NovelToon NovelToon
Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Pada malam Tahun Baru 2035, seluruh manusia di bumi menerima sebuah notifikasi misterius yang muncul tepat di depan mata mereka.

【Integrasi Dunia akan dimulai dalam 365 hari.】

Tak ada yang tahu siapa pengirimnya. Tak ada yang mampu menjelaskan bagaimana layar itu muncul. Setelah berbulan-bulan tanpa kejadian apa pun, dunia mulai melupakannya dan menganggapnya sebagai fenomena aneh semata.

Namun, tidak dengan Leon.

Di malam yang sama, ia menerima notifikasi kedua yang hanya bisa dilihat olehnya.

【Sistem Simulasi Satu Tahun berhasil diaktifkan.】

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Warisan yang Mulai Terbangun (Bagian 1)

Cahaya keemasan dari Kotak Warisan Penjaga semakin terang.

Seluruh medan perang seakan berhenti sesaat.

Alpha Dire Wolf menghentikan serangannya.

Shadow Lynx mundur beberapa langkah.

Bahkan Moon Fox menundukkan kepalanya dengan hormat.

Semua Penjaga...

Bereaksi terhadap cahaya yang sama.

Leon memegang tasnya.

Getaran dari dalam semakin kuat, seolah ada sesuatu yang berusaha keluar.

"Apa yang terjadi...?"

bisiknya.

Lyra menatap kotak itu dengan mata membelalak.

"Itu bukan sekadar artefak..."

"Itu adalah Kunci Warisan."

Leon mengernyit.

"Kunci?"

Lyra mengangguk.

"Artefak yang diwariskan kepada calon penerus."

"Sekaligus bukti bahwa para Penjaga telah mengakuimu."

"Tapi..."

"...seharusnya benda itu belum aktif secepat ini."

Di sisi lain, Varok menatap Leon dengan tatapan tajam.

Ekspresinya yang semula santai kini berubah menjadi serius.

"Aku mengerti sekarang."

"Jadi..."

"...kaulah yang dicari oleh Raja Abyss."

Ucapan itu membuat Leon membeku.

Raja Abyss?

Bahkan Rowan dan Garrick saling berpandangan.

Mereka belum pernah mendengar nama itu.

Varok menghela napas pelan.

"Kalau begitu..."

"...aku tidak boleh pulang dengan tangan kosong."

Ia mengangkat kedua tangannya.

Energi Abyss yang memenuhi langit langsung menyusut dan terkumpul menjadi sebuah tombak hitam sepanjang tiga meter.

Aura mengerikan memancar dari senjata itu.

Tanah di sekitarnya mulai retak.

Pepohonan perlahan mengering.

Bahkan udara terasa seperti kehilangan kehidupan.

Lyra menggigit bibirnya.

"Itu..."

"...Tombak Pemusnah."

"Kalau terkena..."

"...bahkan jiwamu bisa hancur."

Leon menelan ludah.

Ia tahu dirinya tidak mungkin mampu menahan serangan seperti itu.

Namun...

Varok sama sekali tidak mengincar Rowan.

Bukan Garrick.

Bukan pula Alpha Dire Wolf.

Ujung tombak itu mengarah tepat ke dadanya.

"Kau mati..."

"...semuanya selesai."

Varok melempar tombak itu.

BOOOOOOM!!

Tombak hitam melesat menembus udara dengan kecepatan yang bahkan tidak mampu diikuti mata Leon.

Insting Tempur Lv.1 aktif.

Namun kali ini...

Terlalu lambat.

Leon hanya sempat melihat bayangan hitam mendekat.

"Tidak...!"

teriak Rowan sambil berlari.

Alpha Dire Wolf juga melompat.

Moon Fox menembakkan puluhan bola cahaya.

Shadow Lynx menerjang dari samping.

Namun...

Mereka semua terlambat.

Tombak itu sudah berada kurang dari satu meter di depan Leon.

Saat itulah...

Kotak Warisan Penjaga terbuka dengan sendirinya.

Klik.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada cahaya yang menyilaukan.

Hanya sebuah suara lembut.

Seolah kunci yang telah lama terkunci akhirnya diputar.

Dari dalam kotak muncul sehelai bulu berwarna emas.

Bulu itu melayang perlahan di depan Leon.

Kemudian...

Menyentuh dahinya.

Ding!

【Sinkronisasi Paksa Dimulai】

Peringatan!

Kelas Tersegel bereaksi terhadap Warisan Penjaga.

Sinkronisasi: 7% → 10%

Cahaya keemasan meledak ke segala arah.

BOOOOM!

Gelombang energi itu langsung menghancurkan Tombak Pemusnah menjadi ribuan pecahan hitam.

Varok terdorong mundur belasan meter.

Untuk pertama kalinya...

Wajahnya menunjukkan rasa takut.

"Itu..."

"...mustahil."

Di dalam kesadaran Leon, semuanya berubah menjadi lautan cahaya putih.

Ia berdiri sendirian di sebuah dataran luas yang dipenuhi bintang.

Di depannya berdiri sosok lelaki berjubah putih dengan rambut panjang keperakan.

Wajahnya tidak terlihat jelas.

Namun suaranya terdengar hangat.

"Sudah lama aku menunggumu."

Leon mengerutkan dahi.

"Siapa Anda?"

Pria itu tersenyum tipis.

"Aku..."

"...adalah pewaris pertama."

"Dan kau..."

"...adalah pewaris terakhir."

Leon membeku.

"Pewaris?"

Pria itu mengangguk.

"Waktu kita tidak banyak."

"Dengarkan baik-baik."

"Sistem yang kau lihat..."

"...bukanlah hadiah."

"Melainkan segel."

Sebelum Leon sempat bertanya lebih jauh, pria itu mengangkat satu jari ke arah dahinya.

"Mulai hari ini..."

"...kau akan mengetahui sebagian kecil dari kebenaran."

Di dunia nyata, seluruh Penjaga menundukkan kepala.

Sementara di langit, retakan kecil mulai muncul, seolah langit itu sendiri tidak mampu menahan kekuatan yang baru saja bangkit dari dalam diri Leon.

Di balik retakan tersebut...

Sepasang mata raksasa perlahan terbuka.

Bukan milik manusia.

Bukan pula milik monster.

Melainkan sesuatu yang telah tertidur selama ribuan tahun.

1
Dragonovic#
semoga seru nih 🫡
D'Silent Novel: Kalo ada masukan atau pun kritik, langsung komen aja ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!