada mas biarkan anak dan istri mas tinggal beratapkan langit dan beralaskan bumi..kamu pinter gombal ih.." ujar Raffa mencubit hidung Yuna
Raffa melirik putranya
"kalau gak ada Farel udah habis kamu mas makan.."
Wajah Ayuna langsung merona dan segera berbalik memunggungi suaminya
Raffa menggelengkan kepalanya melihat sikap malu-malu istrinya yang menggemaskan.
Tiba-tiba Raffa mengingat Siena. Bagaimana nanti reaksi gadis itu andai tau ia sudah menikah bahkan memiliki putra. Apa siena akan menerimanya dengan lapang dada mengingat gadis manja itu yang selalu mendapatkan apapun kemauannya tentu kecuali dirinya.
Raffa memejamkan matanya kala nyeri di dada kembali ia rasakan.perlahan menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan
'semua akan baik-baik saja...' batin Raffa sebelum memejamkan matanya menyusul istri dan putranya tidur
..............
Pagi hari Siena baru muncul di meja makan dengan lesunya..
"pagi papi..." salam Siena pada Adam yang tengah menikmati teh paginya
"pagi princess..."
"mana mami pi?"
"tuh di dapur..."
"mi..Siena mau sarapan..."
"kakak udah gede di kurangi manjanya kenapa?" tegur Lio yang baru datang membawa tas sekolahnya
"kenapa kamu kalau mau manja ya tinggal manja aja.."ujar Siena tak terima
"manja juga ada batasnya kak..mami itu ibu kita..kalau mau minta tolong ya minta tolong jangan pakai nada memerintah..kalau mau merintah tuh sama mbak mar,mbak nita dan yang lainnya.."
"sudah..sudah..ini meja makan jangan ribut..."
"terus aja papi belain putri kesayangan papi..pi..kakak tuh udah gede..kalau dia manja terus gimana sikap dia jika menikah nanti..emang selamanya dia bakal hidup sama kita.."
"Lio..kamu tenang aja..bang Raffa gak bakal nuntut aku macam-macam.."
"ini gak ada hubungannya dengan bang Raffa..kak..mau sampai kapan kakak berharap sama laki-laki yang gak cinta sama kakak.."
"LIO..." bentak Adam pada putra keduanya
Dara datang tergopoh-gopoh mendengar suara tinggi Adam
"mi..Lio berangkat dulu..bilang Leo aku berangkat duluan.."
"sayang..." ucap Dara sendu
Lio langsung berangkat setelah pamit pada Dara dan Adam
"mas..." lirih Dara pada suaminya yang terlihat menyesal
"maafin Siena mi...gara-gara Siena..."
"sudah..cepat kamu sarapan.." Siena mengangguk
"pagi semua..." sapa Leo yang baru turun dari kamarnya
"ada apa nih kok suasana sunyi sepi kayak kuburan?"
"Lio mana pi?"
Dara datang membawa susu untuk Leo dan bekal untuk Lio
"sayang..Lio udah berangkat..tadi belum sarapan..kamu bawain bekal buat dia ya..."
" owh..ya mi.." ucap Leo canggung melirik Siena dan juga papinya yang diam saja
.
.
Tiba di sekolah Leo langsung ke kelas.
Dia tersenyum melihat kembarannya duduk tenang di pojokan sambil membaca buku.
Lio memang lebih tenang darinya saat tak ada masalah,tapi jika dia sudah emosi maka jangan minta ampun padanya karena percuma saja.
Pernah sekali saat smp ada seorang anak yang mencari masalah dengan Leo hingga membuat Leo cedera saat itu Lio tanpa pikir panjang menghajar anak itu hingga di larikan ke rumah sakit. Andai papi Adam tak menyelesaikan dengan jalur kekeluargaan sudah di pastikan Lio akan di tuntut oleh orang tua anak itu.
Bahkan pernah sekali Lio mencuri pistol papinya dan akan menembakannya pada anjing yang pernah mengejar Leo dan hampir menggigitnya untung saja pistol itu kosong tak ada peluru.
"Li...lo belum sarapan kan..nih bekal dari mami.."
"makasih Le.." ujar Lio tersenyum
"ada apa sih tadi anyeb bener suasana di meja makan.."
"biasa anak manja.."
"kak Siena lagi?.."tanya Leo
"dia kurang menghormati mami,minta tolong selalu dengan nada memerintah.."
"yah namanya juga kebiasaan di manja.."
"sebel gue..kapan dewasanya si kakak.."
"udah,biarin aja..eh ya ntar sore gue mau tanding basket..lo.ikutan gak?"
"biasa aja..gue nunggu lo,hati-hati jangan sampai cerera.."
"sip..."
...................
Siena berjalan menuju kelasnya dengan lesu. Ia masih terpikirkan semua ucapan adiknya tadi pagi.
"apa Lio cemburu ya karena gue terlalu di manja sama papi..."gumamnya
"hai cantik..." sapa Dimas dengan senyum lebarnya
"lo lagi kenapa sih selalu ganggu gue.."
"habisnya lo gemesin sih.."
Siena memutar bola matanya malas menanggapi satu makhluk over pede ini
"lo kenapa Na..lesu bener mukanya.."
Siena berhenti lalu menatap Dimas
"emang kelihatan ya?"
Dimas mengangguk
"ada apa sih?cerita deh sama gue?"
Siena nampak berpikir lalu melangkah menuju bangku yang terdapat di pinggiran koridor
"Dim..emang salah ya kalau manja sama orang tua sendiri?"
Dimas duduk di sebelah Siena
"kenapa?ada yang kritik lo?"
Siena mengangguk
"sepertinya salah satu adik gue ada yang cemburu.." Siena lantas menceritakan apa yang terjadi di meja makan
"mm..mungkin maksud adik lo tu,biar lo sedikit dewasa,apa lagi umur lo kan udah di atas 20th.."
"dan lagi sekarang saatnya lo bukan manja ke orang tua lo,tapi ke pacar lo.."
"ih kalau itu sih aku tau..bang Raffa tuh.."
"ck..bang Raffa lagi..lo mau sampai kapan kejar cinta yang gak pernah mandang lo lebih dari sekedar Adik.."
Dimas berdiri lalu meninggalkan Siena
"kenapa sih pada gak percaya kalau bang Raffa juga cinta sama aku.." Siena menunduk sedih
Ia ingat saat itu dia baru berusia 12tahun tepat saat dirinya lulus SD
(Flashback On)
Siena tengah duduk di bangku taman sambil membaca komik favoritnya saat tiba-tiba ada tangan yang menutup kedua matanya
"ih..siapa sih ini?"
"coba tebak siapa?"
"ih..ini sih abang Raffa.."
Raffa melepas tangannya dari mata Siena dan duduk di sebelahnya
"nih.." Raffa menyodorkan sebatang coklat untuk Siena
"coklat.."
"hemm..selamat yah udah lulus SD,besok masuk SMP,tandanya udah gede gak boleh manja lagi.."
"iya bang..ah akutuh udah gak sabar mau cepet gede biar boleh pacaran sama papi mami.."
"kok pacaran sih?"
"hmm..kaya di komik ini bang..tuh lihat,kayaknya tuh bahagia banget kalau punya pacar.."
"gak boleh.."
"kenapa bang?" tanya Siena tak mengerti
"kata kamu kamu mau jadi pacar abang kok sekarang.."
Mata siena berbinar
"wah..iya..ya..Siena lupa.."
"ya udah,tunggu kamu gede dan gak manja lagi ya.." Raffa mengacak rambut Siena
"abang..." Siena memeluk Raffa
"Siena suka sama abang..."
Raffa membalas pelukan Siena
"abang juga suka sama kamu.."
"RAFFA..." ujar seseorang yang tiba-tiba memanggil Raffa dengan nada tegasnya
(Flashback Off)
.
.
Hayo siapa yang manggil Raffa ya...?
Tuh kan sekarang pada tau kenapa Siena kekeh sama Raffa..
Raffa sih mulutnya persis kayak bapaknya sama cewek
.
.
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
@myAmymy
di bab berapa ya pembahasannya?
Lalu si pak adam cinta sama bu sifa, adik kandungnya sendiri?
Incess ya??
Soalnya yg ada raffanya pasti aku skip
Apa jangan3 siena bukan anak kandungnya pak adam?