NovelToon NovelToon
Metalmorfosis

Metalmorfosis

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: PiEl

Buat kalian yang bukan favorit di keluarga, semangat, ya.. Kalian hebat sudah berhasil menebalkan hati sampai detik ini.

🍁🍁🍁🍁🍁

Dibanding-bandingkankan dengan orang lain, itu sudah jadi hal umum.
tapi bagaimana jika kamu dibandingkan dengan adikmu sendiri?

Seperti halnya yang dialami oleh Zinnia Nashira.

Dia muak karna terus menerus menjadi pembanding dengan Navya, adiknya. Jadi ia melarikan diri dengan pemberontakan.

Sementara Ren, masih betah melajang bahkan saat umurnya sudah menginjak kepala tiga.

Namun pertemuannya dengan Zinnia mampu membuat hari-hari Ren lebih menyenangkan.

"kak Ren! Pacaran yuk, kak."

*****
Apakah Ren akan menetapkan pilihannya kepada Zinnia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PiEl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20. Harapan Yang Berkelebat Dan Menimbulkan Rasa Iri.

Ren sudah selesai mandi. Ia baru saja keluar dari kamar mandi saat mendengar suara ponsel berbunyi. Tapi itu bukan ponselnya.

Ia berjalan mendekati suara yang ternyata ada di atas nakas. Itu adalah ponsel milik Zinnia. Ia bisa melihat nama ‘Joo-ku’ yang muncul di layarnya. Ia hendak mengangkatnya, tapi ia ragu.

Setelah selesai berpakaian rapi, ponsel Zinnia kembali berdering masih dengan nama yang sama di sana. Akhirnya ia membawa ponsel itu dan turun untuk bergabung di meja makan.

Dari kejauhan, ia bisa mendengar kalau Zinnia sedang tertawa bersama dengan kedua orang tuanya. Mereka nampak akrab sambil mengobrol ringan.

“Oh? Udah selesai, Nak?”

“Iya, Ma.” Ren mengambil duduk di depan Zinnia. Kemudian ia menyodorkan ponsel milik Zinnia kepada gadis itu. “Nah. Pacarmu nelfon dari tadi itu.” Celetuk Ren dengan wajah dingin.

Zinnia megernyit sambil menerima ponselnya dari tangan Ren. “Pacar?”

“Oh...” Gumam Zinnia begitu melihat ada 7 panggilan tak terjawab di ponselnya dari Joham. Sepertinya Ren salah sangka dan mengira Joham adalah kekasihnya. Tidak balas menelfon Joham, namun Zinnia malah hanya meletakkan ponsel begitu saja di sampingnya. Lantas iapun melanjutkan mengambil sarapannya.

Esta dan Rai saling tatap setelah melihat reaksi Ren yang hanya diam sambil menyendokkan makanan ke mulutnya.

“Waahh.. Seandainya aja Mama punya anak cewek kayak Zinnia. Rumah ini pasti rame. Jadi gak sepi.” Seloroh Esta mencairkan suasana hati Ren yang membeku.

“Memangnya Tante gak punya anak cewek?” Tanya Zinnia.

“Enggak. Disini, semua jantan. Anak tante dua-duanya cowok. Ren sama Ranu. Cuma tante sendiri yang cewek, jadinya gak ada temen gosip.”

“Kan bisa gosip sama Mbak Sur, Ma...” Timpal Ren.

“Ya beda, dong. Kalau sama Mbak Sur itu bahasannya cuma sekitar dapur dan masak. Gak bisa di ajak shopping-shopping dan jalan-jalan cantik. Ya gak Zinnia?”

“Hhehehe.” Zinnia bingung mau menanggapi apa. Karna dirumahnya, walaupun mereka lebih banyak perempuan, baru sekali saja Zinnia di ajak ‘jalan-jalan cantik’ oleh ibunya. Karna ibunya lebih sering mengajak Navya ketimbang dirinya.

“Nanti kalau gak sibuk, Zinnia mau kan Tante ajak jalan-jalan?” Tawar Esta kemudian.

“Boleh, Tante. Kapanpun Tante mau, telfon aja.” Jawab Zinnia yang juga antusias. “Kak Ren aku nebeng ke tempat kerja, ya.”

“Kamu mau kerja?”

Zinnia mengangguk.

“Yakin? Kamu gak ngelihat mukamu sebengkak apa? Matamu aja hampir gak kebuka, tuh. Nanti malah jadi bahan ejekan kamu, tuh.”

Zinnia meletakkan sendok dan ganti meraba kedua pipinya. Memang, ia merasa sulit sekali untuk membuka mata.

“Iya, Zinnia. Libur aja sampai bengkaknya hilang.” Rai ikut menimpali.

“Nanti biar aku yang kasih tau Pak Jaya kalau kamu lagi sakit.” Saran Ren.

“Jadi hari ini, kamu bisa nemenin Tante. Nanti kita bikin kue. Gimana?”

Ada yang menghangat di relung hati Zinnia. Ia terharu karna diperlakukan dengan sangat baik oleh Ren dan keluarganya. Terlebih Esta. Beruntungnya Ren tumbuh di lingkungan yang baik. Dan di didik oleh orang tua yang berhati hangat. Bukan orang tua yang mengutamakan teriakan dan tamparan untuk sekedar memberitahu hal sepele saja.

“Boleh, Tante.” Jawab Zinnia full senyum.

Senyaman-nyamannya Zinnia dengan Joham, ia merasa lebih nyaman berada di antara keluarga Ren. Perlakuan Ren dan keluarganya membuat ia merasa benar-benar menjadi seorang anak.

Selesai sarapan, Esta dan Zinnia mengantarkan Rai dan Ren sampai di luar rumah. Disana, ternyata Ariga juga sudah datang. Zinnia segera menghampiri pria itu dan mengucapkan terimakasih karna sudah menolongnya semalam. Ia juga berterimakasih kepada Mbak Sur karna sudah meminjamkan pakaian padanya sementara pakaian miliknya sudah di cuci dan sedang menunggu kering.

“Tolong bilangin sama Pak Jaya ya, Kak.” Pinta Zinnia sekali lagi kepada Ren.

Ren baru saja hendak menjawabnya dengan kebanggaan. Tapi ia mengurungkan niatnya saat mendengar ponsel Zinnia berdering.

“Iya, Joo?” Sapa Zinnia langsung teralihkan dari Ren.

“Jin! Kamu baik-baik aja? Kamu gak apa-apa? Kamu dimana sekarang? Kata Navya kamu gak pulang semalaman.” Joham terdengar sangat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu. Ia takut kalau Zinnia akan membuat masalah baru.

“Aku gak apa-apa. Nanti aja kukasih tau.”

“Sorry, semalam aku lagi pulang ke Lembang. Rupanya hapeku habis baterainya.”

“Iya. Gak apa-apa.”

Di seberang, Joham sedang mengernyit heran dengan sikap Zinnia yang seperti bukan dirinya saja. Zinnia  yang ia tau, pasti sudah memaki dan memarahinya habis-habisan. Tapi ini, gadis itu terdengar bersikap santai seperti biasanya. Dan itu lebih menakutkan bagi Joham.

Karna biasanya, saat Zinnia bersikap seperti ini, pasti akan ada masalah yang lebih besar yang di timbulkan oleh Zinnia.

Zinnia mematikan ponselnya. Ia kembali melihat kepada Ren yang sejak tadi hanya memperhatikannya tajam. Namun tiba-tiba saja Ren langsung melengos dan masuk ke dalam mobil begitu saja.

Esta mengajak Zinnia masuk kembali ke dalam rumah. Sebelum membuat kue. Esta mengajak Zinnia berkeliling rumahnya sambil mengobrol.

Zinnia berhenti di depan meja piano yang di atasnya terdapat banyak sekali foto-foto keluarga Ren. Ia memperhatikannya dengan seksama.

“Waktu kecil Kak Ren imut ya, Tante? Rupanya udah ganteng dari lahir.” Celetuk Zinnia. “Ini Ranu, kan?”

“Iya. Itu Ranu. Zinnia mau lihat foto-foto Ren waktu masih kecil? Ada banyak di album.” Tawar Esta. Ternyata dia benar-benar senang dengan keberadaan Zinnia di rumahnya.

Zinnia segera mengangguk dengan semangat 45. Kemudian Esta masuk ke dalam sebuah ruangan dan kembali beberapa saat kemudian dengan sudah menenteng dua buah album di tangannya. Ia mengajak Zinnia duduk di kursi taman di samping rumah.

Perlahan, Zinnia mulai membuka satu-persatu album di pangkuannya. Dan ia segera di sambut dengan foto seorang bayi yang baru lahir.

“Itu Ren waktu baru lahir.” Jelas Esta.

“Wahh. Idungnya mancung. Kenapa sekarang gak semancung dulu...” Gumam Zinnia.

Esta hanya terkekeh saja mendengar ungkapan Zinnia.

“Tante, apa Tante gak pernah marahin anak-anak tante?” Tanya Zinnia dengan masih fokus membuka lembaran album.

“Marahin? Pernah dong. Kalau anak-anak tante gak mau denger nasihat dari Tante sama Om. Tante pasti marahin mereka.”

“Kalau sampe mukul, pernah?”

Esta sempat mengernyit tentang pertanyaan-pertanyaan itu. Ia seperti bisa mengerti tujuan Zinnia menanyakan hal itu padanya. Tapi semoga dia salah.

“Jangankan mukul, Tante bentak aja gak pernah. Buat ngasih tau anak-anak tante, gak perlu pakai acara bentak-bentak apalagi sampai mukul segala. Masih banyak cara lain. Dan yang penting, gak membuat anak-anak Tante truma.”

Zinnia menoleh kepada Esta dan menatapnya pias. Seolah ada harapan yang berkelebat lewat tatapan matanya. Namun kemudian ia tersenyum manis kepada Esta.

“Tante, boleh kan kalau Zinnia sering-sering main kemari? Zinnia pengen sering-sering ngobrol sama Tante.” Lirih Zinnia.

Esta langsung tersenyum lebar. Ia mengelus kepala gadis itu dengan lembut.

“Tentu aja boleh, sayang. Kamu boleh main kemari kapanpun kamu mau. Gak ada yang ngelarang. Tante bakalan seneng punya temen ngobrol.”

Zinnia semakin tersenyum lebar mendengarnya. Hatinya kembali menghangat karna belaian tangan Esta.

1
Rahmaniar
suka banget cerita nya....banyak makna kehidupan dapat di ambil dari ceritanya
Rosy Putri
aku suka novel semua cerita nya lucu nya ada.. bhagia pasti.. yg penting menghibur..
Rosy Putri
jin jin...
Rosy Putri
si jin ada ada aja... 🤣🤣
Rosy Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Y_이14
lucu banget ya Tuhan
Fina Fitriani
bagus... cerita nya,,selalu dan selalu menguras air mata dan berakhir happy ending.... aku suka.. lanjut ah.....
Titha
keren
Fitri Ani
Luar biasa
Jamilah Hidirmanto
aq tambah semangat bacanya
Jamilah Hidirmanto
/CoolGuy//Tongue//Chuckle/
Jamilah Hidirmanto
/Drool//Sleep//Joyful//Doubt//Scowl/
Ummu Faliha
Luar biasa
Zieya🖤
aku curiga sana si Burhan ..
Zieya🖤
Zinnia makhluk paling ajaib
😂😂😂😂
Zieya🖤
yang lagi cemburu
😂😂😂😂
Zieya🖤
kasian si Gerry😂😂😂😂
Dwi ratna
kk urutan novel klrga prianggoro si yg mn dlu ini, aq bca prima trz ksni?
Pucuk Labu🍁: 1.Semesta Rai.
2. My Handsome Rich Husband.
3. Metalmorfosis.
4. One Night Stand With My Ceacy Boss. (ini lanjutannya Metalmorfosis)
total 1 replies
Dwi ratna
enk bgd y jd org kya, mau apa tinggal bli tinggal tunjuk jg gk mikirin bsok ada uang gk y bt mkn....😔
Dwi ratna
nyesek deh, aq pernh dposisi itu jin
Dwi ratna: BanGeD pokoke
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!