Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.
Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.
Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.
Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.
Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.
Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.
Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASUK RUMAH SAKIT
Perlahan Lea menoleh kebelakang,melihat siapa yang menepuk pundaknya.
Sebelum Lea bisa melihat siapa yang menepuk pundaknya,pandangannya sudah mulai kabur,kepalanya berdenyut kencang.
"Tolong." lirih Lea kepada orang itu ntah siapa yang ada dibelakangnya lalu pingsan."
"Bos bangun."
"Cari siapapun yang bikin sibos kaya gini sekalian bilang sama Jebi gue bawa bos kerumah sakit deket sini."
"ok." Beberapa orang mencari Jebi dan sebagian lagi mencari preman yang menghajar Lea.
Bos? kenapa mereka memanggil Lea bos?
Mereka adalah Cat Devil,mafia asuhan Lea sendiri,Jebi yang sudah depresot tak bisa menemukan Lea akhirnya menghubungi kakaknya untuk menyuruh orang Cat buat ikut membantu.
"Jeb,Meow udah ketemu."ucapnya sambil mengatur nafas.
"Terus sekarang dimana?"
"Dia dibawa sama Jadu kerumah sakit deket sini."
"Ok gue kesana sekarang." saat Jebi ingin berlari tangannya ditahan.
"Kenapa?"
"Lo suruh anak buah lo nyari siapa yang bikin Meow kaya gini dulu baru pergi,orang Cat ada yang lagi nyari juga."
"Oh iya bener juga lo."
Jebi mengumpulkan anak buahnya dan menyuruh mereka mencari siapa yang bikin Lea sampai babak belur,setelah itu dia pergi kerumah sakit.
.....
"Gimana keadaan anak saya dok?"
"kondisinya sudah membaik setelah mendapat donor darah,kita tinggal menunggu dia sadar saja."
Semua keluarga Brista bisa bernafas lega sekarang setelah mendengar kabar baik itu.
"syukurlah,terima kasih dok."
"Sama-sama pak,sebentar lagi kita akan pindahkan anak bapak keruang rawat,setelah itu baru kalian bisa menjenguknya."
"Baik dok."
"Kalau gitu saya permisi."
Dokter itu berlalu pergi dan tak lama ada perawat yang mendorong brankar menuju ruang rawat.
Setelah Fano dipindahkan keruang rawat sekarang keluarga Brista sedang menunggu Fano sadar.
Fanya duduk dikursi sebelah ranjang Fano sambil menggenggam tangan Fano "sayang bangun,kenapa kamu lakuin ini lagi?" air mata tak lagi bisa Fanya tahan melihat anaknya harus terbaring lemah dirumah sakit untuk kedua kalinya karna hal yang sama dengan wanita yang berbeda.
"Mama jangan nangis terus,Fano bentar lagi sadar kok." Rendra berusaha menenangkan Fanya yang masih terus menangis.
"Udah ada kabar tentang Lea belum pa?"
"Oh iya papa sampai lupa,bentar papa telfon bodyguard kita dulu." jawab Rendra sembari mengotak-atik ponselnya untuk menelfon si bodyguard.
"halo tuan."
"Gimana sudah ada kabar belum? kalian sudah menemukan Lea belum?"
"Itu Anu non Lea itu."
"Lea kenapa,ngomong yang jelas."
"Non Lea masuk rumah sakit tuan."
.....
"Gimana keadaan Meow?" tanya Jebi yang baru saja sampai kedepan ruang ICU.
"Dokter belum keluar dari tadi."
"Pas lo nemuin Meow keadaan dia gimana? parah banget kah?"
"Lumayan,badannya udah darah semua,tangannya diikat."
"Bang*at,siapa yang berani nyakitin Meow,dia gak tau siapa Meow kali ya?"
"Coba lo telfon anak buah lo tanya mereka udah nemuin siapa yang nyelakain Meow belum?"
"Ok bentar."
Jebi menelfon salah satu anak buahnya untuk memastikan siapa yang sudah menyakiti Lea.
"Udah ketemu belum siapa yang nyakitin Meow?"
"Udah bos,udah kita hajar juga mereka."
"Terus mereka suruhan siapa?"
"Darel Pambuna."
"Kepa*at,tu orang emang nyari mati ya!"
"Terus mereka mau diapain ni?"
"Tinggalin aja,biar mati perlahan tapi ancem dulu biar gak macem-macem lagi."
"Siap bos."
"Gita dimana,sama siapa dia?"
"Gita masih digudang itu sama Adit dan anak Beyond."
"Siksa dia,gue mau dia ngerasain apa yang Meow rasain."
"Gampang itu mah,Darel mau diapain?"
"Sesuai rencana awal." Jebi mengeluarkan Smirknya setelah mengucapkan kalimat itu."
"Ok bos laksanakan."
"Yaudah gue matiin." jebi mematikan telfon dan kembali fokus menatap pintu ruang ICU yang belum terbuka juga.
"Gue yakin Meow baik-baik aja,lo jangan khawatir." Jadu mencoba menyemangati Jebi dan menenangkannya.
KRING KRING
Ponsel Jebi kembali berdering dan perlahan Jebi melihat siapa yang menelfonnya sekarang.
'Duh ngapa ni orang harus telfon si,bisa abis kena ceramah ni gue.'
"Jeb kenapa gak diangkat itu telfonnya?"
"Gue bingung ngomongnya gimana ntar kalau ditanya!"
"Emang siapa yang yelfon?"
"Zoe." Ada rasa takut pada diri Jebi saat dia membayangkan apa yang nanti Zoe akan katakan karna dia tak becus menjaga Lea.
"Udah angkat aja,kalau lo gak angkat malah tambah diomelin lo."
Dengan Ragu Jebi mengangkat telfon sang kakak.'Siap gak siap lah bodo amat kallau ntar diomelin.' Tangan Jebi bergerak mengangkat telfonnya dan meletakkannya dikuping.
"Lama banget si angkat telfon doang." omel Zoe dari sebrang telfon.
"Ya maaf abis dari kammar mandi,kenapa nelfon?"
'Bodoh banget si gue pakai segala nanya,dia telfon karna mau nanyain Meow pastinya.'
"Gimana Meow udah ketemu?"
"Meow udah ketemu,tapi-"
"Tapi apa,Meow gak diapa-apainkan? Dia sehat kan?" kini Zoe mulai panik.
"Meow dihajar sampai babak belur,sekarang dia di ICU,dan sampai sekarang dokter belum keluar."
"Lo gimana si,gue kan udah suruh lo jagain Meow,kenapa jagi gini ha." Nada bicara Zoe sangat tinggi membuat Jebi harus menjauhkan ponselnya dari kuping.
"Sorry,gue emang gak becus." jawab Jebi sambil menunduk.
"Salah gue percayain Meow sama lo,Lo tau siapa yang lakuin ini?"
"Mereka suruhan Bokapnya Meow karna gak terima kerjasamanya diputus."
"Kepa*at emang tu orang,dikasih hati minta jantung,lo udah lakuin apa buat bales dia?"
"Gue suruh orang gue hajar preman yang nyakitin Meow sama gue suruh nyiksa Gita lebih parah,buat Gita rasain apa yang Meow rasain,kalau Darel gue belum apa-apain."
"ok bagus, lo sebarin berita penyiksaan Meow kemedia,suruh tu preman ngaku didepan media,gue mau namanya hancur sehancur mungkin."
"Ok nanti kalau Meow udah ada kabar ya baru gue kerjain soalnya itu gue sendiri yang harus turun tangan."
"Iya gpp ntar nunggu gue sampai juga gpp,udah dulu pesawat gue udah mau berangkat,gue naik pesawat dulu."Zoe mematikan telfon sepihak.
"Kapan dia pesen tiket pesawatnya kok udah mau berangkat aja?" gumam Jebi
"kenapa Jeb?"
"Kapan Zoe pesen tiket kok udah mau berangkat?"
"Pas abis denger Meow hilang langsung pesen tiket,cuma sebenernya tiket paling cepet itu besok pagi,ini dia gantiin orang yang gak jadi terbang."
"Emang bisa digantiin gitu kan udah ada namanya?"
"Apa sih yang gak bisa buat Zoe,emang ada yang berani ngelawan Zoe?"
"Iya juga si."
Beberapa saat kemudian dokter keluar dan Jebi juga Jadu langsung menghampiri dokter itu.
"Gimana keadaan temen saya dok?"
"Tangannya patah,kita harus segera melakukan oprasi tapi saya butuh tanda tangan dari keluarganya."
"Biar saya yang tanda tangan dok,orang tuanya masih diluar negri."
"Baik silahkan anda ikut suster sekalian mengurus administrasi."
Jebi pergi mengikuti suster sedangkan dokter kembali masuk ICU,Jadu masih setia menunggu didepan ICU.
.....
Karna Rendra tak puas ngobrol ditelfon dan dia mau semua keluarganya mendengar langasung,dia menyuruh bodyguardnya untuk datang keruang rawat Fano.
"Tadi kamu bilang Lea masuk rumah sakit beneran apa saya yang salah denger?"
"Beneran Tuan,lukanya cukup parah dan info terakhir yang saya dapat non Lea akan dioprasi karna tangannya patah."
"Kok bisa sampai patah,emang Lea diapain dan siapa yang lakuin ini?"kini Jenni ikut angkat bicara.
"Non Lea diculik dan disiksa sama preman tapi untuk siapa yang menyuruh preman itu saya tidak tau karna pas saya mau bantu nyari preman itu,kita dihalangin oleh anak Beyond."
"Kalian cari tau siapa yang lakuin ini,saya gak mau tau gimanapun caranya kalian harus dapet info siapa yang nyuruh preman itu."
"Baik tuan."
"Lea ada dirumah sakit mana?" tanya Fanya.
"Non Lea dirumah sakit ini juga,dia dijaga Jebi dan Jadu.
"Jadu siapa kok gue baru denger nama itu,apa anak Beyond?" tanya Zidan.
"Dia bukan anak Beyond tapi anak Cat Devil,Jebi dan Jadu beda 1 level doang jadi mereka berdua sama-sama berbahaya."
"Tapi mereka gak akann nyelakain Lea kan?" tanya Jenni.
"Sepertinya tidak non,soalnya Jadu malah yang nemuin non Lea dan dia juga yang bawa non Lea kerumah sakit."
"Cat Devil? bukannya itu komplotan Mafia tersadis ya?"
"Iya bener tuan,mereka lebih sadis dari Tarex."
"Kok Lea bisa kenal sama mereka juga?"
"Jebi dan Jadu itu sahabatan jadi mungkin non Lea kenal dari situ karna non Lea juga sahabatnya Jebi."
"Pantes Jebi jagain Lea banget,sahabatan to."
"Iya tuan."
"Kamu boleh pergi,kabarin saya kalau ada info apapun."
"Baik tuan saya permisi." Bodyguard itu pergi keluar ruangan Fano.
"Pa,kalau kak Fano sadar terus nyari Lea gimana?"
"Semoga aja ngak langsung nyari Lea." jawab Rendra agak ragu.
Tanpa mereka sadari kalau Fano sudah mulai menggerakkan jarinya dan perlahan membuka matanya.
"Mama." panggil Fano lirih.
......
BERSAMBUNG
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️