NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Immortal

Kebangkitan Sang Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Di Kerajaan Awan, Kaisar muda bernama Jing Yan difitnah dan dibunuh secara keji oleh Tang Long, seorang Kultivator Pedang dari Sekte Pedang Roh Biru, dan Fang Zhelan, putri Perdana Menteri yang berkhianat demi merebut takhta. Keluarga Fang lalu mengambil alih kerajaan, mencoreng nama baik Jing Yan selamanya.

Namun, kematian bukanlah akhir bagi Jing Yan. Jiwanya ditarik ke dalam Peti Mati Perunggu Kuno milik seorang Pencipta Immortal yang telah mati. Dengan menggunakan sisa kulit sang Immortal, Jing Yan bereinkarnasi ke dalam tubuh baru yang sempurna. Ia ditemani oleh dua kesadaran dalam satu makhluk kecil bernama Bintang Biru dan Bulan Merah—yang merupakan jelmaan dari peti mati tersebut.

Jing Yan mengetahui bahwa ia mewarisi kekuatan Pencipta Immortal. Untuk menjadi kuat, ia harus mengumpulkan Benih Ciptaan, yaitu fragmen kekuatan sang Immortal yang tersebar di seluruh dunia. Tujuan utamanya: membalas dendam kepada Tang Long dan Fang Zhelan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 - Immortal

“Jing Yan, tindakanmu benar-benar tidak dapat dimaafkan!” Raungan penuh amarah menggema ke seluruh ibu kota kekaisaran. "Sebagai Penguasa negeri ini, bagaimana mungkin kau bersekongkol dengan iblis untuk mencelakai rakyatmu sendiri?!"

Pemilik suara itu adalah seorang pemuda berjubah pedang. Di bawah kakinya, sebilah pedang yang diselimuti aura keabadian membelah langit saat ia melesat di atas bentangan ibu kota.

"Jangan takut, wahai rakyat! Seorang Immortal telah datang! Aku akan menyelamatkan kalian dan menegakkan keadilan atas nama kalian!"

Mendengar itu, tak terhitung banyaknya rakyat yang menangis dan berlutut, sementara ratapan mereka memenuhi udara.

Seluruh ibu kota kekaisaran telah dipenuhi oleh ular-ular berbisa. Makhluk-makhluk itu menggigit dan menyerang rakyat jelata, menyebarkan racun kepada siapa pun yang mereka temui. Banyak orang tewas seketika. Darah mengalir di jalanan, sementara mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana.

"Seorang Immortal Pedang?"

Di tengah lautan ular yang menggeliat berdiri seorang pemuda berjubah putih berhias sulaman naga, sedang bertarung melawan seekor iblis ular yang sangat ganas. Dialah Jing Yan, Kaisar muda Negeri Awan.

Hari ini seharusnya menjadi hari penobatan Permaisurinya.

Namun, hari yang semestinya dipenuhi sukacita dan perayaan itu justru diawali oleh serangkaian kejadian aneh.

Pertama, Fang Zhelan, putri Perdana Menteri, menghilang secara misterius.

Lalu, jutaan ular berbisa bermunculan dari seluruh saluran air di ibu kota kekaisaran dan mulai menyerang rakyat, termasuk seekor iblis ular berusia ratusan tahun yang sangat kejam.

Jing Yan segera memimpin para Pengawal Kekaisaran untuk bertempur melawan iblis ular beserta kawanan ular-ularnya.

Namun, tepat ketika kemenangan sudah berada di depan mata, kemunculan sosok yang menyebut dirinya Immortal Pedang itu justru membuat keadaan menjadi semakin rumit.

"Dia salah!" teriak Jing Yan. "Apa dia benar-benar baru saja mengatakan kalau semua ini ulahku? Bahwa aku telah bekerja sama dengan iblis ini untuk mencelakai rakyatku sendiri?!"

Merasa diperlakukan dengan sangat tidak adil, matanya memancarkan kebingungan sekaligus tekad yang tak tergoyahkan.

Tiba-tiba, kilatan cahaya pedang melesat turun dari langit.

Cahaya dingin yang tajam itu menembus tepat ke dahi iblis ular tersebut, menghancurkannya seketika menjadi kabut darah dan daging yang beterbangan.

Percikan darah iblis itu menyiram seluruh tubuh Jing Yan.

"Sial... itu luar biasa." gumam Jing Yan, terpukau oleh kekuatan dahsyat yang baru saja ia saksikan.

Dan bukan hanya dirinya yang terkejut. Para pejabat dan rakyat Negeri Awan memandang pemandangan itu dengan campuran rasa takut dan hormat.

"Iblis ularnya sudah mati! K-kita selamat! Kita selamat!"

"Kekuatan sang Immortal benar-benar luar biasa!"

"Hidup penyelamat kita!"

...

Gelombang rasa syukur menyebar di antara rakyat yang berhasil diselamatkan. Banyak dari mereka kembali berlutut, mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan.

Tiba-tiba, sebuah suara menggelegar menggema.

"Jing Yan!"

Sebelum Jing Yan sempat menyadari apa yang terjadi, Immortal Pedang telah muncul tepat di atasnya.

Alis Immortal Pedang berkerut dingin penuh penghinaan, sementara aura pedangnya berputar dengan begitu mendominasi. Hanya hembusan dari pedangnya saja sudah meninggalkan luka-luka berdarah di tubuh Jing Yan.

"Kau memerintah negeri ini, namun membiarkan monster-monster mencelakai rakyatmu sendiri. Kau harus mempertanggungjawabkan semua ini!" Tatapan tajam sang Immortal Pedang tidak bergeming sedikitpun saat mengucapkan kata-kata itu kepada Jing Yan.

"Apa...?" Jing Yan baru saja hendak berbicara, tetapi langsung disela oleh rentetan suara dari kerumunan.

"Dia yang memelihara iblis ular itu? Kaisar kita?"

"Kalau Immortal Pedang yang mengatakannya, pasti itu benar!"

"Aku tidak percaya... bagaimana mungkin dia mengkhianati kita seperti ini...?!"

...

Bisik-bisik penuh keterkejutan segera menyebar di tengah kerumunan.

Dari dalam istana, Perdana Menteri Negeri Awan, Fang Yutian, melangkah keluar dengan wajah dipenuhi amarah. Sambil menunjuk ke arah Jing Yan, ia meraung, "Jing Yan, kau benar-benar bodoh! Rakyat menjunjungmu sebagai Penguasa mereka, tetapi kau begitu buta dan ceroboh hingga membahayakan nyawa begitu banyak orang!"

Ia kemudian berlutut di tanah, air mata mengalir di wajahnya. "Yang Mulia Kaisar terdahulu! Bimbinganku telah gagal, hingga membiarkan Penguasa Muda menyimpang dan melakukan kesalahan sebesar ini. Kekacauan ini juga merupakan dosaku!”

Seketika itu juga, semua kesalahan seolah ditimpakan kepada Jing Yan.

"Immortal Pedang!" Ia mengertakkan gigi dan berteriak. "Berikan aku kesempatan untuk membela kehormatanku! Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan iblis ular ini..."

Sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, Immortal Pedang memotongnya dengan seringai dingin. "Diam! Persepsiku menjangkau langit dan bumi. Dosamu telah terlihat jelas. Tak perlu lagi mencari-cari alasan. Hari ini, aku akan menegakkan keadilan atas nama langit dan mengirimmu ke neraka!"

Jing Yan terhuyung mundur. Mata merahnya dipenuhi ketidakpercayaan dan amarah. "Persepsimu menjangkau langit dan bumi? Mungkin itu bisa membodohi rakyat biasa, tapi kau hanyalah seorang Kultivator Pedang! Aku yakin semua kekacauan dengan iblis ular ini memang ulahmu sejak awal! Kita bahkan belum pernah bertemu sebelumnya, jadi kenapa kau sengaja menjebakku!? Kalau sektemu mengetahui perbuatanmu, mereka pasti akan memenjarakanmu!"

Bagi rakyat biasa, para kultivator yang menggunakan pedang dianggap sebagai Immortal yang pantas dipercaya dan dipuja tanpa keraguan. Namun Jing Yan tidak semudah itu tertipu. Ia tahu para Immortal itu tak lebih dari orang-orang yang berpura-pura menjadi dewa.

"Jing Yan, tutup mulutmu!" bentak seorang pejabat.

"Kau sudah gila! Berani-beraninya berbicara seperti itu kepada Sang Immortal?" teriak yang lain.

"Ini sudah keterlaluan. Dia akan membawa kutukan kepada kita semua," seru seorang wanita dari tengah kerumunan.

Amarah orang-orang yang menyaksikan kejadian itu semakin memuncak. Rasa muak mereka terhadap Jing Yan terlihat begitu jelas.

Kultivator Pedang itu melihat kegaduhan tersebut lalu mendarat tepat di depan Jing Yan. Matanya dipenuhi ejekan. "Dengar itu?" katanya sambil terkekeh. "Bagi serangga sepertimu, aku memang tak ubahnya seorang Immortal! Namaku Tang Long! Ingatlah, atau lupakan saja. Tidak ada bedanya. Karena hari ini kau akan mati di tanganku!"

Tanpa berkata apa-apa lagi, matanya menyipit dan ia mengacungkan dua jarinya seperti sebilah pedang, menusuk lurus ke arah dahi Jing Yan. Ia benar-benar berniat membunuh Jing Yan.

"Tunggu!" Sebuah suara wanita memecah ketegangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!