NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duapuluh Delapan

Suasana di dalam Aula Agung kian memanas hingga berada di titik didih. Suara para menteri mendengung hebat, beradu argumen di bawah naungan pilar-pilar emas kekaisaran. Paranoia Long Tianqi yang sudah tersulut oleh gertakan Shen Ran kini disiram minyak tanah oleh desakan brutal dari para pejabat istana.

Perdana Menteri Chu Senior, yang melihat posisinya dan klan Chu berada di ujung tanduk akibat penyitaan aset di Istana Barat, melangkah maju dengan jubah kebesarannya. Wajah tuanya berkerut penuh intrik.

"Yang Mulia Kaisar!" seru Perdana Menteri Chu dengan suara lantang, menggelegar menutupi kegelisahan majelis. "Pangeran Sembilan, Feng Muye, memegang kendali penuh atas pasukan elit di perbatasan Selatan. Jika Anda hanya berdiam diri di ibu kota dan membiarkan beliau menyelesaikan krisis logistik seorang diri, seluruh rakyat dan militer akan menganggap bahwa Takhta Naga tidak lagi memiliki wibawa!"

"Benar, Yang Mulia!" timpal Menteri Perang dari faksi sayap kanan, berlutut dengan napas memburu. "Kaisar harus menunjukkan legitimasi dan kekuasaan mutlak! Anda harus menyusul Pangeran Sembilan ke perbatasan Selatan secara langsung! Pimpin pasukan bantuan, ambil alih komando tertinggi, dan buktikan bahwa Kekaisaran Yan berada di bawah cengkeraman tangan Anda, bukan Feng Muye!"

"Menyusul... Feng Muye?" gumam Long Tianqi. Matanya berkilat liar. Ego dan ketakutan terbesarnya—terlihat lemah dan diselimuti oleh bayang-bayang kehebatan Pangeran Sembilan—kembali merintangi akal sehatnya.

Menteri-menteri faksi sayap kanan terus mendesak, memanfaatkan harga diri sang Kaisar yang rapuh demi menariknya keluar dari ibu kota, berharap bisa membalikkan keadaan atau setidaknya melarikan diri dari cengkeraman Shen Ran.

Shen Ran, yang berdiri anggun di puncak tangga pualam dengan jubah Phoenix emasnya, hanya menyunggingkan senyum tipis nan dingin. Clara, yang mengendalikan tubuh sang Permaisuri, sama sekali tidak berniat menghentikan kebodohan itu. Bagi seorang mantan pengacara senior, melihat lawan bertindak impulsif dan masuk ke dalam jebakannya sendiri adalah pemandangan yang sangat indah.

"Apakah Yang Mulia benar-benar akan mendengarkan bisikan para menteri yang panik ini?" tanya Shen Ran, suaranya tenang namun sarat provokasi yang menusuk. "Menyusul Pangeran Sembilan ke medan perang tanpa persiapan matang hanya demi membuktikan ego... bukankah itu justru menunjukkan betapa khawatirnya Anda atas pengaruh Feng Muye?"

Kata-kata Shen Ran yang beracun itu justru makin membakar harga diri Long Tianqi. Bukannya ragu, sang Kaisar malah merasa tertantang untuk membuktikan bahwa Shen Ran salah.

"Cukup!" bentak Long Tianqi, berdiri dari Takhta Naga dengan wajah merah padam. "Aku adalah Penguasa Kekaisaran Yan! Siapa yang berani meragukan kemampuanku memimpin pasukan?!"

Kaisar membalikkan badan, menatap penuh amarah ke arah prajurit pelindung kekaisaran. "Siapkan pasukan elit Kekaisaran! Hari ini juga, Aku sendiri yang akan memimpin perjalanan ke Selatan untuk menyusul Feng Muye dan mengambil alih komando perang!"

"Yang Mulia Mahaguna! Long live the Emperor!" sorak para menteri faksi sayap kanan, bersujud penuh rasa lega karena berhasil memancing Kaisar keluar dari arena permainan Shen Ran di ibu kota.

Long Tianqi melangkah lebar melintasi Aula Agung, melewati Shen Ran tanpa sudi meliriknya sedikit pun. "Tunggu kemenanganku, Permaisuri. Saat aku kembali bersama Feng Muye di bawah kendaliku, aku akan membereskanmu dan klan Shen!"

Shen Ran merapikan lengan jubah emasnya dengan gerakan sangat anggun, menyambut ancaman itu hanya dengan tatapan mata yang penuh penghinaan.

"Hamba akan setia menunggu kepulangan Anda, Yang Mulia..." bisik Shen Ran datar saat Long Tianqi berderap keluar dari aula. "...kembali sebagai seorang penguasa yang kehilangan takhtanya."

Begitu pintu raksasa Aula Agung tertutup dan derap kuda pasukan Kaisar memudar di kejauhan, Shen Ran menoleh ke arah Lian'er dan Mei'er.

"Kaisar telah masuk ke dalam jeratannya sendiri," ucap Shen Ran dingin, matanya berkilat penuh dominasi. "Kirim pesan ke perbatasan. Beritahu Feng Muye... sang mangsa sedang berlari menuju perangkapnya."

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Murni Dewita
seharusnya shen ran memiliki ruang dimensi thor
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!