NovelToon NovelToon
BUKAN SALAH NIRA

BUKAN SALAH NIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:79.3k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

Spin of Senandung Lara.
Baca Senandung Lara lebih dahulu agar tidak bingung dengan jalan ceritanya.

Dendam pada Friska membuat Raka melampiaskan pada Nira yang tak lain adalah adik dari Friska.
Raka memperkosa Nira hingga mengandung dan membuat Nira terpaksa menikah dengan Raka, pria yang tidak Ia cintai.

Akankah pernikahan mereka bahagia jika niat Raka hanya balas dendam, lalu bagaimana dengan kekasih Nira yang tak lain adalah Vans sahabat Raka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Raka masih menunggu jawaban dari Nira. Cukup membuatnya terkejut kala Nira mengakui jika tidak menyukai kedatangan Vans padahal Ia lihat Nira cukup bucin dengan Vans.

"Kenapa?" tanya Raka sekali lagi.

"Aku hanya lelah kak, setiap dia datang hanya mengajak bertengkar saja." jelas Nira dengan raut wajah sedih.

"Pasti karena hubungan kita." Raka kembali di buat merasa bersalah. Jika saja waktu itu Raka tahu jika Nira kekasih Vans, tentu Raka tidak akan menjadikan Nira sebagai alat balas dendamnya. Raka juga tidak menyangka, Hanya sekali melakukan bisa membuat Nira langsung hamil seperti ini.

"Maaf, maafkan aku."

Nira mengerutkan keningnya heran, "Kenapa kakak minta maaf terus?"

"karena semua salahku, jika saja waktu itu aku tidak melakukan hal jahat padamu, semua ini tidak akan terjadi."

Nira mengangguk, "Waktu itu kakak melakukan dalam keadaan sadar, sampai sekarang aku hanya penasaran apa yang membuat kakak melakukannya padaku?"

Raka terdiam,

"Aku tahu kakak orang baik, kenapa harus melakukan ini padaku?" tanya Nira lagi.

Raka menguap, "Aku mengantuk, bisakah kita tidur sekarang?" ajak Raka membuat Nira kembali memanyunkan bibirnya.

"Lihatlah baby, Papa mu selalu seperti itu jika ditanya masalah serius!" gerutu Nira membuat Raka tertawa karena Nira mengadu pada calon bayi mereka.

"Ayolah kita tidur!" ajak Raka masih tertawa.

"Jika bukan hari ini, aku harap kakak bisa mengatakan suatu hari nanti saat kakak sudah siap." kata Nira.

"Baiklah, beri aku waktu."

Nira mengangguk, "Jangan terlalu lama kak, aku tidak ingin mendengar dari orang lain."

Raka tersenyum, "Tidak ada yang tahu alasannya kecuali aku sendiri jadi jangan percaya siapapun."

"Katakan sekarang saja kak." pinta Nira lagi yang membuat Raka kembali terdiam.

"Baiklah aku tidak akan memaksa!" Kata Nira lagi kembali memanyunkan bibirnya.

Raka tersenyum, membawa Nira ke dalam pelukannya.

"Apa kakak tidak ingin?" tanya Nira saat masih berada dipelukan Raka.

"Apa maksudmu?"

"Aku selalu minta di peluk oleh kakak dan dibawah sana selalu saja berdiri, apa kakak sedang menahan diri?" tanya Nira dan barulah Raka tahu maksud ucapan Nira.

"Aku memang sedang menahan diri."

"Kenapa kak?"

"Karena aku tidak ingin memaksa mu lagi, aku sudah pernah memaksa mu dan membuat hidupmu menderita, aku tidak akan melakukannya lagi." ucap Raka yang entah mengapa membuat Nira merasa senang mendengarnya.

"Jika kakak bersikap baik seperti ini aku tidak akan menderita."

"Bukankah aku selalu bersikap baik padamu?" protes Raka.

"Ck, di awal kita menikah kakak pernah bersikap kejam padaku!"

Raka tersenyum, Ia ingat waktu itu salah paham pada Nira. Ia pikir Nira membawa pria asing ke dalam rumahnya membuatnya sangat kecewa dan marah hingga akhirnya Raka bisa mengerti jika Nira memiliki kisah indah bersama dengan Vans yang sudah Ia rusak. Mungkin itu lah penyebab Raka bisa mengerti dan membiarkan Nira menjalin hubungan dengan Vans.

"Maafkan aku."

"Jangan minta maaf terus kak, katakan saja apa salahku jadi aku bisa memperbaikinya tanpa harus kakak bersikap jahat seperti itu!" protes Nira.

"Kamu baik, sangat baik. di sini aku yang jahat."

"Ck, kakak memang jahat sekali!" ungkap Nira membuat Raka tergelak.

Keduanya kini sama sama diam,

"Kakak ingin mencobanya lagi?" tanya Nira dengan wajah memerah malu.

"Mencoba?" Raka tahu maksud Nira namun Ia pura pura tidak tahu.

"Ck, jangan pura pura tidak tahu!"

Raka tersenyum, "Aku tidak ingin membuat Vans marah."

"Aku ini istri kakak, rasanya berdosa sekali jika tidak memberikan hak kakak padahal kakak sudah memberikan hak untuk ku dan melakukan kewajiban kakak sebagai suami." ungkap Nira.

"Jangan pikirkan masalah itu, aku baik baik saja."

"Jadi kakak tidak ingin?" tanya Nira dengan mata tatapan mengoda yang entah mengapa membuat Raka merasa sangat gemas.

"Ck, jangan mengodaku, aku hanya tidak ingin menyakitimu!"

"Apa aku terlihat seperti wanita penggoda kak?"

Raka menggelengkan kepalanya, Ia mengelus lembut pipi Nira, "Jangan membuatku tidak bisa menahan diri Nira, aku hanya tidak ingin memaksa mu lagi." kata Raka yang mulai tergoda.

Nira tersenyum nakal, Ia merasa sudah tidak waras malam ini karena menawarkan diri pada Raka yang jelas jelas bukan pria yang Ia cintai. Nira sendiri juga bingung, rasanya malam ini Ia sangat menginginkan Raka.

Nira mendekatkan bibirnya ke bibir Raka, tangannya mulai nakal mengelusi dada bidang Raka dan terasa sekali nafas Raka memburu seolah juga menginginkannya.

"Jangan menahan diri." ucap Nira yang sudah menempelkan bibirnya.

"Ck, jangan salahkan aku, kau yang sudah memaksa ku!" kata Raka akhirnya tidak tahan dan mulai menikmati setiap bagian tubuh Nira.

Malam ini menjadi malam pertama untuk mereka melakukan hubungan tanpa ada paksaan dan tekanan. keduanya sama sama menikmati dan menginginkan.

Raka menyelimuti tubuh polos Nira, kelelahan yang akhirnya membuat Nira langsung terlelap. Raka tersenyum memandangi wajah Nira yang entah mengapa terlihat mengemaskan untuknya.

"Kenapa rasanya bisa berbeda?" gumam Raka mengingat saat awal memperkosa Nira, Ia sama sekali tidak mendapatkan kenikmatan sangat berbeda dengan malam ini, Raka benar benar bisa menikmati bercinta dengan Nira dan rasanya sangat menganggumkan.

"Bagaimana jika aku tidak bisa menahan diri lagi setelah ini?" gumam Raka lalu mengecup kening Nira cukup lama.

Puas memandangi wajah istrinya, Raka ikut terlelap bersamanya.

Pagi ini berbeda dari pagi biasanya, Nira bangun dalam keadaan polos dan hanya selimut yang menutupi tubuhnya, juga Raka yang masih terlelap disampingnya dan bertelanjang dada.

Nira tersenyum mengingat sentuhan lembut Raka semalam. Ia benar benar menikmati sampai kelelahan dan tertidur.

Tidak menyangka jika Ia akan menyerahkan diri pada Raka semalam mengingat Ia masih memiliki Vans dan berjanji akan kembali padanya setelah ini berakhir. Namun semalam, entah mengapa Ia bisa jatuh dalam pesona Raka, pria yang sebenarnya masih Ia benci karena sudah menghamilinya dengan paksa.

Cup... satu kecupan mendarat di bibir Nira membuat Nira terkejut karena nyatanya Raka sudah bangun dan Ia ketahuan memandangi Raka sejak tadi.

"Apa yang kau lihat hmm?" suara manly Raka membuat Nira tertunduk malu.

Raka membawa tubuh Nira semakin dekat hingga Ia merasakan dibawah sana kembali bangun.

"Ck, sial!" desis Raka kembali menjauhkan tubuh Nira.

Dengan senyum nakal, Nira kembali mengoda Raka. nafas Raka kembali memburu saat Nira menyentuh dada bidangnya.

"Ck, sungguh jangan salahkan aku jika aku menginginkan mu lagi." ucap Raka akhirnya menyambut pagi dengan olahraga panas.

"Sudah kak." pinta Nira saat Raka ingin meminta dua ronde.

"Tubuhku lengket, aku ingin mandi." kata Nira.

"Ya sudah ayo mandi bersama." ajak Raka yang langsung membuat pipi Nira memerah malu, sangat mengemaskan.

"Kak apa yang aku lakukan?" protes Nira saat Raka mengendong tubuh polosnya.

"Membawamu ke kamar mandi untuk mandi bersama." Raka tersenyum tengil.

Nira menggelengkan kepalanya, "Astaga Nira, kau sudah membangunkan singa tidur."

BERSAMBUNG...

1
Arwondo Arni
semoga Vans jodoh nada kasihan nada,dan Raka bahagia dgn Kel kecilnya
Arwondo Arni
semoga nada dpt pertolongan
Yuli Astuti
raka pake blush-on 🤭
Yuli Astuti
nah kan
Yuli Astuti
jgn2 keluarganya nada
Yuli Astuti
good, 2 d point
Yuli Astuti
hmmm
Yuli Astuti
emak ketan 😏
Yuli Astuti
ngeri di jompa jampe dah itu makanan Bu ratna
Yuli Astuti
nah kannnn
Yuli Astuti
nah kan
Yuli Astuti
takutnya jg di kasih apa2 itu jusnya. rencana anak buah vans
Yuli Astuti
oooalahhh
Yuli Astuti
haduhhh...... keliatan dari cctv
Yuli Astuti
oooooo
Yuli Astuti
waduh
Yuli Astuti
Raka nackal
certa bya bgus ka ayoo lnjut dong
menunggu kelanjutan nya
tolong lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!