Bijaklah dalam memilih bacaan
azizah fatimah azzahro gadis dekil dari 10 bersaudara.hidupnya yang serba kekurangan tak membuat keceriaan dan semangatnya berkurang.Hidup susah sepertinya sudah melekat di kehidupannya.
zizah yang masih sekolah mampukah menghadapi kelakuan sableng evan pengusaha kaya namun hobinya menjelajahi wanita cantik.
Bagaimanakah kisah hidup dan percintaan seorang azizah antara ran dan evan
apakah ia akan mendapatkan seorang kekasih hati yang tidak melihat dari wajah dan kekayaan?
maaf ya baru pertama kali bikin novel jadi bahasanya sedikit kaku.tapi semoga kalian menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kado terindah
Hari ini merupakan hari penentuan masa depanku.aku tak menyangka di usiaku yang masih muda harus menikah dengan lelaki yang sangat aku benci,
apakah aku bisa bertahan melewati biduk rumah tangga dengan kelakuan sableng evan yang suka menjajal manisnya tubuh wanita cantik
Aku terpaksa meninggalkan lelaki yang aku cintai.diri ini memang bodoh rela mengorbankan kebahagiaan ku demi kebahagiaan orang lain
Kulihat wajahku di cermin,aku terperangah kaget tidak mengenal wajahku sendiri.lipstik ping muda dan bulu mata lentik menghiasi wajahku yang mungil.
Gaun warna putih bak seperti cinderela melekat di tubuh ini.hiasan mahkota yang bersinar menempel di kerudung putihku menambah keindahan dengan untaian melati putih yang menggantung di sisi kerudungku
Kuremas jari tangan ku yang sudah memakai hena berwarna merah bata,untuk menghilangkan rasa gugup dalam hati
Debaran jantung yang bergejolak tak bisa kupendam hingga akhirnya keringat dingin keluar dati tubuhku
Kak siti mendekatiku.ia tersenyum melihat aku yang gelisah
"Semuanya akan baik baik saja,berdoalah semoga alloh melancarkan semuanya" ka siti memegang tanganku
Harusnya orang yang berada di sisiku dan yang bisa menenangkanku saat ini adalah ibu yang melahirkan aku
Mataku semakin sendu mengingat emak masih berada di rumah sakit jiwa
Ku tarik napas dalam dalam untuk menghilangakn keresahanku
Sejenak aku terdiam kupicingkan telingaku,terdengar jelas suara yang begitu indah meski aku berada di dalam kamar
"Auudzubilllahiminasssyaitoonirrojiim"
Seseorang membaca ta'awudz dengan lagam bayati begitu merdu memecahkan semua keraguan dalam hati,sehingga tanpa ku sadari mataku terpejam.
Aku semakin terpesona dengan lengkingan basmalah yang begitu indah,hanya seorang qori propesional saja yang bisa melakukannya
"Selamat ya dek kamu tidak salah memilih pasangan" ka siti berbisik di telingaku
Mataku langsung terbuka,heran dengan ucapan ka siti"maksud kaka?"
Ka siti memukul tangan ku
"Jangan pura pura gak tahu" jawab ka siti sedikit ketus
Ku gelengkan kepala karna benar benar tidak tahu
Ka siti menarik tanganku kedekat pintu kamar yang sedikit terbuka
"Coba lihat" tunjuk ka siti
Dengan penasaran aku sedikit mengintip ke luar.
Mataku meletot tak percaya nampak evan memejamkan mata membaca surat arrohman
"Astagfirulloh" ucapku memegang dada terasa mau copot
Ka siti langsung memukulku "alhamdulillah..."relat ka siti
"Kamu aneh banget si de,masa lelaki yang pinter ngaji bilangnya astagfirulloh"tanya ka siti heran
" maaf salah"jawabku tercengir kuda
Evan dengan fasihnya membaca surat arrohman sebagai mahar zizah,tajwid beserta makhrojul huruf yang evan bacakan tidak ada yang salah sedikitpun
Pak wijaya yang berada di sisi evan merasa senang di buatnya apalagi evan dengan mudahnya menghapal alquran beserta artinya
rico dan semua orang yang hadir di pernikahan itu mengakui kepiawaian evan dalam membaca alquran
Tidak lama kemudian suara bapak terdengar di telingaku
"Ananda evan alexander bin wijaya kusuma atmanegara saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan azizah fatimah azzahro binti abdul hamid dengan mas kawin hapalan surat arrohman beserta separangkat alat solat di bayar tuuuuunai"
"Saya terima nikah dan maskawinnya
Azizah fatimah azzahro binti abdul hamid dengan maskawin tersebut,tunai" jawab evan lantang dalam satu tarikan nafas
"Bagaimana saksi sah?"tanya naib
" sahhhh"
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu mengaminkan bacaan naib yang mendoakan kedua mempelai.
Dengan hati hati ka siti menuntunku keluar kamar,ku langkahkan kakiku yang sedikit ragu,takut evan akan menertawakan penampilanku
Kepalaku tertunduk malu dengan semua orang yang langsung melihatku intens
Aku masih menundukan kepala yang tak mau melihat evan yang sedang menatapku tajam
Evan menarik bibirnya melihat aku berada di depannya
Naib menyerahkan buku pernikahan yang belum aku tanda tangani
Setelah selesai bu dewi menyuruh evan untuk memasukan jari cincin di jariku
Dengan ragu ragu aku menyodorkan tanganku,keringat dingin kembali keluar.
aku tidak bisa menahan perasaanku yang tidak karuan.kedua tanganku kembali bergetar.Dengan terpaksa aku menarik kembali tanganku
Evan mengerutkan keningnya tak mengerti dengan sikapku
"Evan sudah sah menjadi suamimu nak,jadi kamu tak perlu hawatir" bu dewi sedikit berbisik dan mengusap kepalaku
Ku sodorkan kembali tangan ini ke arah evan.evan langsung memasukan cincin di jari manis dan sekarang giliran aku yang harus memasukan cincin ketangan evan
Bu dewi menyuruhku untuk mencium tangan evan.
Aku kembali menarik napas dalam dalam, karena belum terbiasa mencium tangan lelaki yang sudah sah menjadi suamiku
Karna terlalu lama menunggu evan lansung menarik tanganku dan mencium keningku dengan hidmat
Dadagu semakin bergetar dengan hebat.evan yang tidak punya rasa malu tiba tiba memeluku erat
"Hari ini kamu sangat cantik"evan berbisik di telingaku
Sontak saja bulu kudukku merinding di buatnya
Sementara pak wijaya dan bu dewi yang melihat evan hanya tersenyum
" katanya ogah eh sekarang malah nyosor duluan"kata pak wijaya berbisik ke telinga bu dewi
"Bagus dong pah sebentar lagi kita akan punya cucu"jawab bu dewi senang
Zizah semakin menundukan kepala merasa malu,ingin rasanya ia bisa menghilang dari tempat itu
Sementara evan bersikap biasa saja,cuek seperti tidak terjadi apa apa
Melihat zizah yang terus menunduk,evan menarik dagu zizah supaya melihatnya
" tatap aku,apa aku menyeramkan untukmu?"tanya evan yang masih memegang dagu zizah
Pipi zizah berubah menjadi merah merona,evan menarik senyumnya melihat zizah yang gugup
Mata mereka saling berpautan serasa tempat itu hanya ada mereka berdua
" kukuruyuuuuuk saur......saur....."
teriak rico dengan sengaja membuyarkan lamunan kedua mempelai sambil membawa hidangan makanan dan mengetuk ngetuk sendok ke piring
Tanpa rasa malu rico bernyanyi sambil berjoged
"Malam pertamakan ku serahkan....jiwa dan raga hanyalah untukmu....."
Belum sempat rico menamatkan nyanyiannya evan melempar rico dengan sepatunya
"Pluk" sepatu evan jatuh tepat di bibir rico
Mata evan melotot ke arah rico sehingga rico langsung berhenti dengan aksinya
"Dasar maung" ucap rico mencibirkan bibirnya
Evan mengambil sepatu satunya lagi untuk di lemparkan ke arah rico,tapi sayang rico sudah lari duluan menjauhi evan
Sementara orang orang yang melihat mereka hanya menggelengkan kepala,tertawa melihat kelakuan bos dan asistennya
Sebelum adzan dzuhur pesta pernikahan itu sudah selesai.pernikahan yang sangat sederhana hanya di hadiri oleh keluarga terdekat.karna itu semua atas permintaan zizah yang tidak mau mengadakan pesta besar besaran
Merasa sudah lelah zizah langsung masuk ke kamarnya,tidak lupa ia mengunci pintu kamar supaya tidak ada orang yang bisa masuk selain dirinya
Rasa ngantuk sudah menjalar di matanya.zizah langsung tertidur pulas
Hawa dingin merasuk di setiap jengkal tubuh zizah ia sedikit menggigil kedinginan
Zizah merasakan sesuatu yang hangat dekat dengan mulutnya,membuat zizah merasa nyaman dengan sentuhan itu
Tubuh zizah menggeliat merasakan sentuhan yang semakin dalam,membuat detakan jantung berhenti sekejap
Zizah melihat evan tersenyum kepadanya....
"Mau lagi?" tanya evan
Dengan malu malu zizah mengangukan kepalanya
Evan kembali mendekati zizah dan langsung mencium bibir zizah.
Napas kedua pasangan itu semakin memburu,evan melepaskan ciumannya
Rasa aneh yang menjalar di tubuh evan membuat adik junior evan menegang
Tanpa ragu evan kembali mencium zizah,m*l#m*t bibir zizah yang mungil
Setelah lama dengan aksinya evan berusaha merogok dalam mulut zizah mengabsen tiap inci mulut zizah dengan lidahnya.
Bibir zizah mulai merespon balik dengan sentuhan yang datang padanya
Mata evan semakin bersinar merasakan zizah semakin lihai dengan aksinya.
Nafsu evan semakin meninggi membuat dia dengan rakus melahap bibir zizah yang mungil,terasa sangat manis di lidahnya
Evan membuka bajunya yang terasa gerah.....
Puk....puk....puk...muka zizah ditepuk
melihat lelaki ada di depan dengan hidung mancung badan tinggi kekar di tambah kulit putih mulus.idaman semua wanita
"Tampan" ucap zizah tersenyum melihat ciptaan tuhan yang terukir indah
Udah ah....cape authornya bersambung dulu ya mau bantuin suami bikin mie ayam.jangan lupa kasih bintang saran dan koment biar semangat bikin novelnya