NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Suasana pagi di kantor Grup Nirvana terasa sangat tenang dan damai seperti biasanya.

​Deni duduk santai di kursi sofa sambil menonton video kucing lucu di ponsel bututnya.

​Clara sedang sibuk memeriksa laporan keuangan di meja kerjanya dengan kacamata baca yang membuatnya terlihat semakin anggun.

​Tok tok tok.

​Suara ketukan pintu yang sangat tergesa-gesa memecah keheningan di dalam ruangan kerja CEO tersebut.

​Siska masuk dengan wajah panik dan langsung menghampiri meja kerja Clara tanpa permisi.

​"Nona Clara, Nona Rina dari restoran ayam goreng baru saja tiba di lobi bawah sambil menangis," lapor Siska dengan nafas terengah-engah.

​Clara langsung menghentikan pekerjaannya dan melepas kacamata bacanya dengan cepat.

​"Rina menangis di lobi bawah kantor kita pagi-pagi begini Siska?" tanya Clara memastikan pendengarannya.

​"Iya Nona, dia bilang restorannya sedang dihancurkan oleh sekelompok preman," jawab Siska dengan nada cemas.

​Mendengar kata restoran ayam dihancurkan, telinga Deni langsung berdiri tegak seperti antena radio.

​Pemuda berjaket oranye itu langsung melompat dari sofa dan berjalan cepat menghampiri Siska.

​"Siska kamu jangan bercanda ya, masa tempat makan siang gratisku dihancurkan preman," ucap Deni dengan wajah yang sangat serius.

​"Aku tidak bercanda Deni, Nona Rina sekarang sedang naik ke lantai ini bersama petugas keamanan," balas Siska membela diri.

​Tidak lama kemudian pintu ruangan kembali terbuka dan Rina masuk dengan keadaan yang sangat berantakan.

​Rambut sebahu Rina yang biasanya selalu rapi kini terlihat kusut dan ada noda kotoran di kemeja putihnya.

​Clara segera berdiri dan memeluk sahabatnya itu untuk menenangkannya.

​"Rina apa yang sebenarnya terjadi padamu hari ini, siapa yang berani mengacau di tempat usahamu," tanya Clara sambil menuntun Rina duduk di sofa.

​Hiks hiks.

​Rina mengusap air matanya menggunakan selembar tisu yang disodorkan oleh Siska dari atas meja.

​"Tadi pagi saat restoranku baru buka tiba-tiba ada belasan preman berbadan besar datang menyerbu masuk Clara," cerita Rina dengan suara bergetar.

​"Mereka membalikkan semua meja makan dan mengusir paksa semua pelanggan yang sedang sarapan di sana."

​Deni mengepalkan kedua tangannya karena merasa sangat marah mendengar cerita dari wanita cantik pemilik restoran itu.

​"Preman dari mana mereka Nona Rina, apa mereka preman pasar yang biasa minta jatah keamanan bulanan," tanya Deni menahan emosi.

​Rina menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap wajah Deni dengan mata yang masih sembab.

​"Bukan Deni, mereka memakai seragam jaket hitam yang ada logo tengkorak merah di bagian dadanya," jawab Rina menjelaskan ciri-ciri pelakunya.

​"Salah satu dari mereka bilang kalau ini adalah salam perkenalan dari Tuan Rian untuk Nona Clara dan pengawal anjingnya."

​Clara membelalakkan matanya terkejut mendengar nama Rian kembali disebut dalam masalah ini.

​"Pria botak itu benar-benar mencari mati rupanya, dia tidak berani melawanku langsung jadi dia mengincar sahabatku," geram Clara menahan amarah.

​Deni langsung menarik ritsleting jaket oranyenya sampai ke atas leher dengan gerakan yang sangat mantap.

​"Nona Clara, tolong izinkan saya turun tangan untuk mengurus masalah sampah masyarakat ini sekarang juga," pinta Deni dengan tatapan mata yang tajam.

​"Mereka boleh saja menghinaku sebagai anjing tapi mereka tidak boleh menyentuh ayam goreng gratis bagianku di restoran itu."

​Rina menatap Deni dengan penuh harapan namun ada keraguan besar di dalam hatinya karena jumlah musuh sangat banyak.

​"Tapi Deni jumlah mereka itu ada belasan orang dan semuanya membawa senjata tajam berupa parang lho," cegah Rina karena khawatir keselamatan pemuda itu.

​"Nona Rina tenang saja, jangankan belasan preman bawa parang, satu kompi tentara bayaran saja akan aku lipat jadi dua," jawab Deni dengan sangat sombong namun meyakinkan.

​Clara menghela nafas panjang karena tahu dia tidak akan bisa menghentikan langkah pengawalnya jika sudah menyangkut makanan.

​"Pergilah Deni, beri pelajaran pada preman-preman itu agar mereka tahu siapa yang sedang mereka tantang," perintah Clara memberikan lampu hijau.

​"Tapi ingat kamu jangan sampai membunuh satupun dari mereka karena itu akan membuat masalah baru dengan polisi."

​Deni mengacungkan jempol kanannya tinggi-tinggi ke arah Clara sambil tersenyum lebar.

​"Siap laksanakan Nona bos yang cantik, aku akan buat mereka semua menyesal karena sudah lahir ke dunia ini," ucap Deni dengan sangat percaya diri.

​Deni lalu menoleh ke arah Rina yang masih duduk gemetar di atas sofa empuk.

​"Nona Rina, tolong siapkan ponselmu dan buka aplikasi pesanan kurirku sekarang juga ya," pesan Deni dengan wajah serius.

​"Kalau aku berhasil mengusir preman itu dari sana, Nona harus janji akan memberiku ulasan bintang lima beserta pujian yang paling panjang."

​Rina mengangguk cepat tanpa berpikir dua kali karena hanya pemuda ini satu-satunya harapan yang dia miliki sekarang.

​"Aku janji Deni, aku akan berikan bintang lima dan makan gratis sepuasnya untukmu selama satu bulan penuh," janji Rina sambil tersenyum tipis.

​Mendengar kata makan gratis satu bulan, semangat tempur Deni langsung meningkat hingga seratus persen.

​Pemuda berjaket kurir itu langsung berlari keluar dari ruangan CEO dan melesat menuju lift dengan kecepatan penuh.

​Wush.

​Siska yang berdiri di dekat pintu sampai harus memegangi roknya karena hembusan angin dari larian Deni.

​Lima belas menit kemudian Deni sudah sampai di depan restoran ayam goreng milik Rina menggunakan motor bututnya.

​Keadaan di luar restoran itu memang terlihat sangat sepi dan mencekam tidak seperti biasanya.

​Ada tulisan tutup sementara yang digantung miring di depan pintu kaca utama restoran tersebut.

​Dari luar kaca restoran Deni bisa melihat belasan pria berjaket hitam sedang duduk santai dengan kaki dinaikkan ke atas meja.

​Beberapa dari mereka terlihat sedang memakan ayam goreng dengan rakus dan membuang tulangnya sembarangan ke lantai.

​Deni turun dari motornya dan berjalan perlahan menuju pintu masuk dengan kedua tangan di dalam saku jaket.

​Kriet.

​Suara pintu kaca yang didorong terbuka itu langsung menarik perhatian seluruh preman di dalam ruangan.

​"Hei bocah kurir, restoran ini sedang ditutup jadi kau cari makanan di tempat sampah lain saja sana," teriak seorang preman berkepala plontos sambil melempar tulang ayam ke arah Deni.

​Tuk.

​Tulang ayam itu jatuh tepat di ujung sepatu kets usang milik Deni tanpa mengenai tubuhnya sama sekali.

​Deni menatap tulang ayam yang terbuang sia-sia itu dengan tatapan yang sangat menyedihkan dan penuh duka.

​"Kalian ini sungguh tidak punya hati nurani ya, membuang makanan seenaknya padahal ayam ini sangat enak," ucap Deni sambil menggelengkan kepalanya pelan.

​Pemimpin preman itu yang memiliki bekas luka sayatan di pipi kanannya langsung berdiri dan mencabut parang dari pinggangnya.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!