"Andai waktu dapat di putar kembali,Aku ingin Kau tak pergi dari hidup Ku Von,,"
Vonny menatap Ku lama,,
"Tapi itu hal yang tidak ku ingin kan di dalam hidup Ku Juno!!
"Jika boleh memutar waktu Aku tidak ingin mengenal Mu apa lagi sampai jatuh hati pada Mu.
Kau yang membuang Ku,dan sekarang Kau yang mengemis pada Ku untuk kembali.
Tidak Kau ingat sakit nya Aku saat menghadapi sikap Mu yang semau nya???
Kata-kata itu yang jelas teringat di ingatan ku.Saat Vonny bertemu dengan ku kembali.
Aku akui Aku dahulu memang begitu jahat pada nya.Aku telah menyia-nyiakan gadis yang sangat mencinta i Ku.
Hingga akhir nya Aku sadar jika Memang Dia yang terbaik hadir di dalam hidup Ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adena_ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Dari kemarin sore setelah mengantar ku,Juno tidak ada menghubungi ku sama sekali.Dan Aku pun juga tidak ada menghubungi nya.
Aku pikir Ia akan menghubungi ku setelah ia tiba di kost an.Jangan kan untuk menelpon ku,mengirimi ku pesan saja tidak.
Aku pun bersiap untuk berangkat kerja hari ini.
Setelah selesai Aku pun keluar menuju meja makan,di sana sudah ada Papi dan Mami yang sedang sarapan.
"Pagi Pi,Mi.hari ini Vonny bareng papi ya ke kantor nya."Ucap ku pada Papi.
"Tumben anak papi mau di antar papi hari ini."Ucap papi pada ku sambil tersenyum.
Mami hanya tersenyum mendengar perkataan Papi.
Aku memang tidak pernah mau untuk bareng papi setiap pagi.Karena Aku tidak mau papi repot mengantarku dahulu.Tapi entah kenapa pagi ini Aku rasa nya malas sekali untuk naik ojek seperti biasa nya.
"Lagi pengen aja Pi."Ucap ku sambil tertawa.
"Sayang,kemarin jalan kemana saja dengan Juno."Ucap Mami bertanya pada ku.
"Cuma nonton dan makan saja Mi.Dan sore nya kami sudah pulang mi.Kemarin saat Juno antar Vonny Papi dan Mami belum pulang.Jadi Juno tidak mampir ke sini."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku memang tidak mau Papi dan Mami tahu jika kemarin Aku di tinggali Juno di bioskop sendirian.Walaupun Aku dekat dengan Papi dan Mami tapi aku tidak mau terbuka soal hubungan ku dengan Juno.
Yang kedua orang tua ku tahu,Juno sangat menyayangi ku.Dan kami berdua selalu baik-baik saja.
Terlalu banyak yang kututupi tentang Juno,dan Juno yang sekarang sudah sangat jauh berbeda.
Selesai sarapan Aku dan Papi pun bergegas berangkat,mengingat hari sudah mau jam tujuh pagi.
Aku tidak ingin terlambat untuk tiba di kantor.
Di perjalanan Aku dan Papi banyak bercerita dan bersenda gurau,rasa nya sudah lama sekali Aku tidak naik mobil bersama Papi seperti ini.
Ingat masa-masa sekolah dulu Aku selalu di antar Papi setiap mau berangkat ke sekolah.
Ketika di lampu merah,tiba-tiba pandangan ku tertuju pada sosok anak kecil di ujung jalan.
Aku melihat dari kejauhan Ada seorang anak kecil yang menjajakan bunga bersama adik nya.
Pemandangan itu sangat membuat ku pilu mengingat Ia adalah seorang anak yang seharusnya bersekolah bukan mencari uang seperti ini.
Aku melihat lampu merah,seperti nya lumayan lama menunggu lampu hingga nanti mobil berjalan.
Aku membuka kaca mobil dan berteriak memanggil adik tersebut.
"Adik kecil kemari."Ucap ku sambil melambaikan tangan ke arah mereka sambil tersenyum.
Semua orang melihat ke arah ku,karena saat memanggil adik tersebut suara ku lumayan besar.
Mungkin mereka berpikir jika Aku wanita yang mempunyai suara yang cukup besar.Aku pun tertawa kecil dalam hati.
Aku tidak perduli dengan mereka,aku hanya ingin membeli bunga adik tersebut.
Mereka berdua mendekat ke arah ku dan tersenyum pada ku.
Mereka berdua sangat manis.Kakak nya seorang anak perempuan berumur tujuh tahun sedangkan adik nya seorang anak lelaki sekitar umur empat tahun.
Pakaian yang mereka kenakan sangat lusuh sekali,dan badan mereka begitu kurus.Mungkin mereka berdua kurang makanan yang bergizi.
"Ya kak,mau beli bunga?"Tanya nya pada ku sambil tersenyum sambil menyodorkan bunga pada ku.
Bunga yang mereka jual adalah bunga hidup,warna nya beraneka ragam macam.Entah dari mana mereka mendapatkan ini semua.
"Iya sayang,nama kamu siapa?ini adik kamu?"Tanya ku lagi pada mereka berdua.
"Nama saya Mimi kak,ini adik saya Ardi."Ucap nya pada ku.
"Orang tua kalian dimana sayang?"Tanya ku lagi penasaran.
"Ibu saya sedang sakit kak,kalo ayah sudah lama meninggalkan kami kak."Ucap nya pada ku.
Terlihat raut wajah sedih dari wajah nya.
Ada perasaan sesak di dadaku saat melihat yang seperti ini.Begitu berat beban anak ini,sehingga ia yang harus berjuang untuk menafkahi ibu dan adik nya.
"Maafkan kakak sayang jika kakak membuat kalian sedih,kalian sudah makan?"Tanya ku lagi.
"Iya kak tidak apa,tadi kami sudah makan kak.Kakak mau bunga yang mana?"Tanya nya lagi pada ku.
Mungkin ia masih berpikir jika aku ingin membeli bunga mereka.
Aku bergegas memberi Ia uang mengingat lampu sebentar lagi akan hijau.
"Mimi ini ada sedikit jajan untuk kamu dan adik.Nanti kapan-kapan kakak kesini lagi ya."Ucap ku sambil memberi beberapa lembar uang pada nya.
Ia melihat uang yang ku beri.
Ia melihar ke arah ku dengan perasaan bingung.
"Ini banyak sekali kakak,ini untuk apa?"tanya nya dengan polos pada ku.
"Itu buat Mimi dan Ardi jajan."Ucap ku lagi sambil tersenyum.
"Kak ini bunga nya bagaimana?"Ucap nya pada ku masih dengan tatapan bingung.
"Tidak usah sayang,cepat bergegas ke pinggir lagi.karena semua kendaraan sebentar lagi akan berjalan."Ucap ku pada nya.
"Terima kasih kakak,"Ucap nya sambil melambaikan tangan nya ke arah ku dan tersenyum.
"Bilang makasih dek dengan kakak ini."Ucap nya pada adik nya.
"Terima kasih kakak."Ucap adik nya pada ku.
"Iya sayang,,hati-hati ya."Ucap ku sambil tersenyum.
Mereka berdua pun kembali ke pinggir jalan.Saat mereka berdiri mereka terus melambaikan tangan pada ku sambil tersenyum.
Aku pun tersenyum melihat mereka begitu bahagia.
Ternyata bahagia itu sesederhana ini.
Aku senang karena baru saja membuat mereka tersenyum.
Tiba-tiba mata ku pun tertuju pada sosok pria di samping mobil ku,pria yang memakai motor sport.Ternyata dari tadi Ia memperhatikan ku.
Apa Ia dari tadi memperhatikan ku??
Saat kendaraan semua berjalan Ia sempat mengacungkan jempol nya padaku dan berlalu.
Aku hanya membalas tersenyum kecil pada nya.
"Hebat anak papi peduli nya masih sangat tinggi sama seperti dulu."Ucap papi sambil membelai kepala ku.
"Vonny kasihan Pi melihat anak sekecil itu sudah menanggung beban seberat itu.Harus nya Ia tidak menanggung itu semua."Ucap ku pada papi sedih.
"Bagaimana lagi sayang,itu sudah jalan hidup mereka seperti itu.Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kehidupan kita."Ucap papi pada ku.
"Iya Pi,Vonny bersyukur bisa mempunyai kehidupan seperti ini."Ucap ku pada papi sambil tersenyum.
"Iya sayang kita memang harus bersyukur,karena masih banyak yang hidup nya di bawah kita."Ucap papi lagi.
Benar yang di katakan Papi.Kita memang harus selalu bersyukur untuk kehidupan kita sekarang ini.Seperti Mimi dan adik nya tadi.Ia pasti juga tidak mau hidup nya seperti itu.Tapi mereka mencoba tetap bersyukur karena masih bisa memberikan nafkah kepada ibu mereka yang sedang sakit.
Mungkin jika nanti Aku libur,Aku bisa menemui mereka lagi.Aku akan membawa mereka makanan dan ingin mengajak mereka melihat ibu mereka.
Akhir nya Aku tiba di kantor,setelah berpamitan dengan Papi aku pun masuk ke dalam ruangan kantor.
Untung saja Aku tidak terlambat,padahal tadi Aku dan Papi sempat macet karena jalan di pagi hari memang cukup ramai.
Aku pun bergegas menuju tempat ku.Karena sudah banyak juga customer yang menunggu.
Aku bergegas menyiapkan semua nya.
Mata ku pun tertuju pada salah satu customer yang sedang duduk di depan hadapan ku.Seperti nya Aku tidak asing dengan wajah perempuan ini.
Ibu Anita,,
Ya dia adalah atasan nya Juno yang tidak aku sukai.Ternyata Ia nasabah juga di kantor ini.
Aku melihat penampilan nya,Ia memang begitu menggoda.Setiap lelaki pasti tertarik untuk melihat nya.
Entah kenapa dari awal bertemu dengan nya Aku tidak menyukai nya.Aku merasa jika Ia menyukai Juno.Dari tatapan nya sangat berbeda dengan Juno.
Aku sudah membahas ini dengan Juno,tapi Ia mengatakan jika Aku berpikiran yang berlebihan.
Akhir nya nomor antrian wanita itu tiba,Ia mendapatkan pelayanan di meja sebelah.Kelihatan Ia melihat ke arah ku dan aku mencoba tersenyum pada nya.
Aku memang tidak menyukai wanita itu,tapi aku tidak boleh mengutamakan ego ku.Bagaimana pun juga Ia adalah atasan Juno.Jika aku jadi menikah dengan Juno nanti,pasti Aku akan bertemu dengan dia juga nanti.
Ia langsung membuang muka nya saat melihat ku tersenyum.
Sombong sekali dia,,
Apa Ia tahu jika Aku tidak menyukai dia?
Apa Juno bercerita pada nya jika Aku cemburu pada nya.
Rasa nya tidak mungkin Juno seakrab itu dengan nya.
Mungkin Ia tidak mengenali ku.Atau Ia sudah lupa padaku.Aku mencoba berpikir positif tentang nya.
Biarkan saja,Aku rasa tidak perlu memperkenalkan diri lagi pada nya.Aku mungkin juga jarang bertemu dia lagi.
Aku pun kembali melanjutkan pekerjaan ku
*****
MATI AJA KELEN BERDUA