NovelToon NovelToon
Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Chesy tanpa sengaja memasuki rumah Ustad Cazim, memergoki ustad muda yang kesehariannya selalu alim itu kini tiba-tiba terlihat seperti seorang preman, bertato dan bahkan merokok. Sejak saat itu, Chesy berusaha membongkar kedok si ustad modus. Tapi usaha Chesy selalu sia- sia, apa lagi ayahnya Chesy yang merupakan pemuka agama juga sangat mempercayai Cazim sebagai ustad yang baik.
Parahnya, ayahnya Chesy meminta Cazim supaya menjadi gurunya Chesy supaya mengubah perilaku Chesy yang nakal menjadi lebih baik,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesal

"Si pendosa berpikir apakah ini peringatan Tuhan agar dia segera bertobat? Pikiran itu sebenarnya selalu datang disaat musibah menimpanya, namun selalu ditepis olehnya. Dia lalu meninggalkan jasad anaknya. Ketika dia sedang beristirahat, tiba-tiba serombongan pasukan kerajaan melintas. Mereka mencari seorang pembunuh. Begitu melihat dirinya memegang busur berlumuran darah, mereka pun menangkapnya karena mengira dia adalah buronan. Kedua tangan dan kakinya dipotong.

Tragedi terakhir ini membuat ia yakin harus bertobat. Dengan kedua kaki dan tangan yang buntung, ia menghadap Ibrahim dan bertanya apakah jika sekarang dia bertobat, masihkah Tuhan menerima tobatnya? Lalu Tuhan memberi wahyu bahwa sepanjang hidup si lelaki pendosa itu, Tuhan selalu menyayanginya. Berbagai tragedi yang menimpa dirinya adalah wujud kasih sayang Tuhan. Harta bendanya diambil karena dia tidak pernah bersedekah. Anak dan istrinya diambil karena mereka tak pernah dididik agama. Tangan dan kakinya diambil karena selalu digunakan untuk maksiat.

Semua yang diambil Allah itu kini tengah menunggu, asalkan dia tidak terlambat bertobat. Ibrahim mengatakan bahwa pintu tobat Tuhan selalu terbuka, asalkan tidak terlambat. Sang pendosa pun menangis. Ia beristighfar dan bertobat, sejenak kemudian dia mati di pangkuan Ibrahim."

Chesy menatap mata biru Cazim. "Cerita itu banyak hikmahnya. Tapi apa yang bisa kuambil untuk perbaikan akhlak?"

"Justru jauh lebih besar dari sekedar urusan akhlak, pendosa besar sepertinya sanggup memperbaiki hidupnya untuk satu keyakinan bahwa taubat itu harus. Apakah menurutmu setelah mendengar kisah itu, hatimu tidak tertarik untuk menjadi lebih baik? Meski sekedar ingin mengubah tabiat." Cazim menurunkan kakinya ke lantai.

Chesy hanya menatap mata biru itu tanpa menjawab apa pun. Lidahnya terasa kaku untuk bicara pada si mata biru yang menyebalkan itu. Bahkan dalam kondisi bertukar pandang begini, rasanya Chesy seperti disengat dari jarak jauh sampai darahnya jadi mendesir hebat. Cepat ia mengalihkan pandangan. Netranya tertuju ke ubi goreng. Tangannya menjulur hendak mengambil ubi tersebut.

Plak!

Tangan Chesy ditepuk hingga ubi yang sudah terjangkau oleh tangannya pun terjatuh kembali ke piring.

Chesy mengangkat wajah dan menatap kesal ke arah Cazim. Giginya menggemeletuk.

"Ini yang dinamakan adab. Adab bertamu bukanlah mengambil makanan pemilik rumah sembarangan, apa lagi pemilik rumah belum mempersilakan. Bisa jadi haram kalau tidak diijinkan karena sama seperti pencuri."

Diih... Manusia satu ini kelewatan! Huuuuh... Rasanya ingin membejek- bejek muka Cazim. Bisa jantungan kalau begini caranya.

"Pergilah ke belakang untuk mencuci piring!" titah Cazim.

"Loh, aku di sini belajar ya, bukan untuk jadi pembantu."

"Ini termasuk dari kata belajar."

"Hei, kamu nggak bisa memanfaatkan aku."

"Sejak awal kamu tahu aku memanfaatkan mu bukan?"

"Maumu apa sekarang?" kesal Chesy.

"Kau tidak mau abimu mendengar kabar kalau kau tidak patuh pada gurumu kan? kalau begitu cepat kerjakan perintah gurumu!"

"Benar- benar nggak masuk akal!" Chesy melangkah ke dapur dengan ekspresi sengit.

Ingin sekali Chesy mencakar muka Cazim. Tapi sabar, Chesy. Sabar! Semuanya akan indah pada waktunya. Lelaki semena- mena itu akan mendapat balasan setimpal.

Chesy terbelalak menatap setumpuk piring di baskom. Segini banyaknya? Bukankah mereka hanya berdua saja? Kenapa piring kotor bisa sampai delapan buah begini? Berapa lama mereka tidak mencuci piring? Cazim benar- benar sudah mengerjai Chesy.

Bersambung ...

Klik like yah...

.

.

1
isil_silvi
setelah aku membaca gaya bicaranya chesy ini yg aku pikirin kenapa ke ria ricis yak🤗🤗
Hermien Rudatin
lanjut Thour...Rival pikih mantan dosen lho...
Hermien Rudatin
kayaknya Reva orangnya lugu untuk urusan laki2 ...gk tau dech apa bener ya
Hermien Rudatin
penyesalan selalu terahkir heheheheh
Hermien Rudatin
thor keren banget bikin alurnya jadi oenqsaran
Hermien Rudatin
kok kayaknya Akram yaa hehehe menurut jacamataku
Hermien Rudatin
katanya apapun masa lalu suaminya ditrima
kalo kasusnya seperti ini gimana yaaaaa...
apakah cinta akan menutup semua ini...
Hermien Rudatin
ini baru keren..Chesss
Hermien Rudatin
cinta segi tiga jadinya ...lanjut..
Hermien Rudatin
senja dibatas kota....batu sadar kayaknya
Hermien Rudatin
begitulah cinta...
Hermien Rudatin
memang mencintainitu jalannya unik...i
Hermien Rudatin
bagus alur critanya....lanjut
Huzi_toys
gak sebanding kelakuanya Dalsa, Rajani sampai meninggal lhoooo, ini Rival cuma lumpuh aja kok
Huzi_toys
Revalina mulai gak fokus sama misinya ahhhh
Huzi_toys
cincin nya kan dirampok toh,, belum sempet dipake🤔🤔
Huzi_toys
q belum ikhlas Casim meninggal ditmbh ini Rajani ya alloh,, cobaana Chesy banyak bener🤧😭
Huzi_toys
ya alloh, pas lg sayang sayangnya kok berpisah sihh, masak Chesy sendirian lg ngurus anak"nya🤧🤧😭😭
Huzi_toys
nahhhh ini namanya nagus👍🏻👍🏻 awal baca agak gimana gitu pas panggil kasem kasem
Huzi_toys
tegas Chesy malahan yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!