Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 : Sebuah tekad dan kekuatan manusia cacat
Pusaran spasial berputar di atas langit, sebelum akhirnya memuntahkan tubuh Shen Yifan. Ia jatuh menghantam tanah dengan sangat keras hingga permukaan di sekitarnya retak.
"Urghh"
"Kakek!" Shen yifan mengeluarkan air matanya lagi, bercampur dengan debu sehingga wajah tampannya terlihat kotor. Shen yifan meratapi kematian kakeknya, ia tahu bahwa apa yang dikatakan kakeknya di akhir perkataan adalah sebuah wasiat.
"Sial, sial, sial... Gu lie sangat kejam, kejam!" Ia memukul tanah dengan kepalan tangan sangat keras, karena kekesalannya kepada pemimpin kota yang siapa sangka telah mengorbankan rakyat nya sendiri bagaikan ternak yang siap di panen.
Tidak lama kemudian Shen yifan langsung berdiri, ia tahu bahwa menangis pun tidak akan membuat kakeknya selamat atau hidup lagi, ia bertekad di dalam hatinya yang terluka.
"Gu lie, aku akan membunuh orang tua kejam itu, aku akan berusaha, aku tidak akan melupakannya, walau harus membayar harga yang mahal, aku akan membalasnya!" tatapan shin yifan menjadi sangat dingin, mengingat apa yang dilakukan Gu lie—pemimpin kota itu.
"Itu dia, shen yifan!" tiba-tiba ada suara dari belakang shen yifan dengan aura membunuh, shen yifan kaget dan langsung melihat kebelakang.
"sial, sepertinya itu anak buah gu lie!" Shen yifan langsung lari, karena melawan akan membawanya kepada kematian.
"Kejar dia, jangan sampai lebih jauh ke perbatasan!"
Sekelompok orang memakai pakaian penjaga kota tapi wajahnya di tutupi oleh kain hitam, para penjaga kota ini mungkin orang yang loyalitas atau setia kepada gu lie, mulai mengejar shen yifan.
Shen yifan terus berlari di dalam hutan, tanpa mempedulikan apapun bahkan ranting ataupun kerikil terus di terobos oleh shen yifan, ia hanyalah kultivator cacat, ia tahu bahwa kekuatannya tidak akan sanggup melawan para penjaga itu yang notabene nya adalah penjaga kultivator.
"Kalau seperti ini terus, aku akan kelelahan, arghh tidak ada apapun di dalam tubuhku!" Shen yifan meraba-raba tubuhnya saat berlari, berharap ada sesuatu seperti artefak atau pil racun untuk mengalihkannya.
"manusia cacat itu sejak kapan lari nya cepat?" Teriak salah satu penjaga kota, terbang memakai pedangnya.
Shen yifan terus berlari, wajahnya penuh luka akibat goresan dari ranting yang tajam, ia tidak mempedulikannya, rasa sakit mulai dari kaki hingga kepala, di bandingkan rasa sakit kehilangan keluarga satu satunya.
"Siapa aja, tolong bantu aku!" Shen yifan mulai terlihat kelelahan, napas nya semakin memburu, dada nya mulai sakit, sehingga ia sedikit kehilangan fokus.
"Lihat, dia sudah kelelahan, serang dia!" teriak salah satu penjaga kota.
Di atas, sekitar sepuluh orang mulai mengaktifkan rune di tangan mereka, sebuah kekuatan element kultivator tingkat Foundation Establishment tingkat awal, sanggup merapal mantra singkat. Para penjaga kultivator itu mengeluarkan jurus satu persatu, mulai dari element es.
"arghh!" Shen yifan hanya bisa menghindar, instingnya sangat tajam walau ia tidak melihat kebelakang, karena ada rasa dingin yang datang kepadanya.
"Element air : Naga air biru!" Satu penjaga kota mengeluarkan lagi jurusnya, air itu berubah jadi naga kecil yang meraung, melesat kearah Shen yifan.
"Sial!" Ketika merasakan hawa yang sangat ekstrem di belakang, instingnya mengatakan bahwa itu tidak bisa dihindari, dan benar saja ketika Shen yifan akan menghindar, air naga biru itu seolah mengunci pergerakan Shen yifan.
"Tidak semp-" Air naga biru itu menguap di belakangnya dan langsung meledak.
Ledakan air naga biru itu sangat masif, aura dari ledakannya membuat tanah di sekitar bergetar.
Para penjaga kota melihat dari atas dan mendeteksi hawa kehidupan Shen yifan sudah hilang.
"Haha, dia pasti langsung mati!" salah satu penjaga. Tidak bisa melihat tubuh shen yifan, di sekitar ledakan banyak debu dan aura dari ledakan itu sendiri masih mengitari tempatnya.
"Ayo, kita bawa bocah nakal ini."
Mereka semua turun dari pedang terbangnya dan berjalan santai mendekati pusat ledakan untuk memastikan kondisi mayat Shen Yifan. Bagi mereka, tidak perlu ada kehati-hatian ekstra menghadapi seorang yang cacat.
Namun, di balik tebalnya debu, sebuah percikan cahaya merah kecil mendadak muncul.
"Ember Burst!"
Tanpa peringatan, cahaya merah itu menguap dan meledak kuat tepat di hadapan para penjaga. Salah satu dari mereka terlempar jauh dan terbatuk darah akibat serangan mendadak itu.
"Sialan, bocah itu belum mati!"
Dari balik asap, Shen Yifan kembali berlari kencang. Ia menoleh ke belakang sambil melempar senyum mengejek yang memicu amarah para penjaga.
"Kejar lagi! Habisi dia!"
Para penjaga yang selamat langsung melesat mengejar. Namun kali ini, ketakutan di mata Shen Yifan telah sirna.
"Aku akan bermain-main dengan kalian," gumam Shen Yifan. Sambil terus berlari zigzag menerobos semak-semak, ia mengangkat tangannya. Beberapa bola api kecil berwarna merah terbentuk di sela jarinya.
"Ember Shot!"
Ia melemparkan bola-bola api itu ke belakang.
Meski ukurannya kecil, daya ledaknya cukup untuk membuat para penjaga yang mengejar di darat harus melompat menghindar dan memperlambat gerakan mereka.
"Bocah sialan! Dari mana dia mendapatkan kekuatan ini?!" kutuk seorang penjaga sambil menepis satu bola api yang mengarah ke wajahnya.
Shen Yifan terus membalas dengan melemparkan Ember Shot berkali-kali. Setiap kali para penjaga hampir mendekat, ledakan api kecil itu berhasil memecah formasi mereka. Kejar-kejaran sengit itu terjadi di sepanjang jalur hutan yang semakin menyempit.
Namun, fokus Shen Yifan yang terbagi antara melihat jalan di depan dan melempar serangan ke belakang membuatnya tidak menyadari perubahan medan. Tumbuhan di sekitarnya mendadak habis, digantikan oleh hamparan angin yang berembus kencang dari bawah.
Shen Yifan mendadak mengerem langkahnya dengan keras. Kakinya menyeret tanah, menyisakan jarak hanya beberapa senti dari tepi pembatas.
Ia terpaksa berhenti berlari. Di hadapannya kini sama sekali tidak ada jalan lagi—hanya ada jurang yang sangat dalam dengan dasar yang tertutup kabut tebal yang pekat. Langkahnya benar-benar terhenti.
"Sial, jalan buntu lagi!" napas Shen yifan sangat memburu.
"Haha, bocah nakal, kau mau kemana lagi." para penjaga kota itu terlihat senang, sekitar ada enam orang yang mengejarnya, wajah mereka penuh dengan rasa keberhasilan, turun dari pedangnya lagi memegang pedang dan mendekat kearah buruan nya yaitu Shen yifan.
(Api itu malah habis disini lagi, betapa sialnya aku!) dalam hati Shen yifan, merasakan tidak ada aliran api merah lagi di dalam tubuhnya.
"Kemana kekuatan api kecilmu? Bocah nakal." salah satu penjaga. Sekarang mereka sangat berhati-hati mendekatinya.
Shen yifan menatap mereka.
"Wush" Shen yifan mengarahkan tangannya kearah penjaga itu, para penjaga sempat kaget, namun ketika tidak ada yang keluar dari tangan Shen yifan, mereka mulai tertawa.
"Haha, keberuntunganmu habis, bocah nakal!"
"Hiyaaa!" penjaga itu mengayunkan pedangnya kearah Shen yifan, Ia tersentak. (Apakah hidupku akan berakhir disini tanpa balas dendam?) dalam hatinya.
Sebelum pedang itu mengenai Shen yifan, tiba-tiba ada aliran energi alam (Qi) dari dantian Shen yifan.
Seolah waktu menyusut , membuat pedang itu terlihat sangat lambat.
"Apa ini?" Shen yifan melihat kedua tangannya di penuhi oleh energi alam yang sangat murni, lalu melihat kearah sayatan pedang manjadi sangat lambat per sekian senti dari tubuhnya.
"Ini aura kultivasi, akhirnya ada energi alam yang masuk kedalam dantian ku!" Shen yifan merasa sangat senang, karena sejak di vonis tidak akan bisa kultivasi, dia langsung menyerah, mengeluh sampai tidak mau belajar selama dua tahun.
Namun kini dia merasakan energi alam mengalir di dalam dirinya walau aliran Qi nya kecil.
Shen yifan menutup mata dan fokus mengumpulkan Qi di tangan kanannya.
"Kekuatan Ruang!" bisik Shen Yifan dingin.
"Eh?" Shen yifan terlihat bingung tiba-tiba mengatakan itu.
Seketika itu juga, atmosfer di sekitar para penjaga mendadak membeku. Ruang di sekeliling tubuh mereka mendistorsi tajam. Sebelum mereka sempat menyadari apa yang terjadi, retakan-retakan tak kasatmata yang memancarkan cahaya keperakan mulai muncul dan merambat di udara, mengunci seluruh tubuh mereka hingga tak bisa bergerak. Energi di dalam retakan itu bergolak, siap menguap.
"Ledakan Mini Kosmis!"
Serangkaian ledakan beruntun yang dahsyat pecah seketika. Ruang yang retak itu runtuh dan meledak dari dalam, mengoyak pertahanan para penjaga tanpa ampun. Tidak ada waktu untuk berteriak, dalam sekejap mata, seluruh penjaga kota itu meledak, hancur menjadi abu yang lebur bersama angin sore.
Setelah beberapa saat.
"Kakek, akhirnya aku bisa menyerap energi spiritual, sekarang aku bisa kultivasi!" Shen yifan melihat ledakan itu, namun Shen yifan mulai sempoyongan karena kelelahan, tanpa sadar Shen yifan mundur dan langsung pingsan, ia jatuh kedalam jurang curam, mulutnya tersenyum dan mata nya menutup.
Entah ia selamat atau tidak, takdir yang selalu mengulangi setiap kehidupan—cerita orang lain.