Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Nah kan, apa aku bilang. Suamiku, Yang Yang ini bukan anak kandungmu" tebak Lu Xie asal.
"Sayang sekali, tebakan Bibi Lu salah. Ayah, kita memang ada hubungan darah" ucap Yang Yang sambil menunjukkan hasil Tes DNA itu kepada Ayahnya.
"Pengawal, serahkan dia ke kantor polisi. Dia sudah memfitnah putri kesayanganku" perintah Dimas kepada pengawal lainnnya.
Akhirnya pengawal yang menyebar fitnah itu kini diserahkan kepada polisi.
"Tidak mungkin, ini pasti ada kesalahan. Alat Tes nya mungkin rusak. Harusnya butuh waktu 30 menit untuk hasil yang akurat. Tapi ini, Yang Yang hanya 15 menit saja. Pasti alatnya bermasalah" jelas Lu Xie tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Ayah, suruh lakukan tes ulang lagi untuk membersihkan nama baik kakak" ucap Zhuzhu cari muka di depan ayahnya.
"Tidak! Cara yang dilakukan guruku sudah benar. Mereka bertiga ini melakukan tes nya dalam 30 menit karena mereka masih amatir. Sedangkan guruku dia sangat hebat" bela Dokter Arya sambil mengacungkan jempol ke arah Yang Yang.
"Paman Arya, kamu jelas membela Yang Yang karena dia gurumu" ucap Lu Xie.
"Nyonya Lu, anda salah. Dokter Arya tidak mungkin salah menilai orang. Dokter Arya orangnya sangat adil" ucap seorang wanita yang berdiri di dekat dokter Arya.
"Pengawal usir wanita ini, jangan biarkan dia berada di ruangan ini" perintah Dimas.
Pengawal pun menyeret Lu Xie keluar dari ruangan itu.
"Ayah, jangan sakiti ibu. Yang Yang ini tidak jelas asal usulnya" ucap Zhuzhu.
"Kamu, masih kecil sudah termakan hasutan ibumu. Pengawal bawa Nona Zhuzhu keluar. Suruh dia belajar" perintah Dimas.
"Ayah,,, Zhuzhu tidak mau belajar. Zhuzhu tidak mau sekolah. Nenek tolong Zhuzhu" Zhuzhu memohon kepada Neneknya tapi tidak dihiraukan juga.
Kedua benalu keluarga Pratama itu pun diusir dari ruangan pesta itu.
"Ayah," Yang Yang berlari memeluk Ayahnya.
"Punya Ayah, Nenek dan punya Kakak rasanya sangat menyenangkan" ucap Yang Yang dengan bahagia.
Pesta penyambutannya pun berakhir. Yang Yang masuk ke dalam kamar Nenek Sari. Ia melihat wanita tua itu sedang asik bermain ponsel, sesekali tersenyum sendiri.
"Yang Yang ku ini sangat lucu, seperti anak di drama-drama pendek" ucap Nenek Sari sambil senyum-senyum sendiri.
Yang Yang penasaran dengan apa yang Neneknya itu lihat. Ia pun semakin mendekat.
"Nenek begadang lagi ya, Nenek lagi lihat apa?" tanya Yang Yang penasaran.
"Hehehe, Nenek akan tidur kok. Yang Yang tenang saja" ucap Nenek Sari sambil menyembunyikan ponselnya.
Yang Yang mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kotak berisi botol ramuan khusus.
"Nenek, ini ramuan khusus yang ku buat untuk membantu Nenek tidur nyenyak. Kalau nenek meminum ramuan ini, tubuh Nenek akan terasa segara dan bugar serta Nenek akan kelihatan awet muda" ucap Yang Yang sambil menyerahkan kotak itu kepada Neneknya.
"Wah, ramuan yang kamu kasi kemarin juga sudah Nenek minum, pelayan disini berkata kalau Nenek kelihatan segara dan bugar" ucap Nenek Sari.
Yang Yang selama beberapa hari ini dia memeng sedang sibuk membuat beberapa ramuan-ramuan khusus.
"Yang Yang, apa uang saku mu cukup? Kalau kurang, Nenek akan tambahkan lagi" ucap Nenek Sari sambil memegang kedua tangan kecil Yang Yang.
"Tidak usah, Nenek tidak usah. Sekarang Arya sudah menjual ramuan-ramuan khusus yang aku buat. Justru sekarang aku yang harusnya memberikan Nenek uang" ucap Yang Yang dan mengeluarkan amplop cokelat dan memberikannya kepada wanita tua itu.
"Ya ampun anak ini beda sekali dengan Zhuzhu. Zhuzhu selalu meminta tambahan uang jajan, sedangkan Yang Yang malah memberiku uang" batin wanita tua itu melihat amplop yang diberikan oleh Yang Yang.
"Nenek tenang saja, setiap bulan Arya mengirimkan ku uang hasil penjualan produk ku secara rutin, jadi Nenek tidak usah lagi memberiku uang jajan" jelas Yang Yang.
"Anak baik" Nenek Tua itu mengelus lembut kepala Yang Yang.
Keesokan harinya, Dimas ingin berencana mengajak Yang Yang ke taman bermain.
"Yang Yang, Ayo hari ini Ayah temani kamu ke taman bermain" ucap Dimas pada putrinya itu.
"Huff, taman bermain begitu sangat membosankan. Ini lah tidak asiknya kalau berada di tubuh anak kecil" keluh Yang Yang dalam hati.
"Baiklah Ayah" ucap Yang Yang.
Zhuzhu pun berlari keluar dari kamar ia melihat Dimas dan Yang Yang ingin pergi ke suatu tempat. Ia pun menghampiri Dimas dan Yang Yang.
"Ayah, apa boleh Zhuzhu ikut?" ucap Zhuzhu dengan wajah memohon.
Melihat itu Dimas merasa kasihan. Biar bagaimanapun Zhuzhu adalah putrinya juga.
"Baik lah, kamu boleh ikut. Tapi ingat jangan nakal" ucap Dimas. Ia menggandeng tangan kedua putrinya dan masuk ke dalam mobil.
"Tidak akan kubiarkan kamu merebut perhatian Ayah dariku, dasar anak kampung" batin Zhuzhu dengan senyum licik di wajahnya.
Akhirnya mereka pun sampai di taman bermain. Hari ini begitu sangat ramai karena bertepatan dengan hari weekend.
"Wah, ramai sekali. Ada banyak permainan, Ayah apa boleh aku coba itu, coba itu dan itu?" ucap Zhuzhu menunjuk kesana kemari.
"Dasar bocah" gumam Yang Yang.
"Kakak ngomong apa?" tanya Zhuzhu yang tidak sengaja mendengar gumaman Yang Yang.
"Ha? Tidak, tidak!" jawab Yang Yang singkat.
Yang Yang merasa begitu sangat bosan. Tapi apa boleh buat, saat ini dia masih terjebak di tubuh gadis kecil ini, jadi dia harus bersikap selayaknya anak kecil.
"Aaaa, membosankan sekali. Kenapa sih aku harus terjebak di tubuh anak malang ini?" Batin Yang Yang.
"Sayang kamu kenapa? Apa kamu tidak suka disini? Kita ketempat lain saja gimana?" tanya Dimas yang dari tadi hanya melihat Yang Yang berdiri diam. Berbeda dengan Zhuzhu dia sudah bermain kesana kemari.
"Tidak kok Ayah, aku suka disini. Yang Yang mau jalan-jalan dulu kesana" ucap Yang Yang dan berjalan melihat-lihat sekitarnya.
Tiba-tiba saja dari kejauhan terlihat ada kerumunan. Yang Yang segera berjalan menuju kerumunan itu. Disitu terlihat seorang ibu yang menggendong anaknya yang tidak sadarkan diri setelah bermain.
"Tolong anak saya Pak, Bu!" ucap wanita itu sambil memohon dan menangis.
"Apa ada dokter disini, atau yang bisa mengobati anak ini?" Tanya seorang laki-laki.
Dimas yang melihat putrinya berada di kerumunan itu pun segera menghampiri, begitupun dengan Zhuzhu.
"Ada apa ini?" Tanya Dimas.
"Tuan, Tolong anak saya Tuan. Dia tiba-tiba saja pingsan saat bermain" mohon wanita itu.
Yang Yang merasa sangat kasihan. Apalagi ia melihat penyakit anak ini sangat aneh.
"Ada yang tidak beres dengan anak ini" batin Yang Yang. Ia pun mendekati anak itu.
"Titik Akupuntur Tanzhong, sepertinya masalahnya disini" ucap Yang Yang sambil menunjuk bagian dada anak itu.
"Kamu yakin? Apa kamu murid Dokter Arya" tanya ibu dari anak yang pingsan itu.
"Murid Arya? Yang benar saja. Aku ini Gurunya bukan muridnya" batin Yang Yang.
Dimas yang mendengar itu pun menahan senyum diwajahnya.
"Mana mungkin putriku yang jenius ini murid dari Dokter yang berguru pada putriku sendiri" batin Dimas.
lanjut up lagi thor