NovelToon NovelToon
Love Your Daddy.

Love Your Daddy.

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:213.2k
Nilai: 5
Nama Author: Audrey16

Exel Aleron Deska.

Adalah seorang Ayah tunggal yang harus mengurus putra semata wayangnya Avniel Cleon Deska. Exel yang kehilangan istrinya Lovexia Lowandy Deska saat insiden sebuah kecelakaan seketika merubah kehidupan Exel menjadi sosok yang dingin, pemurung, dan sering menyendiri. Bahkan nyaris tidak terlihat senyum di wajah seorang Exel, sebab sejak kepergian istrinya yang secara tiba-tiba, senyum dan kebahagiaan Exel hanya untuk putranya Cleon seorang.

Verena Moon Calin.

Seorang Mahasiswi yang memiliki watak pendiam dan juga cukup aneh di mata teman-teman sekampusnya. Karena sikapnya yang sering menyendiri dan tidak memiliki seorang teman. Dan sikap aneh Verena mulai terlihat sejak ia mengalami Traumatis karena satu insiden yang membuatnya tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

Exel menutupi hati dan dirinya dari siapapun, sampai akhirnya seorang gadis tiba-tiba hadir di dalam hari-harinya dan juga di putranya. Mengusik kehidupan bahkan hatinya. Sosok gadis ceria dengan kehangatan yang semakin lama semakin membuatnya nyaman.

Namun, apa yang harus Exel lakukan jika sosok yang sudah berhasil membuka hatinya setelah sekian lama beku dan membuatnya nyaman ternyata adalah sosok yang sudah menyebabkan istrinya meninggal. Dan jangan lupakan Kenzie Ayres Deska, adik dari Exel yang sangat membenci gadis tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audrey16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan Venera.

Dengan perasaan bahagia Cleon meraih lengan Venera untuk di genggamnya, melangkah keluar dengan sedikit candaan dan lelucon dari Venera yang membuat Cleon tertawa. Sore ini kondisi kesehatan Venera benar-benar sudah pulih. Obat yang di berikan Dokter Daniyal benar-benar bekerja dengan sangat baik, hingga ia bisa menemani Cleon ketempat Les musik seperti yang sudah ia janjikan sebelumnya.

"Apa kakak sudah benar-benar membaik?" Tanya Cleon sambil menunggu Kenzie yang akan mengantarkan mereka.

"Tentu saja, Kakak bahkan tidak pernah merasa sesehat ini sebelumnya."

"Cleo bahagia mendengarnya, dan bisakah Cleo meminta sesuatu dari kakak?"

"Silahkan Tuan muda, apapun itu."

"Bisakah Kakak tidak sakit lagi?"

"Ha?"

"Teruslah sehat, sebab Cleo benar-benar merasa sedih jika Kakak sakit. karena Cleo tidak bisa melihat Kakak."

"Iya, tentu saja. Kakak akan menjaga kesehatan kakak dengan sangat baik, demi Cleo."

"Terimkasih kakak."

"Apa kalian sudah siap?" Tanya Kenzie sambil mengenakan jaketnya, mengikat rambutnya yang sedikit berantakan dan langsung menghampiri Cleon untuk di gendongnya dan berjalan menuju sebuah motor sport yang sudah terparkir di sana.

"Kau... Kau serius akan menggunakan benda ini?" Tanya Venera dengan wajah paniknya saat melihat Kenzie yang sudah duduk di atas motor kebanggaannya dan juga Cleon di hadapannya.

"Apa ada yang salah? Jangan bilang jika kau berniat jalan kaki lagi dari sini sampai ke tempat Les musik Cleo."

"Ta... Tapi aku bisa menggunakan sepeda itu kan?"

"Itu membutuhkan waktu lama Nera.. "

"Tenang saja, aku bisa mengatasinya." Jawab Venera yang langsung melangkahkan kakinya.

"Jangan membuatku menunggu." Balas Kenzie.

"Yaaakkkk.... lepaskan tanganmu dasar pangsit hidup.... " Seru Venera dengan langkah kaki yang tiba-tiba berhenti saat kerah jaketnya di tarik dengan keras oleh Kenzie. Bahkan tubuhnya sedikit terhuyung kebelakang.

"Naik." Perintah Kenzie yang masih mencengkram kerah jaket Venera.

"Tidak."

"Naik kataku."

"Tidaaakk.. Lepaskan tanganmu."

"Baiklah." Jawab Kenzie yang langsung melepaskan cengkraman tangannya dari kerah jaket Venera, dan menyalakan mesin motornya. Perlahan Kenzie menjalankan motornya mengikuti langkah kaki Venera, menghampirinya yang masih berjalan dan dalam hitungan detik saja dengan kekuatan penuh Kenzie meraih pinggang Venera dan langsung mendudukan tubuh ramping itu di atas motornya. Bahkan tampa jeda sedikitpun Kenzie langsung menancap gas motornya, hingga motor sport itu melaju dengan kecepatan tinggi dan membuat Venera hanya pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

"Yaakk.... Akau akan membunuhmu.... Turunkan aku pangsit... " Pinta Venera yang langsung memukul Helm Kenzie yang semakin melajukan motornya.

"Diamlah jika kau tidak ingin kita terjatuh."

"Kau.... "

"Dan sebaiknya berpeganglah yang erat, jika kau tidak ingin tubuh kurus cacinganmu itu terbawa angin."

"Aku bersumpah akan membalasmu." Umpat Venera yang hanya bisa memejam dengan perasaan takut.

"Paman... Apa kakak akan baik-baik saja?" Tanya Cleon khawatir.

"Tentu saja, Kakak Malaikat Cleo membutuhkan sedikit terapi jantung. Apa Cleo menyukainya? Bukankah sudah lama Cleo tidak menaiki motor Paman?"

"Iya, karena Daddy tidak... "

"Berjanjilah jika Cleo tidak akan memberi tahu Daddy tentang ini."

"Ha? Bukankah Paman Ken sudah meminta izin Daddy sebelumnya?"

"Tentu saja, Belum." Balas Kenzie yang kembali menambah kecepatan motornya hingga dalam beberapa menit saja motor sport milik Kenzie sudah terparkir di depan sebuah gedung Les musik tempat Cleon kursus.

Dengan perlahan Kenzie menurunkan Cleon yang di sana sudah berdiri guru pembimbing Cleon. Bahkan tampa satu kata pun, Wanita tersebut langsung membungkuk dan menghampiri Cleon.

"Maaf, apa anda Tuan Kenzie Ayres?" Tanya wanita tersebut ramah.

"Benar, dan dia.. Adik sepupu saya Venera." Ucap Kenzie yang sediki melirik Venera yang masih menempel di punggungnya.

"Ah iya, maaf. Anda dan Nona Venera bisa menunggu di dalam, silahkan.. " Balas Wanita tersebut yang langsung meraih tangan Cleon untuk di genggamnya.

"Baiklah, kami akan menyusul. Cleon masuk duluan yah, Paman dan Nera akan menyusul sebentar lagi."

"Apa kakak baik-baik saja?" Tanya Cleon khawatir.

"Iya, tenang saja. Dia hanya tertidur."

"Baiklah.. " Jawab Cleon yang langsung mengikuti langkah guru pembimbingnya masuk kedalam ruangan tersebut.

"Turunlah.. " Ucap Kenzie kepada Venera yang masih menempel di punggungnya. Hingga beberapa menit menunggu, tidak ada respon sedikitpun dari Venera.

"Yaak.. Nera, kau tidur? apa kau mempunyai hobi baru sekarang? Memeluk orang seenaknya. Turunlah.... " Seru Kenzie yang langsung melepaskan paksa tangan Venera yang tengah melingkar di pinggangnya.

Apa... Kenapa tangannya terasa sangat dingin.. Apa dia baik-baik saja?

"Kau baik-baik saja?" Tanya Kenzie sedikit khawatir saat merasakan telapak tangan Venera yang dingin juga sedikit bergetar.

"Bisakah aku mengatur nafas dulu?" Tanya Venera perlahan, hingga satu menit kemudian, Venera bergerak perlahan, bahkan tubuh gadis itu sedikit bergetar saat berusaha turun dari motor Kenzie yang masih menatapnya dengan khawatir.

"Kenzie.... " Panggil Venera perlahan dengan suara yang terdengar serak.

"Ada apa?"

PLAAK...

"AKU AKAN MEMBUNUHMU JIKA KAU BERANI MELAKUKANNYA LAGI." Teriak Venera geram bahkan langsung mendaratkan satu pukulan keras ke kepala Kenzie yang untung saja masih menggunakan helm.

"Aauuww.... YAAAKK... KAU BERNIAT MEMATAHKAN KEPALAKU?"

"BENAR... AKU BAHKAN SANGAT INGIN MEMATAHKAN TANGANMU, KAKIMU, DAN SEMUANYA YANG ADA DI TUBUHMU." Balas Venera yang benar-benar geram. Bahkan dengan reflek Kenzie langsung menatap kejantanannya.

Apa termasuk Kenzie junior?

"YAAKKK... APA KAU MESUM?" Teriak Venera lagi saat melihat tingkah Kenzie.

"BUKANKAH KAU SENDIRI YANG MENGATAKANNYA JIKA AKAN MEMATAHKAN SEMUANYA?"

"KAU..... "

"APA?"

"Lupakan. Sebaiknya kau tetap di sini, sebab jika aku kembali melihatmu aku rasa aku akan kehabisan kesabaran dan benar-benar mematahkannya." Ucap Venera yang langsung mengalihkan pandangannya kearah bagian bawah Kenzie yang spontan menutupinya dengan kedua telapak tangannya. Bahkan tampa menunggu jawaban dari Kenzie, Venera langsung melangkahkan menyusul Cleon yang sudah masuk terlebih dahulu di dalam ruang kelas musiknya.

"Apa dia benar-benar seorang wanita?" Gumam Kenzie yang langsung memarkirkan motornya di sebuah Cafe terbuka yang jaraknya tidak jauh dari gedung Les musik Cleon.

Dua jam berlalu, Kenzie yang masih fokus dengan ponselnya sambil menunggu Cleon yang menyelesaikan lesnya, tidak menyadari jika di sebrang jalan ada sebuah mobil Vans hitam yang sejak tadi terparkir seolah sedang mengawasi pergerakan mereka.

Sedang di dalam sebuah ruangan, nampak Venera yang tengah berdiri dengan perasaan gelisah, mata coklatnya mengamati beberapa anak yang mulai keluar kelas, namun ia tidak melihat sosok Cleon disana.

Di mana Tuan muda, aku yakin ini ruangan Tuan muda. Tapi di mana dia.. ini sudahn10 menit berlalu.

Venera semakin gelisah saat ia tidak melihat sosok Cleon di antara anak-anak tersebut.

"Maaf... Nona Venera, apa yang anda lakukan di sini?" Tanya seseorang yang Langsung mengejutkan Venera.

"Anda guru pembimbing Tuan muda Cleon kan? di mana Tuan muda? Sejak tadi saya menunggunya di sini."

"Menunggunya? Bukankah tadi dia sudah di jemput oleh Pamannya?"

"Ha? Maksud anda? Tuan muda Kenzie?"

"Benar, bukankah kalian bersama tadi?"

"Aneh, kenapa dia tidak memberitahuku."

"Saya juga melihatnya, sepertinya Tuan muda nampak terburu-buru, sebab ia tidak sempat pamit, dan mengatakan apapun."

"Apa?"

"Tuan muda langsung pergi begitu saja dan... "

"Tidak.. "

Dengan langkah kaki yang di percepat Venera langsung meninggalkan wanita tersebut, bahkan Venera mulai berlari dengan perasaan khawatir.

Tidak mungkin Kenzie, bahkan semarah apapun dia padaku, ia tidak mungkin melakukan itu, menjemput Cleon tanpa sepengetahuanku. Tidak.... Siapa orang itu...

Venera terus berlari tampa menghiraukan beberapa orang yang ditabraknya, matanya menyapu tiap sudut tempat tersebut, hingga netranya menangkap sebuah mobil Fans hitam, bahkan dia bisa melihat bayangan Cleon yang tengah di tarik paksa, bahkan mulut Cleon di bekap oleh seseorang yang menyerupai Kenzie, jaket dan celana yang benar-benar mirip dengan Kenzie. Bahkan pria itu juga mengenakan Helm yang mirip dengan Helm yang digunakan oleh Kenzie.

Apa... siapa dia... tidak... Dia bukan Kenzie...

"CLEOOOONNNN..... " Teriak Venera yang kembali berlari berusaha mengejar pria tersebut.

"LEPASKAN DIAAAA... CLEEEOOOONN.... " Teriak Venera yang langsung meraih jaket pria tersebut, mendorongnya dengan sangat kencang hingga Cleon terlepas dari pegangan pria tersebut yang ternyata orang asing yang sengaja meniru penampilan Kenzie.

"SIAPA KALIAN?" Teriak Venera yang langsung menyembunyikan Cleon di belakang punggungnya.

"Kau punya keberanian juga rupanya. Serahkan anak itu, jika kau masih ingin bernafas." Ucap pria bertubuh tinggi tersebut dengan seringaiannya.

"Jangan harap brengsek."

"Baiklah, kau yang menginginkannya kan?" Ucap pria tersebut yang langsung menarik paksa jaket Venera bahkan tampa aba-aba langsung melepaskan satu pukulan tepat di perut Venera yang langsung membungkuk menahan sakit meski tidak berlangsung lama sebab dengan sekuat tenaga Venera mengayunkan satu tendangan keras hingga tepat mengenai dada pria tersebut.

"Cleeeonn... Larilah.... SEKARAAANG.... " Teriak Venera saat pria yang terkena tendangannya sedikit terhuyung kebelakang sambil memegangi dadanya.

"Tidak... Cleon tidak akan meninggalkan kakak."

"Lari Cleon... kakak mohon, larilah sekarang... Aarrgghhh.....

Venera yang kembali mendapatkan tendangan di perutnya kini tidak berkutik, bahkan darah segar sudah keluar dari mulutnya.

"Jangan sentuh dia, LEPASKAN DIAAA.... " Teriak Venera yang berusaha keras bangkit saat melihat tubuh Cleon kembali berada di tangan pria tersebut.

"Jangann.... Lepaskan dia... " Pinta Venera yang berusaha mengumpulkan tenaganya yang tersisa, merangkak maju dan meraih kaki pria tersebut.

"Aku akui kau gadis yang cukup berani, tapi aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu."

"Aarrgghhh...... " Erang Venera kesakitan saat sebuah pisau tertancap tepat di punggungnya.

"tidaak... KAKAAAAK..... " Jerit Cleon dengan air matanya saat melihat darah mengalir keluar dari punggung Venera.

"LEPASKAN MEREKA BRENGSEK..... "

Kenzie yang tiba-tiba muncul di tempat kejadian tersebut dengan membabi buta langsung menghujani pria tersebut dengan pukulannya, Bahkan bukan hanya seorang pria, namun dua orang pria yang ikut menyerang namun juga ikut terkena amukan Kenzie yang sudah tidak terkontrol lagi. Hingga seorang polisi yang entah sejak kapan sudah berada di lokasi kejadian dan berhasil menghentikan Kenzie yang nyaris saja menghilangkan nyawa pria tersebut.

"Hentikan Tuan, biar kami yang menanganinya." Ucap seorang pria berseragam polisi tersebut.

"Diamana kemenakanku? Cleon.. DI MANA CELOANNN?"

"Tuan muda Cleon tengah berada di dalam ambulance, dia bersama.... "

"Nera... NERAAAA..... " Teriak Kenzie yang baru menyadari jika Venera terluka, bahkan tampa menunggu lama ia langsung berlari menuju ambulance yang di dalam sana sudah ada Venera yang terbaring di atas brankar dengan punggung yang terus mengeluarkan darah dan Cleon yang terus menangis.

"Cleo... "

"Paman Ken... Kakak Malaikat.. kakak Malaikat berdarah.... " Tangis Cleon semakin keras saat Kenzie meraih tubuhnya dan memeluknya erat.

"Dia akan baik-baik saja, percayalah... Dia akan baik-baik saja." Ucap Kenzie yang semakin erat memeluk Cleon yang terus menagis.

Nera... Saat kau berkata jika kau gadis yang kuat aku tidak pernah percaya, tapi kali ini aku mohon.... Buat kita semua percaya jika kau benar-benar gadis yang kuat... Dan bertahanlah... Aku percaya kau gadis yang kuat.... Aku mohon.. jangan buat Cleon terus menangis ketakutan seperti saat ia kehilangan Ibunya.

30 menit perjalanan menuju rumah sakit, di sana nampak Dokter Daniyal dengan wajah khawatirnya langsung membuka pintu mobil ambulance tampa menunggu para perawat membukanya.

"Bagaimana keadaan Venera? Di mana Cleon?" Tanya Dokter Daniyal panik.

"Cleon baik-baik saja, tapi Nera... Tolong selamatkan dia... " Jawab Kenzie yang masih berusaha menenangkan Cleon yang masih menagis sejak tadi.

"Cleon..... Sayang... " Seru Tuan Exel yang baru saja datang dan langsung turun dari mobilnya, melangkah meraih tubuh putranya untuk di gendongnya, dan peluknya erat.

"Daddy... Kakak terluka... Kakak Nera mengeluarkan banyak darah... Cleon takut Daddy... " Ucap Cleon dengan tangisnya yang semakin menjadi saat melihat brankar yang di atasnya terbaring Venera tengah di dorong oleh Dokter Daniyal dan Kenzie juga beberapa perawat lainnya.

"Tenanglah Nak, semua akan baik-baik saja. Kita akan menunggunya di sini."

"Tuan, ada baiknya anda membawa Cleon pergi dari sini, dia akan semakin merasa sedih saat trus berada di sini." Ucap Dean.

"Baiklah, aku akan membawa Cleo pulang. Dean aku percayakan semuanya padamu, tolong urus semuanya. Setelah Cleon membaik aku akan kembali."

"Iya Tuan."

"Terimakasih Dean, aku percaya padamu." Ucap Tuan Exel yang langsung melangkahkan kakinya menuju mobil. Bahkan Tuan Exel yang saat ini tengah di penuhi dengan kekhawatiran dan ketakutan hanya bisa memeluk erat tubuh Cleon yang masih menagis, hingga beberapa menit kemudian suara tangis Cleon mulai mereda, bahkan Tuan Exel dapat merasakan jika saat ini Cleon sudah tertidur di dalam pelukannya.

Daddy tahu, Cleon pasti panik dan merasa sedih sekarang. Maaf, Daddy tidak berada disana saat Cleon merasa ketakutan. Bahkan Daddy tidak bisa membuat tangis Cleo berhenti. Tidurlah... Semua akan baik-baik saja.

Dengan perlahan Tuan Exel mengusap punggung Cleon yang sudah pulas di dalam gendongannya, dengan satu tangan yang memegangi roda kemudian, Tuan Exel kembali menginjak pedas gas hingga membuat mobil tersebut melaju menuju ke Mansion.

Sedang di dalam rumah sakit, tepatnya di depan sebuah pintu ruang operasi nampak Kenzie yang tengah duduk dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.

"Tuan muda,"

"Dean, bagaimana? Apa sudah ada kabar tentang siapa dalang dari semuanya?"

"Maaf Tuan muda, tapi kita belum mendapatkan informasi apapun dari pihak kepolisian, sebab ketiga orang tersebut terus bungkam dan lebih memilih melindungi Bos mereka."

"Brengsek... Siapa mereka sebenarnya?"

"Tenanglah Tuan, cepat atau lambat kita pasti akan mengetahuinya."

"Aku mana bisa tenang sekarang, mereka hampir saja menculik Cleon, dan bahkan melukai Venera."

"Iya Tuan, saya akan mengusahakan untuk mencari tahu semuanya."

"Terimakasih Dean, lalu di mana Kakak dan Cleon?" Tanya Kenzie saat tidak melihat Tuan Exel.

"Tuan sedang berusaha menenangkan Tuan muda Cleon yang terus menagis. Mungkin dengan membawanya pergi dari sini bisa membuat Tuan muda sedikit tenang."

"Tentu saja... Cleon sangat ketakutan sekarang, di tambah lagi dia melihat dengan sangat jelas saat bajingan itu menancapkan pisaunya ke punggung Venera."

"Iya Tuan, semoga saja Tuan muda Cleon cepat membaik."

...* * * * *...

Bersambung...

1
arfan
up
nita123
ending yang sangat menyenangkan.thanks utk ceritanya author
nita123
penasaran dengan alur ceritanya. walaupun sudah bisa tertebak kemungkinan endingnya. tapi cara author menyampaikan ceritanya sangat baik
Audrey_16: Terima kasih yah udah mampir 🥰🥰
total 1 replies
nita123
bagus ini ceritanya. ga monoton juga. author menceritakan part demi part nya saling berkesinambungan dengan jelas. berasa pengen terus baca.
nita123
ceritanya aku suka lho kak. penyampaian ceritanya bagus kok. semangat terus ya kak berkarya.
Audrey_16: Terima kasih yah🥰🥰
total 1 replies
Puan Harahap
like semuanya
andre🐻
😭😭😭
andre🐻
😭
Tri Dikman
Mulai baca
Audrey_16: Semoga betah ya 🤗
total 1 replies
zien
semoga sukses selalu💐💐🌹🌹💗💗
zien
semoga sukses selalu💐💐💗💗
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
Zulfa
Salken kak, JIKA mampir membawa like nih. Mari saling dukung kakak😍
Zulfa: iya sama" kakak😍
total 2 replies
Suri Hadassa
semangat Thor 💪💪
Audrey_16: Terima kasih yah 😁😁
total 1 replies
Ruryanti Mikdar
babang felix buat aku aja yah thor 😂
Audrey_16: ya udah, bungkus dah 🤭
total 1 replies
Suri Hadassa
Buka Hati menancapkan 10 jempolnya ❤️❤️😍
semangat selalu Thor 💪💪

di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
Audrey_16: Terima kasih yah sudah mampir 💜💜💜
total 1 replies
Muji Raffa
semangatttttttttttt
Muji Raffa
aq sukaa bgt thorrr mgkn bs ksh tau dong judul lainya
Audrey_16: Terima kasih yah karena sudah menyukai karya Thor 💜💜

Author juga punya karya lain

🍃 BECAUSE LOVE YOU.
🍃I STILL WANT YOU.
🍃 I DON'T HAVE YOUR HEART.
🍃YOUR EYES TELL.
total 1 replies
Arofah Aziz
exel akhirnya mencair juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!