NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Bau Busuk di Malam Hari

Matahari sore tenggelam dengan cepat, menyisakan jejak warna jingga keabu-abuan yang suram di ufuk barat.

Desa Sungai Hitam diselimuti kegelapan malam lebih cepat dari biasanya.

Angin dingin yang tidak biasa bertiup dari arah gerbang barat desa, membawa aroma samar yang sangat menusuk hidung—seperti bau daging busuk dan tanah makam yang baru digali.

Lin Fan berdiri mematung di persimpangan jalan tanah, sekitar lima puluh meter dari pos ronda tua yang menandai pintu masuk desa.

Matanya yang berbinar dingin dengan efek [Mata Iblis] menembus kegelapan malam.

Di bawah naungan pohon asam jawa yang rindang di tepi jalan, dua sosok manusia berdiri berdampingan.

Keduanya mengenakan jubah hitam bertudung lebar yang menutup separuh wajah mereka.

Di belakang kedua orang itu, mengambang sesosok bayangan hitam besar yang mengerikan—berwujud seperti tengkorak manusia berbulu lebat dengan empat mata merah membara yang terus berkedip kaku.

[Nama: Tidak Teridentifikasi (Praktisi Ilmu Hitam / Utusan Konsorsium Kota)]

[Tingkat Niat Buruk: 100% (Sangat Musuh / Membawa Entitas Roh Pelindung)]

[Tingkat Bahaya: Tinggi]

[Keterangan: Membawa 'Roh Pemakan Segel' Untuk Merusak Pagar Perlindungan Rumah Keluarga Lin]

Lin Fan mengencangkan pegangannya pada tas selempangnya tempat lontar tua berada.

"Ternyata investor kota menggunakan cara seotoriter ini," batin Lin Fan dingin.

Salah satu praktisi berjubah hitam itu melangkah maju.

Suaranya saat berbicara terdengar sangat serak dan berat, bagaikan gesekan besi berkarat.

"Anak muda..." panggil sosok itu, suaranya mengandung gelombang tekanan mental yang membuat dedaunan di sekitar mereka berguguran.

"Kamu adalah Lin Fan, pemilik tanah rumah tua itu, bukan?"

Lin Fan tidak bergerak sedikit pun. "Siapa kalian? Dan untuk apa kalian membawa bau busuk ini ke desaku?"

Sosok kedua terkekeh pelan—suara tawa melengking khas wanita tua yang menyakitkan telinga.

"Bau busuk ini adalah aroma kematian dari orang-orang yang berani menghalangi jalan Tuan Besar kami di kota," sahut wanita berjubah itu.

"Tuan Tanah Li memang tidak berguna, ketakutan hanya karena trik ghaib murahan di desa reot ini."

Pria berjubah hitam mengangkat tangan kanannya yang dibungkus sarung tangan kain hitam bergambar simbol lingkaran merah.

"Serahkan surat tanah keluargamu dan biarkan kami meratakan rumahmu malam ini, Lin Fan," ucap pria itu dingin.

"Jika kamu patuh, kami akan memberimu uang pesangon lima ratus ribu Yuan dan membiarkan keluargamu hidup selamat di kota."

"Tetapi jika kamu menolak..." Pria itu memiringkan kepalanya secara kaku.

"...maka roh pemakan ini akan mengisap seluruh darah ibu dan adikmu sampai mereka menjadi mayat kering dalam hitungan detik!"

Sfx: Ghhhhh...

Roh tengkorak bersumbu empat mata merah di belakang mereka menggerung pelan, memancarkan bau busuk yang makin tajam hingga membunuh rumput-rumput hijau di sekitar pos ronda.

Lin Fan menyunggingkan senyuman dingin yang penuh penghinaan.

"Lima ratus ribu Yuan?" gumam Lin Fan pelan.

Ia menatap lurus ke dalam tudung hitam kedua praktisi tersebut.

"Bahkan jika kalian menawarkan seluruh harta di kota ini, tidak akan ada satu senti pun tanah leluhurku yang boleh kalian sentuh!" tegas Lin Fan.

Wanita berjubah hitam itu mendesis marah. "Bocah bodoh! Kamu memilih mati bersama rumah lapukmu itu!"

Sfx: Wuuuuuut!

Wanita itu mengibaskan tangannya ke udara.

Roh tengkorak bermata empat itu seketika meluncur deras menerjang udara malam, melayang rendah di atas jalanan tanah menuju ke arah Lin Fan!

Hawa dingin kematian menyapu jalanan desa, membuat kaca-kaca jendela rumah warga yang berada di dekat sana bergetar hebat.

Sfx: Prang! Prang!

Lin Fan tidak melarikan diri atau menghindar.

Ia mengambil satu langkah mantap ke depan, mengangkat tangan kanannya yang memiliki tanda luka bakar lingkaran keemasan.

"Pagar Perlindungan Tahap 2: Pantulan Tekanan Iblis!" seru Lin Fan dengan suara membahana.

Sfx: Bzzzzzt... DUUUMMM!

Sebuah kubah cahaya transparan berwarna keemasan bercampur merah kehitaman mendadak meledak mekar dari tanah di sekeliling Lin Fan, membentuk dinding pertahanan yang megah dan kokoh!

Roh tengkorak bersumbu empat mata itu menghantam kubah cahaya tersebut dengan kecepatan penuh.

Sfx: ARRGGGHHHH!

Jeritan histeris membahana memenuhi udara malam saat roh ghaib itu menabrak dinding *Pagar Iblis*.

Bukannya berhasil menembus atau mengisap energi segel, tubuh roh tengkorak itu justru terbakar hebat oleh gelombang *Api Spiritual* yang memantul secara otomatis dari kubah pertahanan Lin Fan!

Sfx: Ssssssh...

Asap hitam tebal berbau sangit membubung tinggi ke udara saat roh pemakan tersebut meraung kesakitan dan terlempar mundur sepuluh meter ke belakang, menghantam pohon asam jawa hingga tumbang!

Dua praktisi berjubah hitam itu tersentak kaget dan melangkah mundur dua langkah secara refleks.

"Apa?! Bagaimana mungkin kekuatan Pagar Perlindungan di tempat terpencil ini begitu kuat?!" jerit wanita berjubah hitam dengan suara tidak percaya.

"Pagar ini... ini bukan sekadar tangkal ghaib biasa!" seru pria berjubah hitam dengan wajah pucat yang terlihat dari balik tudungnya.

"Ini adalah Segel Kuno Pengikat Garis Darah!"

Lin Fan melangkah keluar dari dalam kubah cahaya keemasan yang perlahan menyusut menyatu dengan bayangannya.

Tanda lingkaran keemasan di telapak tangan kanannya memancarkan cahaya yang makin terang, dipenuhi aura kegelapan yang mendominasi.

[Serangan Musuh Berhasil Dipatahkan]

[Energi Roh Pemakan Diserap Oleh Sistem: +15% Energi Vital]

[Status Energi Vital Saat Ini: 100% (Overload sementara)]

Lin Fan merasakan dorongan kekuatan luar biasa mengalir di sepanjang pembuluh darahnya.

Efek penyerap energi musuh dari [Sistem Pagar Iblis] bekerja secara sempurna!

"Sekarang..." kata Lin Fan dengan suara dingin yang bergema di dalam kegelapan malam.

"...giliran kalian yang menerima bayarannya."

Lin Fan menggerakkan telunjuk dan jari tengah tangan kanannya, mengarahkan pandangannya tepat ke arah dua praktisi berjubah hitam tersebut.

"Jebakan Api Spiritual: Gelombang Pembalasan!"

Sfx: Wuuusss... DUUM!

Tanah di bawah kaki kedua praktisi berjubah hitam itu mendadak terbelah tipis.

Lidah-lidah api berwarna hitam keemasan menyembur keluar dari dalam bumi, membumbung tinggi melingkari tubuh kedua utusan kota tersebut!

"Argh! Panas! Ini Api Jiwa!" jerit pria berjubah hitam histeris saat jubahnya mulai terbakar api hitam tanpa asap.

"Tolak! Pakai Jimat Penolak!" teriak wanita tua itu sambil merogoh lembaran kertas jimat merah dari dalam bajunya.

Namun sebelum jimat itu sempat dibakar, aura tekanan dari *Mata Iblis* milik Lin Fan menghantam kesadaran mental mereka secara telak.

Sfx: Bzzzzzt!

Penglihatan kedua praktisi itu mendadak menjadi gelap gulita.

Di dalam benak mereka, mereka tidak lagi melihat jalanan desa atau Lin Fan, melainkan sebuah gerbang raksasa berwarna hitam berukir ribuan tengkorak yang perlahan-lahan terbuka untuk menelan jiwa mereka!

"Ampun! Ampunkan kami! Kami hanya menjalankan perintah!" jerit kedua praktisi itu sambil berlutut di atas tanah, memukulkan kepala mereka ke tanah yang terbakar api hitam.

Bau busuk dari roh pelindung musuh seketika lenyap, berganti dengan aroma abu hangat yang menguap ke udara malam.

Lin Fan berjalan mendekati kedua pria dan wanita yang terkulai lemas dan berderai air mata ketakutan di atas tanah.

Ia berlutut di hadapan pria berjubah hitam yang dadanya naik turun mengembunkan napas terengah-engah.

Lin Fan mencengkeram tudung jubah pria itu dan menariknya ke atas, memamerkan wajah pria paruh baya berkulit pucat dengan mata yang memerah akibat trauma mental.

"Kembali ke kota..." bisik Lin Fan tepat di depan wajah pria tersebut.

"Beritahu bos investor kalian... kalau ada satu lagi utusan atau alat berat yang berani mendekati Desa Sungai Hitam..."

Lin Fan menatap langsung ke dalam manik mata pria itu dengan kilatan cahaya merah keemasan yang mengerikan.

"...maka aku sendiri yang akan mendatangi gedung kantor mereka di kota dan membakar seluruh jiwa mereka sampai tidak bersisa."

Pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya secara histeris, air mata dan keringat dingin bercucuran membasahi wajahnya.

"I-iya! Kami mengerti! Kami akan memberitahu Tuan Besar untuk membatalkan proyek ini!" jerit pria itu tergagap-gagap.

Lin Fan melepaskan cengkeramannya, membiarkan pria itu jatuh terjerambab ke tanah.

"Pergi," perintah Lin Fan singkat.

Kedua praktisi berjubah hitam itu beserta sisa-sisa energi roh pelindung mereka yang pincang berebutan berlari kencang meninggalkan gerbang barat desa, melarikan diri ke dalam kegelapan jalan raya kota tanpa pernah menoleh ke belakang lagi.

Suasana jalanan desa kembali menjadi hening dan tenang.

Lin Fan berdiri tegap, menarik napas panjang untuk menetralkan aliran energi di dalam tubuhnya.

[Tugas Darurat 'Ancaman Praktisi Kota' Selesai]

[Berhasil Melindungi Batas Wilayah Desa]

[Menerima Hadiah Tugas: Modul 'Peta Geometri Pagar Utama' Dan Kunci Buka Segel Tahap 3]

[Kemajuan Misi Utama Arc 1: 25% (Pagar Utama Mulai Terbentuk)]

Layar transparan sistem berkedip tenang sebelum akhirnya memudar dan menghilang dari pandangannya.

Lin Fan melihat telapak tangan kanannya.

Kekuatan yang dimilikinya kini makin kuat, mampu melumpuhkan praktisi ilmu hitam kota hanya dalam hitungan menit.

Namun saat Lin Fan membalikkan badan untuk kembali ke rumahnya, ia mendapati sesosok tubuh berdiri diam di pinggir jalan, bersembunyi di balik bayangan tiang listrik tua.

Itu adalah Chen Meng.

Gadis itu ternyata tidak sepenuhnya pulang ke rumah seperti yang diminta oleh Lin Fan. Ia berdiri di sana, menyaksikan seluruh pertarungan gaib yang mendebarkan dada itu dari jarak aman.

Lin Fan melangkah mendekati Chen Meng dengan senyuman tipis di bibirnya.

"Bukankah aku sudah menyuruhmu pulang dan mengunci pintu?" tanya Lin Fan pelan.

Chen Meng menatap Lin Fan dengan rasa takjub bercampur kelegaan yang luar biasa.

"Aku... aku khawatir padamu, Fan," jawab Chen Meng jujur, suaranya sedikit bergetar.

Gadis itu melangkah mendekat, lalu tanpa ragu meraih tangan kanan Lin Fan dan menggenggamnya hangat.

"Kamu benar-benar luar biasa, Lin Fan... Kamu berhasil melindungi desa ini," puji Chen Meng tulus.

Lin Fan menggenggam balik jemari Chen Meng, merasakan kehangatan manusia nyata yang mengusir sisa-sisa hawa dingin dari pertarungan tadi.

"Ini baru permulaan, Chen Meng," kata Lin Fan sambil menatap ke arah Hutan Terlarang yang berdiri membisu di kejauhan.

"Masih ada Gerhana Bulan Merah yang harus kita hadapi dalam waktu dua minggu lagi."

Chen Meng mengangguk mantap, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Lin Fan.

"Aku akan selalu ada di sisimu untuk membantumu, Fan. Apa pun yang akan terjadi nanti."

Di bawah naungan langit malam Desa Sungai Hitam, tekad Lin Fan makin membara.

Ancaman dari manusia telah ia tumbangkan, dan kini fokus utamanya terpaku pada satu tujuan akhir: membangun kembali [Pagar Iblis Tingkat Utama] sebelum kegelapan sejati Hutan Terlarang bangkit sepenuhnya!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!