Aurora Monique Ragnhild Nicandro, gadis berusia dua puluh delapan tahun yang ingin mempunyai anak, tapi dia tidak mau menikah.
Apakah yang akan dilakukan oleh Aurora.??
Apa dia akan mengadopsi seorang anak, atau memilih akan melakukan donor sp3rma.??
Ide gila tiba-tiba muncul dari dalam otaknya, ketika takdir mempertemukannya dengan seorang laki-laki yang bernama Enzo.
Mau tahu, apa yang akan di lakukan Aurora kepada Enzo.??
Dan bagaimana reaksi dari Enzo, ketika tahu jika Aurora hanya memanfaatkannya saja demi mendapatkan anak darinya.
Yuk, simak kisah mereka berdua di novel saya yang ke sekian, maaf jika nanti banyak typo🤗😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria_azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JATUH CINTA
" Apa aku sedang jatuh cinta kepadanya?? ," itulah yang sedang dipertanyakan oleh Enzo kepada hatinya.
" Tidak,!! aku tidak sedang jatuh cinta dengan gadis miskin itu ," kata Enzo lagi.
" Tapi kenapa hatiku selalu menyebut namanya, dan takut jika dia dimiliki oleh laki-laki lain ," kata Enzo sambil memegangi dadanya.
" Rasanya di sini sangat sakit, jika membayangkan dia bersama laki-laki lain ," kata Enzo sambil memukul dadanya.
Sepeninggal dari Martin, Enzo terus berpikir dan berpikir mengenai semua perkataan Martin tadi kepadanya.
Karena sejatinya, Enzo tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta, yang dia tahu, jika dia kaya, harusnya jatuh cinta dengan wanita yang setara dengannya, tidak seperti Aurora.
Tidak tahukah Enzo, jika yang namanya cinta tidak mesti harus setara, ataupun sederajat. Cinta itu bisa tumbuh kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja.
Jadi, seperti kata Martin tadi, renungkanlah dan resapilah, karena penyesalan akan datang terlambat, jika di awal itu namanya penyuluhan.
Hari berganti dengan hari, tidak terasa sudah satu minggu Aurora tinggal bersama Dickie.
Seperti janji Aurora, jika dia akan membantu Dickie membersihkan rumah, menyiapkan sarapan, makanan, sudah persis seperti sepasang suami istri.
Dan untuk Linnea, seperti janjinya juga kepada ke dua orang tuanya, jika weekend dia akan datang berkunjung ke rumah.
Di saat Linnea ingin pergi, lagi dan lagi, masih sama seperti satu minggu yang lalu, Arny akan selalu datang tiba-tiba ke rumah kontrakannya.
Hal itu membuat Linnea merasa tidak nyaman, sebab selama satu minggu ini Arny tidak gencar sama sekali untuk mendekatinya.
" Ada apa lagi Tuan Arny, tidak bosankah anda mengganggu saya terus, menelpon, mengirimkan pesan, dan selalu datang tiba-tiba sesuka hati anda di rumah kontrakan saya ,"
Linnea akhirnya berani berkata jujur tentang kegundahan hatinya yang tidak suka dengan sikap Arny kepadanya.
Arny sendiri juga merasa heran dengan dirinya, semenjak dia bertemu dengan Linnea, hidupnya seperti berpusat kepada Linnea seorang.
Bahkan, ketika Linnea berkata buruk kepadanya pun, tidak ada rasa marah sama sekali untuknya.
" Salah anda sendiri Nona, kenapa anda tidak mau mengangkat telepon atau membalas semua pesan yang saya kirimkan, ya jadinya saya akan tiba-tiba datang ke sini ," jawab Arny.
Karena memang, jika Arny menelpon atau mengirimkan pesan kepada Linnea, Linnea akan cuek dan tidak mempedulikannya sama sekali, sebab Linnea tidak mau berurusan dengan Keluarga kaya seperti Keluarga Diedrich.
" Jika anda tidak ada keperluan, silahkan pergi dari sini Tuan, karena saya ingin pergi ada keperluan penting yang harus saya datangi sekarang ," kata Linnea.
" Boleh saya antar Nona, mau ya,?? sekali ini saja ," bujuk Arny kepada Linnea.
" Maaf Tuan, saya tidak mau, nanti kekasih saya bisa marah jika dia melihat saya diantar oleh anda ," jawab Linnea berbohong.
Wajah Arny langsung berubah dingin, mendengar jawaban dari Linnea.
Linnea menyadari perubahan sikap dan wajah dari Arny, tapi dia tidak peduli, memang itu yang Linnea inginkan, supaya Arny pergi menjauh darinya.
" Siapa laki-laki itu Linnea?? ," tanya Arny dengan suara yang terdengar protektif.
" Apa urusannya dengan anda Tuan,?? anda bukan siapa-siapa bagi saya, dan saya tidak perlu mengatakan semua hal tentang saya kepada anda ," jawab Linnea dengan sangat berani sekali.
" Perlu anda ketahui, saya merasa sangat terganggu sekali dengan semua pesan masuk, panggilan tidak terjawab dari anda, dan kedatangan anda ke sini terus menerus Tuan, jadi saya mohon, mulai sekarang jangan lagi anda menghubungi saya atau datang ke rumah ini lagi ," kata Linnea kepada Arny.
" Dan satu hal lagi Tuan Arny Diedrich yang terhormat ," kata Linnea.
" Karena anda mencoba mendekati saya, saya menjadi bahan gunjingan di mata semua teman dan tetangga yang ada di sini, karena mereka pikir, saya gadis tidak tahu malu, tidak bisa mengaca pada diri sendiri, serta dituduh sok jual mahal, padahal aslinya cuma mengincar kekayaan anda saja, sakit Tuan, dihina seperti itu oleh mereka, jadi saya mohon pergilah Tuan, jangan mengganggu saya lagi, biarkan saya hidup dengan tenang seperti sebelumnya ," kata Linnea panjang kali lebar kepada Arny.
Arny sampai tertegun mendengar semua ungkapan perasaannya Linnea selama satu minggu ini, bukan seperti itu maksudnya dia mendekati Linnea, Arny cuma ingin menunjukkan jika dia tidak main-main untuk dekat dengan Linnea.
Tanpa banyak berbicara, Arny langsung berbalik badan dan masuk ke dalam mobilnya, meninggalkan Linnea yang sedang menatap kepergiannya.
Setelah kepergian dari Arny, Linnea langsung melirik ke arah rumah para tetangganya yang sedang pada menggunjingkannya seperti sebelumnya.
Meninggalkan Arny dan Linnea, kita beralih ke Aurora lagi.
Selesai sarapan, Aurora mengambilkan jas Dokter yang akan dipakai oleh Dickie.
" Nanti kamu pulang jam berapa Dickie, dan mau di masakin apa olehku?? ," tanya Aurora kepada Dickie.
" Apa saja yang kamu masak, akan aku makan, dan berjanjilah seperti biasa, jika ada orang yang bertamu ke rumah ini, jangan kamu buka jika tidak ada aku di rumah, ok Aurora ," jawab Dickie.
" Siap Tuan Dickie ," jawab Aurora sambil hormat.
" Gadis yang pintar, aku berangkat dulu, nanti aku pulang jam dua siang, jadi mungkin aku akan makan siang di rumah ," kata Dickie kepada Aurora.
" Ok, hati-hati ya di jalan ," jawab Aurora sambil melambaikan tangannya.
Dickie hanya tersenyum saja, dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobilnya untuk berlalu pergi menuju ke rumah sakit milik Martin, tempatnya bekerja.
Sepanjang perjalanan, Dickie terus tersenyum sendiri, karena semenjak ada Aurora di rumahnya, hari-harinya menjadi lebih berwarna, tidak suram seperti biasanya.
" Kenapa aku merasa Aurora seperti istriku saja, dia setiap hari selalu melayaniku dengan baik, kecuali di ranjang saja ," kata Dickie berbicara sendiri.
" Apa aku mulai jatuh cinta kepadanya?? ," tanya Dickie kepada dirinya sendiri.
" Dia cantik, baik, pintar masak, pintar mengurus rumah, walau dia tidak kaya, tapi bagiku semua itu sudah cukup untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anakku kelak ," kata Dickie lagi.
" Tapi, apa tidak terlalu cepat jika aku menjadikannya sebagai istriku, kita saja kenal cuma beberapa hari belakangan ini, bahkan Aurora sendiri pernah bercerita, jika dia sangat membenci kaum adam ," kata Dickie merasa bimbang.
Sambil terus berpikir yang tidak menemukan jalan ke luarnya, akhirnya tanpa dia sadari, mobil yang Dickie kendarai sampai juga di rumah sakit tempatnya bekerja.
Dickie selalu ramah ketika disapa oleh semua orang yang mengenalnya, dan sesampainya di ruang kerjanya, dia langsung disapa ramah oleh Vega yang kebetulan bisa satu shif dengannya.
" Sepertinya ada yang berbeda dengan wajah anda Dokter Dickie ," kata Vega kepada Dickie.
" Apanya yang berbeda suster Vega, aku masih sama seperti biasanya?? ," jawab Dickie.
" Hari ini wajah anda terlihat sangat segar dan ada aura kebahagiaan yang terpancar dari dalam diri anda Dokter ," kata Vega lagi.
" Mungkin karena aku sedang jatuh cinta suster Vega ," jawab Dickie sambil tersenyum.
" Dengan siapa Dokter, bolehlah cerita dengan saya ," kata Vega.
" Dia, wanita yang kita tolong itu ," jawab Dickie.
" Astaga, Dokter masih menyembunyikan Nona itu bersama anda,?? saya kira anda sudah menyuruhnya pergi dari hidup anda Dokter ," kata Vega sangat terkejut sambil berbisik.
" Tidak suster Vega, saya tidak bisa mengusirnya, dia wanita yang baik, dan kehidupannya sungguh sangat memprihatinkan ," jawab Dickie.
" Biarlah semua masalah yang akan saya hadapi, akan saya tanggung sendiri, saya berjanji tidak akan melibatkanmu tentang masalah ini, akan tetapi berjanjilah, jangan kamu beritahu dia kepada siapapun jika dia bersama saya ," kata Dickie lagi kepada Vega.
" Siap Dokter, anda bisa memegang semua perkataan saya ," jawab Vega dengan sangat serius sekali.
" Sekarang kembalilah ke meja kerjamu, bekerjalah seperti biasa, dan anggap tidak tahu apa-apa di sini, jangan sampai mereka semua curiga kepada kita ," kata Dickie.
" Baik Dokter, permisi ," jawab Vega.
Vega langsung berlalu pergi dari dalam ruang praktek Dickie untuk kembali ke meja kerjanya lagi.
Sedangkan Dickie, dia sudah mantap untuk tidak mau mengusir Aurora dari rumahnya, karena selain Dickie merasa kasihan dengan Aurora, ada benih cinta yang sudah mulai tumbuh di dalam hatinya, karena Aurora bukan tipe wanita yang susah untuk di cintai.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...